6 Komentar

KONFLIK SURIAH BUKAN PERTARUNGAN SUNNI-SYIAH: Sebuah Momen Simpul Menuju Tatanan Dunia Baru?”

Bismillahi, wa billahi, w-alhamdulillahi,
Salam rekan semua,
CC. Salam terhormat para cendekiawan/kyai/ustadz/professor/budayawan
Saya berterima kasih jika Anda berkenan mempublikasikan tulisan pendek saya di bawah ini, guna menyuarakan persaudaraan Islam dan kemanusiaan. Tulisan itu saya beri judul “KONFLIK SURIAH BUKAN PERTARUNGAN SUNNI-SYIAH: Sebuah Momen Simpul Menuju Tatanan Dunia Baru?”
Di tengah dominasi media mainstream yang provokatif men-’setting’ konflik Suriah sebagai isu sektarian dan memonopoli pandangan dengan menolak suara/opini yang berbeda, ada baiknya setiap diri kita melakukan sesuatu untuk menyuarakan kearifan demi persatuan Islam dan persaudaraan agama-agama; salah satu diantaranya melalui media sosial dan jaringan online yang kita miliki. Terima kasih.
La hawla wa la quwwata illa billah
Wassalam
Husain
Catt.
1. Terima kasih atas apresiasi Ust. Abdullah Beik yang mendorong saya untuk mendistribusikan tulisan ini ke publik lebih luas.
2. Mohon maaf saya sampaikan kepada individu-individu yang tidak tertarik dengan isu ini.

 KONFLIK SURIAH BUKAN PERTARUNGAN SUNNI-SYIAH
 Sebuah Momen Simpul Menuju Tatanan Dunia Baru?
Agaknya kita mesti kritis dan berhati-hati menyikapi konflik Suriah yang telah menjadi sebuah isu global yang panas dalam 17 bulan terakhir.  Hendaknya kita jangan sampai turut bermain dalam gendang yang dimainkan oleh musuh-musuh peradaban Islam dan kemanusiaan, yang sejak awal mengarahkannya ke konflik sektarianisme antara Sunni dan Syiah atau bahkan Islam versus Kristen. Inilah yang dikehendaki Zionis dan AS/Barat, yakni mengadu domba umat Islam atau sesama umat beragama.
Apa yang terjadi di Suriah secara genealogis sama sekali tidak ada hubungannya dengan isu Sunni-Syiah. Fakta yang sangat nyata adalah pendukung Assad berasal dari kaum Sunni (komponen terbesar), Alawiyyin, Syiah, Kristen Ortodoks, dan minoritas lainnya. Sementara penentang Assad awalnya juga beragam meski kemudian ketika mereka bersenjata didominasi oleh jaringan jihadis global kaum ekstrimis Salafi-Wahabi.  Setelah 17 bulan berlalu, Barat dan antek-antek regionalnya (Arab Saudi, Qatar, Turki) gigit jari, gemas, dan akhirnya putus asa karena ekspektasi mereka gagal total.Pertama, mereka berharap terjadi defeksi/pembelotan besar-besaran tentara Suriah yang 80% adalah penganut Sunni. Kedua, mereka meramal, sebagaimana dugaan pemberontak, Aleppo bisa menjadi “Bengazi” nya Suriah, yi, menjadi pusat gerakan pemberontakan mengingat 90% penduduknya adalah Sunni atau kabilah-kabilah Arab yang Sunni. Ternyata, di luar ekspetasi mereka, banyak penduduk Aleppo yang menentang pemberontak, tidak hanya secara politis tapi juga secara militer.
Alhasil, kedua ekspektasi ini tak kunjung datang dan sirna. Hal itulah diantaranya yang membuat Presiden Perancis Hollande sampai kehilangan akal sehat dengan mengeluarkan kata-kata kasar yang seakan masih memperlakukan Suriah sebagai koloninya.
Jadi, bukti di lapangan tidak menunjukkan secara substansial adanya peran Sunni-Syiah dalam menggelorakan kerusuhan di Suriah. Saya katakan ‘secara substansial’ karena secara aksidental, kaum pemberontak Salafi dan majikan mereka (Arab Saudi, Qaar, Turki, AS/Inggris/Perancis) yang menggaji dan mempersenjatai mereka berusaha menggunakan isu Sunni-Syiah untuk memprovokasi kaum Sunni Suriah, dan juga sekaligus digunakan oleh jaringan global Wahabi untuk merusak persaudaraan Islam seperti yang terjadi di tanah air kita (catatan: saya kerap menemukan orang-orang yang memaki Syiah dengan alasan apa yang mereka imajinasikan sebagai ‘pembantaian Sunni oleh Syiah’ di Suriah).

Jadi, provokasi Wahabi ini telah berdampak buruk di negeri kita; sementara rakyat Suriah sendiri, yang mengalami langsung konflik yang terjadi, hampir tak terpengaruh oleh agitasi Wahabi ini. Kita berharap mudah-mudahan rakyat Suriah -apapun mazhab dan agamanya- tetap tak terpengaruh oleh hasutan ini dan berdoa semoga mereka segera keluar dari penderitaan yang berkepanjangan ini.

Lalu, apa yang sesungguhnya terjadi di Suriah? Jenis konflik apa yang berlangsung di negeri klasik, yang merupakan tempat pertemuan sejumlah peradaban dan agama-agama dunia ini?
Memang sulit mengidentifikasi dan membuat kategorisasi mengenai kerusuhan di Suriah. Ia jelas bukan konflik Sunni-Syiah. Ia juga bukan konflik pro-demokrasi dan pro-kerajaan (seperti di Bahrain) mengingat pendukung pemberontak Suriah adalah justru monarki-monarki absolut, yang sama sekali tidak punya legitimasi untuk berbicara tentang demokrasi. Sejumlah pemimpin Iran membaca kerusuhan Suriah ini sebagai skenario yang diciptakan oleh AS/Barat untuk menyelamatkan eksistensi Zionis Israel yang kini dicekam ketakutan menyusul lahirnya Islamic Awakening (istilah Iran) atau Arab Spring (istilah Barat).Mungkin kita bisa juga membuat kategorisasi lain; semisal bahwa konflik Suriah adalah pertarungan nasionalisme-sosialisme Arab (Suriah kini menjadi satu-satunya negara Arab yang berdaulat, tidak tunduk kepada Barat) melawan sekutu kapitalisme global. Rusia (pewaris komunisme Uni Soviet) dan China (komunisme-nasionalis) hingga detik ini masih sangat kuat mendukung pemerintah Suriah.  Atau dimungkinkan juga untuk mengidentifikasi bahwa konflik Suriah merupakan sebuah titik balik kurva perubahan dari tatanan dunia lama (paradigma mekanistik) ke tatanan dunia baru (paradigma holistik) yang ditandai oleh kesalinghubungan yang organis di antara titik-titik kejadian di planet ini.
Apapun identifikasi dan kategorisasi yang dibuat, yang harus ditegaskan adalah bahwa “konflik di Suriah” (bedakan dengan “konflik Suriah”) tidak terkait dengan pertarungan Sunni-Syiah. Ini yang paling penting kita garisbawahi. “Konflik di Suriah” artinya sebuah peristiwa konflik yang melibatkan kepentingan semua kelompok di dunia dengan menggunakan tanah Suriah.
Tentu saja, istilah Sunni-Syiah yang saya pakai di sini mengacu kepada pengertian sebagai identitas kelompok, sebagai kata benda, sebagaimana umumnya dipahami. Akan berbeda halnya bila istilah Sunni-Syiah dimaknai sebagai kata kerja/sifat. Shah Iran Pahlevi dan para pengikutnya yang kini tinggal di AS tercatat sebagai penganut Syiah dalam pengertian identitas dan kata benda, akan tetapi mereka penentang keras gagasan keadilan dan peradaban Islam. Sebaliknya, tak sedikit kaum Sunni atau bahkan umat beragama lain, yang menyuarakan keadilan dan perlawanan terhadap arogansi dan dominasi kapital.
Nah, sekalipun identitas Bashar Assad tidak diketahui persis apakah Sunni atau Syiah (dan menurut saya, ini tidak relevan), kita bisa membacanya dalam kategorisasi kata kerja melalui pertanyaan berikut: Apa yang telah dia lakukan selama ini dalam perlawanan bersama rakyat Palestina dan Lebanon terhadap kepongahan dan penindasan Zionis/Barat?
La hawla wa la quwwata illa billah
Wassalam
Husain Heriyanto

Dari: Muhammad Assegaff <asgf_2001@yahoo.com>
Kepada: Asyura <asyura@yahoogroups.com>; “apisejarah@yahoogroups.com” <apisejarah@yahoogroups.com>
Dikirim: Senin, 10 September 2012 10:40
Judul: [apisejarah] Apa Mazhabnya Presiden Suriah, Syiah atau Sunni?

  Ass. Wr. Wb.
mesin uang dan fitnah Wahabi telah digelontorkan untuk menyudutkan Suriah dengan mencap Presiden Suriah Bashar Al-Assad sebagai orang Syiah.
coba lihat cara sholat Bashar Al-Assad ini yang bersedekap
apakah orang Syiah shalat bersedekap?
paling wahabi akan bilang Bashar lagi taqiyah.
terus lihat saat tasyahud, saat mengucapkan kalimat Jalalah jari telunjukknya diangkat, adakah orang syiah yang mengangkat jari telunjuknya saat tasyahud?
kampanye film dan mendatangkan ulama2 bayaran ke negara2 Islam termasuk Indonesia oleh Wahabi tentang teror di Suriah yg dituduhkan kepada Bashar yg dicap Syiah adalah sebuah kepalsuan yg nyata.
silakan putar youtube ini, dengan melihat cara shalatnya akan diketahui Bashar itu mazhabnya apa?
About these ads

6 comments on “KONFLIK SURIAH BUKAN PERTARUNGAN SUNNI-SYIAH: Sebuah Momen Simpul Menuju Tatanan Dunia Baru?”

  1. [...] KONFLIK SURIAH BUKAN PERTARUNGAN SUNNI-SYIAH: Sebuah Momen Simpul Menuju Tatanan Dunia Baru?” [...]

  2. urusan utama umat manusia selain dari makan dan minum ,yang menjadi asas seterus nya ,1 agama islam,2 adat istiadat 3 ekonomi,4petahanan bela diri,sekiranya urusan harian seorang umat manusia tidak menghimpun kan seperti keterangan di atas sudah tentu hidup tergamang berterusan,jadi semua keterangan di atas semua lapisan masyarakat ada bagian untuk ikut serta …….jadi bagai mana ini tanggung jawab kita bersama sebagai umat islam yang memegang amanah dari tuhan yang menjadikan alam ini……..jadi bagai mana jika se se orang lebih banyak menganiaya diri sendiri dan orang lainya…….jadi di mana letak nya amanah yang di pikul kan di atas bahu kita………

  3. Kekuatan utama israel adalah militer amrik dan minyak kroninya saudi yahudi arabia. Sedangkan iran vs amrik yg mirip dgn sayyid hussein vs yazid (laknat yg dipuja wahabi). Siapa pemenangnya? Cukuplah yahudi menang dlm 2 perang dunia. Skrg saatnya islam iran mesti menang, krn tdk ada lg kemenangan ke 3 bagi yahudi. Mari kita tunggu perang dunia ke 3 itu. Islam jaya jaya

    • aamiin…. InsyaAllah kita diberi kekuatan untuk mengahdapi musuh Islam yang sebenarnya,.. krn kosnpirasi musuh islam sudah menybarkemana-mana bahkan umat islam sendiri ada yang sudah terkena virusnya,…aamiin

  4. Alqaeda membantu penentang presiden suriah,Obama ingin menyerang pemerintahan suriah,gimana pendapat anda? Syiah hizbullah membantu pemerintah suriah Dan Iran membantu pemerintah suria? Gimana pendapat kalian?

  5. Bagi kita di Indonesia..apakah kaum salafi juga akan mentrhead saudara tradisional mereka seperti itu…waktunya untuk kembali baca sejarah bahwa salafi adalah khawarij modern…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.954 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: