4 Komentar

AKI TIREM: Cikal Bakal Berdirinya Kerajaan Tertua di Jawa

AKI TIREM: Cikal Bakal Berdirinya Kerajaan Tertua di Jawa

(oleh: M. Yusuf)

Siapakah sesungguhnya tokoh nenek moyang bernama Aki Tirem ini? Pertanyaan ini menarik sekali diajukan karena memang masih terdapat kesimpangsiuran prihal eksistensi tokoh legendaris ini. Menurut cerita rakyat Pandeglang, namanya juga dikenal sebagai Aki Luhurmulya. Bahkan, dia disebut juga sebagai Angling Dharma menurut Hindu, dan Wali Jangkung menurut Islam.

Namun demikian ada juga cerira di kalangan masyarakat yang menyebut nama Prabu Angling Dharma atau Wali Jangkung sebagai nama lain dari Dewawarman. Bahkan tokoh bernama Angling Dharma ini juga diakui berada di wilayah lain, bukan di Salakanagara.

Di zamannya Aki Tirem hanya berpredikat setingkat penghulu, bukan berpangkat raja. Tatkala sakit, sebelum meninggal dia menyerahkan kekuasaannya kepada menantunya yang bernama Dewawarman, yang jauh hari sebelumnya telah menikah dengan Nyi Pahoci Larasti, putrid Aki Tirem.

Atas pengangkatan ini semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Demikian pula dengan para pengikut Dewawarman karena mereka telah menjadi penduduk di situ, lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak.

Lalu, siapakah Dewawarman ini? Konon, dia adalah seorang yang menjadi duta keliling negaranya yang terletak di India Selatan, untuk negara-negara lain yang bersahabat seperti: kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini, Bumi Sopala, Yawana, Syangka, Cina dan Abasid (Mesopotamia), dengan tujuan mempcrerat persahabatan dan berniaga hasil bumi serta barang-barang lainnya.

Dewawarman dan rombongan berlabuh di pantai desa Aki Tirem pada awalnya dengan niat untuk mengisi perbekalan, terutama air. Namun ketika itu desa tersebut tengah dilanda keresahan karena aksi para perompak. Karena itulah pada mulanya Aki Tirem dan pasukannya berniat akan memerangi Dewawarman. Namun karena niat baiknya, Aki Tirem pada akhirnya menerima kehadiran rombongan pengembara dari India Selatan ini, bahkan penghulu desa di pantai barat Banten tersebut menjodohkan puterinya dengan Dewawarman.

Setelah tinggal menetap di desa Aki Tirem, Dewawarman beserta pengikutnya selalu berkeliling melindungi penduduk karena kampung-kampung di sepanjang pesisir itu memang sering didatangi bajak laut dan pcrompak. Sampai suatu ketika, perahu perompak datang di tempat itu dan berlabuh di tepi pantai. Para perompak itu sama sekali tidak melihat bahwa dirinya telah dikepung oleh pasukan Dewawarman yang bersembunyi dan berpencar dengan siaga penuh. Dewawarman beserta pasukannya dan pasukan Aki Tirem segera membuka serangan tanpa memberikan kesempatan kepada para perompak itu untuk mempersiapkan diri. Pcrtempuran pun terjadi.

Diceritakan, gerombolan perompak itu dapat dikalahkan. Dewawarman dan pasukannya unggul dalam pertempuran. Perompak yang mati ada 37 orang dan sisanya yang tertawan ada 22 orang. Anggota pasukan Dewawarman yang tewas ada dua orang, sedangkan anggota pasukan Aki Tirem tewas 5 orang. Semua perompak yang ditawan akhirnya mati digantung. Aki Tirem memperoleh perahu rampasan lengkap dengan barang-barang, senjata dan pcrsediaan makanan para perompak.

Kisahkan pula, setelah Aki Tirem wafat, sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ dengan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. Sedang isterinya, Nyi Pohaci Larasati menjadi permaisuri dengan gelar Dewi Dwani Rahayu. Kerajaannya diberi nama Salakanagara.

Menurut Naskah Wangsakerta Aki Tirem adalah putera Ki Srengga, Ki Srengga putera Nyai Sariti Warawiri, Nyai Sariti Warawiri puteri Aki Bajulpakel, Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul dari Swarnabhumi bagian selatan kemudian berdiam di Banten, Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer, Ki Pawang Sawer Putera Datuk Pawang Marga, Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang yang berdiam di Swarnabhumi sebelah utara, Ki Bagang putera Datuk Waling yang berdiam di Pulau Hujung Mendini, Datuk Waling putera Datuk Banda ia berdiam di dukuh tepi sungai, Datuk Banda putera Nesan, yang berasal dari Langkasungka. Sedangkan Nenek moyangnya berasal dari negeri Yawana sebelah barat.

Jika dipelajari lebih jauh lagi, naskah Wangsakerta yang ditulis pada tahun 1677 M menceritakan, bahwa pendatang dari Yawana dan Syangka yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba tengahan (Janma Purwwamadhya) tiba kira-kira tahun 1.600 sebelum Saka. Kaum pendatang yang tiba di Pulau Jawa kira-kira antara 300 sampai dengan 100 tahun sebelum Saka. Mereka telah memiliki ilmu yang tinggi (Widyanipuna) dan telah melakukan perdagangan serbaneka barang. Para pendatang ini menyebar ke pulau-pulau Nusantara.

Wangaskerta menjelaskan pula: Oleh para mahakawi yang terlibat dalam penyusunan naskah Wangsakerta disebut jaman besi (wesiyuga), karena mereka dianggap telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi, yang lebih penting, mereka telah mengenal penggunaan emas dan perak.

Sebenarnya bukan hanya berdagang, tetapi merekapun merasuk ke desa-desa, seolah-olah semuanya milik mereka. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghadangnya segera dikalahkan. Merekapun harus menjadi orang bawahan yang harus tunduk pada keinginan mereka.

Antara tahun 100 sebelum Saka sampai awal tahun Saka masih banyak kaum pendatang yang tiba di Nusantara dari negeri-negeri sebelah timur dan selatan India, yang juga telah memiliki pengetahuan yang tinggi.

Dari kisah ini dapat diambil kesimpulan, bahwa pengambilan nama Salakanagara, atau Kotaperak, atau Argyre memang wajar dan sangat terkait dengan zaman tersebut, yang dikisahkan oleh para Mahakawi sebagai zaman besi (wesiyuga), zaman manusia di Nusantara telah mengenal penggunaan besi dan perak sebagai perkakas.

Sedangkan kaum pendatang, seperti Dewawarman dari India datang ketempat tersebut dimungkinkan untuk berdagang dan mencari perak. Mungkin ini juga yang menjadi minat mereka singgah di perkampungan pesisir Aki Tirem.

Ada juga yang mengisahkan bahwa Akti Tirem ketika digantikan Dewawarman belum wafat, namun dia sengaja mengundurkan diri dari keramaian dunia dan pergi bertapa. Dewawarman kemudian dinobatkan menjadi raja pertama Salakanagara.

Penyerahan kekuasaan tersebut terjadi pada tahun 122 M. Dan pada saat itu diberlakukan pula penanggalan Sunda yang dikenal dengan sebutan Saka Sunda.

Klan Dewawarman menjadi raja Salakanagara secara turun menurun. Dewawarman I berkuasa selama 38 tahun sejak dinobatkan pada tahun 52 Saka atau 130 M. Selama masa pemerintahan dia pun mengutus adiknya yang merangkap Senapati, bernama Bahadur Harigana Jayasakti untuk menjadi raja daerah Mandala, Ujung Kulon. Sedangkan adiknya yang lain, bernama Sweta Liman Sakti dijadikan raja daerah Tanjung Kidul dengan ibukotanya Agrabhintapura. Nama Agrabhinta dimungkinkan terkait dengan nama daerah berada di daerah Cianjur Selatan, sekarang menjadi daerah perkebunan Agrabhinta, hanya karena sulit diakses, daerah tersebut seperti menjadi daerah tertinggal.

Dalam catatan sejarah, raja-raja Salakanagara yang menggunakan nawa Dewawarman sampai pada Dewawarman IX. Hanya saja setelah Dewawarman VIII, atau pada tahun 362 pusat pemerintahan dari Rajatapura dialihkan ke Tarumanagara. Sedangkan Salakanagara pada akhirnya menjadi kerajaan bawahan Tarumanagara.

Selama kejayaan Salakanagara gangguan yang sangat serius datangnya dari para perompak. Hingga pernah kedatangan perompak Cina. Namun berkat keuletan Dewawarman dengan membuka hubungan diplomatik dengan Cina dan India pada akhirnya Salakanagara dapat hidup damai dan sentausa.

Selain adanya perkiraan jejak peninggalan Salakanagara, seperti batu menhir, dolmen dan batu magnet yang terletak di daerah Banten, berdasarkan penelitian juga ditemukan bahwa penanggalan sunda atau Kala Sunda dinyatakan ada sejak zaman Aki Tirem. Penanggalan tersebut kemudian dinamakan Caka Sunda. Perhitungan Kala Saka mendasarkan pada Matahari 365 hari dan Bulan 354 hari. Masing-masing tahun mengenal taun pendek dan panjang.

Dimuat di Majalah Misteri edisi 513 20 Mei – 04 Juni 2011

http://www.majalah-misteri.net/aki-tirem-cikal-bakal-berdirinya-kerajaan-tertua-di-jawa/

https://www.facebook.com/groups/kandagasunda/doc/376624469035875/

About these ads

4 comments on “AKI TIREM: Cikal Bakal Berdirinya Kerajaan Tertua di Jawa

  1. yang dimaksud Aki Tirem adalah AKI CIREM, Aki Luhur Mulia yang tak lain Beliau Adalah Sri Baginda Umar Maya atau Sanghyang Ismaya (Semar Badranaya Kartika Sakti)

  2. sgt ngiris bl kita baca buku sejarah indonesia yg sgt rancu dikarenakan sjk masa ekspansi kolonial arsip2 sejarah,harta,bahkan kekayaan alam dikeruk habis2an dan yg lbh prihatin otak2 jongos/ menghamba pd asing tertanam dlm otak gnrsi sampek sekrang.org yg berkompeten dibidang sejarah hanya mengandalkan hsl penelitian pihak asing amat2 memalukan!

  3. embah tirem-embah jangkung-embah yang luhur budinya… memang sering didengan dalam dongeng2..waktu kami kecil.. yang diceritakan oleh ortu2 kampung yang gak sekolahan… bahkan kadang2 diselingi dengan dongeng2 sasakala… atw asal2 muasal suatu tempat..kenapa dinamakan ini atau itu…??
    yah…. masih lumayan ……masih ada catatan sejarah…walawpun hasil tangan berbagai ahli..zaman itu… dan tentu dengan torehan catatan yang sangat berharga… semoga para ahli2 sejarah kita… bisa menemukan yang lebih baik lagi. konon seperti yg sedang di gali di gunung padang cianjur…bahkan menunjukkan jauh lebih dalam dan lebih tua… konon- bisa jadi lebih tua dari sejarah firaun mesir…? semoga semakin maju ahli2 bangsa sendiri..semakin baik kita memiliki sejarah bangsa kita. Mana tahu sesungguhnya kita memang memilki sejarah yang lebih baik dan memiliki ajaran yang baik sejak dahulu kala kala..dari perjuangan nenek moyang kita bangsa indonesia.. semoga mental2 inlander dan mendeng dan serakah segera sirna.. dan membangun bangsa kita lebih berkarakter-berilmu-beradab..dan berakhlak mulia..sperti ajaran2 para anbiya para mursalin yang agung… karena pada dasarnya anak2 bangsa kita berbakat-pintar2-dan memiliki sifat2 mulia-respek dan suka menolong pihak2 yang perlu pertolongan…dan menjunjung harkat kemanusiaan dan cinta kepada tanah air…. semoga sifat2 luhur mulia mendorong kita manjadi bangsa besar..dan berilmu tinggi serta berjiwa dan berakhlak mulia juga.. aamiin.

  4. soal tahun 100 an M atau lebih tua dari itu… semua kan kira2….sekedar dari temuan2…dan hunjuran2…yang konon adalah petilasan2… mungkin sebenarnya bisa2 lebih tua dari itu…
    bahkan yang namanya embah nyi pohaci ataw emabh nini… uwa saya- uwa darwati sering mengadakan semacam upacara2 semacam doa2..cara orang2 dulu..
    [ note: dahulu banyak pengunjung dari bandung-cirebon-garut-tasik-pelabuhan ratu dll datang ke uwa..darwati dan embah sanggon...] …campuran ajaran islam dan kebiasaan2..nenek moyang.. yakni buat sajen…minuman dan kue2 kampung.. lalu di bagi2 sama anak2…yang kelaparan.. saya juga suka minta ataw ngambil saja yang saya suka.. kadang2 ada duit recehan… 5 sen-atau 1 ketip.. atau 1 talen.. lumayan untuk beli opak singkong… atau sagon…ataw bisa beli buras sayur…

    dahulu ditempat saya ada kuburan embah kiyai sakam-dekat pasir tamiang di deket perkebunan sanghiyang damar- juga ada makam/tua di karatagan singa-dan kadu odeng..konon ada petilasan2..tua… masih penuh hutan belantara.. bahkan konon ada harimaunya..juga.. ibu saya pernah melihan si belang/harimau itu… bahkan yang konon lumayan terkenal malahan ada makam “nyi geulis”.. yang konon..itu.. saking cantiknya.. mk ortunya memotong hidungnya-kupingnya-rambutnya-agar tdk teralu cantik dan supaya seperti mojang desa biasa- agar tidak menjadi kehebohan di masyarakat zaman itu… Namun karena memang cantik… beliau tetap saja mengundang banyak masyarakat yg konon semakin terkenal … untuk menemui-nya.. walawpun sudah dirusak wajahnya.. sehingga dahulu setiap tahunnya banyak orang2 menziarahinya..dan mendoakannya.. agar kecantikannya menjadi bekal ibadah hidupnya..yang sudah ia korbankan…demi kedamaian masyarakat.. walawpun konon zamannya dia tetap menjadi kehebohan masyarakat…tentang kecantikannya… entahlah.. namanya juga cerita rakyat…? suka dan gak suka yang ada kaya gitu…??
    kalw ayah saya kan negerti agama yah kami berdoa biasa shalawat-dan tahlil saja. juga ziarah ke kibuyut Manshur Cikaduweun-dan ulama caringin-dll… juga mengunjungi ulama2 besar.. di menes-banten-dll … saya kan masih anak2.. belum sekolah.. sekedar ikut dan jalan2.. ya seneng2 saja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.962 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: