1 Komentar

Menggugat Mereka yang Lebih Kejam daripada Pembunuh Galileo

Selasa, 30 April 2013 , 16:07:00 WIB

GALILEO GALILEI

RMOL. Para penandatangan petisi yang melawan kegiatan Tim Terpadu Riset Mandiri di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, tidak pernah belajar dari sejarah dan rela mengorbankan nyawa ribuan orang demi keegoisan intelektual mereka.

Tuduhan itu dilontarkan Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, RM Zulkifli, dalam surat elektronik kepada wartawan, Selasa (29/4).

Dia mengatakan, penyadaran kepada masyarakat bahwa mereka hidup di zona bencana dengan banyaknya bukti peradaban yang terkubur bencana dahsyat adalah proses penting dalam mitigasi dan mereduksi potensi korban.

Zulkifli mencontohkan, situs makam tua “Tuanku Di Pulo” di Aceh menjadi salah satu penyebab selamatnya sekelompok warga pada tsunami dahsyat di 2004 yang sebabkan ratusan ribu orang tewas seketika. Tak hanya itu, situs Tuanku Di Pulo itu juga yang membantu masyarakat membuktikan tsunami pernah melanda daratan Aceh pada ratusan tahun lalu, dengan hilangnya Gampong Neujid, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Di Simeulue (Sinavang), jumlah korban jiwa akibat “smong”, istilah untuk tsunami sesuai dengan bahasa pribumi setempat, termasuk paling sedikit. Bayangkan, 17.000 rumah hancur seketika dengan korban jiwa enam orang. “Keajaiban” ini membuat PBB memberikan penghargaan.

Zulkifli ingatkan, sudah berbagai pakar kebencanaan merilis potensi katastropik di Jawa Barat. Ada begitu banyak sesar, dan penduduk di Jabar bukan main padat. Bencana besar yang berpotensi mengulang di Jabar, termasuk di wilayah yang dilintasi sesar Cimandiri, sungguh mengkhawatirkan.

“Penemuan pasir ayakan di bawah struktur Gunung Padang (di sekitar sesar Cimandiri) bukan sekadar temuan arkeologi biasa, ini terkait nyawa jutaan manusia yang terancam bencana,” tegasnya.

Dia katakan, bila para sejarawan, arkeolog dan para intelektual Indonesia sudah bicara tentang tsunami Aceh 1768,1869,1907, maka masyarakat pasti bisa lebih siap hadapi tsunami 2004.
“Jangankan mencatatkan sejarah dengan baik soal itu, jangankan meneliti artefaknya, bahkan membicarakanya mereka tak pernah,” tegasnya.

Anehnya, pihak-pihak yang tidak mau bertanggung jawab karena ikut sebabkan ratusan ribu orang tewas seketika akibat tsunami 2004 ini, malah melahirkan petisi ketika ada sekelompok Ilmuwan melakukan penelitian di Gunung Padang.

“Apakah kemudian para penandatangan petisi ini ingin mengulangi kembali? Bermain dengan nyawa dan kemudian tak mau bertanggungjawab?” ucapnya.

Bahkan dia menyebut para penolak riset Tim Mandiri sebagai kaum yang lebih kejam daripada pembunuh Galileo Galilei, tokoh besar yang mendukung teori Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari.

“Karena mereka rela ratusan ribu lagi jiwa mati karena ketidaktahuan, asalkan egoisme mereka terpenuhi,” tandasnya. [ald]

About these ads

One comment on “Menggugat Mereka yang Lebih Kejam daripada Pembunuh Galileo

  1. Luar biasa pendapat2 ilmuan asing bagi Nusantara, bahkan ditanggapi skeptis oleh sebagian arkeolog terutama yang hidup di jajaran Balarkenas, Arkeolog yang terkungkung rausanfikr bangsa asing hingga membentuk ilmuan copy paste! Nrimo saja apa yang disebut-sebut sebagai bangsa primitif meski di sebut pakar arkeolog! Padahal bukan karena manusia purba nusantara tak mengenal piramid, buat apa membangun sebuah piramid kalau di nusantara banyak gunung yang sama rupanya? Kalau ingin mencapai kebebasan diri mereka tinggal menjambangi tempat tinggi! Kemanakah perginya pembesar bangsa mesir jika ingin moksa?? Ke gunung? Gunung yang mana? Sungai Nil? Jika bukan membangun’gunung palsu’ Siapa yang lebih pintar? Manusia Purba nusantara membangun Punden atau piramida? Kenalilah bangsamu untuk dapat dihargai bangsa lain. Punden berundak adalah maha karya manusia purba asli Nusantara yang yang sudah dipikirkan fungsinya oleh mahluk cerdas yang hidup di tanah ini, nenek moyangku aku takkan rela anda disebut primitif oleh bangsamu sendiri!!! Bayangkan, sudah jadi apa penemuan kapak batu jika pemikiran mereka tidak teganggu bencana dahsyat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.954 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: