Tinggalkan komentar

Agama dan Politik

Musa Al Kadzim 11:39pm Aug 30
( Agama dan Politik )

Agama dan politik sangat berdekatan, jika tak bisa dibilang tidak terpsahkan baik secara strategi, pemikiran, anggapan atau apapun. Mengapa begitu, cara berpikir sederhananya adalah kekuasaan. Perpecahan akan dimulai dan sangat kentara setelah para nabi wafat.

Jika kita mencoba menengok beberapa puluh tahun ke belakang, bumi ini masih disibukkan oleh pertentangan antar agama, sekte dalam agama, ras, suku, bangsa, dan ideologi. Semakin kita tarik garis mundur, maka semakin besar pula pertumpahan darah yang diakibatkan oleh yang namanya “Perbedaan.”

Namun kini, era milenium ditandai dengan adanya fenomena hubungan antar manusia yang hampir-hampir tidak berbatas. Sudah menjadi hal yang wajar ketika melihat rumah-rumah ibadah berdiri berdampingan. Tidak aneh pula ketika kita melihat ada orang kulit putih dan hitam berjalan bersama-sama, dan sudah biasa ketika ada orang Jawa dan Tionghoa menjadi pasangan hidup. Kemajuan teknologi dan informasi menjadi pintu gerbang bagi masing-masing individu yang berbeda untuk saling mengenal, memahami, dan mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah.

Maka dari itu, amat sangat mengherankan dan sekaligus memalukan ketika masih saja ada kelompok yang membawa kebencian zaman purba ke masa kini. Dan hal itu terjadi pada sebagian umat Islam yang masih mempersoalkan perbedaan pandangan antara Sunni dan Syiah!

Saya ingatkan pada anda semua : perpecahan antara Sunni dan Syiah adalah karena faktor POLITIS,! Maka jika ada yang menganggap perbedaan Sunni dan Syiah itu seperti halnya Katolik dan Protestan dalam Kekristenan, maka itu menunjukkan bahwa mereka tidak paham sejarah!

Mari sejenak kita kembali ke abad ke-VI tepatnya pada tahun 632 M. Tatkala Nabi Muhammad SAW berada di saat-saat terakhir dalam pembaringannya, beliau terus bergumam, “ Ummati .. ummati .. (artinya : umatku .. umatku)”.

Rasulullah sangat bersedih, karena beliau mendengar kasak-kusuk di belakang bahwa umatnya mulai terpecah dalam menyikapi siapa yang berhak menggantikan beliau untuk memimpin umat Islam. Maka benar saja, ketika Rasulullah wafat, terjadi perbedaan pendapat di kalangan umat. Sebagian beranggapan bahwa anggota keluarga Nabi yang berhak memimpin umat, dalam hal ini Ali bin Abi Thalib. Sementara yang lain menganggap Ali masih terlalu muda, sehingga diajukanlah nama Abu Bakar

Setelah melakukan pemalsuan begitu banyak hadis dengan bantuan Abu Hurairah, Samurah bin Jundub dll maka Mu’awiyah membuat doktrin PAHAM JAMAAH dan doktrin SEMUA SAHABAT ADiL untuk memelihara kekuasaan yang diperoleh dengan cara biadab…

Ketika Mu’awiyah menunjuk anaknya, Yazid, sebagai penggantinya, situasi politik internal umat Islam kembali memanas. Mu’awiyah dituding telah melanggar perjanjian dengan Hasan bin Ali, yang merupakan putra Ali bin Abi Thalib dan cucu Nabi Muhammad. Pada saat itu, Husain bin Ali, adik dari Hasan bin Ali memutuskan untuk tidak ikut berbai’at kepada Yazid, yang dikenal sebagai orang yang kejam dan gemar bermewah-mewahan.

Yazid sangat marah dan mengirim ribuan pasukan untuk mengejar Husain bin Ali dan para pengikutnya yang telah dicap sebagai pemberontak. Di padang Karbala, pasukan Husain bin Ali yang hanya menurut catatan sejarah hanya berjumlah 72 orang, harus berhadapan dengan pasukan Yazid yang berjumlah 10.000. orang. Pasukan Husain bin Ali ditumpas habis, dan Husain, cucu Rasulullah, hidupnya berakhir dengan tragis ketika lehernya dipenggal. Peristiwa memilukan ini diperingati pada hari Asyura setiap tahunnya oleh kaum Syiah.

Sampai di sini sudah jelaskah bagi anda semua, bahwa perpecahan di antara umat Islam ini adalah murni politis

Penamaan Sunni dan Syiah sendiri terjadi akibat perbedaan pendapat terkait pesan terakhir Nabi Muhammad SAW sebelum beliau wafat. Ada beberapa versi dari kesaksian para sahabat tentang ucapan Rasulullah sebelum wafat :

1. “ Aku tinggalkan dua perkara yang jika kalian berpegang kepadanya maka kalian tidak akan tersesat selamanya : Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah-ku. “ (HR Malik – Al Muwatta 46/3).

Inilah hadits yang menjadi pegangan kaum Sunni yang artinya : “Pemegang Sunnah Nabi.”

2. “ Aku tinggalkan dua perkara yang jika kalian berpegang kepadanya maka kalian tidak akan tersesat selamanya : Kitabullah (Al Qur’an) dan Keluargaku. “ (HR Muslim 44/4 No. 2408, Darimi 23/1 No. 3319, dan Ibn Hanbal 4/366).

Inilah hadits yang menjadi pegangan kaum Syiah yang artinya : ”Para pengikut setia (merujuk kepada Ali dan keluarga Nabi).

Perpecahan dua kelompok ini terjadi setelah beliau wafat.
Perpecahan dan sikap saling memecah belah umat adalah hal yang sangat dimurkai Allah! Al Qur’an telah memperingatkan :

“ Dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang MEMECAH BELAH agama mereka dan mereka menjadi BEBERAPA GOLONGAN. Tiap-tiap golongan merasa BANGGA dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS Ar-Ruum [30] : 31-32)

“ Dan mereka TERPECAH BELAH melainkan SESUDAH datangnya pengetahuan (Qur’an) kepada mereka karena KEDENGKIAN antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Kitab sesudah mereka, benar-benar berada dalam KERAGUAN yang menggoncangkan tentang kitab itu. “ (QS Asy-Syura [42] : 14)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.953 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: