1 Komentar

Situs Kuno “Gunung Padang Majenang” Perlu Dikonservasi

25 Agustus 2008 | 19:26 wib

 Situs Kuno Gunung Padang Perlu Dikonservasi
Ternyata, tak hanya di Cianjur, Jawa Barat ada Situs megalitikum Purba, di Majenang Cilacap, Jawa Tengah juga ada lho. ini foto dan beritanya (AYS)
Majenang, CyberNews. Situs kuno di GUnung Padang, Desa Salebu, Kecamatan Majenang perlu diselamatkan. Penyelamatan cagar-cagar budaya ini bisa dilakukan dengan mengkonservasi dan merehabilitasi bangunannya. Hal ini sangat penting, sebab peninggalan zaman nenek moyang tersebut merupakan aset budaya yang sangat berharga.”Situs ini perlu diselamatkan, kalau perlu direhabilitasi lagi supaya bisa dilihat bentuk asli bangunannya,” kata tokoh masyarakat Majenang, M Kholiq, Senin. Pasalnya, beberapa bagian dari situs hampir runtuh karena longsor serta tertutup tanah dan tanaman liar di hutan.Dari bekas-bekas reruntuhan, bisa diketahui adanya konstruksi lain yang telah rusak. Diantaranya bekas undak-undakan (tangga) yang diduga sebagai akses masuk menuju situs. Bahkan, dia menduga adanya pelataran (semacam balkon) sebagai tempat menyepi Ki Hajar Sakti, sang pendiri situs.”Dulu malah pernah ada semacam tugu batu (<I>menhir<P>) dan balok batu sebesar dipan di lokasi ini,” kata Ganda, juru kunci situs. Namun, batu tersebut diduga hilang tertimbun longsoran tanah. Menurutnya, warga setempat bersedia jika diajak bekerja bakti untuk membersihkan bangunan tersebut.

Apabila bangunan bersejarah ini dapat dikembalikan bentuknya ke wujud semula, maka akan menjadi aset wisata budaya. Dengan demikian, situs tersebut akan bermanfaat seperti halnya candi Borobudur, Prambanan, atau candi-candi lainnya.

Terlebih jika pemerintah bersedia menyediakan fasilitas di sekitarnya. Diantaranya akses masuk, fasilitas wisata, perpusatakaan, atau catatan bersejarah terkait penemuan situs. Hal ini bisa membantu menambah pendapatan daerah melalui sektor wisata.

Dia mengungkapkan, selain situs Gunung Padang yang terdiri dari balok-balok bebatuan yang tersusun rapi, masih ada peninggalan dan lokasi menarik lain di sekitarnya. Diantaranya, makam Ki Hajar Sakti dan beberapa pengikutnya yang berada di puncak situs.

Adapula semacam gua yang berlokasi tak jauh di tempat semula. Gua tersebut mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat, sehingga tak ada seorangpun yang berani memasukinya, termasuk Ganda sendiri. Budayawan muda Majenang, Hizi Firmansyah menambahkan, situs tersebut harus menjadi tanggung jawab bersama. Terutama dinas kebudayaan untuk melestarikan dan memanfaatkannya. Alasannya, peninggalan ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat di sekitarnya.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi situs yang terlihat rusak. Kalau dibiarkan terus, situs budaya akan punah karena tak terawat,” katanya. Jika sampai punah, maka akan kehilangan sumber sejarah yang seharusnya dapat dipelajari untuk memperkaya budaya.

( Khalid Yogi / CN08 http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2008/08/25/12455/Situs-Kuno-Gunung-Padang-Perlu-Dikonservasi

Arfi Bambani Amri,  Robbi (Cilacap-Banyumas) | Jum’at, 25 Mei 2012, 15:26 WIB

VIVAnews - Di sebuah pegunungan di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Cilacap, ditemukan pula sebuah situs kuno yang juga disebut warga sekitar sebagai Gunung Padang. Situs megalitikum ini menampilkan struktur balok-balok batu segi empat, segi lima dan segi enam yang rebah ke arah timur.

Panjang rata-rata balok batu ini tiga sampai empat meter, tersusun sampai ketinggian 30 meter, lebar 15 meter dan panjang 20 meter.
Di sisi sebelah barat terdapat sebuah makam yang menurut warga sekitar adalah pembuat situs dan konon masih trah keturunan Kerajaan Pajajaran.

Di sebelah kiri dan kanan situs ini terdapat masing-masing gua. Juru kunci situs, Suganda, menyebut, gua sebelah kanan mengeluarkan wangi harum, sementara yang di sebelah kiri berbau amis. Gua-gua ini menjadi sasaran pertama atau peziarah belakangan ini ramai berkunjung.

Untuk menuju ke lokasi situs Gunung Padang dari Ibukota Kecamatan Majenang butuh waktu empat jam menuju ke desa terakhir yaitu Desa Cibeunying. Selanjutnya dari desa terahir menuju ke lokasi situs yang terletak di Desa Salebu harus berjalan kaki selama satu jam melintasi hutan.

Sementara itu, Hizi Firmansyah, seorang pemerhati lingkungan dan benda cagar budaya, mengaku sangat prihatin dengan kondisi situs Gunung Padang. Menurutnya, kondisinya sangat rusak dan tidak terawat. Hingga saat ini belum pernah ada perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan perhatian terhadap situs yang memiliki nilai sejarah yang tinggi ini.

Penyadaran Masyarakat

Sebelum semakin rusak parah, perlu ada penyadaran terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar situs untuk melakukan perhatian dan mulai menjaga dan merawat benda bersejarah tersebut. Selain warga, juga perlu ada campur tangan pemerintah daerah melalui dinas pariwisata untuk melakukan upaya terhadap benda purbakala yang jika dikelola dengan baik akan menjadi potensi pariwisata yang menarik.

Penemuan Gunung Padang di Majenang ini sendiri sudah sejak beberapa tahun lalu. Harian lokal Jawa Tengah, Suara Merdeka, menyatakan, situs ini terungkap pada 2008 lalu, di kawasan yang sebelumnya dianggap keramat oleh warga setempat.

Kini temuan Gunung Padang di Majenang ini jadi hangat lagi diperbincangkan menyusul terungkapnya sejumlah fakta baru mengenai Gunung Padang di Cianjur.

Temuan terbaru dari tim riset yang dikomandoi Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, menemukan fakta situs Gunung Padang adalah struktur yang dibuat manusia menyerupai punden berundak-undak, dengan usia pembangunan minimal 6.000 tahun yang lalu. (ren)

© VIVAnews

About these ads

One comment on “Situs Kuno “Gunung Padang Majenang” Perlu Dikonservasi

  1. Di daerah sekitar gunung PAdang di Salebu Majenang ada air terjun namanya Curug Bandung. Di sekitar lokasi curug itu dulu dijumpai batu alam hitam dengan cekungan berbentuk kaki manusia.. Entah sekarang masih ada atau tidak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.977 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: