Tinggalkan komentar

Ringkasan Hasil Survey Situs Gunung Padang – Cianjur, oleh Tim Arkeologi.

Bambang Illustrious Master Heda

Ringkasan Survey Situs Gunung Padang – Cianjur,

oleh Tim Arkeologi.

1. Situs Gunung Padang di Cianjur ditemukan pertama kali tahun 1914 dan segera dilaporkan oleh N.J. Krom. Ia menulis bahwa situs ini terdiri atas 4 (empat) teras/undakan.

2. Setelah lama tidak ditindaklanjuti, situs ini kembali dilaporkan oleh masyarakat pada tahun 1979 yang menduga ada peninggalan purbakala di Gunung Padang. Puslit Arkenas segera mengirim tim dan setelah itu melakukan sejumlah ekskavasi. Penelitian berhasil mengidentifikasi bangunan punden berundak itu terdiri atas 5 (lima) teras/undakan.

3. Penelitian oleh Puslit Arkenas dan Balai Arkeologi Bandung tahun 1980, 1982, 2002, 2004, 2005 umumnya fokus pada kelima teras/undakan yang memanjang dari utara ke selatan. Kesimpulannya: di atas sebuah bukit yg disebut Gunung Padang terdapat
Tim Terpadu Penelitian Mandiri yang mulai meneliti tanggal 15 mei 2012 menemukan struktur atau bagian bangunan yang spektakuler. Tim ini lebih fokus untuk meneliti di luar teras 1 sampai 5. Hasilnya: ditemukan banyak struktur di barat dan timur situs ini.

4. Survey arkeologi di sisi timur menghasilkan temuan yang cukup mencengangkan. Tim peneliti menemukan tumpukan batu yang selama ini tertutup tanah bahkan dipenuhi semak belukar dan pepohonan. Berdasarkan hasil identifikasi, tumpukan batu tersebut jelas merupakan susunan batu yang sengaja dibuat oleh manusia (manmade).

5. Susunan batu di sisi timur berupa teras batu (terasering), yakni sejenis konstruksi bangunan untuk mencegah kelongsoran. Masing-masing teras umumnya berukuran tinggi 2 m dengan jarak antar teras juga sekitar 2 m. Panjang sisi miring terasering tersebut mencapai lebih dari 200 m. Oleh karena itu sedikitnya terdapat 100 tingkatan!

6. Survey di sisi barat juga menemukan teras batu (terasering), namun banyak yang hancur dan sebagian masih tertutup semak. Survey di bagian utara yang selama ini dianggap hanya terdapat tangga batu selebar 1,5 meter juga menemukan beberapa terasering.

7. Dengan demikian bangunan yang selama ini dianggap hanya terdapat pada utara sampai selatan ternyata mempunyai sisi timur dan barat. Luas bangunan dari utara ke selatan mencapai sekitar 4.000 m2. Dengan adanya sisi timur dan barat maka bangunan di situs ini dapat mencapai minimal 250.000 m atau 25 hektar (sebagai perbandingan, Candi Borobudur luasnya 15.129 m2 atau 1,5 hektar).
Terasering merupakan konstruksi bangunan yang digunakan sebagai penyangga bangunan yang dibuat di sebuah bukit/gunung. Contoh bangunan yang menggunakan konstruksi terasering untuk bagian sisi dari bangunan adalah Machu Picchu di Peru.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.973 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: