8 Komentar

“MISTERI HUTAN SANCANG GARUT SELATAN dan PEMELUK ISLAM PERTAMA DI NUSANTARA”

“MISTERI HUTAN SANCANG GARUT SELATAN”Prabu Rakeyan Sancang…Dukung UCEP W. JAMHARI, SIP,MM untuk Garut Satu Baru dan Bersih pada PILBUP 8 September 2013</p><br /><br /><br />
<p>"MISTERI HUTAN SANCANG GARUT SELATAN"<br /><br /><br /><br />
Prabu Rakeyan Sancang…</p><br /><br /><br />
<p>Mengenai siapa pemeluk Islam pertama di tataran Sunda, menurut Pengamat sejarah Deddy Effendie, adalah seorang Pangeran dari Tarumanegara, yang bernama Rakeyan Sancang.</p><br /><br /><br />
<p>Rakeyan Sancang disebutkan hidup pada masa Imam Ali bin Abi Thalib. Rakeyan Sancang diceritakan, turut serta membantu Imam Ali dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta ikut membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) (Sumber : Islam masuk ke Garut sejak abad 1 Hijriah dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe).</p><br /><br /><br />
<p>berdasarkan informasi terbaru dari tokoh Ulama Mesir yang dikemukakan kepada Ir H. Dudung Fathirrohman menyatakan, Ali bin Abi Thalib dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta dalam membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) mendapatkan bantuan dari seorang tokoh asal Asia Timur Jauh.</p><br /><br /><br />
<p>Maka jika meneliti naskah Pangeran Wangsakerta besar kemungkinan Tokoh dari Asia Timur Jauh itu adalah Prabu Kretawarman (561-628 M) Maharaja Tarumanagara generasi VIII yang memiliki dua orang putri, pertama Putri dari Calankayana, dan istri yang kedua berasal dari Sumatera tidak memiliki anak sehingga menangkat anak kemudian diakuinya sebagai anaknya sendiri bernama Brajagiri.</p><br /><br /><br />
<p>Kretawarman merasa dirinya mandul, tahta Kerajaan diwariskan kepada adiknya Prabu Sudawarman padahal sesungguhnya tanpa disadari sempat memiliki keturunan dari anak seorang pencari kayu bakar (wwang amet samidha) Ki Prangdami bersama istrinya Nyi Sembada tinggal di dekat hutan Sancang di tepi Sungai Cikaengan Pesisir Pantai selatan Garut.</p><br /><br /><br />
<p>Putrinya Setiawati dinikahi Kretawarman yang hanya digaulinya selama sepuluh hari, setelah itu ditinggalkan dan mungkin dilupakan.</p><br /><br /><br />
<p>Setiawati merasa dirinya dari kasta sundra, tidak mampu menuntut kepada suaminya seorang Maharaja, ketika mengandung berita kehamilannya tidak pernah dilaporkan kepada suaminya hingga melahirkan anak laki-laki yang ketika melahirkan meninggal dunia.</p><br /><br /><br />
<p>Anaknya oleh Ki Parangdami dipanggil Rakeyan mengingat keturunan seorang Raja, kelak Rakeyan dari Sancang itu pada usia 50 tahun pergi ke tanah suci hanya untuk menjajal kemampuan “kanuragan” Syaidina Ali(42) yang dikabarkan memiliki kesaktian ilmu perang/ ilmu berkelahi yang tinggi.</p><br /><br /><br />
<p>Sumber lainnya menyebutkan (640 M) Rakeyan Sancang tidak sempat berkelahi dengan Syaidina Ali namun menyatakan kalah akibat tidak mampu mencabut tongkat Syaidina Ali yang hanya menancap di tanah berpasir.</p><br /><br /><br />
<p>Sejak itulah Rakeyan Sancang menyatakan dirinya masuk Islam kemudian meneruskan berguru kepada Syaidina Ali.</p><br /><br /><br />
<p>Di pesisir selatan wilayah Tarumanagara (Cilauteureun, Leuweung / hutan Sancang dan gunung Nagara) secara perlahan Islam diperkenalkan oleh Rakeyan Sancang yang ketika itu yang mau menerima Islam sedikit sekali.</p><br /><br /><br />
<p>Upaya Rakeyan Sancang menyebarkan Islam terdengar oleh Prabu Sudawarman (Saat itu semua raja Kertanegara juga disebut Siliwangi), yang dinilai bisa mengganggu stabilitas pemerintahan, timbulah pertempuran yang ketika itu Senapati Brajagiri (anak angkat Sang Kretawarman) turut memimpin pasukan.</p><br /><br /><br />
<p>Rakeyan Sancang unggul, Prabu Sudawarman sempat melarikan diri yang dikejar Rakeyan Sancang, tapi tusuk konde Rakeyan Sancang jatuh pertempuran terhenti kemudian mereka saling menceriterakan silsilah sehingga ada pengakuan Rakeyan Sancang anak Sang Kretawarman.</p><br /><br /><br />
<p>Peristiwa tersebut berkembang menjadi ceritera dari mulut ke mulut yang menyatakan Kean Santang mengejar Prabu Siliwangi untuk di Islam-kan.</p><br /><br /><br />
<p>Kisah Rakeyan Sancang itupun setelah sepuluh abad kemudian terungkap kembali, ketika Walangsungsang dari Cirebon menyusuri sungai Cimanuk sampai ke hulu sungai kemudian menemukan pedang yang disebut-sebut sebagai pedang Nabi Muhammad SAW, pedang itu milik Rakeyan Santang atau Kean Santang, pemberian Ali bin Abi Thalib ketika membantu Ali dalam peperangan menagakkan Syariat Islam,</p><br /><br /><br />
<p>Walahualam</p><br /><br /><br />
<p>anolles:<br /><br /><br /><br />
::) ::) ummm 10 abad yang ya jaraknya….<br /><br /><br /><br />
lalu kang gimana ma kisah yang konon ceritanya prabu siliwangi (entah prabu yang mana mengingat siliwangi hanyalah gelar) memiliki 3 anak…. rakyean santang, lara santang dan walangsungsang…<br /><br /><br /><br />
trus kan kemudian larasantang sendiri adalah anak dari nyisubang larang. lara santang berniat menyusul kepergian kakanya rakyean santang namun kemudian di perjalanan beliau nikah dengan syekh maulana akbhar dari gujarat dan memiliki anak waliaullah Sunan gunung Jati.</p><br /><br /><br />
<p>emang apakah ada pengulangan penokohan kisah antara rakyean sancang di abad ke 6 dengan kyean santang kakak larasantang yang hidup 10 abad berikutnya….</p><br /><br /><br />
<p>atau emang ini kisah berbeda mengingat santang dan sancang jelas berbeda hanya saja apa yang menjadi tujuan kyean santang pergi dari kerajaan dan pada text wangsit siliwangi yang di ucapkan sesaat sebelum beliau muksa itu terjadi dialog antara siapa??</p><br /><br /><br />
<p>oya… sedikit informasi yang anol terima dari sodara bangsa jin (abi Banen seorang tabib dari kerajaan lingga sirna) yang sempet komunikasi dikit. kalo jelmaan harimau yang sering di sebut2 prabu siliwangi itu adalah piaraannya sang prabu dari jenis Jin yang bernama si jabrang… mohon untuk di mengerti biaar kita tidak terjebak dalam syirik. sangprabu adalah tokoh sama halnya seperti kita manusia.. beliau sudah meninggal sesuai dengan qada dan qadarnya sang pencipta. hanya saja bangsa Jin memiliki umur jauh lebih panjang dari bangsa manusia….</p><br /><br /><br />
<p>Jali Jengki:<br /><br /><br /><br />
Seperti yang saya bilang dimuka, banyak versi tuturan lisan. Adapun literatur yang berkaitan banyak sekali ditemukan pada naskah-naskah kuno, mengapa demikian? karena masyarakat Sunda lebih banyak meninggalkan naskah kuno ketimbang candi sebagaimana banyak di jumpai di daerah timur. Naskah kuno yang berkaitan dengan cerita Raja-raja Pajajaran adalah Babad Pajajaran, Wangsakerta (Pustaka rajya-rajya I BhumiNusantara-Negara Kretabhumi), Babad Klayan, Purwaka Caruban Nagari, Babad Misteri Kabut Caringin Kurung dan banyak lagi….</p><br /><br /><br />
<p>Benar Silihwangi (Silih-Wangi) adalah gelar sebagai penerus Prabu Linggabuwana yang dijuluki Prabu Wangi karena gugur secara satria di Bubat, hal ini dapat kita lihat dalam Wangsakerta (RRBN:21)</p><br /><br /><br />
<p>“Kawalya ta wwang Sunda lawan ika wwang Carbon mwang sakweh ira wwang Jawa Kulwan anyebuta Prabhu Siliwangi raja Pajajaran. Dadyeka dudu ngaran swaraga nira”.</p><br /><br /><br />
<p>(Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Jadi nama itu bukan nama pribadinya)</p><br /><br /><br />
<p>Kalau gelar Silihwangi yg orang tua dari Pangeran Cakrabuwana, Rara Santang, Pangeran Sangara (Rakean Santang) menurut NK 1.2:21 adalah Pangeran Jayadewata/Raden Pamanah Rasa/Ki Sunu yang mendapat dua gelar karena mewariskan dua kerajaan Sunda-Galuh. Dari Galuh Surawisesa bergelar Prabu Guru Dewataprana, kedua Sri Baduga Maharaja Ratu (H)aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata (gelar ini pernah pula dipakai oleh Prabu Linggabuwana/Prabu Wangi). Ini yang dianggap Raja pertama Pajajaran.</p><br /><br /><br />
<p>Rakeyan Sancang-Rakeyan Santang adalah orang yang berbeda, jadi menurut saya tidak ada pengulangan baik cerita maupun napak tilas.</p><br /><br /><br />
<p>Kalau menurut Babad Klayan pupuh keduapuluh empat berdasar tuturan lisan, Harimau merupakan ungkapan siloka kata-kata Sunan Gunung Jati yang selanjutnya berkembang sedemikian rupa dalam masyarakat.</p><br /><br /><br />
<p>Banyak juga cerita seperti mas Anol bilang tentang peliharaan jin berbentuk harimau ini, berpulang bagaimana kita saja menyikapinya.” src=”<a href=http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/p526x296/555795_4569340719506_1248579290_n.jpg&#8221; />Mengenai siapa pemeluk Islam pertama di tataran Sunda, menurut Pengamat sejarah Deddy Effendie, adalah seorang Pangeran dari Tarumanegara, yang bernama Rakeyan Sancang.Rakeyan Sancang disebutkan hidup pada masa Imam Ali bin Abi Thalib. Rakeyan Sancang diceritakan, turut serta membantu Imam Ali dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta ikut membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) (Sumber : Islam masuk ke Garut sejak abad 1 Hijriah dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe).


berdasarkan informasi terbaru dari tokoh Ulama Mesir yang dikemukakan kepada Ir H. Dudung Fathirrohman menyatakan, Ali bin Abi Thalib dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta dalam membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) mendapatkan bantuan dari seorang tokoh asal Asia Timur Jauh.

Maka jika meneliti naskah Pangeran Wangsakerta besar kemungkinan Tokoh dari Asia Timur Jauh itu adalah Prabu Kretawarman (561-628 M) Maharaja Tarumanagara generasi VIII yang memiliki dua orang putri, pertama Putri dari Calankayana, dan istri yang kedua berasal dari Sumatera tidak memiliki anak sehingga menangkat anak kemudian diakuinya sebagai anaknya sendiri bernama Brajagiri.

Kretawarman merasa dirinya mandul, tahta Kerajaan diwariskan kepada adiknya Prabu Sudawarman padahal sesungguhnya tanpa disadari sempat memiliki keturunan dari anak seorang pencari kayu bakar (wwang amet samidha) Ki Prangdami bersama istrinya Nyi Sembada tinggal di dekat hutan Sancang di tepi Sungai Cikaengan Pesisir Pantai selatan Garut.

Putrinya Setiawati dinikahi Kretawarman yang hanya digaulinya selama sepuluh hari, setelah itu ditinggalkan dan mungkin dilupakan.

Setiawati merasa dirinya dari kasta sundra, tidak mampu menuntut kepada suaminya seorang Maharaja, ketika mengandung berita kehamilannya tidak pernah dilaporkan kepada suaminya hingga melahirkan anak laki-laki yang ketika melahirkan meninggal dunia.

Anaknya oleh Ki Parangdami dipanggil Rakeyan mengingat keturunan seorang Raja, kelak Rakeyan dari Sancang itu pada usia 50 tahun pergi ke tanah suci hanya untuk menjajal kemampuan “kanuragan” Syaidina Ali(42) yang dikabarkan memiliki kesaktian ilmu perang/ ilmu berkelahi yang tinggi.

Sumber lainnya menyebutkan (640 M) Rakeyan Sancang tidak sempat berkelahi dengan Syaidina Ali namun menyatakan kalah akibat tidak mampu mencabut tongkat Syaidina Ali yang hanya menancap di tanah berpasir.

Sejak itulah Rakeyan Sancang menyatakan dirinya masuk Islam kemudian meneruskan berguru kepada Syaidina Ali.

Di pesisir selatan wilayah Tarumanagara (Cilauteureun, Leuweung / hutan Sancang dan gunung Nagara) secara perlahan Islam diperkenalkan oleh Rakeyan Sancang yang ketika itu yang mau menerima Islam sedikit sekali.

Upaya Rakeyan Sancang menyebarkan Islam terdengar oleh Prabu Sudawarman (Saat itu semua raja Kertanegara juga disebut Siliwangi), yang dinilai bisa mengganggu stabilitas pemerintahan, timbulah pertempuran yang ketika itu Senapati Brajagiri (anak angkat Sang Kretawarman) turut memimpin pasukan.

Rakeyan Sancang unggul, Prabu Sudawarman sempat melarikan diri yang dikejar Rakeyan Sancang, tapi tusuk konde Rakeyan Sancang jatuh pertempuran terhenti kemudian mereka saling menceriterakan silsilah sehingga ada pengakuan Rakeyan Sancang anak Sang Kretawarman.

Peristiwa tersebut berkembang menjadi ceritera dari mulut ke mulut yang menyatakan Kean Santang mengejar Prabu Siliwangi untuk di Islam-kan.

Kisah Rakeyan Sancang itupun setelah sepuluh abad kemudian terungkap kembali, ketika Walangsungsang dari Cirebon menyusuri sungai Cimanuk sampai ke hulu sungai kemudian menemukan pedang yang disebut-sebut sebagai pedang Nabi Muhammad SAW, pedang itu milik Rakeyan Santang atau Kean Santang, pemberian Ali bin Abi Thalib ketika membantu Ali dalam peperangan menagakkan Syariat Islam,

Walahualam

anolles:

::) ::) ummm 10 abad yang ya jaraknya….

lalu kang gimana ma kisah yang konon ceritanya prabu siliwangi (entah prabu yang mana mengingat siliwangi hanyalah gelar) memiliki 3 anak…. rakyean santang, lara santang dan walangsungsang…

trus kan kemudian larasantang sendiri adalah anak dari nyisubang larang. lara santang berniat menyusul kepergian kakanya rakyean santang namun kemudian di perjalanan beliau nikah dengan syekh maulana akbhar dari gujarat dan memiliki anak waliaullah Sunan gunung Jati.

emang apakah ada pengulangan penokohan kisah antara rakyean sancang di abad ke 6 dengan kyean santang kakak larasantang yang hidup 10 abad berikutnya….

atau emang ini kisah berbeda mengingat santang dan sancang jelas berbeda hanya saja apa yang menjadi tujuan kyean santang pergi dari kerajaan dan pada text wangsit siliwangi yang di ucapkan sesaat sebelum beliau muksa itu terjadi dialog antara siapa??

oya… sedikit informasi yang anol terima dari sodara bangsa jin (abi Banen seorang tabib dari kerajaan lingga sirna) yang sempet komunikasi dikit. kalo jelmaan harimau yang sering di sebut2 prabu siliwangi itu adalah piaraannya sang prabu dari jenis Jin yang bernama si jabrang… mohon untuk di mengerti biaar kita tidak terjebak dalam syirik. sangprabu adalah tokoh sama halnya seperti kita manusia.. beliau sudah meninggal sesuai dengan qada dan qadarnya sang pencipta. hanya saja bangsa Jin memiliki umur jauh lebih panjang dari bangsa manusia….

Jali Jengki:

Seperti yang saya bilang dimuka, banyak versi tuturan lisan. Adapun literatur yang berkaitan banyak sekali ditemukan pada naskah-naskah kuno, mengapa demikian? karena masyarakat Sunda lebih banyak meninggalkan naskah kuno ketimbang candi sebagaimana banyak di jumpai di daerah timur. Naskah kuno yang berkaitan dengan cerita Raja-raja Pajajaran adalah Babad Pajajaran, Wangsakerta (Pustaka rajya-rajya I BhumiNusantara-Negara Kretabhumi), Babad Klayan, Purwaka Caruban Nagari, Babad Misteri Kabut Caringin Kurung dan banyak lagi….

Benar Silihwangi (Silih-Wangi) adalah gelar sebagai penerus Prabu Linggabuwana yang dijuluki Prabu Wangi karena gugur secara satria di Bubat, hal ini dapat kita lihat dalam Wangsakerta (RRBN:21)

“Kawalya ta wwang Sunda lawan ika wwang Carbon mwang sakweh ira wwang Jawa Kulwan anyebuta Prabhu Siliwangi raja Pajajaran. Dadyeka dudu ngaran swaraga nira”.

(Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Jadi nama itu bukan nama pribadinya)

Kalau gelar Silihwangi yg orang tua dari Pangeran Cakrabuwana, Rara Santang, Pangeran Sangara (Rakean Santang) menurut NK 1.2:21 adalah Pangeran Jayadewata/Raden Pamanah Rasa/Ki Sunu yang mendapat dua gelar karena mewariskan dua kerajaan Sunda-Galuh. Dari Galuh Surawisesa bergelar Prabu Guru Dewataprana, kedua Sri Baduga Maharaja Ratu (H)aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata (gelar ini pernah pula dipakai oleh Prabu Linggabuwana/Prabu Wangi). Ini yang dianggap Raja pertama Pajajaran.

Rakeyan Sancang-Rakeyan Santang adalah orang yang berbeda, jadi menurut saya tidak ada pengulangan baik cerita maupun napak tilas.

Kalau menurut Babad Klayan pupuh keduapuluh empat berdasar tuturan lisan, Harimau merupakan ungkapan siloka kata-kata Sunan Gunung Jati yang selanjutnya berkembang sedemikian rupa dalam masyarakat.

Banyak juga cerita seperti mas Anol bilang tentang peliharaan jin berbentuk harimau ini, berpulang bagaimana kita saja menyikapinya.

Dukung UCEP W. JAMHARI, SIP,MM untuk Garut Satu Baru dan Bersih pada PILBUP 8 September 2013</p><br /><br /><br />
<p>"MISTERI HUTAN SANCANG GARUT SELATAN"<br /><br /><br /><br />
Prabu Rakeyan Sancang…</p><br /><br /><br />
<p>Mengenai siapa pemeluk Islam pertama di tataran Sunda, menurut Pengamat sejarah Deddy Effendie, adalah seorang Pangeran dari Tarumanegara, yang bernama Rakeyan Sancang.</p><br /><br /><br />
<p>Rakeyan Sancang disebutkan hidup pada masa Imam Ali bin Abi Thalib. Rakeyan Sancang diceritakan, turut serta membantu Imam Ali dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta ikut membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) (Sumber : Islam masuk ke Garut sejak abad 1 Hijriah dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe).</p><br /><br /><br />
<p>berdasarkan informasi terbaru dari tokoh Ulama Mesir yang dikemukakan kepada Ir H. Dudung Fathirrohman menyatakan, Ali bin Abi Thalib dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta dalam membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) mendapatkan bantuan dari seorang tokoh asal Asia Timur Jauh.</p><br /><br /><br />
<p>Maka jika meneliti naskah Pangeran Wangsakerta besar kemungkinan Tokoh dari Asia Timur Jauh itu adalah Prabu Kretawarman (561-628 M) Maharaja Tarumanagara generasi VIII yang memiliki dua orang putri, pertama Putri dari Calankayana, dan istri yang kedua berasal dari Sumatera tidak memiliki anak sehingga menangkat anak kemudian diakuinya sebagai anaknya sendiri bernama Brajagiri.</p><br /><br /><br />
<p>Kretawarman merasa dirinya mandul, tahta Kerajaan diwariskan kepada adiknya Prabu Sudawarman padahal sesungguhnya tanpa disadari sempat memiliki keturunan dari anak seorang pencari kayu bakar (wwang amet samidha) Ki Prangdami bersama istrinya Nyi Sembada tinggal di dekat hutan Sancang di tepi Sungai Cikaengan Pesisir Pantai selatan Garut.</p><br /><br /><br />
<p>Putrinya Setiawati dinikahi Kretawarman yang hanya digaulinya selama sepuluh hari, setelah itu ditinggalkan dan mungkin dilupakan.</p><br /><br /><br />
<p>Setiawati merasa dirinya dari kasta sundra, tidak mampu menuntut kepada suaminya seorang Maharaja, ketika mengandung berita kehamilannya tidak pernah dilaporkan kepada suaminya hingga melahirkan anak laki-laki yang ketika melahirkan meninggal dunia.</p><br /><br /><br />
<p>Anaknya oleh Ki Parangdami dipanggil Rakeyan mengingat keturunan seorang Raja, kelak Rakeyan dari Sancang itu pada usia 50 tahun pergi ke tanah suci hanya untuk menjajal kemampuan “kanuragan” Syaidina Ali(42) yang dikabarkan memiliki kesaktian ilmu perang/ ilmu berkelahi yang tinggi.</p><br /><br /><br />
<p>Sumber lainnya menyebutkan (640 M) Rakeyan Sancang tidak sempat berkelahi dengan Syaidina Ali namun menyatakan kalah akibat tidak mampu mencabut tongkat Syaidina Ali yang hanya menancap di tanah berpasir.</p><br /><br /><br />
<p>Sejak itulah Rakeyan Sancang menyatakan dirinya masuk Islam kemudian meneruskan berguru kepada Syaidina Ali.</p><br /><br /><br />
<p>Di pesisir selatan wilayah Tarumanagara (Cilauteureun, Leuweung / hutan Sancang dan gunung Nagara) secara perlahan Islam diperkenalkan oleh Rakeyan Sancang yang ketika itu yang mau menerima Islam sedikit sekali.</p><br /><br /><br />
<p>Upaya Rakeyan Sancang menyebarkan Islam terdengar oleh Prabu Sudawarman (Saat itu semua raja Kertanegara juga disebut Siliwangi), yang dinilai bisa mengganggu stabilitas pemerintahan, timbulah pertempuran yang ketika itu Senapati Brajagiri (anak angkat Sang Kretawarman) turut memimpin pasukan.</p><br /><br /><br />
<p>Rakeyan Sancang unggul, Prabu Sudawarman sempat melarikan diri yang dikejar Rakeyan Sancang, tapi tusuk konde Rakeyan Sancang jatuh pertempuran terhenti kemudian mereka saling menceriterakan silsilah sehingga ada pengakuan Rakeyan Sancang anak Sang Kretawarman.</p><br /><br /><br />
<p>Peristiwa tersebut berkembang menjadi ceritera dari mulut ke mulut yang menyatakan Kean Santang mengejar Prabu Siliwangi untuk di Islam-kan.</p><br /><br /><br />
<p>Kisah Rakeyan Sancang itupun setelah sepuluh abad kemudian terungkap kembali, ketika Walangsungsang dari Cirebon menyusuri sungai Cimanuk sampai ke hulu sungai kemudian menemukan pedang yang disebut-sebut sebagai pedang Nabi Muhammad SAW, pedang itu milik Rakeyan Santang atau Kean Santang, pemberian Ali bin Abi Thalib ketika membantu Ali dalam peperangan menagakkan Syariat Islam,</p><br /><br /><br />
<p>Walahualam</p><br /><br /><br />
<p>anolles:<br /><br /><br /><br />
::) ::) ummm 10 abad yang ya jaraknya….<br /><br /><br /><br />
lalu kang gimana ma kisah yang konon ceritanya prabu siliwangi (entah prabu yang mana mengingat siliwangi hanyalah gelar) memiliki 3 anak…. rakyean santang, lara santang dan walangsungsang…<br /><br /><br /><br />
trus kan kemudian larasantang sendiri adalah anak dari nyisubang larang. lara santang berniat menyusul kepergian kakanya rakyean santang namun kemudian di perjalanan beliau nikah dengan syekh maulana akbhar dari gujarat dan memiliki anak waliaullah Sunan gunung Jati.</p><br /><br /><br />
<p>emang apakah ada pengulangan penokohan kisah antara rakyean sancang di abad ke 6 dengan kyean santang kakak larasantang yang hidup 10 abad berikutnya….</p><br /><br /><br />
<p>atau emang ini kisah berbeda mengingat santang dan sancang jelas berbeda hanya saja apa yang menjadi tujuan kyean santang pergi dari kerajaan dan pada text wangsit siliwangi yang di ucapkan sesaat sebelum beliau muksa itu terjadi dialog antara siapa??</p><br /><br /><br />
<p>oya… sedikit informasi yang anol terima dari sodara bangsa jin (abi Banen seorang tabib dari kerajaan lingga sirna) yang sempet komunikasi dikit. kalo jelmaan harimau yang sering di sebut2 prabu siliwangi itu adalah piaraannya sang prabu dari jenis Jin yang bernama si jabrang… mohon untuk di mengerti biaar kita tidak terjebak dalam syirik. sangprabu adalah tokoh sama halnya seperti kita manusia.. beliau sudah meninggal sesuai dengan qada dan qadarnya sang pencipta. hanya saja bangsa Jin memiliki umur jauh lebih panjang dari bangsa manusia….</p><br /><br /><br />
<p>Jali Jengki:<br /><br /><br /><br />
Seperti yang saya bilang dimuka, banyak versi tuturan lisan. Adapun literatur yang berkaitan banyak sekali ditemukan pada naskah-naskah kuno, mengapa demikian? karena masyarakat Sunda lebih banyak meninggalkan naskah kuno ketimbang candi sebagaimana banyak di jumpai di daerah timur. Naskah kuno yang berkaitan dengan cerita Raja-raja Pajajaran adalah Babad Pajajaran, Wangsakerta (Pustaka rajya-rajya I BhumiNusantara-Negara Kretabhumi), Babad Klayan, Purwaka Caruban Nagari, Babad Misteri Kabut Caringin Kurung dan banyak lagi….</p><br /><br /><br />
<p>Benar Silihwangi (Silih-Wangi) adalah gelar sebagai penerus Prabu Linggabuwana yang dijuluki Prabu Wangi karena gugur secara satria di Bubat, hal ini dapat kita lihat dalam Wangsakerta (RRBN:21)</p><br /><br /><br />
<p>“Kawalya ta wwang Sunda lawan ika wwang Carbon mwang sakweh ira wwang Jawa Kulwan anyebuta Prabhu Siliwangi raja Pajajaran. Dadyeka dudu ngaran swaraga nira”.</p><br /><br /><br />
<p>(Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Jadi nama itu bukan nama pribadinya)</p><br /><br /><br />
<p>Kalau gelar Silihwangi yg orang tua dari Pangeran Cakrabuwana, Rara Santang, Pangeran Sangara (Rakean Santang) menurut NK 1.2:21 adalah Pangeran Jayadewata/Raden Pamanah Rasa/Ki Sunu yang mendapat dua gelar karena mewariskan dua kerajaan Sunda-Galuh. Dari Galuh Surawisesa bergelar Prabu Guru Dewataprana, kedua Sri Baduga Maharaja Ratu (H)aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata (gelar ini pernah pula dipakai oleh Prabu Linggabuwana/Prabu Wangi). Ini yang dianggap Raja pertama Pajajaran.</p><br /><br /><br />
<p>Rakeyan Sancang-Rakeyan Santang adalah orang yang berbeda, jadi menurut saya tidak ada pengulangan baik cerita maupun napak tilas.</p><br /><br /><br />
<p>Kalau menurut Babad Klayan pupuh keduapuluh empat berdasar tuturan lisan, Harimau merupakan ungkapan siloka kata-kata Sunan Gunung Jati yang selanjutnya berkembang sedemikian rupa dalam masyarakat.</p><br /><br /><br />
<p>Banyak juga cerita seperti mas Anol bilang tentang peliharaan jin berbentuk harimau ini, berpulang bagaimana kita saja menyikapinya.” src=”<a href=http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/p526x296/555795_4569340719506_1248579290_n.jpg&#8221; width=”526″ height=”394″ />
About these ads

8 comments on ““MISTERI HUTAN SANCANG GARUT SELATAN dan PEMELUK ISLAM PERTAMA DI NUSANTARA”

  1. ass……,saya sependapat….kayanya benar dan masuk akal dan dapat diterima dg akal sehat…..terimakasih….atas penjelasannya,semoga kebaikan anda dibalah oleh Alloh……….amin……….

  2. Memang rumit menelusuri sejarah tatar pasundan, dikarenakan miskin bukti dan data data yg otentik..tapi ulasan anda cukup lumayan juga mengarah secara rasional..mungkin sekedar tambahan boleh juga baca tentang sejarah prabu siliwangi yang di bukukan oleh sastrawan sunda alm.kang Saleh danasasmita..

  3. Ini membingungkan,, tapi menurut saya lebih asyik membicarakan sejarah indonesia yang belum terungkap sama sekali, intinya ja sob,, NAzi jerman juga pernah mengisi babakan lembaran sejarah di indonesia ternyata,, saat garangnya perang dunia ke 2, yang mana saat itu jerman bersekutu dengan jepang yang menguasai asia, jerman memberi bantuan jepang berupa senjata, dan jepang membantu jerman berupa rempah2 dari asia, kisah tragisnya pada 8 mei 1945 nazi resmi kalah dgn uni soviet, hingga pasukannya terdampar di indonesia, akhirnya pasukan nazi berpangku hidup pada jepang, dan akhirnya pada tanggal 14 dan 15 agustus jepang di bom atom oleh amerika, dan tanggal 17 agustus 1945 jepang resmi kalah dgn indonesia, sehingga jepang menyerahkan kekuasaan nya kepada belanda, akhirnya tentara jerman bergabung dgn pejuang indonesia melawan musuh eropanya belanda, inggris pun ikut dalam alih kekuasaan di indonesia, akhirnya inggris pun tau bahwa ada musuh bubuyatannya di indonesia, pasukan nazi di tahan inggris di pulau onrust, lalu di bebaskan untuk menjaga perkebunan the di bogor, untuk menjaga agar belanda tidak menguasainya, belanda pun tau ada tentara nazi di indonesia, belanda pun memilih diam krna nazi pernah membantai belanda, akhirnya pertempuran besar pun terjadi saat pasukan nazi bergabung melawan inggris dan belanda, ternyata jerman pernah membantu pejuang indonesia hingga tahun 1949, dan mesin tik yang di gunakan untuk membuat text proklamasi itu milik angkatan laut nazi atau bis di sebut KRIEGSMARINE , kalau gak percya kunjungi saja 10 pemakaman tentara Nazi di Cikopo Bogor

  4. Satu lagi sob saya ulaskan lembaran sejarah persahabatan Bung Karno Dengan pemimpin Nazi Jerman ADOLF HITLER

    Sahabat dekat Presiden pertama Soekarno, Horst Henry Geerken, mengungkapkan pemimpin NAZI Jerman, Adolf Hitler, pernah bekerja sama dalam hal persenjataan. Hitler pada tahun 1940-an pernah mengirim senjata lewat kapal selam.
    Henry menceritakan senjata-senjata tersebut dikirim Hitler untuk Soekarno pada kurun waktu 1942 hingga 1945. “Hitler pernah membantu kirim senjata dan alat-alat militer buatan Jerman untuk Soekarno. Senjata dikirim dengan menggunakan kapal selam. Senjata ini untuk membantu para pejuang PETA di Indonesia,” ungkapnya, di Ubud Gianyar, Bali, Kamis (7/3/2013).
    Kisah pengiriman senjata dari Hitler untuk Soekarno diketahui tahun 1963. Kisah itu, kata pria kelahiran Jerman tahun 1933 tersebut, disampaikan langsung oleh Bung Karno. “Soekarno bilang hal ini ke saya tahun 1963 hingga 1964, saat kita bertemu di Bali. Saat itu Bung Karno banyak bicara tentang politik,” paparnya.
    Senjata-senjata tersebut dikirim ke Jakarta, Surabaya, dan Sabang di Pulau Weh. “Senjata-senjata ini dikirim langsung ke Indonesia dari Jerman lewat laut Atlantik, lewat Afrika, dengan menggunakan total 57 buah kapal selam,” jelasnya.
    Henry menegaskan, Hitler mau membantu Soekarno waktu itu karena tidak senang dengan kolonialisasi Belanda di Indonesia. Komunikasi antara Soekarno dan Hitler tidak dilakukan secara langsung, tetapi lewat perantara seorang warga Jerman yang tinggal di Indonesia.
    “Waktu pengiriman senjata itu, Hitler (Jerman) sedang berperang dengan Belanda, waktu itu Belanda sedang jajah Indonesia. Jadi Soekarno minta tolong bantuan senjata kepada pemimpin NAZI Adolf Hitler lewat orang Jerman ini. Orang Jerman ini kini punya pabrik cokelat di Indonesia,” jelas Henry.
    Selain itu, Hitler juga kabur ke Indonesia setelah kalah perang di Jerman. “Yang saya tahu, Hitler tidak mati di Jerman. Ia kabur ke Indonesia. Waktu kabur ke Indonesia, pelarian Hitler dilindungi oleh militer Jepang yang saat itu masih bercokol di Indonesia,” tambahnya.
    Kisah rahasia Adolf Hitler dan Soekarno ini, ujar Henry, akan diceritakan lebih jelas dalam buku baru yang sedang disusunnya. Buku kisah persahabatan Adolf Hitler dan Soekarno yang belum terungkap ke publik ini diharapkan akan selesai dan diluncurkan di Bali tahun ini.
    Untuk diketahui, Horst Henry Geerken lahir di Jerman dan kuliah tehnik di Jerman dan Amerika itu tiba pertama kali di Jakarta pada 1963 dan bekerja pada perusahaan telekomunikasi Jerman Telefunken. Henry yang memiliki hubungan persahabatan erat dengan Bung Karno itu kemudian menulis buku ‘A Magic Gecko Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno’.

  5. analisa tolol tentang sejarah pajajaran. mas.. kalo otak dangkal jangan coba2 ngeluarin teori baru. si ucep ini lulusan mana sih?

  6. JASA PENGANTAR : Kami siap mengantar anda kemana tujuan anda,dengan armada yang memadai dan sopir yang berpengalaman seperti : Ziarah walisongo,Ritual pesugihan (langsung lokasi/juru kunci),Wisata keluarga dll dijamin sampai tujuan !!!! Untuk wilayah,cirebon,kuningan,brebes,tegal dan sekitarnya langsung dijemput !!! Hub telp/sms 085798856411 (JOKO) pasti dateng !!!!!!

  7. Maap, sedikit berbagi cerita.
    Wulang Sungsang adalah salah satu guru dari Kian San Tang atau Dipati Anom Cakra di NIngrat anak Prabu Siliwangi.

  8. hatur nuhun tp masih rieurt keneh

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.964 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: