34 Komentar

Ternyata Penemu Benua Amerika Bukan Christopher Colombus!

Ternyata Penemu Benua Amerika Bukan Christopher Colombus!

File:The Americas satellite map.jpgSelama ribuan tahun, selalu dipersepsikan bahwa penemu Benua Amerika adalah Christopher Colombus pada 12 Oktober 1492. Menurut versi tersebut, ketika pertama kali menginjakkkan kakinya di daratan, dia menyangka mendarat di semenanjung Hindia, sehingga penduduk aslinya disebut ”Indian”.Tapi menurut versi lain, penelitian ulang yang dilakukan oleh beberapa peneliti Barat, atau penelitian dari sumber-sumber tertulis dari kalangan Muslim, ilmuan Muslim, ditemukan data-data baru bahwa Benua Amerika telah ditemukan oleh penjelajah Muslim 603 tahun sebelum Colombus menginjakkan kakinya di benua Amerika.

Literatur yang menerangkan bahwa penjelajah Muslim sudah datang ke Amerika sebelum Colombus, antara lain pakar sejarah dan geografer Abul Hassan Ali Ibnu al-Hussain al-Masudi (871-957M). Dalam bukunya Muruj Adh-Dhahabwa Maad al-Jawhar (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels / Hamparan Emas dan tambang Permata), al-Masudi telah menuliskan bahwa Khaskhas Ibnu Sa’ied Ibn Aswad, seorang penjelajah Muslim dari Cordova, Spanyol, berhasil mencapai benua Amerika pada 889M.

Al-masudi menjelaskan, semasa pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912M) di Andalusia, Khaskhas berlayar dari Pelabuhan Delbra (Palos) pada 889, menyeberangi lautan Atlantik hingga mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul). Sekembalinya dari benua asing tersebut, dia membawa pulang barang-barang yang menakjubkan, yang diduga berasal dari benua baru yang kemudian berama Amerika.

Sejak itulah, pelayaran menembus Samudera Atlantik yang saat itu dikenal sebagai ”lautan yang gelap dan berkabut”, semakin sering dilakukan oleh pedagang dan penjelajah Muslim. Literatur yang paling populer adalah essay Dr. Yossef Mroueh dalam Prepatory Committe for International Festivals to Celebrate the Millenium of the Muslims Arrival to the America tahun 1996. Dalam essay berjudul Precolumbian Muslims in America (Muslim di Amerika Pra Colombus), Dr. Mroueh menunjukkan sejumlah fakta bahwa Muslimin dari Anadalusia dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Colombus.

Pada pertengahan abad ke-10, pada masa pemerintahan Bani Umayyah Andalusia: Khalifah Abdurrahman III (929-961M), kaum Muslimin dari Afrika berlayar ke arah barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol menembus “samudera yang gelap dan berkabut”. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang “tak dikenal dan aneh”. Dalam pelayaran itu, ada sejumlah kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu. Mereka inilah imigran Muslim gelombang pertama yang tiba di Amerika.

Masih menurut Dr. Mroueh, berdasarkan catatan sejarawan Abu Bakr Ibnu Umar al-Gutiyya, yang hidup pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam II (976-1009) di Andalusia, penjelajah dari Granada bernama Muhammad Ibnu Farrukh meninggalkan pelabuhan Kadesh, Februari 999. M.Farrukh melintasi Lautan Atlantik, mendarat di Gando (Kepulauan canary) dan berkunjung pada Raja Guanariga. Ia melanjutkan pelayaran ke arah barat, melihat dua pulau dan menamakannya dengan Cpraria serta Pluitana. Ia kembali ke Andalusia Mei 999 M.

Al-Syarif al-Idrisi (1099-1166), pakar Geografi dan ahli pembuata peta, dalam bukunya Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq (Ekskursi dari yang rindu mengharungi Ufuk) menulis, sekelompok pelaut Muslim dari Afrika Utara berlayar mengharungi samudera yang gelap dan berkabut. Ekspedisi yang berangkat dari Lisbon (Portugal) ini, dimaksudkan untuk mendapatkan jawaban apa yang ada di balik samudera itu ?, berapa luasnya dan dimana batasnya?, Merekapun menemukan daratan yang penghuninya bercocok tanam.

Pelayaran melintasi samudera Atlantik dari Maroko juga dicatat oleh penjelajah Shaikh Sayn-eddin Ali bin Fadhel al-Mazandarani. Kapalnya melepas jangkar dari pelabuhan Tarfay di Maroko pada masa Sultan Abu Yacoob Sidi Yossef (1286-1307M), penguasa keenam Kekhalifahan Marinid. Rombongan ekspedisi ini mendarat di Pulau Green di Laut Karibia pada 1291. menurut Dr. Mroueh, catatan perjalanan pelaut Maroko ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuan Islam pada era sesudahnya.

Sultan-sultan dari Kerajaan Mali di Afrika Barat yang beribukota Timbuktu, juga melakukan penjelajahan hingga mendarat di benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl al-Murai (1300-1384), menulis catatan tentang geografi Timbuktu, yang waktu itu ternyata telah menjadi kota pusat peradaban dan cukup maju di Afrika Barat.

Ekspedisi laut yang berawal dari Timbuktu, antara lain dilakukan oleh Sultan Abu Bakari I (1285-1312M) yang merupakan saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337M0. Sultan Abu Bakar I melakukan dua kali ekspedisi menembus Lautan Atlantik dan mendarat di Amerika. Bahkan, penguasa Afrika Barat ini sempat menyusuri sungai Missisippi, dan mencapai pedalaman Afrika Tengah antara tahun 1309-1312. Selama berada di benua baru ini, para eksplorer ini tetap berkomunikasi dengan bahasa Arab dengan penduduk setempat. Dua abad kemudian tepatnya tahun 1513, penemuan benua Amerika ini diabadikan dalam peta berwarna yang disebut Piri Re’isi. Peta ini dipersembahkan kepada Khalifah Ottoman, Sultan Selim I, tahun 1517 di Turki. Peta ini berii informasi akurat tentang belahan bumi bahagian barat, Amerika Selatan, dan pesisir pantai Brasil. Piri sendiri sebenarnya merupakan nama seorang pejabat laut sekaligus pembuat peta kerajaan Turki Utsmani, yang berbakti pada kerajaan Turki Utsmanimasa pemerintahan Sultan Salim (1512-1520) sampai pemerintahan Sultan Sulaiman al-Qanuny (1520-1566). Gelaran ”Reis” (berasal dari bahasa Arab Raais, yang berarti panglima atau Pimpinan), diberikan pada Piri setelah yang bersangkutan memenangkan peperangan laut melawan Bendeqia.

Peta Piri Reis yang bertarikh 1513 M itu disimpan di Tobco Serai/Top Kopi, dan kemudian pada tahun 1929, dikaji ulang oleh seorang orientalkis Jerman Prof. Paul Kalhe yang membentangkannya dalam Kongres Kajian Oriental di Leiden pada 1931. Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Turki mengabadikannya menjadi perangko Peta Piri Reis itu

D. MUSLIM SEBAGAI PENEMU AMERIKA : Sumber-sumber dan Perspektif Barat :

Pertama, dalam bukunya Saga America (New York, 1980), Dr. Barry Fell, arkeolog dan ahli bahasa berkebangsaan Selandia Baru jebolan Harvard University menunjukan bukti-bukti detail bahwa berabad-abad sebelum Colombus, telah bermukim kaum Muslimin dari Afrika Utara dan Barat di beua Amerika. Tak heran jika bahasa masyarakat Indian Pima dan Algonquain memiliki beberapa kosakata yang berasal dari bahasa Arab.

Di negara bahagian Inyo dan California, Dr. Barry menemukan beberapa kaligrafi Islam yang ditulis dalam bahasa Arab salah satunya bertuliskan ”Yesus bin Maria” yang artinya ”Isa anak Maria”. Kaligrafi ini dapat dipastikan datang dari ajaran Islam yang hanya mengakui nabi Isa sebagai anak manusia dan bukan anak Tuhan. Dr. Barry menyatakan bahwa usia kaligrafi ini beberapa abad lebih tua dari usia Negara Amerika Serikat. Bahkan lebih lanjut, Dr. Barry menemukan reruntuhan, sisa-sisa peralatan, tulisan, digram, dan beberapa ilustrasi pada bebatuan untuk keperluan pendidikan di Sekolah Islam. Tulisan, diagram dan ilustrasi ini merupakan mata p[elajaran matematika, sejarah, geografi, astronomi dan navigasi laut. Semuanya ditulis dalam tulisan Arab Kufi dari Afrika Utara.

Penemuan sisa-sisa sekolah Islam ini ditemukan dibeberapa lokasi seperti di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon Washoe, Hickison Summit Pas (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana). Sekolah-sekolah Islam ini diperkirakan berfungsi pada tahun 700-800 M. Keterangan yang sama juga ditulis olh Donald Cyr dalam bukunya yang berjudul Exploring Rock Art (Satna barbara, 1989).

Kedua, dalam bukunya Africa and the Discovery of America (1920), pakar sejarah dari Harvard University, Loe Weiner, menulis bahwa Colombus sendiri sebenarnya juga mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar di Karibia, Amerika Utara, Tengah dan Selatan, termasuk Canada. Tapi tak seperti Colombus yang ingin menguasai dan memperbudak penduduk asli Amerika, umat Islam datang untuk berdagang, berasimilasi dan melakukan perkawinan dengan orang-orang India suku Iroquis dan Algonquin. Colombus juga mengakui, dalam pelayaran antara gibara dan Pantai Kuba, 21 Oktober 1492, ia melihat masjid berdiri diatas bukit dengan indahnya. Saat ini, reruntuhan masjid-masjid itu telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Ketiga, John Boyd Thacher dalam, bukunya Christopher Colombus yang terbit di New York, 1950, menunjukkan bahwa Colombus telah menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika sedang berlayar di dekat Cibara, bahagian tenggara pantai Cuba, ia menyaksikan mesjid di atas puncak bukit yang indah. Sementara itu , dalam rangkaian penelitian antropologis, para antropolog dan arkeolog memang menemukan reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta ayat-ayat al-Qur’an di Cuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Keempat, Clyde Ahmad Winters dalam bukunya Islam in Early North and South America, yang diterbitkan penerbit Al-Ittihad, Juli 1977, halaman 60 menyebutkan, para antropo0log yang melakukan penelitian telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Psasasti itu menerangkan bahwa imigran Muslim pertama tersebut juga membawa gajah dari Afrika.

Sedangkan Ivan Van Sertima, yang dikenal karena karyanya They Came Before Colombus, menemukan kemiripan arsitrektur bangunan penduduk asli Amerika dengan kaum Muslim Afrika. Sedang dalam bukunya yang lain African Presence in Early America, juga menegaskan tentang telah adanya pemukiman Muslim Africa sebelum kehadiran Colombus di Amerika.

Kelima, ahli sejarah Jerman, Alexander Von Wuthenan juga memberikan bukti bahwa orang-orang Islam sudah berada di Amerika tahun 300-900 M. Artinya, umat Islam sudah ada di Amertika, paling tidak setengah abad sebelum Colombus lahir. Bukti berupa ukiran kayu berbentuk kepala manusia yang mirip dengan orang Arab diperkirakan dipahat tahun 300 dan 900 M. Beberapa ukiran kayu lainnya diambil gambarnya dan diteliti, ternyata memiliki kemiripan dengan orang Mesir.

Keenam, salah satu buku karya Gavin Menzies, seorang bekas pelaut yang menerbitkan hasil penelusurannya, menemukan peta empat pulau di Karibia yang dibuat pada tahun 1424 dan ditandatangani oleh Zuanne Pissigano, kartografer dari Venezia, yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Peta ini berarti dibuat 68 tahun sebelum Colombus mendarat di Amerika. Dua pulau pada peta ini kemudian diidentifikasi sebagai Puertorico dan Guadalupe.

Henry Ford dalam bukunya The Complete International Jew, terdapat cuplikan yang menjelaskan bagaimana kondisi riil Umat Islam pada akhir kekuasaan Islam di Spanyol, yang mengalami penyiksaan yang sangat luar biasa, dan bagaimana dari penyiksaan tersebut akhirnya ada yang melarikan diri bersama rombongan Colombus ke Amerika. Dalam buku tersebut dapat disarikan sebagai berikut :

Perjalanan Colombus dimulai 3 Agustus 1492, sehari setelah jatuhnya Granada, benteng terakhir umat Islam di Spanyol. Dalam pertarungan hidup-mati itu, 300 ribu orang Yahudi diusir dari Spanyol oleh raja Ferdinand yang Kristen. Selanjutnya, dalam buku tersebut dikisahkan bagaimana perjuangan penggalanagan dana oleh kaum Yaahudi untuk mendukung perjalanan Colombus dan pada hakekatnya juga pelayaran bagi pelarian Yahudi Spanyol ke Amerika. Tapi ada bahagian informasi yang sengaja tidak dipublikasikan, yakni bahwa Colombus membawa dua kapal, yakni kapal Pinta dan Nina. Kedua kapal ini dibantu oleh nakhoda Muslim bersaudara. Martin Alonso Pinzon menakhodai kapal Pinta, dan Vicente Yanex Pinzon menakhodai kapal Nina. Keduanya menggunakan Spanyol namun keduanya sebenarnya masih keluarga Sultan Maroko Abu Zayan Muhammad III (1362-1366) yang menguasai kekhalifahan Marinid (1196-1465). Informasi tersebut juga ditemukan dalam buku karya John Boyd Thacher, Christopher Colombus, New York, 1950.

MUSLIM SEBAGAI PENEMU AMERIKA : HASIL PENGAMATAN LAPANGAN DAN PERSPEKTIF SUKU-SUKU INDIAN AMERIKA (CHEROKEE)

Hari ini, kalau kita membuka peta Amerika paling mutakhir buatan Rand McNally dan mencermati nama-nama tempat. Hampir di semua bagian benua ini akan ditemukan jejak-jejak umat Islam jauh sebelum Colombus. Di tengah kota Los Angeles misalnya, terdapat kawasan Alhambra, teluk El-Morro dan al-Amitos serta nama-nama kawasan seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Al-Cazar, Alameda, Alomar, al-Mansor, Almar, Alva, Amber, Azuredan La Habra.

Di bahagian tengah Amerika, dari selatan hingga Illionis terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon dan Tullahoma. Di negara bagian Washington ada kota Salem. Di Karibia (berasal dari bahasa Arab Qariiban) dan Amerika Tengah terdapat kawasan bernama Jamaika, Pulau Cuba (dari kata Quba) dengan ibukotanya Havana (dari La-Habana). Juga nama-nama pulau Grenada, Barbados, Bahama dan Nassau.

Di Amerika Selatan terdapat nama kota seperti Cordova (di Argentinma), Al-Cantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Selanjutnya , ada nama-nama pegunungan seperti Appalachian (Afala-che) di pantai timur dan pegunungan Absarooka (Abshaaruka) di pantai barat. Kota besar di negara bagian Ohio yang terletak di muara sungai Wabash yang panjang dan meliuk-liuk bernama Toledo, nama Universitas Islam ternama pada masa kejayaan Islam di Andalusia.

Menurut Dr. Youssef Mroueh, hari ini di Amerika Utara terdapat 565 nama tempat, baik nergara bagian, kota, sungai, gunung, danau dan desa yang diambil dari nama Islamatau nama dengan akar kata dari bahasa Arab. Selebihnya, sebanyak 484 nama terdapat di Amerika Serikat dan 81 di Kanada. Nama-nama ini diberikan oleh penduduk asli yang telah ada sebelum Colombus menginjakkan kaninya di Amerika.

Dr. A. Zahoor juga menulis bahwa nama negara bagaian seperti Alabama berasal dari kata Allah Bamya. Nama negara bagian Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah dan Tenesse dari Tanasuh. Demikian njuga nama kota besar seperti Tallahassee di Florida, berasal dari bahasa Arab yang artinya ”Allah akan menganugerahkan sesuatu dikemudian hari”.

Dr. Mroueh juga menulis, beberapa nama yang dicatatnya merupakan nama kota suci seperti Mecca di Indiana. Medina merupakan nama paling populer di Amerika. Medina terdapat di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota. Medina di Ohio, Medina di Tenesse. Medina di Texas dengan penduduk 26 ribu jiwa. Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illionis, Moda di Utah dan Arva di Ontario Canada.

Ketika Colombus mendarat di kepulauan Bahama, 12 Oktober 1492, pulau itu sudah diberi nama Guanahani oleh penduduknya. Guanahani berasal dari kata Arab ikhwana (saudara), kemudian dibawa ke bahasa Mandika (kerajaan Islam di barat Afrika) yang berarti ”tempat keluarga Hani bersaudara”. Tapi kemudian Colombus secara ”seenaknya” memberinya nama San Salvador, dan merampas pulau ini dari pemilik awalnya.

Hari ini, seandainya kita mengunjungi Washington, dan sempat mengunjungi Perpustakaan Kongres (Library of Congress), dan meminta arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan Suku Indian Cherokee, salah satu suku terkemuka Indian, tahun 1787. Di arsip tersebut secara fakta akan ditemukan tandatangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama Abdel Khak and Muhammad Ibn Abdullah. Nama suku Cherokee sendiri diperkirakan berasal dari bahasa Arab Sharkee

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam bidang perdagangan dan pemerintahan suku yang ternyata didasarkan pada hukum Islam. Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian wanita suku Cherokee yang menutrup aurat, sedangkan kaum lelakinya memakai turban (sorban) dan gamis hingga sebatas lutut.

Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku Cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya secara perlahan punah atau dipunahkan dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadhan Ibn Wati.

Mengenai aksara Cherokee yang kemudian diteliti, digali dan dihidupkan kembali oleh seorang tokoh Cherokee modern bernama Sequoyah, adalah terdapatnya kemiripan antara aksara Cherokee yang disebut Syllabari dengan aksara Arab . Bahkan beberapa pahatan peninggalan lama Cherokee di Nevada, ternyata mempunyai kemiripan dengan aksara Arab.

Yang lebih mengherankan adalah, ternyata keterkaitan Islam/Arab tidak hanya dengan Suku Cherokke, tapi juga dengan suku-suku Indian lainnya, seperti Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu dan Zuni. Beberapa kepala suku Indian juga mengenakkan tutup kepala khas corang Islam. Misalnya kepala suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago dan Yuchi. Hal ini dibuktikan pada foto-foto antara tahun 1835 hingga 1870.

ref: nahimunkar.com
About these ads

34 comments on “Ternyata Penemu Benua Amerika Bukan Christopher Colombus!

  1. Wah, keren nih artikelnya, nambah pengetahuan dan wawasan,

  2. Jadi bukan Colombus ya ? kenapa yang terkenal malah Colombus ya ?

  3. Berarti Clombus datang ke Amerika bukan untuk berdamai dengan penduduk yang sudah muslim yang selama ini ditututupi.

  4. apa artikel ini sudah diakui oleh dunia……………???????????????

  5. Ini adalah penelitian sejarah yang prestisius dan layak untuk dipublikasikan kepada publik.

    Hanya semata-mata untuk kepentingan sejarah dan riset.
    Trima-kasih

  6. Assalamualaikum,
    sejarah itu tergantung versi si pembuat sejarah, siapa yang mempublikasikan bahwa colombus adalah ‘penemu benua amerika?’ tentunya orang amerika, “” bila si pembuat sejarah orang jawa(maaf, misalnya) akan dipublikasikan bahwa penemunya “paijo” )””,
    sekarang 2012, bila kita berhitung dengan cermat memang sudah waktunya hal-hal yang ditutup-tutupi akan terkuak semua, bagaimanapun kebenaran itu disembunyikan, Allah sudah pasti memberi jalan untuk memunculkan kebenaran itu.
    *** tidak perlu pengakuan dunia karena dunia hanya sementara, yang terpenting kejujuran kita, karena akhirat lah yang kekal, jadi perbanyaklah saldo tabungan akhirat anda.***
    Iman anda yang akan menjawab kebenaran artikel ini….
    Wassalamualaikum

    • assalam…benar yang sdri katakan…. seperti telah dijanjikan oleh Allih dalam surat Al;Asr dimana Alloh menjelaskan bahwa Demi waktu, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. Pada akhir surat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapatkan kebenaran. Subhanalloh…. tak sedikitpun meleset apa yang diungkapkan Alloh bahwa pada kaum kafir ini akan selalu menyembunyikan kebenaran di depanmu semata-mata untuk menghancurkanmu…….

      Tidak berlebihan kiranya jika artikel ini menjadi pemicu kita untuk lebih menggali dan menunjukkan bahwa Islam adalah jalan yang paling benar dan umatnya memiliki banyak keunggulan. Bukan lagi saat kita berpecahbelah mempermasalahkan perbedaan waktu puasa, tata cara sholat dsb. Akan jauh bermanfaat kalau kita bisa menjalankan perintah Alloh untuk berfikir agar kita mengetahui tanda-tanda kebesaran Alloh dimna Alloh mengatakan “Dan diantara penciptaan langit dan bumi,. siang dan malam, terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh bagi orang yang berfikir….. Yitu orang yang berdiri, duduk atau berbaring sembari memikirkan penciptaanNya…. Sungguh Alloh maha kuasa, maha Bijaksana.

  7. Syalom….. Menurut saya penemu benua Amerika Colombus tidak salah dan bukan di tutup tutupi namun saat orang muslim yang menemukan tidak perkenalkan ke dunia internasional namun saat colombus datang Ia langsung memperkenalkannya ke dunia internasional dan bukan sengaja untuk di tutup tutupi

    • Tidak salah juga asumsi tersebut…. Pastinya kekalahan Kristiani pada Perang Salib I telah membuat umat Kristen mengalami syok yang sangat berat. Dengan semangat bersahabat, kaum muslim menerima umat kristiani untuk hidup berdampingan. saat itu tidak sedikit pelajar kristen menuntut ilmu di pusat-pusat ilmu kaum muslimin muali dari cordoba, mesir, dan berbagai tempat lainnya.

      Sayangnya, umat muslim lengah (padahal Alloh sudah dengan terang menyebutkan dalam AlQur’an untuk mewaspadai kaum kafir) dimana setelah mereka memiliki kekuatan untuk membalas kehancurannya pada perang salib I, setelah mereka mendapatkan banyak ilmu dan kedudukan (di semua tempat yang ditaklukkan Islam, penguasa lama tidak disingkirkan, tidak dibunuh. panglima Muslim hanya menaklukkan suatu wilayah untuk diislamkan dan tidak dikuasi secara keji seperti penaklukan para kaum kafir) Kamu kafir kisten membalas dendam dan terjadilah perang Salib II. oleh karena umat Muslim lengah, muslim mengalami kekalahan yang luar biasa.

      Rupanya kaum kafir Kristen memiliki sifat kejam yang luar biasa (sudah di nash dalam AlQur’an bahwa kafir akan berusaha menghancurkan muslim sehancur-hancurnya, tapi Alloh akan tetap melindungi kaum muslim dari kekejaman kaum kafir/Kristen) sehingga mereka berusaha menghancurkan apapun yang ada kaitanya dengan Islam. Tidak terkecuali Kitab Ilmu pengetahuan yang semuanya bersumber dari imuwan muslim dimusnahkan. Jikapun masih ada, maka nama dari ilmuwan muslim tersbeut diganti dengan nama-nama Barat agar generasi penerus mengenal bahwa ilmuwan barat yang hebat. banyak contoh ilmuwan muslim yang diganti namanya mereka adalah Bapak Ilmu pengetahunan dunia yang sengaja “ditenggelamkan” oleh kaum kafir kristen.

      Sedikit ulasan ini semoga menjadi bahan refleksi bahwa ada jalan yang sangat lurus dimana meskipun banyak orang yang berusaha membelokkan jalan itu, niscaya mereka tidak akan mampu karena jalan inilah satu-satunya jalan yang dijaga oleh pemilik semesta. Jalan itu adalah Islam/Assalam/Muslim/Berserah.

      Jika masih ragu dengan jalan ini, perlahan marilah kita belajar tentang berbagai fenomena yang terjadi di dunia ini dimana semuanya sudah dijelaskan secara gamblang dalam kitab Suci AlQur’an mulai dari terbentuknya alam, bumi, manusia, serta berbagai dan bahkan semua kejadian di jagad ini dan tidak ada satupun yang bertentangan dengannya. Adakah kitab suci agama lain mencantumkan kompleksitas seperti hanya AlQur’an. Jika tidak, pantaskah kita suci itu menjadi pedoman hidup ?

      Subhanalloh… sungguh tiada dzat yang layak, patut, dan harus disembah kecuali engkau ya Alloh Robbul Alamin…. (Ya Alloh, hamba mohon keridoanMu atas tulisan ini. Jika tulisan ini salah, hamba mohon ampunilah hambamu yang penuh dengan khilaf ini… Amin….)

  8. halah3.. msok se?

  9. ak seh g tw, mungkin aj, tp bnyk yg blng gt…..

  10. [...] Ternyata Penemu Benua Amerika Bukan Christopher Colombus! [...]

  11. salut kepada penulis, bukannya ditutupi tetapi orang muslim selalu rendah hati

  12. apa artikel,,, orang di dunia sudah mengetahui ???

  13. yang pro dengan tulisan ini alhamdulillah… yang kontra dengan tulisan ini astaghfirullah klo memang yang kontra dengan tulisan ini bisa protes coba buat satu tulisan berdasarkan analisis antum dan anti ssendiri!…. trus pertanggung jawabkan tulisannya!

  14. tidak terbayangkan sejarah yang telah lalu, kita takkan pernah tahu rahasia Allah

  15. Luar biasa. dari penjelajahan saya yang sudah berlayar kesana kemari untuk menemukan jawaban tentang siapa penemu benua amerika yang sekarang menjadi salah satu benua yang hebat didunia ini.

    Ada pertanyaan dari saya yang perlu dijawab orang diseluruh dunia: BENUA AMERIKA MEMILIKI SISI YANG SANGAT LUAS!! “BUKAN MENEMUKAN LUBANG SEMUT” BAGAIMANA BISA DIAKUI KALAU “X” ADALAH ORANG YANG SINGGAH PERTAMA KALI.

  16. TEMAN TEMAN SEHARUSNYA KITA BANGGA MENJADI MUSLIM SEJATI… TERNYA DAN TERBUKTI BAHWASANYA PENEMU NEGARA AMERIKA ADALAH PARA ILMUAN MUSLIM…..

  17. Saya bingung, seingat saya, waktu perang salib I , itu bangsa eropa, atau yg kalian bilang umat kristiani, atau org kafir, yang menyerang ke timur tengah, dengan tujuan 3G (gold,glory,gospel), berarti yg punya tekhnologi untuk mengarungi lautan pada waktu itu masih org yg kalian sebut kafir, dan setau saya, org afrika pada saat itu, masih kaum buruh, begitu pula (maaf) dgn org asia ,cb diingat jaman kerajaan romawi atau mesir jaman cleopatra, pada saat itu, islam blm menjadi agama yg merajai timur tengah, apa kalian yakin, muslim yg pertama menemukan amerika, dan satu lg yg, satu lg, ad salah satu station tv di indonesia yg memberitakan bahwa org cina muslim yang menemukan benua amerika, apa g salah, agama nenek moyang bangsa cina itu konghucu, smp saat ini aj jarang org asli cina yg memeluk agama islam, kalian ini terlalu percaya sama dongeng, klo memang, muslim yg pertama menemukan amerika dan berdiam di amerika, knp kalian umat muslim sangat membenci amerika, apalagi mereka” yg fanatik dengan jihadnya?

  18. Buat apa memperdebatkan siapa penemu Amerika ? Bukankah suku-suku Indian sudah ada disana sebelum orang-orang yang disebut penemu sampai kesana. Mereka suku-suku Indian adalah manusia. Kalau memang ada yang harus disebut penemu, jelas merekalah penemu benua Amerika.
    Kalau orang-orang berdebat tentang penemu benua Amerika, kenapa tidak ada yang berdebat tentang penemu benua Asia dan Eropa ? Apa bedanya penduduk asli Amerika dan penduduk asli Asia dan Eropa sehingga orang berbicara tentang penemu Amerika tanpa memikirkan keberadaan penduduk asli disana ? Yang bisa diperdebatkan hanyalah siapa orang Eropa pertama yang mendarat di Amerika, siapa orang Asia pertama yang mendarat di Amerika, mana yang lebih dulu ? Tapi jelas persoalannya bukan siapa “penemu” Amerika.

    nb: Setiap orang boleh bangga dengan prestasi kaumnya di masa lalu. Tapi kita hidup di masa sekarang dan harus bersiap menghadapi masa depan.

  19. makanya belajar karna semua butuh ilmu,, carilah guru yg baik

  20. gud gud bagus juga pembahasan nya yang penting ada masuk di otak sy

  21. Perlu di ketahui,dlm sejarah ada yg namanya black list. Biasanya sejarawan bersifat subjektif, dn itu di dasari krna seorang sejarawan itu disuruh menulis sejarah oleh orang yg berkuasa, artinya, ada namanya sjarah pesanan atau yg dipesan. Hal inilah ygmnyebabkan kekacauan dlm sbuah perjalanan sejarah. Mka dri itu, seorang sejarawan diharapkan memiliki keobjektifan dlm menulis sejarah,agar tidak menyesatkan orang banyak.

  22. Maaf ada beberapa kalimat yg agak janggal bacanya.
    Saya kutip 1.) “Selama ribuan tahun, selalu dipersepsikan bahwa penemu Benua Amerika adalah Christopher Colombus pada 12 Oktober 1492″. … Nah kalo Colombus baru menemukan pada thn 1492 berarti bukan “selama ribuan tahun dipersepsikan” dong, tapi baru ratusan tahun kan? 2013-1492= 521 tahun.
    Ke 2.) Kutipan : ” ahli sejarah Jerman, Alexander Von Wuthenan juga memberikan bukti bahwa orang-orang Islam sudah berada di Amerika tahun 300-900 M”. …. Nah Islam kan baru diturunkan pada Nabi Muhammad SAW, pada awal abad ke 7M atau kira-kira pada thn 611M pada saat usia beliau menginjak 40 thn. Pada tahun 300M belum ada dong orang Islam pengikut Muhammad SAW sperti yang kita kenal sekarang.
    Itu aja sih hal yang mengganggu, semoga jadi pertimbangan dalam ketelitian penulisan, tidak asal copy/paste.

  23. berarti penemu benua amerika bukan Christopher Colombus dong!!

  24. wawh, saya kagum. memang heran sih klo colombus yg menemukan benua amerika. krn kita tahu islam berkuasa berabad” lamanya di dunia ini setelah wafatnya nabi Muhammad S.A.W. pada abad 10. sementara colombus menemukan amerika pada abad 20. memang cocok lah selisih kurang lebih 5 abad.
    islam memang kebenaran sejati, bangga kita punya islam

  25. haha bukan colombus tapi colombus terkenal

  26. saya sangat setuju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.953 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: