16 Komentar

SEJARAH SUNDALAND & KERAJAAN SUNDA NUSANTARA

Pengantar Redaksi:

“Di bawah ini ada wacana yang “Out of the Box”  tentang sejarah Sunda Nusantara.Perlu diteliti lagi kebenarannya dan konteks kesejarahnnya?  Pertanyaanya yang muncul setelah membaca wacana ini:

“Terus Bagaimana dengan nasib NKRI yang telah leluhur kita perjuangkan bersama dengan darah dan airmata sejak kebangkitan Nasional 1928 sampai kepada Puncaknya di Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 ?” (Ahmad Y. Samantho)

SEJARAH SUNDALAND & KERAJAAN SUNDA NUSANTARA

Secara geohistoris sekitar 86 juta tahun sebelum masehi, daratan/ dangkalan/ benua SUNDA masih nyatu dengan daratan India (Asia) sampai ke New Guinea (P. Papua). bahwa sejak ± tahun 130 Masehi pada saat itu sudah ada pemerintahan   Kerajaan Maha Raja Sunda yaitu Sunda Nusantara dengan ibukota negara di Salaka Nagara (Bantam/Banten). Kemudian perkembangan Kerajaan Maha Raja Sunda berlajut terus hingga sekitar abad ke-4 yang di kenal dengan nama Kerajaan Maha Raja Sunda Taruma Nagara dan pada saat itu sudah di kenal oleh Kerajaan China (Tingkok) dengan sebutan (lafad) Tiongkok Cina menyebutnya TO LO MO.

Selanjutnya catatan sejarah abad ke-7 (tujuh) menunjukkan bahwa Kerajaan Maha Raja Sunda, Sunda Nusantara berkembang dan berpusat di Kerajaan Galuh (Ciamis – Jawa Barat), kemudian pada abad ke-13 (tiga belas) pusat pemerintahan dipindahkan dari Galuh ke Pajajaran atau disebut Pakwan (Istana) Pajajaran. Sejak saat itu Kerajaan Maha Raja Sunda di daratan (Benua) Sunda di sebut juga Kerajaan Pajajaran dengan ibukota Pakwan Pajajaran (Bogor – Jawa Barat).

Setelah itu pada sekitar tahun 723 Masehi, pusat Kerajaan Maha Raja Sunda, Sunda Nusantara bergeser ke arah timur, dengan sebutan Medang Kamulan, yang selanjutnya berkembang dan kelak menjadi Kerajaan Mataram.

Sekitar abad ke-16 (enam belas) wilayah kerajaan (Territory Sovereignty) telah mencakup pula wilayah kesultanan Demak (Jawa Tengah). Pada abad ke-16 ini, Kerajaan Maha Raja Sunda, Sunda Nusantara telah berkembang lebih-lanjut yakni pada tahun 1513 – 1552 ketika pada masa pemerintahan Maha Raja / Emperor Seri Baginda Maha Raja Kanjeng Susuhunan Gunung Jati, Pusat Kerajaan Maha Raja Sunda, Sunda Nusantara (Sunda Archipelago) ketika itu berkedudukan di Charuban (Cirebon).

Kemudian sejak tahun 1552 pemerintahan Kerajaan Maha Raja Sunda diteruskan oleh Sultan Hasanuddin, dengan gelar Emperor Seri Paduka Yang Maha Mulya Baginda Majesty Kaiser Kanjeng Susuhunan Maulana Hasanuddin dan pusat pemerintahan bergeser dari Cirebon ke Sunda Kelapa atau Jayakarta (Jakarta sekarang).

Tampuk pimpinan Kemaharajaan Sunda Nusantara berlanjut terus turun-temurun sampai pada tahun 1753 – 1776 dan di pegang oleh Emperor Seri Paduka Yang Maha Mulya Baginda Maha Raja Majesty Kanjeng Sultan Abun Nasar Moehammad Arief Zainal Asikin, beliau beristrikan Kanjeng Ratu Sepuh, putri dari Susuhunan Mataram bergelar Prince Kanjeng Gusti Pangeran Harya Puger Susuhunan Paku Buwono I.

Dengan adanya pertalian melalui pernikahan tsb, maka pada dasarnya kekuasaan Kerajaan Maha Raja Sunda, Benua Sunda, Sunda Nusantara mencakup wilayah kekuasaan dari Daratan Sunda Malacca (Melayu dan Singapura) dan dari Jawa Barat sampai ke wilayah Kendal, Banyumas, Jepara dan seluruh Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, Siam, Siak, Indrapura, dan Indragiri (Pulau Sunda Besar Andalas) serta Pulau Sunda Besar Borneo.

Pada tahun 1776 tahta Kerajaan Maha Raja Sunda Nusantara selanjutnya di pegang oleh putra tertuanya yakni Emperor Seri Paduka Yang Maha Mulya Baginda Maha Raja Majesty Kaiser Kanjeng Sultan Abul Mafachir Moehammad Alioedin I, yang memerintah pada sekitar tahun 1776 – 1810 (Kasus Pulau Banda), selain daripada itu pada tanggal 4 Juli 1776 Amerika mendapat kemerdekaannya dari Kaiser Kanjeng Sultan Abul Mafachir Moehammad Alioedin I, bukan dari Kerajaan Inggris.

Pada tahun 1810 tampuk pimpinan selanjutnya di pegang oleh Kaiser Kanjeng Sultan Achmad, ketika itu beliau mengundang sahabatnya bernama Thomas Stanford Raffles, seorang Jenderal dari Kerajaan Inggris, untuk bersama-sama melakukan pelayaran ke Sunda Kecil (Pulau Banda) dalam rangka merayakan kemenangan Kemaha-rajaan Sunda Nusantara melawan penyerangan dari pasukan Kerajaan Perancis (thn 1810).

Sesampainya di Pulau Banda, dengan segala kelicikannya, T.S. Raffles membuang (meninggalkan) Sultan Achmad di Pulau Banda. Untuk melicinkan kepentingan politiknya, T.S. Raffles menghilangkan bukti sejarah lainnya dengan menghancurkan Istana Surosowan Banten. Kemudian pada tahun 1816, T.S. Raffles menyerahkan pendudukan (Annexation) administratif kolonial di wilayah Sunda Nusantara kepada Kerajaan Perancis yang diwakili oleh Herman William Daendels di Semarang.

Dari rangkaian peristiwa diatas (kasus Pulau Banda dan Semarang), dimulailah proses manipulasi Sejarah Kebangsaan Bangsa Sunda Nusantara dan pemalsuan sejarah dunia berlanjut terus sampai diperkenalkannya nama “Indonesia” hingga saat ini.

Melihat perkembangan sejarah bangsa yang cenderung selalu di manipulasi dari waktu ke waktu serta penderitaan sebagian besar rakyat Kemaharajaan Sunda Nusantara, maka menimbang kepada Hukum Internasional yang berlaku berdasarkan:
a). Kongres Vienna Tahun 1815 ;
b). Prinsip Ethiopia Tahun 1938 ;
c). The Internasional Rule of Yalta, 5 Februari 1945 ;
d). Forma Autem Regimitis Mutata, Nox Mutator Ipsa Populus Doktrin Uni Possidetis : Nec VI, Nec Clam, Nec Precario ;
e). Resolusi Internasional Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 (artikel 1,2,3,4,& 5);
f). Prinsip Statute of Limitation (Lost of Limitation)

Maka pada tahun 1976, Pemerintah Kerajaan Maha Raja Sunda Nusantara mengajukan resolusi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Mahkamah Internasional (MI), yang menyampaikan penjelasan eksistensi Kerajaan Maha Raja Sunda Nusantara.

Selanjutnya PBB dan Dunia Internasional ternyata masih mengakui keberadaan Kerajaan Maha Raja Sunda Nusantara dan pemerintahan Kerajaan Maha Raja Sunda Nusantara masih berlanjut. Pengakuan PBB dan Dunia Internasional tersebut masing-masing tahun ; 1970, 1976, 1985, 1991, 1992, 1993, 1995, 2001. . . . . dst 2005, 2006, 2007, dan sampai saat ini pun pengakuan Dunia Internasional bukan hanya kepada wilayah territorial (Territorial Integrity) milik Kerajaaan Maha Raja Sunda Nusantara tapi juga kepada pemerintahan dan Bangsa Sunda Nusantara, yang sampai saat ini tampuk Kekaisaran di pegang oleh Seri Baginda Abul Mafachir Moehammad Heroeningrat Siliwangi Al – Misri II.

Paspor dan identitas diplomatik dari Kerajaan Maha Raja Sunda Nusantara masih berlaku diseluruh dunia dan diakui di lembaga-lembaga keuangan dunia hingga saat ini. Para pemegang paspor tersebut disapa Yang Mulia (Your Majesty) oleh para dubes & pejabat kedubes negara Amerika Serikat, Rusia, Belanda, Inggris, Jepang dst.

Kini waktu telah berjalan mundur akankah tarik ulur kebohongan ini akan tetap dipertahankan atau kebangkrutan ekonomi dunia yang memaksa mereka buka mulut tentang siapa pemegang Super Power ekonomi dan kesejahteraan ummat manusia sebenarnya: Kerajaan Maha Raja Sunda Nusantara.

About these ads

16 comments on “SEJARAH SUNDALAND & KERAJAAN SUNDA NUSANTARA

  1. kalau bukan saya yang sedang mimpi membaca wacana ini, pastilah yang membuat wacana sedang mengigau…
    terimakasih sudah membaginya, pak AYS

  2. mungkinkan harus diganti lagi menjadi kerajaan Sunda nusantara bukan I
    indonesia

  3. saya sudah banyak mendengar tentang ini. semoga semua kebenaran akan segera terungkap… Wallahu alam

  4. Kebangkitan kejayaan Emperium Sunda Nusantara ada di tangan kita, dan anak cucu kita, semua adalah pilihan…mau percaya kepalsuan sejarah versi barat, atau sejarah Leluhur bangsa.. Salam Rahayu

  5. saya jadi teringat satu ramalan akhir jaman bahwa Imam Mahdi akan muncul dari timur, apakah yang di maksud timur itu adalah Sundaland ?

  6. ada gak catatan kuno yang menyebut SUNDALAND?..
    Siapa pencetusnya?
    Klo gak salah kata SUNDA itu diambil dari bahasa jawa yang artinya bertingkat,karena pada jaman dulu suku sunda rumahnya panggung atau bertingkat dan sampai sekarang masih banyak kita temui..dulu daratan sunda itu gak ada,yang ada rawa makanya rumahnya panggung,berbeda dengan jawa tengah dan jawa timur yang rumahnya gaya joglo karena sudah ada daratannya..dan apa mungkin wilayah yang sebagian besar air(cai/ci…)punya peradaban yang lebih maju atau kekuatan menyatukan nusantara?
    Dan siapapun pencetus sunda nusantara mohon koreksi kitab atau serat kuno apa yang menyebutkan sunda nusantara..setahuKU kerajaan kerajaan sunda tidak banyak memberi kontribusi berarti pada jaman nusantara kuno maupun modern.
    Silahkan koreksi saya.

    • Mengenai Sundaland, silahkan baca buku : Atlantis dari Santos dan buku Eden di TImur oleh Openheimer, mereka adalah Professor dan ahli dibidangnya, akan jelas.
      Pengertian Sunda jangan disempitkan dengan Suku Sunda, karena Sunda disini bermakna Asal-usul (ahad/Sunday).
      Maka Nusantara ini masih ada istilah Selat Sunda, lalu kalau kita lihat peta pentagon, maka Nusantara kita masih menggunakan istilah Greater Sunda (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi) dan istilah Lesser Sunda (Bali, Lombok dan lainnya), Jadi ini bermakna Nusantara, bukan suku SUnda.
      Keberadaan SUnda Nusatara, jauh dari adanya peradaban lainnya, dan menjadi asal usul bangsa-bangsa (Sunda Malay, SUnda Putih, SUnda Hitam, Sunda Merah, Sunda Kuning).
      Lalu kalau melihat Nusantara kita, jangan melihat kondisi sekarang, karna awalnya paparan Sunda ini menyatu, Coba lihat di Google Earth, peta Nusantara kita disana, paparannya masih terlihat, karena bencana-bencanalah yang akhirnya seperti sekarang ini.
      Sejarah yang tertulis selama ini, adalah sejarah yang ditutupi oleh mereka yang membodohi kita agar mereka bisa menikmati kekayaan kita, dan kita lupa jati diri kita, dan saling gontok-gontokan satu sama lain. Mari sadar jati diri, kita semua bersaudara.
      Banyak perkembangan terjadi saat ini, kita lihat saja, sementara hanya antar pemerintahan negara dan Kerajaan dunia yang tahu, tapi pada waktuya masyarakat seperti anda akan dibukakan, coba jeli, psang mata, pasang telinga, buka pikiran dan hati. Niscaya anda akan mendapatkan jawabnya. Amin

  7. tolong sebutkan kitab atau serat apa yang menyebutkan sunda nusantara?,
    kenapa kerajaan jawa catatan sejarahnya paling lengkap daripada kerajaan sunda?,karena suku jawa sangat menghargai budaya pribumi,dan berusaha tetap menjaga agar lestari,sebagai contoh..suku jawa anti di pimpin raja slain suku jawa sendiri.
    Sunan gunung jati pendiri keraton kasepuhan..siapa sebenarnya beliau?..yang pasti bukan orang sunda ataupun jawa ataupun dari nusantara..beliau dari timur tengah..sunda nusantara itu omong kosong atau cloteh orang ngigau..sunda cuma punya selat dan gak punya pulau sendiri.
    Aku googling ampe ngiler,nyari resensi sunda nusantara ampe ke site blanda,jerman,inggris,ampe ke india gak ada penyebutan sunda ataupun sunda nusantara pada jaman kerajaan dan penjajahan,yang ada java atau djawa..padahal waktu jaman penjajahan,petinggi2 kompeni sebagian besar tinggal di tengah2 suku sunda tapi kenapa mereka enggan menyebut sunda malah lebih suka menyebut jawa?
    karena mereka mengakui kedaulatan kerajaan jawa daripada sunda.

    • Mas Mazren sepertinya gak ikhlas dengan Tulisan diatas yah Mas.? Kalo Mas Mazren mengaku sudah mencari kemana mana berarti Mas Mazren harus mencari dengan Pikiran Terbuka jangan dengan Pikiran sempit..

      Gampang kok nyari nya di Google, apa aja ada.. silahkan baca buku : Atlantis dari Santos dan buku Eden di TImur oleh Openheimer, mereka adalah Professor dan ahli dibidangnya, akan jelas.

      Sekarang bisa tau mas kenapa gak banyak Sejarah Sunda diketahui orang berbeda dengan Sejarah Jawa yang lengkap akhirnya melahirkan orang yg gak tau sejarah macam anda dan juga saya..

  8. mungkin dalam memahami sejarah nusantara kita harus ikhlas karena nusantara memiliki macam2 suku dan budaya.
    masalah kerajaan di jawa barat pernah tercatat kerajaan taruma negara.yang berkuasa dari abad 3Msampai 5M.memang catatan sejarahnya tdk lengkp tapi meinggalkn banyak perasasti di mana dlm prasasti itu tertulis bahwa dia sang maha raja penguasa dunia.apakah prasasti ini bohong.

  9. maaf mas yang di atas.” saya bukan ahli sejarah, tapi saya suka sejarah biarpun penge tahuan saya terbatas..dan saya mencoba memahami sejarah dengan ikhlas.saya bangga dengan krjaan trma negara,saya bngga dgn krajaan kutai .sriwijaya,medang ,majapahit,pajajaran.mereka berjaya pada jaman nya masing masing.dan saya bangga karena di dalam nya terdapat tokoh leluhur nusantara. HILANGKANLAH EGO CENTRIS……..” bhineka tungal ika.

  10. semangat bro, cari terus pengetahuan sampai kenegeri cina atau gali lebih dalam sejarah melalui pelaku”nya, mudah”an mas bro semakin maju….

  11. wahhh harus dishare ini…
    izin copas menyertakan sumber..

  12. yang jelas di zaman kuno di nusantara ini dalam peta dulu kita membaca ada dua nama kepulauan 1.Kepulauan Sunda besar yaitu kalimantan,sumatra,jawa dan sulawesi 2.Kepulauan sunda kecil yaitu bali,lombok,maluku,kupang dll.Itulah kerajaan sunda nusantara.Di zaman yg lebih kuno lagi kerajaan sunda itu adalah sundaland yang pulau-pulaunya masih menyatu berupa daratan rendah atau benua yg lebih dikenal dengan benua atlantis sekarang menjadi indonesia setelah banjir besar di zaman nabi Nuh.Jadi setelah banjir besar nabi Nuh kerajaan sundaland terpecah menjadi dua kerajaan sunda besar dan kerajaan sunda kecil.Dan pada zaman majapahit Gajah mada menyatukan dua kerajaan ini menjadi Nusantara yang sekarang adalah Indonesia yang artinya ini-soenda =Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.953 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: