18 Komentar

Kalacakra Buddha Vajrayana dan kebatinan Jawa

Salam Rahayu para kaskus member,

Tanpa ada maksud utk merendahkan/menghina, saya ingin men-share ke-ilmuan yang aslinya (Yamantaka/Vajra Bhairava Tantra) daripada versi distorsi nya (Kalacakra).

Semata2 bertujuan agar kita bisa saling asah, asuh, asih MENGGALI kembali ke-elmu-an di Jawa yg asli dan membongkar semua mitos2 dan segala versi Distorsi.

Oke, saya mulai ya.

1. bahwa Kebatinan Kejawen tak lain adalah versi tidak komplitnya aliran Buddha Vajrayana yang dulu berkembang di Nusantara

2. Sejak jaman kehancuran Majapahit, para praktisi aliran Vajrayana di bhumi nusantara ……………….., sehingga semua prakteknya tidak lagi dilakukan di tempat terbuka yang kebanyakan candi2 pamujan banyak yg dihancurkan, melainkan prakteknya secara diam2 tengah malam supaya tidak kedengaran, jadi dilakukan di BATIN saja, makanya disebut kebatinan.

3. Aliran Vajrayana di tanah Nusantara dulunya sangat hebat sakali bahkan banyak dijumpai para praktisi dari Tibet datang ke Nusantara utk belajar dan dibawa ke negaranya, misalnya dari guru besar Dharmakitri-Atisha yang menjadi pendiri salah 1 aliran dan 4 aliran utama di tibet.

4. MITOS alias versi DISTORSI aji KALACAKRA.

Asal Mula pencarian

mantra ini dipercayai sebagai penolak sial, oleh para generasi setelah invasi budaya arab masuk dan menghancurkan majapahit.

Yakni dipercaya bahwa kala adalah pembawa sial. Apakah begitu dulunya?
Dalam aliran Vajrayana/Tantrayana, Kala adalah salah satu pelindung Dharma yang berkuasa atas WAKTU(Wheel of Time).

Ketika saya mencari lebih dalam ttg KALACAKRA, ternyata di tibet juga dikenal kata KALACAKRA, namun bukan sbg penolak sial, melainkan utk ber-kultivasi secara spiritual, dan merupakan salah satu Sadhana tingkat tinggi dalam aliran Tantra.

Isi dari mantranya memakai 10-seed syllable yang disebut sbg 10 Bijjakshara, maksudnya 10 aksara(Om Ah Hung: HOH HAM KSHAH MA LA VA RA YA HUM PHET ), Btw Sumbernya dari sini (http://kalachakranet.org/kalachakra_…_powerful.html)

Lho jadi kan berbeda banget dengan mantra kalacakra dijawa, yang silabel berjumlah 32, yakni
YAMARAJA……….JARAMAYA
YAMARANI………..NIRAMAYA
YASILAPA…………PALASIYA
YAMIRODA……….DAROMIYA
YAMIDOSA……….SADOMIYA
YADAYUDA………..DAYUDAYA
YASIYACA……….CAYASIYA
YASIHAMA……….MAHASIYA

Nah terus gimana ??

Pencarian 32 Seed Syllable Mantra(ber abjad 32)

Setelah mencari2 akhirnya ada nemu mantra yang mempunyai 32 aksara, yakni Mantra Yamantaka.
Begitu saya lihat langsung kaget, aliran darah ikut bergolak….KETEMU DAH….saya kenal beberapa KATA2 nya.

Nah sabar dulu ya….sebelum saya tuliskan Mantra aslinya, saya ingin berikan backgroundnya siapakah Si Yamantaka ini?

Yamantaka yang dikenal sebagai Vajra Bhairava
Secara legenda di tibet, di kenal dewa hindhu bernama Yama, yakni Dewa diantara para Yaksa2 di alam kematian. Konon Yama sewaktu di tibet sering mencabut nyawa org2 banyak karena kurang sesajen.

Akhirnya Buddha Manhjuri (utk umur panjang) mengambil bentuk ‘MURKA’ (Ngalih Rupa- Ngalih papan ganti aran) menjadi Yamantaka Sang Pelindung Dharma.

Yamantaka (Vajra Bhairava) adalah pelindung Dharma yang berkepala 9, berwajah hitam seperti sapi, bertanduk, 1 penciptaan 1 penghabisan. Punya 34 tangan yang memakai mudra Tarjani/Mudra. 34+pikiran+tubuh+perkataan disebut 37 Bantuan pencerahan. Serta punya 16 kaki yg artinya 16 tingkat kekosongan.

Yamantaka adalah bentuk murka nya Bodisatva Manhjuri. Utk mengalahkan Yama, Mahnjuri mengambil bentuk seperti Yama hanya lebih sempurna dan ampuh serta tak terbatas.

Jadi jangan salah tafsir, yamantaka tidak sama dengan yama.
Yamantaka, alias Vajra Bhairava adalah musuh penghancur Yama.

Sadhana Yamantaka Tantra (Patrap Yamantaka[mengalahkan Yama/kematian] aliran Tantra)

Tujuan sadhana ini utk berumur panjang mengalahkan hidup dan mati.
Setelah mencari mantra2 ber bulan2 akhirnya sebuah kita kuno dari aliran Gelug-pa di tibet. Kitab ini judulnya “Sarvatathagatakayavakcitta-Krsnayamaritantra).

Sampai sekarang, sadhana ini masih terus di pakai baik di tibet maupun di nepal.

nah begini MANTRA ASLINYA:
1.Om Ah Hung
2.YA MA RA JA
3.SA DO ME YA
4.YA ME DO RU
5.Ya YO DA YA
6.YA DA YO NI
7.RA YA KSHI YA (Ya Kshi Ya sebetulnya dibaca Yaksi’a, artinya para Yaksa2)
8.YAk SHI YA CA
9.NI RA MA YA
10.Hum Hum Phat Phat Svaha

Setelah bongkar2 dan cari2 kamus sansekerta, ada beberapa kata yg berhasil dicari artinya;
Yama raja= Dewa Yama
Sadomaya=Sado(Pasukan) +Ameya(Yg tak terbatas dan tak terkalahkan)

Yamedoru=Yama[e](Yamantaka)+Dor[u](Punya tangan banyak)

Dayodaya=Dayo(Pengampunan)+Udaya(Perbuatan/produksi)

Yadayoni Ra Yak Shi Ya= Yada(??belum nemu)+Ayo-NiRaYak-Shi’Ya(Karena kamu mampu menghancurkan Neraka Besi

Niramaya=Nir+Amaya(Aku berkeinginan memujamu, wahai penghancur penyakit[kematian])

Jadi ini sebetulnya adalah mantra pemujaan memohon perlindungan pada Bodhisattva Yamantaka utk menghancurkan YAMA.

Sayang sekali versi distorsinya tidak tau lagi tujuan, arti dan makna mantra ini, sehingga di gatuk2 no sehingga bunyinya enak, terus diarti arti kan sendiri menjadi
YAMARAJA……….JARAMAYA
siapa yang menyerang,berbalik menjadi berbelas kasihan
YAMARANI………..NIRAMAYA
siapa datang bermaksud buruk, malah akan menjahui
YASILAPA…………PALASIYA
siapa membuat lapar akan malah memberi makan
YAMIRODA……….DAROMIYA
siapa memaksa malah menjadi memberi keleluasaan/kebebasan
YAMIDOSA……….SADOMIYA
siapa membuat dosa, berbalik membuat jasa
YADAYUDA………..DAYUDAYA
siapa memerangi berbalik menjadi damai
YASIYACA……….CAYASIYA
siapa membuat celaka berbalik menjadi membuat sehat dan sejahtera
YASIHAMA……….MAHASIYA
siapa membuat rusak berbalik menjadi membangun dan sayang.

Yang lucu adalah Yamidosa….kebalikan dari Sadomaya, padahal Sadomaya artinya gak ada hubungannya sama pembuat dosa/jasa.
Sadomaya adalah perwujudan Yamantaka.

Sayang semenjak para pengikut Vajrayana ‘dipaksa’ pindah agama arab, ilmu ini kena distorsi dan dikorupsi menjadi ‘kalacakra’.
Barangkali sepenggal mantra tidak komplit yang tersiksa sudah terlupakan judul dan tujuan asalnya, yang mungkin cuma diingat adalah utk umur panjang yang kemudian di identifikasikan dengan penolak sial yang kebetulan ‘kolo’ dalam bahasa jawa ngoko berarti sial, namun bukanlah seperti ‘Kala’ di versi Tantra Aslinya.

Para sedulurku penghayat kejawen, saya minta maaf jika ada kata2 yg menyinggung. Saya harap anda berada dalam kategori ke tiga. Sehingga Ilmu kejawen kuno bisa digali lagi dan dikembalikan ke bentuk aslinya.
3 gol.
1. Fanatik-Konserfatif: Tidak mau tau asalnya seperti apa, dan memegang teguh ’sisa2′ ajaran kejawen kuno dari vajrayana(bahkan tidak mengakui) yang jelas jelas notabene sudah ter ‘distorsi’ sesuai budaya kita yang ‘korupsi’……(hehehe terlalu banyak pake kata SI )

2. Progresif; peduli dan mau mencari jejak2 serta menggali budaya ilmu sendiri dan berpikir open minded.

3. Abangan; Mriki Jowo tapi ora jowo, artine ora beneh alias jaman edan, wis dicampur Sak enak udele karo setan arab.t

————————–
Ditopik berikutnya, saya akan membahas Asal Usul yg berdasarkan Mitos/Distorsi dan menampilkan versi Aslinya;
2. Sedulur Papat Limo Pancer ***** YANG INI SERU BANGET. DIJAMIN*****
3. Ratu Kidul Pantai selatan (Yg selalu di identikkan dengan warna hijau)
4. Aji Brojomusti
5. Mantra Hong Hilaheng Sekaring Buwono Langgeng, dll.
6. Dan tak lupa, tulisan Aksara Pallawa Asli dulu tersebar dinusantara.

Gimana enaknya disharing gak yah?
Tinggal liat respon para user disini?
Fanatik konserfatif, Progresif atau Abangan? kalo sebagian bersar peduli dan perfikir progresif, maka akan saya teruskan

Surodiro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti
Rahayu Rahayu Rahayu Sak Gung Dumdi.

sumber: Trit teman forsup Kaskus yang berilmu tinggi, sayang sedikit sempit pluralismenya

About these ads

18 comments on “Kalacakra Buddha Vajrayana dan kebatinan Jawa

  1. Perlu digaris bawahi disini, di awal artikel anda:

    “Tanpa ada maksud utk merendahkan/menghina, saya ingin men-share ….”

    Dengan menggunakan istilah, ‘dipaksa’ dan ‘agama arab’ dan ‘invasi agama arab’ anda telah merendahkan/menghina islam.

    Pertama: Tidak ada paksa memaksa dalam memeluk islam. Dalam penyebarannya islam diperkenalkan dengan cara yang disenangi rakyat, sehingga menimbulkan simpati, sukarela dan ikhlas memeluk islam. Kalau memang ada pemaksaan, takkan ada umat hindu di bromo sana. Islam tidak mengenal kasta, inilah yang membekas di hati rakyat kala itu.

    Kedua: anda tidak mengatakan islam tetapi agama arab, gaya menulis seperti ini jelas melecehkan.

    Tentu saja, tulisan anda ini ingin MENGADU DOMBA kerukunan umat islam, dan hindu. Karena masing2 penganut pasti membela habis2an agamanya.

    muslim dan hindu sudah hidup rukun, mohon jangan diadu domba.
    Lakum dinukum waliadin. Bagimu agamamu, bagiku agamaku.

    AGAR MUSLIM DAN HINDU TIDAK TERPROVOKASI OLEH artikel murahan karya orang yang tak jelas ini. mencantumkan namanya saja dia tidak berani.

    Kepada admin, mohon artikel yang bersifat mengadu domba antara satu agama dengan agama yang lain supaya disingkirkan saja.
    Trims…

    • saya rasa ini bukan mengadu domba, tapi mencoba unk mnggali kembali kebijaksanaan lokal yang telah terdistorsi, karena kehilangan sumber-sumber aslinya. Jika Anda mepersoalkan istilah “dipaksa”, saya dan Anda juga tidak tau bagaimana proses yg terjadi ketika islam masuk nusantara. istilah ‘agama arab” memang kenyataannya islam berasal dari arab dan lebih banyak hanya mengajarkan tradisi arab. (coba Anda simak kembali kisah Sabdo Palon Noyo Genggong)

      banyak sejarah nusantara ini yang “dibelokan” unk kepentingan golongan tertentu. AKHIRNYA SAYA KATAKAN TIDAK ADA YANG DISEBUT AGAMA BUDDHA, HINDU, ISLAM, KRISTEN & KATOLIK. YANG ADA ADALAH “MANUSIA” (MANUSSA=Bhs.SANSKERTA). MANA=PIKIRAN; USSA=LUHUR. JD JIKA PIKIRAN INI DIASAH SEDEMIKIAN RUPA AKAN MEMBAWA KELUHURAN BAGI MANUSIA ITU SENDIRI.

      HINDARI PERBUATAN YANG TIDAK SEHAT (TIDAK BAIK)
      PERBANYAK PERBUATAN YANG SEHAT (BAIK)
      SUCIKAN HATI & PIKIRAN
      INILAH AJARAN PARA BUDDHA

    • katanya siapa islam tidak memaksanakan kehendak,tuh contohnya di india para hindu yang tak mau pindah jadi islam di kuliti dan dipenggal……saya punya bukti banyak soal agama islam di dunia ini……jadi orang tuh ya belajar dulu jangan sok suci………..belajar dulu sebelum ngasih coment

  2. lanjut kang, generasi muda saat ini biar tau kearifan lokal

  3. nice artikel, mencari warisan leluhur Jawa yang hilang..sebuah mata rantai antara kejawen dengan Tantrayana :).

    salam,
    Jayasena Dipankhara

  4. apik tenant om, saya kira yang lagi nguri2 budaya abad ke-8 masehi sudah gak ada,,,
    kalau gak salah, ada sinkronisasi juga tentang kalachakra di tibet dihubungkan dengan ramalan kehancuran agama2 buddha di dunia, sehingga raja shamballa(Manhjuri) membuat kisah mistik di negaranya untuk membentengi Invansi kaum barbarian dengan bahasa dan agama yang tidak diketahuii,,,,
    untungnya di sana tradisi ini masih terjaga sampai sekarang sehingga kita bisa menikmati tetesan warisan leluhur dharmakirti dari pulau emas(sumatra dan jawa) melalui proses inisiasi gratisan yang bisa kita akses(lewat meditasi tertentu)…

  5. tolong di perbanyak ilmunya saudaraku, aku ingin menimba ilmu dari blog ini maturnuwun sanget.sembah maturnuwun.setelah sekian lama saya mencari ilmu kebathinan yang cocok cuma di blog ini.terima kasih.

  6. teruskan aja mas, soalnya udah banyak ajaran atau ilmu2 jawa yg terpalsukan, saya sendiri sangat gemar dengan ajaran ke jawen,tapi sekarang sudah bingung mau belajar yg asli di mana? banyak orang yg sok jadi ” tuwo/sepuh ” pada bermunculan yg ujung2nya cari duwit

  7. lha gitu, kalau ndak ada yang memberitahu siapa kami kenal tentang tantrayana ? fakta sejarah sering pahit untuk diterima. kita lihat saja (bahkan sebenarnya kita RASAKAN) telah terjadi Arabisasi di nusantara ini.
    Itu terjadi secara halus maupun kasar ! Kalau ada yang bilang tidak, jelas menutup mata kenyataan. Apa yang terjadi jika sekelompok orang mendirikan tempat ibadat. selain muslim ? Apa yang terjadi jika seorang Jawa mengatakan KULA NUWUN waktu masuk rumah seorang muslim, atau sebaliknya ? Pengalaman berbagai daerah menjadi sejarah yang tidak masuk dalam sejarah resmi negara ini. Nah, kalau hal-hal kecil diatas begitu maka faktanya TIDAK ANEH pula pada banyak ajaran (asli nusantara ) dibelokkan ! Dan TENTU telah lama terjadi, TAPI hanya orang tertentu yang tahu, termasuk anda ! Teruskan anda menuis agar kami2 menjadi tahu ! SELAMAT BERJUANG menegakan kebenaran budaya sendiri maupun sejarah bangsa. Rahayu dan MERDEKA !

  8. share yang selanjutnya .. kita menunggu..

  9. semoga ada lg beberapa pribadi yg berkenan memelihara budaya bangsa ini, spt dhawuh bung Karno ” berikan kepadaku beberapa pemuda, akan aku pindahkan gunung itu ketengah lautan, ini sama dengan sabda Tuhan Yesus ” Jika engkau memiliki iman sebiji sesawi, engkau mampu memindahkan gunung itu ketengah lautan”. Kita2 yg sdh tua ini tingal memelihara iman yg sdh kita dapatkan. tp para mudalah yg masih harus berjuang melawan kedzoliman dlm diri sendiri, utk menggapai iman yg kokoh. Salam Rahayu!

  10. Sangat diperlukan pengkajian asal mula sejarah.yang bener.sehingga dapat diambil manfaat sesungguhnya. Terima kasih pencerahanya…tak tunggu kajian yang lain. Nuwun
    Rahayua sagung dumadi…sadhu sadhu sadhu.

  11. seng jelas,sokmben podo2 matine,he eh rak…
    sng kleru kwi,sng ora iso milah antara agomo lan budoyo…lak nggih to kang…
    ora malah angger koq udak aduk ngono tah,,,aq faham kwi.ning nek nganggo nyatur agomo2 lyane kwi kleru,sbab agomo opo wae ora ngajarke,trmasuk hindu budha,ugi islam,,,
    malah budoyo nyang agomo yo tkan ndi wae parane ra tinemu mung dadi padudon ora liyo mung aran othak athik gathuk kwi mau, nggih ndoro kakung…

  12. seng jelas,sokmben podo2 matine,he eh rak…
    sng kleru kwi,sng ora iso milah antara agomo lan budoyo…lak nggih to kang…
    ora malah angger koq udak aduk ngono tah,,,aq faham kwi.ning nek nganggo nyatur agomo2 lyane kwi kleru,sbab agomo opo wae ora ngajarke,trmasuk hindu budha,ugi islam,,,
    malah budoyo nyang agomo yo tkan ndi wae parane ra tinemu mung dadi padudon ora liyo mung aran othak athik gathuk kwi mau, nggih ndoro kakung…lha wong tetembungan ki kno opo wae kok kang…opo wae,waton bener lan pener

  13. lanjutkan,.!!!!!!
    kmbalikan kebudayaan jawa yg asli,..
    salam rahayu,.

  14. yang aq tau,tidak ada yg sempurna.sgala yg klian ktahui pun,hanya myakini.
    bgitu jg mncela,sma sX tdk d ajarkan pd agama apapun.yg mmaksa ya yg fnatik,ato apapun tadi,

    kalo soal mantra,itu apapun bntuk bhasa qta dan yg qta maksudkan dri pada mantra,
    dtujukan untk mmohon apapun yg dmaksudkan.

    dan mencela itu entah asalnya ajaran dr mana,,,
    bhasa dan maksud kwi bebas.individu,meh melu yo meluo.

    RUKUN KWI LUWIH PANTES

    tujuannya adlah sama,menyembah yg maha SUCI.
    klo bingung,y g usah ngasto agomo.

  15. yang aq tau,tidak ada yg sempurna.sgala yg klian ktahui pun,hanya myakini.
    bgitu jg mncela,sma sX tdk d ajarkan pd agama apapun.yg mmaksa ya yg fnatik,ato apapun tadi,

    kalo soal mantra,itu apapun bntuk bhasa qta dan yg qta maksudkan dri pada mantra,
    dtujukan untk mmohon apapun yg dmaksudkan.

    dan mencela itu entah asalnya ajaran dr mana,,,
    bhasa dan maksud kwi bebas.individu,meh melu yo meluo.
    RUKUN KWI LWIH PANTES.
    tujuannya adlah sama,menyembah yg maha SUCI. ( @ )
    klo bingung,y g usah ngasto agomo.

  16. tolong gan di kupas tentang ke ilmuaan sepi angin.
    mamtra yg asli.
    atau gumbolo geni yg asli tanpa di kontaminasi oleh ajaran lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.974 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: