1 Komentar

NAMA AGAMA-AGAMA ASLI NUSANTARA

Bonnie Setiawan

NAMA AGAMA ASLI NUSANTARA
01. Agama Bali (sering disebut Hindu Bali atau Hindu Dharma)
02. Sunda Wiwitan (Kanekes, Banten)
03. Agama Djawa Sunda (Kuningan, Jawa Barat)
04. Buhun (Jawa Barat)
05. Kejawen (Jawa Tengah dan Jawa Timur)
06. Parmalim (Sumatera Utara)
07. Kaharingan (Kalimantan)

See More

Tabloid Indiependen – Edisi 9 April 2013

Halaman : 26 / Tajuk Spiritual

Pada umumnya masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama yang diakui pemerintah sekarang ini, seperti : Islam, Kristen, Hindu, Budha maupun Konghucu masuk ke Nusantara, disetiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli. Seperti Sunda Wiwitan yang dipeluk masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten, dan banyak lagi tersebar di berbagai daerah lainnya.

Selain agama Sunda Wiwitan aliran Madrais juga dikenal sebagai agama Cigugur di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Agama Buhun di Jawa Barat, Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Parmalim sebagai agama asli Batak, agama Kaharingan di Kalimantan, kepercayaan Toonas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara, agama Tolottang di Sulawesi Selatan, Wetu Telu di Lombok, Naurus di Pulau Seram, Provinsi Maluku dan lain-lainnya. Di dalam Negara Republik Indonesia, agama-agama asli Nusantara tersebut di degradasi sebagai ajaran animisme. penyembah berhala maupun batu atau hanya sebagai aliran kepercayaan.

Hingga kini, tak satupun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di Republik Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan dalam KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkawinan di Kantor Catatan Sipil dan sebagainya. Seiring dengan berjalannya waktu dan jaman, agama asli Nusantara semakin punah dan menghilang, kalaupun memiliki penganut, biasanya berada di daerah pedalaman seperti di pedalaman Sumatera dan Irian Jaya.

Di Indonesia aliran kepercayaan yang paling banyak penganutnya adalah agama Buhun. Data yang direkam peneliti Abdul Rozak, penulis Teologi Kebatinan Sunda, menunjukkan pemeluk agama ini sekitar 100.000 orang. Jika angka ini benar, maka agama Buhun merupakan salah satu aliran kepercayaan terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, dari 245 aliran kepercayaan yang terdaftar, jumlah keseluruhan penganutnya mencapai lebih dari 400.000 orang.

SELALU DICURIGAI

Salah satu penyebab kurang populernya agama lokal ini adalah tidak lepas karena pengaturan atau kebijakan pemerintah, yaitu tidak mengakui sebagai agama resmi tetapi menggolongkannya sebagai kepercayaan semata. Kemudian situasinya menjadi semakin sulit karena masyarakat sendiri nyaris tidak memberi peluang untuk tumbuh dan berkembangnya agama lama ini bahkan tidak jarang menganggapnya sebagai bukan suatu agama atau bahkan dituduh sebagai aliran sesat.

Sebenarnya mereka jelas bukan ajaran sesat, karena keberadaan mereka sudah dijamin oleh Undang-undang. Namun Undang-undang tetaplah hanya sebatas teks dan kata-kata semata, karena kenyataan keberadaannya terpinggirkan atau bahkan lebih tepat disebut dicurigai. Aktivitas ataupun organisasi mereka dipastikan haruslah terdaftar resmi, mendapat ijin dari berbagai departemen dan instansi. Namun walaupun sudah memiliki ijin resmi, reaksi masyarakat ataupun aparat di lapangan kerap kali berbeda.

Pemerintah sendiri sejak awal hanya mengakui 5 agama dan kemudian menambah 1 agama lagi sehingga totalnya menjadi 6 agama yang dianggap “resmi”. Seperti yang sudah diketahui, satu tambahan agama resmi ini lagi-lagi berasal dari luar negeri atau asing.

Dari sekian banyak agama lokal yang ada, bisa dikatakan sudah punah walaupun kenyataannya masih bisa ditemukan di suatu wilayah namun dianggap “tidak pernah ada”. Buktinya “agama resmi” yang diakui dan masuk kolom KTP hanya 6 agama saja, dan tidak ada satupun yang termasuk agama lokal alias semuanya import, dengan demikian keberadaan agama lokal sudah dianggap punah.

Untuk mendapatkan legalitas resmi, beberapa agama tertentu seperti Kaharingan “terpaksa” harus bergabung dengan agama Hindu. Kemudian agama Parmalim di Batak memilih tetap bertahan dengan agama lamanya, namun untuk urusan KTP nya, terpaksa harus memilih agama lain sebagai identitasnya.

DAFTAR AGAMA DAN ALIRAN KEPERCAYAAN NUSANTARA YANG TERDAFTAR RESMI PADA INSTANSI PEMERINTAH

NAMA AGAMA ASLI NUSANTARA

01. Agama Bali (sering disebut Hindu Bali atau Hindu Dharma)

02. Sunda Wiwitan (Kanekes, Banten)

03. Agama Djawa Sunda (Kuningan, Jawa Barat)

04. Buhun (Jawa Barat)

05. Kejawen (Jawa Tengah dan Jawa Timur)

06. Parmalim (Sumatera Utara)

07. Kaharingan (Kalimantan)

08. Tonaas Walian (Minahasa, Sulawesi Utara)

09. Tolottang (Sulawesi Selatan)

10. Wetu Telu (Lombok)

11. Naurus (Pulau Seram, Maluku)

12. Aliran Mulajadi Nabolon

13. Marapu (Sumba)

14. Purwoduksino

15. Budi Luhur

16. Pahkampetan

17. Bolim

18. Basora

19. Samawi

20. Sirnagalih

NAMA ALIRAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN DI NUSANTARA

JAWA TIMUR

01. Aliran Kebatinan Tak Bernama

02. Aliran Seni dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

03. Babagan Kasampurnan

04. Badan Kebatinan Rila

05. Budi Rahayu

06. Cakramanggilingan

07. Dasa Sila

08. Himpunan Murid dan Wakil Murid Ilmu sejati R. Rawiro Utomo (HIMUWIS RAPRA)

09. Induk Wargo Kawruh Utomo

10. Jawi Wisnu

11. Jendra Hayuningrat Widada Tunggal (PANDHAWA)

12. Kahuripan

13. Kapitayan

14. Kapribaden Upasana

15. Kasampurnan Ketuhanan Awal dan Akhir

16. Kepercayaan Sapta Dharma Indonesia

17. Ketuhanan Kasampurnan

18. Kodratullah Manembah Ghoibing Pangeran

19. Margo Suci Rahayu

20. Paguyuban Darma Bhakti

21. Paguyuban Ilmu Sangkan Paraning Dumadi Sanggar Kencono

22. Paguyuban Kawruh Bathin “101”

23. Paguyuban Kawruh Bathin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan

24. Paguyuban Kawruh Bathin Jiwo Lugu

25. Paguyuban Kawruh Murti Utomo Wasito Tunggal

26. Paguyuban Kawruh Sangkan Paran Kasampurnan

27. Paguyuban Kawruh Sasongko

28. Paguyuban Lebdho Guno Gumelar

29. Paguyuban Manunggaling Karso

30. Paguyuban Ngesti Budi Sejati

31. Paguyuban Pangudi Katentreman (PATREM)

32. Paguyuban Satriyo Mangun Mardiko Dununge Urip

33. Paham Jiwa Diri Pribadi

34. Panembah Jati

35. Pangrukti Memetri Kasucian Sejati (PAMEKAS)

36. Pelajar Kawruh Jiwo

37. Perguruan Ilmu Sejati

38. Perhimpunan Kamanungsan

39. Perhimpunan Kepribadian Indonesia

40. Purwaning Dumadi Kautaman

41. Rasa Manunggal

42. Sujud Manembah Bekti

43. Tri Murti Naluri Majapahit

44. Urip Sejati

JAWA TENGAH

01. Badan Kebatinan Indonesia

02. Badan Keluarga Kebatinan Wisnu

03. Elang Mangkunegara

04. Hak (Kawruh Hak)

05. Hidayat Jati Ranggawarsita

06. Hidup Betul

07. Himpunan Kebatinan Rukun Wargo

08. Ilmu Kasampurnan Jati

09. Jaya Sampurna (Pamungkas Jati Titi Jaya Sampurna)

10. Kalimasada Rasa Sejati

11. Kapribaden (Kawruh Kapribaden)

12. Kasampurnan

13. Kawruh Naluri Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan Jati

14. Kawruh Roso Sejati

15. Kawruh Urip Sejati

16. Kejaten

17. Kejawen

18. Kejiwaan

19. Langgeng Suci

20. Mustiko Sejati

21. Ngudi Utomo

22. Paguyuban Anggayuh Katentremaning Urip (AKU)

23. Paguyuban Budi Sejati

24. Paguyuban Hasto Broto

25. Paguyuban Kawruh Kodrating Pangeran

26. Paguyuban Kaluwargo Kapribaden

27. Paguyuban Muda Dharma Indonesia

28. Paguyuban Ngesti Jati

29. Paguyuban Olah Rasa Mulat Sarira Ngesti Tunggal

30. Paguyuban Pangudi Kawruh Kasuksman Panunggalan

31. Paguyuban Trijaya

32. Paguyuban Ulah Rasa Batin (PURBA)

33. Paguyuban Jawa Naluri

34. Pangudi Rahayuning Budhi (PRABU)

35. Pangudi Rahayuning Bawana (PARABA)

36. Papandaya

37. Pembagunan Kebatinan Kepribadian Rakyat Indonesia Badan Kejawan (PERKRI)

38. Penghayat Kepercayaan Paguyuban Noermanto (PKPN)

39. Perjalanan Tri Luhur

40. Persatuan Resik Kubur Jero Tengah

41. Pirukunan Kawulo Manembah Gusti (PKMG)

42. Pramono Sejati

43. Pribadi

44. Purwo Ayu Mardi Utomo

45. Ratu Adil

46. Saserepan Kepribadian Intisari (SKI’45)

47. Saserepan’45

48. Sentana Darma Majapahit dan Pancasila (SADHAR MAPAN)

49. Setia Budi Perjanjian 45 (SBP 45)

50. Sukma Sejati

51. Tujuh Mulya

52. Waspodo

53. Wayah Kaki

54. Wratama Wedyanantama Karya

55. Wringin Seta

 

DIY YOGYAKARTA

01. Angesti Sampurnaning Kautaman

02. Anggayuh Panglereming Napsu (APN)

03. Hak Sejati

04. Hangudi Bawana Tata Lahir dan Batin

05. Imbal Wacono

06. Kasampurnan Jati

07. Kelompok Setu Pahing

08. Mardi Santosaning Busi (MSB)

09. Minggu Kliwon

10. Ngesti Roso sejati

11. Ngesti Roso

12. Paguyuban Jawi Lugu

13. Paguyuban Kawruh Hardo Puruso

14. Paguyuban Kebudayaan Djawi (PKD)

15. Paguyuban Keluarga Besar Keris Mataram

16. Paguyuban Keluarga Besar Sri Sadono

17. Paguyuban Rabo Wage

18. Paguyuban Sangkara Muda

19. Paguyuban Tata Tentrem (Patrem Indonesia)

20. Paguyuban Traju Mas

21. Perguruan Das

22. Persatuan Eklasing Budi Murko

23. Sumarah Purbo

24. Tuntunan Kerohanian Sapta Darma

25. Yayasan Sosrokartono

 

JAWA BARAT

01. Aliran Kepercayaan Aji Dipa

02. Aliran Kepercayaan Lebak Cawene

03. Budi Rahayu

04. Paguyuban Adat Cara Karuhun

05. Perjalanan Budi Daya

DKI JAKARTA

01. Aliran Kebatinan Perjalanan

02. Budi Luhur (Kawruh Kasampurnan Sangkan Paran Budi Luhur)

03. Forum Sawyo Tunggal

04. Urip Utami (Gautamai)

05. Himpunan Amanat Rakyat Indonesia (HARI)

06. Mersudi Kaluhuring Budi Pekerti (Mekar Budi)

07. Musyawarah Agung Warna

08. Ngudi Kawruh Rasa Jati

09. Organisasi Kebatinan Satuan Rakyat Indonesia Murni (Sri Murni)

10. Paguyuban Kebatinan Ilmu Hak

11. Paguyuban Ki Ageng Selo

12. Paguyuban Penghayat Kapribaden

13. Paguyuban Sumarah

14. Pangestu (Paguyuban Ngesti Tunggal)

15. Pangudi Ilmu Kebatinan Intisarining Rasa (PIKIR)

16. Pangudi Ilmu Kepercayaan Hidup Sempurna (PIKHS)

17. Perhimpunan Peri Kemanusiaan

18. Persatuan Warga Theosofi Indonesia

19. Pran-Suh (Ngesti Kasampurnan)

20. Purbaning Lampang Sejati

21. Sastra Jendra Hayuningrat Pangruktining

22. Sri Langgeng

23. Susila Budhi Dharma (SUBUD)

24. Tri Sabda Tunggal

25. Tunggal Sabda Jati

26. Wisma Tata Naluri

LUAR JAWA

01. Adat Lawas (Kalimantan Timur)

02. Aliran Mulajadi Nabolon 3 (Sumatera Utara)

03. Ata Kahfi (Nusa Tenggara Timur)

04. Babolin (Kalimantan Tengah)

05. Bakubung (Kalimantan Tengah)

06. Basora (Kalimantan Tengah)

07. Bolin (Kalimantan Tengah)

08. Budi Suci (Bali)

09. Cahaya Kusuma (Sumatera Utara)

10. Era Mula Watu Tana (Nusa Tenggara Timur)

11. Galih Puji Rahayu (Sumatera Utara)

12. Golongan Si Raja Batak (Sumatera Utara)

13. Guna Lero Wulan Dewa Tanah Ekan (Nusa Tenggara Timur)

14. Habonaron Do Bona (Sumatera Utara)

15. Hajatan (Kalimantan Tengah)

16. Hidup Sejati (Nusa Tenggara Barat)

17. Ilmu Ghoib (Lampung)

18. Ilmu Ghoib Kodrat Alam (Lampung)

19. Jingitiu (Nusa Tenggara Timur)

20. Kaharingan Dayak Luwangan (Kalimantan Tengah)

21. Kaharingan Dayak Maanyan Banna 5, Paju 4 dan Paju 10 (Kalimantan Selatan)

22. Kaharingan Dayak Maanyan Piumbung (Kalimantan Tengah)

23. Kakeluargaan (Bali)

24. Kepercayaan A. Halu (Kalimantan Tengah)

25. Kepercayaan G. Adat Musi (Sulawesi Utara)

26. Lera Wulan Tana Ekan (Nusa Tenggara Timur)

27. Magapokan (Bali)

28. Mangimang Sumabu Duata (Sulawesi Utara)

29. Marapu (Nusa Tenggara Timur)

30. Ngoja (Kalimantan Tengah)

31. Paguyuban Pendidikan Ilmu Kerohanian – PPIK (Lampung)

32. Paompungan (Sulawesi Utara)

33. Persatuan Aliran Kepercayaan Krida Sempurna (Sumatera Selatan)

34. Pompungan Waya Si Opo Ompung (Sulawesi Utara)

35. Purwo Deksono (Lampung)

36. Purwo Madio Wasono (Sumatera Utara)

37. Ramuat Ali Marie, Ayas, Ilfried – RAMAI (Sulawesi Utara)

38. Silima / Pamena (Sumatera Utara)

39. Ugamo Parmalin Budaya Adat Batak (Sumatera Utara)

40. Wisnu Budha / Eka Adnyana (Bali)

 

 

LAIN-LAIN

01. Agama Jawa Asli Republik Indonesia

02. Dununge Urip

03. Ilmu Sejati

04. Ilmu Sejati Prawiro Sudarso

05. Kawruh Budhi Jati

06. Kawruh Guru Sejati Kawedar (KGSK)

07. Kawruh Kasunyatan Kasumpurnan Pusoko Budi Utomo

08. Kawruh Kebatinan Gunung Jati

09. Kawruh Panggayuh Esti

10. Kawula Warga Naluri

11. Kebatinan 9 Pambuka Jiwa

12. Maneges

13. Memayu Hayuning Bawono

14. Ngelmu Beja-Mulur Mungkret

15. Paguyuban Pambuka Das Sanga

16. Pamengku

17. Pana Majapahit

18. Podo Bongso

19. Purbokayun

20. Sangkan Paraning Dumadi (Sri Jayabaya)

21. Tri Tunggal Bayu

About these ads

One comment on “NAMA AGAMA-AGAMA ASLI NUSANTARA

  1. kebenaran tidak untuk diperdebatkan, tapi diamalkan. kesalahan dan keburukan tidak untuk dihancurkan, tetapi dibenarkan dan diperbaiki karena semua manusia tidak pernah luput dari keduanya. kebenaran dan kesucian tidak butuh pembela, siaapa yang mengaku pembela dapat dipastikan sesungguhnya belum mengerti apa itu kebenaran dan kesucian sejati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.967 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: