Tinggalkan komentar

Yesus Historis di Mata Fatoohi

Yesus Historis di Mata Fatoohi

Peluncuran buku “The Mysteri of Historical Jesus”

Benarkah model pendekatan historis akan selalu berhadapan dengan model pendekatan alkitabiyah yang selama ini digenggam erat oleh para agamawan?

Mimpi itu tak pernah bisa dilupakan oleh Louay Fatoohi. Usianya baru menginjak 8 tahun, ketika suatu malam Yesus “menemuinya”  dan mengandengnya menuju sebuahpadanghijau tak bertepi. Kendati Yesus tak bicara sepatah kata pun dalam mimpinya tersebut, namun Fatoohi kecil sudah merasakan sebuah gelora spiritual yang sangat menggairahkan. “Mimpi itu membuat saya terbangun dengan perasaan puas yang sangat spesial,”ujar lelaki kelahiranBaghdad,  Irak pada 1961 itu.

Bisa jadi mimpi tersebut menjadi awal ketertarikan Fatoohi untuk membahas sosok Yesus Kristus, sebuah nama yang selama 2000 tahun belakangan menjadi perbincangan para ahli terkait dengan aspek kehidupan, kepribadian, dan ajarannya.  Namun uniknya, Fatoohi tidak mendasarkan pembahasannya kepada sumber-sumber yang lazim digunakan sebagai referensi untuk membahas Yesus Kristus. Alih-alih menggunakan Perjanjian Baru sebagai sumber sejarah, ia malah melihat sosok yang dikaguminya itu dengan kaca mata Al Qur’an, yang sama sekali tidak populis dalam tradisi peneltian sejarah tentang Yesus.

Hasil pendalaman riset sejarah dari Fatoohi itu kemudian dibukukan dalam judul The Mysteri of Historical Jesus (TMHJ). Begitu menariknya isi buku ini, sehingga dalam peluncurannya Selasa malam (17/7) di Gedung Energy Jakarta Pusat, Mizan Pustaka sebagai penerbit edisi bahasa Indonesia merasa perlu mengundang para tokoh agama dari Islam dan Katholik untuk membahas buku tersebut.

Pembahas pertama yakni Profesor Komaruddin Hidayat melihat TMHJ sebagai upaya Fatoohi untuk memisahkan Yesus sebagai figur historis dengan sebagai figur iman. Itulah yang menyebabkan Fatoohi tidak memakai Perjanjian Baru yang ia nilai lebih melihat sosok Yesus sebagai figur iman. “Dalam kajian yang mendasarkan pada iman, ruang dan waktu menjadi hilang dan ini dihindari oleh seorang Fatoohi,”ungkap Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Soal ini justru yang dipertanyakan oleh Romo Sunarko,OFM. Ia menyanyangkan Fatoohi tidak menyertakan pendekatan alkitabiyah untuk menelusuri sejarah hidup Yesus. Jika ingin seimbang, menurut Romo Sunarko, Fatoohi harusnya menyertakan pula model pendekatan tersebut.  “Apakah memang selalu terjadi disidentifikasi antara iman dengan kajian historis?”kata pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara,Jakartaitu.

Sunarko juga menyindir Fatoohi agak salah alamat ketika membahas figur kaum Kristiani dengan kaca mata Islam (baca: Al Qur’an). Menurutnya, ada perbedaan paradigma antara Islam dengan Kristen. Misalnya tentang  posisi Yesus sendiri. Kaum Kristiani memandang Yesus sebagai “injil berjalan”. Artinya penulisan Injil didasarkan pada sabda dan prilaku Yesus. “Saya sepakat dengan Mas Komar jika Injil bagi kaum Kristiani posisinya seperti Hadits bagi orang Islam,”ujarnya.

Pembicara ketiga yakni Profesor Yunhar Ilyas mengungkapkan kesetujuannya dengan apa yang ditulis oleh Fatoohi. Ia membela Fatoohi dengan menyatakan justru akan kurang tepat jika Fatoohi menyertakan pendekatan alkitabiyah dalam proses riset sejarahnya.Adahal-hal dalam pendekatan alkitabiyah yang tak bisa diterangkan secara historis rasional. Karena itu, Fatoohi yang beralih dari Kristen menjadi atheis lalu menjadi Muslim tersebut, lantas menggunakan Al Qur’an sebagai pisau analisa sejarahnya. “Ia melihat dibanding Perjanjian Baru, fakta sejarah yang disodorkan Al Qur’an bisa diuji keabsahannya,”kata Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

Banyak hal menarik lain yang disajikan dalam peluncuran sekaligus diskusi buku The Mysteri of Historical Jesus yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta itu. Bukan saja mengenai sosok Yesus, tapi juga terkait dengan hubungan unik antara tiga agama samawi: Islam, Kristen dan Yahudi. Anda penasaran? Silakan baca sendiri bukunya. [Islam-Indonesia/Hendi Jo]

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.954 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: