10 Komentar

BANI ISRAEL dan TANAH JAWA (Nuswantoro)

BANI ISRAEL dan TANAH JAWA (Nuswantoro)

by Ghuzilla Humeid on Sunday, March 13, 2011 at 5:53pm ·

Mukoddimah :

“Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk)” Al Baqarah : 40.

“Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat” Al Baqarah : 47.

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israel Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezeki-rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya)” Al Jaatsiyah : 16.

===============================================

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

Berawal dari kisah Kobil dan Habil yang merupakan keturunan langsung dari Nabi Adam AS maka proses penyebaran penduduk bumi ini yang disebut sebagai khalifah telah melalui proses yang sangat panjang sekali (Q.S Al Maidah : 27)

Tetapi dari cerita di atas ternyata ada sebuah kisah dan hikmah yang nyaris tidak pernah dipublikasikan kepada umum dikarenakan sumbernya yang masih berdasarkan cerita turun temurun dari nenek moyangnya.

Alkisah dahulu kala Nabi Adam AS beserta Hawa setiap melahirkan anak yang selalu “kembar” laki-laki dan perempuan.

Hingga akhirnya dari 3 anak laki-lakinya (beserta istrinya ; dengan cara kawin silang antar saudara) tersebut diperintahkan untuk mengisi masing-masing negeri yang masih kosong.

  • Satu anaknya yang pertama mendiami daratan Afrika.
  • Satu anaknya yang kedua mendiami daratan Arabia.
  • Dan yang ketiga mendiami daratan Asia (tanah jawa).

Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa diantara anaknya yang paling “CERDAS” itu tiada lain bernama Nabi Sis AS ditunjuk untuk menempati daerah yang disebut sebagai tanah Jawi.

Beliau inilah yang merupakan cikal bakal nenek moyang kita yang diturunkan di tanah JAWA ini.

Sebagai seorang Nabi beliau selalu mengemban tugas untuk saling memperingatkan kaumnya  satu dengan yang lainnya untuk saling berbagi rezeki dan mempersembahkan Kurbannya “hanya” untuk Allah SWT sebagai tanda ujud syukur atas ketaqwaannya sebagai pemimpin di tanah jawa ini.

Selain itu, sifatnya Nabi Sis AS yang lembut, sopan santun dan berilmu tinggi serta diberikan kecerdasan yang sangat luar biasa oleh Allah menjadikan beliau ini selalu menghasilkan hal-hal yang bersifat baru dan berteknologi sangat tinggi dan akurat untuk kurun waktu / masa saat itu.

Hal ini dtandai dengan penemuannya tentang caranya bercocok tanam yang baik dengan memperhatikan musim yang bersadarkan pada perhitungan bintang (Falak), pembuatan tempat persembahan berbentuk Piramida untuk Tuhannya (baik berupa binatang maupun hasil bumi) maupun bagaimana memproses tanah (logam) menjadi sebuah benda yang dapat dipergunakan untuk keperluan hidup sehari-hari (Nujum).

Itulah keistimewaan Nabi Sis AS dengan kelemah-lembutannya, kepekaan sosialnya yang tinggi serta kecerdasannya yang luar biasa akhirnya sama penduduknya digambarkan sebagai seorang ‘SEMAR’.

Kata ini di ambil dari kata “samiri” yang artinya samar-samar / kasat mata karena beliau sehari-hari laku / kerjanya hanya beribadah kepada Tuhannya.

Tiada laku hidupnya hanya untuk dipersembahkan kepada Tuhannya saja, tidak lebih.

Makanya emas, perak, dan semua perhiasan maupun hasil bumi yang melimpah di bumi jawa  ini hanya sebagai “sarana” saja untuk menuju ketakwaan kepada Tuhannya.

Dilain sisi, dengan kecerdasannya yang sangat tinggi itu melahirkan bangunan kota modern yang tersistematis dengan desa-desa beserta irigasinya yang tertata rapi serta tata kota pemerintahan berada dipusatnya (epicentrum).

Inilah negeri yang selama ini disebut sebagai negeri Atlantis yang telah hilang itu (Arysio Santos – The Lost Continent Finally Found).

Negeri kita Indonesia Raya, dimana sang nyiur tak pernah lelah melambai-lambai memanggil ibu pertiwi.

Negeri peradaban dunia yang banyak dicari orang selama ini.

Bukti bahwasanya kita adalah  negeri yang sangat tinggi ditandai dengan kebudayaannya yang beraneka warna, beragam bahasa, beragam adat istiadat, beragam suku yang membaur dalam balutan sang “Merah Putih”.

Negeri kemerdekaan untuk semua ummat.

Negeri yang cinta damai.

Tetapi seiring dengan perkembangan waktu di negeri Atlantis ini, sang keseimbangan alam “Raksasa” (Gunung Toba dan Gunung Krakatau) mulai menunjukkan tanda-tanda “saat”-nya sudah mau tiba.

Maka berbondong-bondonglah sebagian besar penduduknya dengan menggunakan perahu Raksasa menaiki itu kapal dan meninggalkan negeri Atlantis menuju negeri asing lainnya.

Hingga “saat” itu benar-benar terjadi yaitu dengan meletusnya gunung Toba yang konon diameter kawahnya sekitar 50 km meledak, mendesak magma ke segala arah lalu meledakkan gunung Krakatau juga dan membumi hanguskan semua yang ada disekitarnya, membuat dunia gelap gulita selama 100 tahun lamanya serta mencairkan lapisan es yang menutupi daratan yang sekarang disebut benua Eropa itu.

Begitu juga air laut-pun naik hingga mencapai 200 meter ! menenggelamkan lembah-lembah pertanian yang subur dulu menjadi sebuah lautan.

Seiring berakhirnya masa “Banjir” bandang sedunia itu maka para khalifah yang baru inipun mulai berpencar ke seantero daratan yang “baru” seperti bumi eropa, amerika, arabia  maupun afrika.

Dinegeri baru  inilah mereka mengajarkan ilmunya kepada penduduk lokal sebagai rasa sumbangsihnya terhadap daratan yang baru dihuninya.

Berhubung mereka ini termasuk ummat-nya yang paling cerdas maka lambat laun mulai ramailah peradaban baru ditanah yang baru ini. Tapi mereka juga tak luput menceritakan asal usul tanah kelahirannya yang nun jauh di seberang dalam berbagai ragam kisah yang unik yang termaktub dalam berbagai kitab para nabi-nabi / pujangga sesudahnya.

Wallaahu Alam Bishshowab.

Jadi seandainya seluruh penduduk dunia ini disuruh tinggal di bumi Nuswantoro ini maka mereka akan “betah” dan merasa tidak asing, mengapa ? jawabnya ya karena sebetulnya Indonesia terutama tanah jawa ini merupakan ‘MOTHER HOME” city untuk seluruh ummatnya Nabi Adam AS.

Kalaupun ada yang mengklaim bahwasanya Bani Israel itu adanya hanya di negeri Arab, itu juga nggak salah, karena nenek moyang kita juga menyebar kesana. Tapi kalau kita minder dan merasa sebagai bangsa yang terbelakang maka jawabannya nanti dulu…

Karena kitalah sesungguhnya RAS PALING UNGGUL diseluruh dunia ini.

Kadang dengan kecerdasan kita yang MasyaAllah menjadikan kita saling menyalahkan satu dengan yang lainnya. Saling beradu mulut, adu gengsi, dan seterusnya. Dan tidak akan diketemukan dinegeri manapun dimuka bumi ini kecuali Indonesia.

Itulah ciri negeri para FILSAFAT yang “ADA” dan “BERADA” sebelum negeri-negeri “Teknologi” maupun negeri KEYAKINAN” saling bermunculan di bumi ini.

Jadikan semua perbedaan yang ada ini sebagai satu kekuatan nasional yang dahsyat untuk membangun jati diri bangsa ini menggapai mercusuar dunia yang tidak lama lagi ada dihadapan kita.

Entar benar entah tidak, atau itu cuma sekedar sunnah.

Boleh percaya dan boleh tidak.

Tapi yang pasti Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum atau bangsa kecuali bangsa  atau kaum itu sendiri yang mau merubahnya (QS Al Anfaal : 53 dan QS AR Ra’d : 3)

“Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” Al Anfaal : 53.

Semoga Allah meridhoi segala amal dan usaha baik kita, Insya-Allah – AMIIN.

Sukron Katsiron.

Like ·  · Share

  • Dina Y. SulaemanJoe Java and 18 others like this.
  • 50 of 61
    • Ghuzilla Humeid Nah itulah..
      Apakah kita2 ini masih minder dengan bangsa2 lain ????

      March 13, 2011 at 7:07pm · Unlike ·  2
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Kagaaaaak…! Kalo njenengan piye gus?

      March 13, 2011 at 7:11pm · Unlike ·  2
    • Ghuzilla Humeid

      Waktu saya di Yaman (Sana’a) tanpa sengaja melihat tayangan televisi Israel tentang penyelidikan negeri Atlantis disekitaran laut hitam hingga Yunani. Tapi dikesimpulan akhir mereka menyatakan bahwa klaim Atlantis bukan didaerah sana termasuk pulau dekat Yunani, walaupun ditemukan beberapa bukti sisa2 peradaban kuno yang terkubur dekat lereng gunung berapi.
      Karena disana masih berpegang teguh dengan kitab sucinya yang menyatakan ratusan gunung berapi serta bercocok tanam / sawah. Akhirnya mereka menyebut Indonesia dan tanah jawa khususnya sebagai nenek moyang berperadaban tinggi – Masya Allah.
      March 13, 2011 at 7:14pm · Unlike ·  3
    • M Arief Pranoto Semoga terbaca oleh pakar-2 geologi dan sejarah, lalu memulai mitos, legenda dan sejarah bangsa ini dari TITIK YG BENAR! Amiiiin …

      March 13, 2011 at 7:30pm · Unlike ·  3
    • Ghuzilla Humeid Seharusnya begitu cak.
      Jadikan momentum ini sebagai gerakan kembalinya kesadaran jati diri bangsa yang bermartabat, ulet, tangguh, rukun, taqwa, tidak sombong, suka gotong royong dan selalu bersandarkan kepada Yang Maha Esa dalam setiap persoalan hidup berbangsa dan bernegara ini.
      Pasti bisa !!!

      March 13, 2011 at 7:35pm · Unlike ·  3
    • Wong Salen Layak kl jadi rebutan…

      March 13, 2011 at 7:38pm · Like ·  1
    • Ghuzilla Humeid Sudah pasti begitu. Kalau Allah melebihkan beberapa derajat atas kuatu kaum di atas kaum yang lain, maka sudah barang tentu akan jadi rebutan, seperti kisahnya Nabi Yusuf AS.

      March 13, 2011 at 7:40pm · Like
    • Advokat Nuriel Cholifatin Terima kasih Bang Ghozila…atas kiriman catatannya..sangat bermanfaat.

      March 13, 2011 at 7:45pm · Like ·  1
    • Wong Salen Hebatnya lagi..gahabis habis..

      March 13, 2011 at 7:48pm · Like ·  1
    • Ghuzilla Humeid Sama-sama mbak Nuriel.

      March 13, 2011 at 7:49pm · Like
    • Ghuzilla Humeid

      Itulah ciri negeri atlantis. Keseimbangan alam akan selalu memperbaharuinya dengan Kun Fa Yakunnya Allah melalui proses yang panjang, tapi kita2 ini kadang nggak sadar setelah berbuat kerusakan tanpa memperbaikinya. Gunung satu gundul habis…See More
      March 13, 2011 at 7:55pm · Like ·  1
    • Dina Y. Sulaeman info menarik pak.. saya baru tahu nih
      trims…

      March 13, 2011 at 7:59pm · Like ·  1
    • Wong Salen Indonesia raya

      March 13, 2011 at 8:02pm · Like
    • Ghuzilla Humeid Sama2 mbak Dina.
      Thank’s juga DVD kisah Nabi Yusuf AS, mudah2-an amal jariah suami mbak dalam menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mendapatkan balsan Dari Allah yang berlipat ganda, Amiin.

      March 13, 2011 at 8:02pm · Unlike ·  2
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Kita ini penduduk asli nusantara apa pendatang baru setelah atlantis hilang cak? Kan atlantis musnah dgn penduduknya cak?

      March 13, 2011 at 8:05pm · Like
    • Wong Salen Indonesia raya

      March 13, 2011 at 8:07pm · Like
    • Joe Java

      konon katanya….Kerajaan Atlantis adalah Indonesia yang dulunya adalah satu pulau menyatu dengan daratan Asia, disebut Kerajaan Saba dengan Ratu Balqis sebagai penguasanya, di pulau Jawa terkenal dengan sebutan Ratu Boko. Ratu Boko diperis…See More
      March 13, 2011 at 8:09pm · Like ·  1
    • Ghuzilla Humeid Yo penduduk asli nusantara ini cak, walaupun mungkin masih ada percampuran darah dengan asia ataupun negeri lain. Gennya (generatornya) masih kuat Indonesia.Begitu juga bangsa lain kalau sudah menetap disini dengan sendirinya langsung (seperti terlahir kembali) sebagai warga asli Indonesia.
      Entah ini efek apa ya…seperti ada magnet yang sangat kuat kalau sudah masuk bumi nusantara ini.

      March 13, 2011 at 8:10pm · Unlike ·  1
    • Wong Salen Indonesia raya

      March 13, 2011 at 8:12pm · Like
    • Wong Salen Indonesia raya

      March 13, 2011 at 8:15pm · Like
    • Ghuzilla Humeid

      ‎@ Mas Joe : kalau dilihat dari urut-urutan Nabi2 Allah sbb :
      1. Nabi Adam
      2. Nabi Idris
      3. Nabi Nuh (dalam al Qur’an disebut sebagai bapaknya para Nabi setelah banjir besar).
      4. Nabi uud
      5. Nabi Shalih
      6. Nabi Ibrahim
      7. Nabi Luth ..dst sampai Nabi Sulaiman (urutan ke 20).Sedangkan banjir besar tersebut pada zamannya nabi Nuh AS.
      Jadi cerita kaum Saba di tanah jawa tidak mengena.
      Kebetulan saya pernah ke Yaman, disana memang ada kampung Saba’ beserta peninggalannya Ratu Bilqiis (ummatnya Nabi Sulaiman AS).

      March 13, 2011 at 8:17pm · Like ·  1
    • Joe Java

      Tentang Peradaban Jawa (Peradaban Atlantis)dikaitkan dengan kiprah Bani Israel, ada fakta yang menarik apabila anda berkunjung ke situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpam…See More
      March 13, 2011 at 8:18pm · Like ·  3
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Mantaaaps dan Sangat menarik bahasannya mas Joe dan mas Mid… Sy nyimak terus saja dulu… Dilanjut monggo…

      March 13, 2011 at 8:31pm · Unlike ·  1
    • Ghuzilla Humeid

      ‎@ Joe Java : boleh2 juga, masuk. Wallaahu Alam Bishshowab.Tapi yang jelas Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum atau bangsa itu sendiri yang mau merubahnya.

      Intinya setelah kita tahu sebagai bangsa yang besar dan jaya, maka janganlah kita lantas pongah, sombong serta lupa diri sehingga malas untuk berbuat dan terus berbuat kebaikan untuk kemaslahatan ummat manusia ini.

      Apalah artinya sebuah “TRAH” sakti, keturunan ulung, darah biru dst arti sebuah sebutan yang sesungguhnya akan membebani diri ini untuk lupa akan Tuhannya sehingga lupa diri kemana nanti bakal kembali.

      Apalah artinya keturunan nenek moyang yang “istimewa” kalau ternyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara malah menjadi “BEBAN” dan bukannya sebagai pengayom dan contoh yang bisa memberikan suri teladan kepada ummatnya, Insya Allah.

      March 13, 2011 at 8:32pm · Unlike ·  5
    • Wong Salen Prihatin atas generasi yg dicekoki budaya barat,sejarah qt lupa..smangat mengulang kejayaan masa lampau..

      March 13, 2011 at 8:47pm · Unlike ·  3
    • Reki Navajo Subhanallah..makasi banyak utk pak G.H & semua penulis komentar, benar2 ‘MENCERAHKAN ENERGI & TINDAKAN’..Semoga Indonesia (bserta generasinya) kembali menjdi bangsa yg “ber-agama dgn sbenar2nya, brbudaya dgn sbenar2nya, berilmu dgn sbenar2nya & brmanfaat dgn sbenar2nya”, AMIN…

      March 13, 2011 at 9:11pm · Unlike ·  2
    • Joe Java

      Akan tetapi generasi bangsa jawi yg tumbuh tetap mencari Tuhan di tanah Jawi, datanglah Hindu, Budha, Islam ….. telah menemui sesuatu yg hilang sejak ribuan tahun silam, mengingatkan wahyu warisan dari ayahnda nabi Ibrahim a.s.
      Kemudian datang UJIAN .. datang imperalis Portugis, Belanda, Inggris …… nusantara sebagai bangsa Mala yg dulunya bersatu telah cerai berai terbelah belahMangan ora mangan asal kumpul katanya setelah di jajah oleh imperalis, menjadi bangsa yg tidak bersemangat. Layu …
      Dimanakah alter terahasia bangsa jawi? dimana?
      Bangsa terbaik, agama terbaik …… apabila bangsa ini menghayati agama sendiri, …?

      Bangsa Keturah telah bersatu di tanah jawa di tanah yg dijanjikan “the land of the east”. Akan tetapi apakah mrk masih teringat akan amanat nb Ibrahim a.s.?
      ajaran Ibrahim janganlah dilupakan, bangsa ini telah lupa ingatan ……!
      wahai bani jawi cobalah ingat2 lagi amanah wasiat terahasia nb Ibrahim, dengarkan !
      saat detik-detik nb ibrahim akan menutup mata terakhir! Beliau mengumpulkan anak2 Keturah ……

      #“Abraham took another wife, whose name was Keturah.She bore him Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak and Shuah.Jokshan was the father of Sheba and Dedan; the descendants of Dedan were the Asshurites, the Letushites and the Leummites.The sons of Midian were Ephah, Epher, Hanoch, Abida and Eldaah. All these were descendants of Keturah.” (Genesis 25:1-4)

      #“Abraham left everything he owned to Isaac.But while he was still living, he gave gifts to the sons of his wife and sent them away from his son Isaac to the land of the east” (Genesis 25:5-6)

      #Kita telusuri bait 28 kitab Musarar Jayabaya
      “Prabu tusing waliyullah, kadhatone pan kalih, ing mekah ingkang satunggal, tanah jawi kang sawiji ……………….”
      (raja utusan waliyullah berkedaton dua di mekah yg pertama, tanah jawi yg satu ….)

      March 13, 2011 at 9:15pm · Unlike ·  5
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Mantap mas Joe.. Lanjuuut…

      March 13, 2011 at 9:22pm · Unlike ·  1
    • Joe Java

      Disamping itu ada fakta lain tentang situs Nabi Daud dan Sulaiman di Yerusalem sebagaimana dimuat Majalah Times edisi 1 Februrari 2010, yang memuat pernyataan Ravael Grinberg, seorang dosen di Universitas Tel Aviv. Ia mengatakan, “Secara teori, seharusnya Anda sudah mendapatkan sesuatu hanya setelah melakukan penggalian selama enam minggu. Tapi nyatanya setelah dilakukan penggalian tanpa henti selama dua tahun, tidak ada hasil apapun yang memuaskan.”Times menyebutkan, dalam empat tahun terakhir, berbagai organisasi Yahudi ekstrim sudah mengepung kota Jerussalem untuk melakukan penggalian bawah tanah di sekitar dan bawah Masjid Al Aqsha. Termasuk Organisasi Eilad, yang juga focus bekerja untuk mendirikan pemukiman imigran yahudi di Jerusalem.

      Selain itu, juga lembaga Eir David yang focus melakukan penggalian di Silwan. Menurut Profesor Finskltain asar Israel, yang juga ilmuwan sejarah di Universitas Tel Aviv, “Mereka yang melakukan penggalian bawah tanah di Jerussalem mencampur adukkan antara agama dengan ilmu pengetahuan. Eilad meyakini dogma agama bahwa ada peninggalan sejarah Daud di sana, tapi sampai sekarang tak pernah ditemukan.”

      Selain itu, Profesor Yone Mazarahe, juga pakar arkeologi Israel mengatakan, “Eilad tidak menempukan apapun dari penggalian. Bahkan sekedar plang tulisan Selamat Datang di Istana Daud, juga tidak ditemukan. Mereka hanya mendasarkan keyakinan pada teks teks yang dianggap suci oleh mereka sebagai panduan penggalian.”

      ingat…ada apa dgn RUU jogjakarta…

      March 13, 2011 at 9:25pm · Unlike ·  2
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Ada agenda tersembunyi tentunya…

      March 13, 2011 at 9:33pm · Like ·  1
    • Ghuzilla Humeid

      Ya itulah kenyataannya mas , kaumnya Nabi Musa (bangsa Yahudi / Yehuda) kalau menurut ke sejarah seharusnya menduduki mesir sekarang ini yang merupakan tanah airnya, bukannya mencaplok palestina dengan dalih mencari kerajaan Nabi Daud AS ataupun Sulaiman.Mereka mengaku2 sebagai bangsa Israel tiada lain ingin mencari apa yang namanya disebut sebagai SAJAROTUL YAKIN atau Pohon Kehidupan yang konon katanya adanya di bawah tembok ratapan dengan kondisi akarnya ada di atas dan daunnya ada dibawah.

      Padahal itu adalah sebuah kiasan untuk sebuah agama samawaat (agama langit yang berasal dari Tuhan). Yang intinya kalau kamu bisa mendapatkan Sajarotul yakin maka hidupmu akan enak, serba tercukupi, dst. Istilahnya kalau kita bersandar kepada Tuhannya maka tidak akan mudah ter-ombang-ambing oleh kehidupan.

      Dan itu memang benar, bahwasanya barang siapa saja yang bisa mendapatkan Pohon Kehidupan itu maka janji Tuhannya tidaka akan ada rasa kuatir dan rasa berputus asa (alias semuanya dicukupi oleh Allah).

      Manna dan Salwa yang selama ini dicari orang itu tiada lain adalah ilmu Tauhid yaitu Ilmu tentang meng-ESA-kan Allah dalam segala tindak-tanduk/tingkah laku serta perbuatan / amalan yang didasarkan kepada “Penyerahan” atau “Yassuru” kepada Tuhannya. Bukan konsentrasi, taqlid / tak punya arah, atau menuhan-kan selain Dia, Robbil Aalamiin.

      March 13, 2011 at 9:40pm · Like ·  3
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Seandainya bani israel berubah pikiran dan menganggap nusantara sbg spt negeri palestina dan ingin nyaplok itu yg saya tunggu…. Nyam nyam…krauk krauk…

      March 13, 2011 at 9:49pm · Like ·  1
    • Ghuzilla Humeid

      Mas Joe : Dalam kitab suci agama2 samawaat, Nabi Ibrahim memang disebut2 sebagai “bapak”-nya Ilmu Tauhid.Itulah kenapa pesan untuk selalu ber-tauhid ini selalu digembar-gemborkan sampai anak cucu-nya kelak sampai hari kiamat, sambung m…See More

      March 13, 2011 at 10:07pm · Like ·  3
    • Yugo Abuchaer

      ‎@mas GH: klo boleh komen, notes yg anda tulis Bani Israel dan Tanah Jawa sangat menarik karena pra sejarah “Indonesia” khususnya kerajaan Majapahit dan kerajaan2 sebelumnya dalam catatan resmi hanya menyebutkan budaya Jawa Kuno yang dipeng…See More
      March 13, 2011 at 10:17pm · Like ·  4
    • Mohammad Ismail Syahid

      yang menggelitik saya adalah pernyataan bahwa sifat bangsa Israel itu tidak hanya diketemukan di Israel sana.tapi juga di Indonesia. Saling merasa pintar,Kadang dengan kecerdasan kita yang MasyaAllah menjadikan kita saling menyalahkan satu dengan yang lainnya. Saling beradu mulut, adu gengsi, dan seterusnya. Dan tidak akan diketemukan dinegeri manapun dimuka bumi ini kecuali Indonesia..
      Dan juga seyogyanya ada data-data empiris untuk memperkuat hal itu…sukron
      March 13, 2011 at 10:42pm · Unlike ·  2
    • Ghuzilla Humeid

      Terima kasih mas Yugo.
      Memang demikian adanya. Kalau kita telaah secara ilmu anthropology, paleontolgy maupun kajian ilmu geologi dst maka bumi nusantara ini sudah lama sekali mengenal Islam.Karena agama yang diturunkan kepada nabi Adam AS dan anak cucunya itu tiada lain ya Islam, agama yang menyuruh kepada sumereh tunduk patuh kepada yang menciptakan alam semesta ini. Tanpa kecuali.

      Ingatlah bahwasanya ada JANJI kpd Tuhannnya :
      Bahwa Ucapan “SALAM” dari Allah kepada kita merupakan konsekwensi logis dari upaya kita dalam memenuhi janji kita kpd Tuhan.

      Karena kita semua sudah pernah berjanji kepada Tuhan di alam Tajjali : “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab : “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”.(kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang2 yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” Al-A’raaf : 172.

      Diayat yg lain ditekankan kembali oleh Allah :”Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu,penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan hanya kepada-Ku lah kamu harus takut (tunduk)” Al-Baqoroh : 40.

      Maka JANJI disini sesungguhnya berhubungan dengan fungsi kita sebagai khalifah dimuka bumi in, seperti yang saya terangkan di atas dalam kisah Lukmanul Hakim.

      Kembali ke arti SALAMAH atau ISLAM itu adalah bahasa arab yang artinya pasrah. Sedangkan yang kedua artinya Selamat (Islam).

      Sesungguhnya setiap jiwa yang ada dipermukaan bumi ini dari mulai dari kucing (binatang) sampai dengan yang disebut manusia. Dari yang tak beragama (tidak mengenal Tuhannya) sampai kepada orang2 yang mengerti tentang agama (budha, hindu, lautze,kristen, Islam) maka sesungguhnya yang pertama diharapkan oleh yang berjiwa ialah tentang keselamatan (Islam).

      Jadi jelaslah disini bahwa Islam adalah miilik Tuhan, bukan milik siapa-siapa. Dalam bahasa arabnya “ Innaa ddiienaa ‘Indaallaah hil Islaam” “Sesungguhnya agama yang diridhoi Allah adalah Islam”

      March 13, 2011 at 10:49pm · Unlike ·  3
    • Ghuzilla Humeid

      ‎@ Ismail : di surat Al Isra’ ayat : 4 sudah tegas dinyatakan :”Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini “dua kali” dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”

      Dari uraian kalimat di atas temaktub yang tersirat bahwasanya kesombongan dan “kebiasaannya” yang suka membuat kerusakan melebihi bangsa2 lain di dunia ini.
      Lihat saja sekarang secara kasat mata. Mulai tukang becak (level rendah) sampai dengan pejabat (level tinggi) seenaknya “menyombongkan” dirinya masing2 sesuai kadar ilmunya. Malah yang level rendah inipun tanpa ada rasa malu dan introspeksi menyoroti yang atas, yang kadang sampai bunuh2-an hanya untuk sekedar mempertahankan pendapatnya dan sebaliknya (alias zinah / salah tempat).

      Untuk kerusakan lingkungan juga sama, malah kerusakan lingkungan yang diakibatkan bangsa “Israel” ini malah lebih parah melebihi pihak2 yang lebih rendah derajatnya.

      Makanya, dikarenakan sifatnya yang susah dikontrol itu, maka Allah membuat ketetapan (Nas) untuk kaum / ummat Israel terhadap ummatnya yang bertauhid. Ini tiada lain mereka sendiri terhadap ummat yang bertauhid-pun suka memperolok-olok. Seolah2 kepintaran itu dia dapat dari hasil usahanya.

      “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi” Al Maidah : 32.

      March 13, 2011 at 11:03pm · Unlike ·  4
    • Mohammad Ismail Syahid syukron..gus…

      March 13, 2011 at 11:06pm · Like ·  1
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Mantabs… Syukron. Iklan-Lanjut-Tamat…semua terserah pemirsa.

      March 14, 2011 at 8:44am · Unlike ·  1
    • Ghuzilla Humeid Hikmah Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas adalah memberikan kesadaran wawasan kenusantaraan kita agar bekerja lebih giat lagi tuk membangun negeri ini.Salam.

      March 14, 2011 at 8:51am · Unlike ·  4
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Modal besar harus menghasilkan karya yg besaaaarrr…!!! Amiinnn.

      March 14, 2011 at 8:56am · Like ·  1
    • Arief Hardianto Cak Yahudi sudah mulai terang-terangan di Manado minta sebagai agama resmi.

      March 14, 2011 at 9:40am · Unlike ·  2
    • Ghuzilla Humeid ‎@ Budi : Amiin.@ Arief : Yahudi disana memang ada sejak zaman penjajahan Belanda saat masuk melalui misionaris Belanda (kita tahu di Belanda memang banyak sekali orang2 yahudinya).

      Kalaupun minta agama resmi ya belum waktunya, lah wong komunitasnya sangat2 kecil sekali, termasuk yang ada di kota Surabaya, Bandung, maupun kota2 besar lainnya di Indonesia.

      March 14, 2011 at 10:21am · Like ·  1
    • Joe Java

      Dan katany bahwa cerita ramayana bukan berasal dari inia melainkan di nusantara ini… Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi.
      Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma.
      Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.

      kemungkinan nabi Sis A.S adlh nabi syit..

      #Brahma adalah Nabi Ibrahim

      terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.

      Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).

      Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).

      Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya

      1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.

      2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail, sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama Atharva (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali)…

      3. Brahma adalah perlambang Monotheisme, yaitu keyakinan kepada Tuhan Yang Esa (Brahman), sementara Nabi Ibrahim adalah Rasul yang mengajarkan ke-ESA-an ALLAH.

      Ajaran Monotheisme di dalam Kitab Veda, antara lain :

      Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak disembah

      Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci

      Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar

      Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan

      Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu

      Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.

      Sumber :
      http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/

      March 15, 2011 at 12:03am · Unlike ·  3
    • Nurhidayat Setiabudi BudiBucilbudut Analisa yg tajam mas Joe…

      March 15, 2011 at 12:15am · Unlike ·  1
    • Joe Java

      Dari fakta2 ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa Bani Jawi (suku2 di Nusantara) ini adalah Bani Israel yang tetap beriman kepada Nabi Musa dan mendiami tanah yang dijanjikan (THE PROMISED LAND) yaitu Benua Atlantis yang sekarang disebut Indonesia, sedang Bani Israel yang berdiaspora ke seluruh dunia adalah mereka yang dikutuk oleh Allah karena mendustakan Nabi Musa AS. Adapun Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina sebenarnya Yahudi jadi2an, maksudnya Bani Israel dari suku ke 13 yaitu SUKU KAZAR, hasil kawin campur Bani Israel yang berdiaspora dengan penduduk lokal dan saat ini posisinya mayoritas. Klaim atas Yerusalem sebenarnya sebuah kekeliruan yang disengaja, padahal Yerusalem, Temple of Solomon dan Taabut yang mereka cari selama ribuan tahun berada di Tanah Jawa yaitu CANDI BOROBUDUR DAN NEGRI SLEMAN di Yogyakarta.Dalam Alqur’an “taabut” artinya “kode rahasia kerajaan” yang disimpan oleh Nabi Daud, saat ini “taabut” tsb sedang dibuka rahasianya melalui candi2 yang dibangun sejak zaman Nabi Sulaiman khususnya “Candi Borobudur”, perlu diingat sebenarnya kata “CANDI” berasal dari kata “SANDI” artinya “KODE RAHASIA”, dengan demikian rahasia jejak para nabi akan segera terkuak setelah ayat Allah berupa tulisan bergambar yang ada pada candi2 di Negeri Sleman di “puzzle”kan dengan ayat2 Allah dalam Alqur’an.

      sementara Bani Israel karena ketekunannya telah berhasil menguasai dunia melalui infiltrasi kesegenap lini kehidupan. Saat ini fokus mereka adalah Indonesia khususnya Tanah Jawa, mengapa Jawa ? Dalam Alqur’an dikatakan bahwa “ULAMA2 (ILMUWAN) BANI ISRAEL” mengenal Alqur’an sebagaimana mereka mengenal anak2nya sendiri, tentu saat ini sebenarnya banyak ilmuwan Bani Israel yang mengetahui fakta2 yang ditunjukkan oleh Alqur’an, salah satunya adalah tentang Nabi Daud dan Sulaiman.Cobalah kita mengambil ibrah dari kemampuan Nabi Daud As dalam teknologi peleburan besi dan manajemen pengelolaan gunung yang diwariskan di Tanah Jawa ( Atlantis ) banyak meninggalkan bangunan2 misteri semisal Candi Borobudur, Piramida2 Mesir dan Piramida Aztek. Dalam peradaban ini para pendirinya adalah 3 sosok yang luar biasa yaitu Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis yang masing2 diberi kelebihan oleh Allah SWT. Sampai saat ini negeri kita adalah satu2nya negeri yang paling banyak diwarisi gunung berapi dan deposit besi titanium tak terbatas, yang tersebar di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa

      Tapi aneh bin ajaib, sekarang ini banyak perusahaan2 skala dunia yang secara tersembunyi berafiliasi dengan Israel berlomba-lomba mengajukan ijin untuk mendirikan pabrik peleburan besi titanium di pantai selatan Jawa, sementara perusahaan2 besar lainnya yang sebagian besar juga milik orang Yahudi, baik Yahudi Eropa maupun Amerika sudah malang melintang menguasai hajat hidup bangsa Indonesia, sepertinya mereka akan mengembalikan penjajahan ala VOC tempo dulu (VOC adalah perusahaan milik Yahudi Belanda yang berhasil menjajah Indonesia).

      untuk lebih jelasnya coba klik situs inihttp://ssq-dla.com/index.php?option=com_content&view=article&id=76&Itemid=88

      Ingat!!Apa yang dipaparkan di sini bukanlah bertujuan untuk memaksa anda percaya 100% terhadap apa yang ditulis, tetapi lebih kepada mengajak anda berfikir dengan mendalam. Semua misteri yang terjadi ibarat satu ’jigsaw puzzle’ yang berselerakan. Apa yang dilakukan kami ialah memberikan anda kepingan-kepingan ’jigsaw puzzle’ ini. Kami sekadar ingin anda bersama-sama kami mencantumkan kepingan-kepingan ’jigsaw puzzle’ tersebut. Mana yang salah akan dibuang dan mana yang betul sahaja akan memberikan satu gambaran kepada semua atau sebahagian persoalan.
      Berfikir dengan kritis dan logik,tidak sama dengan menyelami rahsia dengan hati yang jauh dan hening.Logika mampu dicipta tetapi kebenaran tidak mampu direka.Akhirnya segala logika akan runtuh ke ribaan kebenaran.
      Selagi kebenaran tidak dapat dibuktikan,MANUSIA MENJADI MUSUH KEPADA APA YANG TIDAK DIKETAHUI.

      Wallaahu Alam Bishshowab….

      Benar atau tidak, only God knows why..

      hai bani jawi bangkitlah dri tidurmu…apa yg akan kita wariskan tuk anak cucu kita…lihatlat perusahaan freepot siapa yg beruntung..
      salam damai…

      March 15, 2011 at 12:24am · Unlike ·  2
    • Ghuzilla Humeid

      Memang kita disuruh menggunakan akal-nya untuk memahami itu semua lalu dipasrahkan sama Allah agar selalu diberikan hidayah / petunjuk melalui berbagai macam ilham yang nantinya bisa memahami esensi dari setiap peristiwa dikehidupan ini secara nalar. Dan juga kita disuruh mengoptimalkan RASA kita.Bukankah Islam itu logika?
      “Al Islaamu Aqlun”.

      Akal digunakan untuk menimbang antara, salah dan benar.
      Sedang RASA digunakan untuk menimbang , adil dan tidak adil.

      Pertemuan antara AKAL dan RASA disebut Arif alias “Bijaksana.”

      Kalau cerita di atas benar adanya berarti “JIN” yang disuruh mengerjakan candi borobudur itu tiada lain adalah mahluk Allah yang disebut “BAKTERI”.

      Karena dalam Al Qur’an JIN itu bisa berubah2 bentuk :
      1. Bisa berupa ASAP/ Kabut (yang tersiratnya GAS /Halimun / bakteri. dan arti sepadannya)
      2, Berupa Api (panas, ada proses kimiawi antar unsur pembentuk)
      3. Berupa Mayat (batang), dst.

      Dalam kaitannya pembangunan Candi Borobudur itu maka fungsi JIN disini harus mengacu ke metode Ilmiah yaitu proses bakterisasi yang melingkupi saat proses pembangunan candi Borobudur.
      Kandungan senyawa Kapur (Bahasa Al Qur’an bahasa : Kafuur) atau CaCO3 dengan pasir besi (Fe2O3) serta air (H2O). Di daerah lain pengganti pasir dengan menggunakan tanah liat yang kaya akan kandungan Silika, Aluninium Oksida serta Oksida Besi seperti Candi2 di Jawa Timur.

      Saat diadon dengan air lalu dicetak dan dibakar maka jadilah batu cadas yang sangat kuat dan keras, lalu satu per satu di susun sesuai dengan urutan konsep pembangunan dengan memperhatikan detail geografi alamnya yang berhalimun (tersiratnya sebagai epicentrum / titik pusat bumi yang akan menguatkan dan berdiri kokoh apa saja yang dibangun di atasnya.
      Nyatanya diBorobudur memang pusat magnet bumi,s ehingga struktur yang sangat berat dan kokoh itu akan makin kuat saja kalau ditempatkan di wilayah yang pas.

      March 15, 2011 at 4:22am · Unlike ·  2
    • Cinta Pertama Dan Terakhir

      Konon, warga Yahudi sudah sejak kolonial Belanda banyak berdiam di Indonesia, khususnya di Jakarta. Pada abad ke-19 dan 20 serta menjelang Belanda hengkang dari Indonesia, ada sejumlah Yahudi yang membuka toko-toko di Noordwijk (kini Jl Juanda) dan Risjwijk (Jl Veteran) — dua kawasan etlie di Batavia kala itu — seperti Olislaeger, Goldenberg, Jacobson van den Berg, Ezekiel & Sons dan Goodwordh Company.Mereka hanya sejumlah kecil dari pengusaha Yahudi yang pernah meraih sukses. Mereka adalah pedagang-pedagang tangguh yang menjual berlian, emas dan intan, perak, jam tangan, kaca mata dan berbagai komoditas lainnya.

      Sejumlah manula yang diwawancarai menyatakan, pada tahun 1930-an dan 1940-an jumlah warga Yahudi di Jakarta banyak. Jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Karena mereka pandai berbahasa Arab, mereka sering dikira keturunan Arab. Sedangkan Abdullah Alatas (75 tahun) mengatakan, keturunan Yahudi di Indonesia kala itu banyak yang datang dari negara Arab. Maklum kala itu negara Israel belum terbentuk. Seperei keluarga Musri dan Meyer yang datang dari Irak.

      Di masa kolonial, warga Yahudi ada yang mendapat posisi tinggi di pemerintahan. Termasuk gubernur jenderal AWL Tjandra van Starkemborgh Stachouwer (1936-1942).

      Sedangkan Ali Shatrie (87) menyatakan bahwa kaum Yahudi di Indonesia memiliki persatuan yang kuat. Setiap Sabat (hari suci umat Yahudi), mereka berkumpul bersama di Mangga Besar, yang kala itu merupakan tempat pertemuannya.

      Menurut majalah Sabili, dulu Surabaya merupakan kota yang menjadi basis komunitas Yahudi, lengkap dengan sinagognya yang hingga kini masih berdiri.

      Sedangkan menurut Ali Shatrie, mereka umumnya memakai paspor Belanda dan mengaku warga negara kincir angin. Sedangkan Abdullah Alatas mengalami saat-saat hari Sabat dimana warga Yahudi sambil bernyanyi membaca kitab Talmut dan Zabur, dua kitab suci mereka.

      Pada 1957, ketika hubungan antara RI-Belanda putus akibat kasus Irian Barat (Papua), tidak diketahui apakah seluruh warga Yahudi meninggalkan Indonesia. Konon, mereka masih terdapat di Indonesia meski jumlahnya tidak lagi seperti dulu. Yang pasti dalam catatan sejarah Yahudi dan jaringan gerakannya, mereka sudah lama menancapkan kukunya di Indonesia. Bahkan gerakan mereka disinyalir telah mempengaruhi sebagian tokoh pendiri negeri ini. Sebuah upaya menaklukkan bangsa Muslim terbesar di dunia (Sabili, 9/2-2006).

      Dalam buku Jejak Freemason & Zionis di Indonesia disebutkan bahwa gedung Bappenas di Taman Surapati dulunya merupakan tempat para anggota Freemason melakukan peribadatan dan pertemuan.

      Gedung Bappenas di kawasan elit Menteng, dulunya bernama gedung Adhuc Stat dengan logo Freemasonry di kiri kanan atas gedungnya, terpampang jelas ketika itu. Anggota Freemason menyebutnya sebagai loji atau rumah syetan. Disebut rumah syetan, karena dalam peribadatannya anggota gerakan ini memanggil arwah-arwah atau jin dan syetan, menurut data-data yang dikumpulkan penulisnya Herry Nurdi.

      Freemasonry atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda masuk ke Indonesia dengan beragam cara. Terutama lewat lembaga masyarakat dan pendidikan. Pada mulanya gerakan itu menggunakan kedok persaudaraan kemanusiaan, tidak membedakan agama dan ras, warna kulit dan gender, apalagi tingkat sosial di masyarakat.

      Dalam buku tersebut disebutkan, meski pada tahun 1961, dengan alasan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, Presiden Sukarno melakukan pelarangan terhadap gerakan Freemasonry di Indonesia. Namun, pengaruh Zionis tidak pernah surut. Hubungan gelap ‘teman tapi mesra’ antara tokoh-tokoh bangsa dengan Israel masih terus berlangsung.

      Kita dapat simak dalam salah satu anggaran dasar dari Freemason di Indonesia ini:

      “Tarekat Mason Bebas adalah pandangan hidup jiwa yang timbul dari dorongan batin, yang mengungkapkan dirinya dalam upaya berkesinambungan untuk mengembangkan semua sifat roh dan hati nurani, yang dapat mengangkat manusia dan umat manusia ke tingkat susila dan moral yang lebih tinggi. Ia terapkan dalam pelaksanaan seni hidup yang lebih tinggi.” (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 5).

      Selanjutnya Freemason ini meluaskan sayap-sayapnya di berbagai elemen masyarakat untuk dapat menyebarkan paham-paham terselubung dari agama Yahudi ke berbagai lapisan masyarakat. Freemason ini tak lupa juga menyisipkan ritual-ritual islam di dalam pengajaran dari freemason. Kita dapat saksikan dalam kutipan berikut ini:

      “Situasi yang baru sama sekali tercipta ketika muncul anggota-anggota Indonesia (dan Tionghoa) di loge-loge. Pakaian tradisional dari kalangan elit Jawa, penggunaan Al Quran sebagai Kitab Suci pada pertemuan-pertemuan formal di Rumah Pemujaan…memberikan wajah baru kepada kegiatan-kegiatan loge.” (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 28).

      Loge dan Rumah Pemujaan yang dimaksud pada kutipan diatas bukanlah masjid maupun gereja, merupakan sebuah tempat pertemuan anggota Freemason Indonesia untuk mengadakan pemujaan kepada kepada Yang Maha Terang, yang dalam ritualnya para anggota Mason tersebut membacakan sebuah nyanyian kerohanian. Loge yang pertama kali dibangun di Batavia oleh Albertus van der Parra (1761-1775), yang bernama “La Choisie (Terpilih) atas prakarsa Joan Cornelis Radermacher. Setelah itu di bangun pula pada bulan November 1767 di Batavia sebuah loge baru bernama “La Fidele Sincerite”.

      Tahun 1767 pada umunya dianggap sebagai awal kehadiran Tarekat Mason Bebas yang terorganisir di Jawa. Selain melakukan pertemuan di loge-loge, mereka juga kerap melakukan pertemuan rahasia di Amanusgracht (Jl. Kopi/Jl. Bandengan Jakarta) dan di kawasan Molenvliet (Jl. Gajah Mada/ Hayam Wuruk). Selain di kedua daerah diatas, seorang pakar Hukum yang namanya diakui dalam ilmu Hukum Indonesia, yaitu Jacob Van Vollenhoeven, ternyata memainkan peranan penting terhadap pendirian Loge Matahari di Padang pada tahun 1858 yang beberapa bulan sebelumnya pada tanggal 11 Desember 1857 berkumpul dirumahnya untuk me,bahas mengenai pendirian Loge tersebut.

      Loge terakhir yang didirikan terakhir sebelum tahun 1890 di Jawa adalah Loge “Veritas” di Probolinggo Jawa Timur.

      March 16, 2011 at 7:47pm · Unlike ·  1
    • Cinta Pertama Dan Terakhir

      Tokoh-Tokoh Indonesia Yang Terlibat di dalam Freemason1. Raden Saleh dilantik pada tahun 1836 di loge Den Haag “Endracht Maakt Macht”
      2. Abdul Rachman, keturunan dari Sultan Pontianak, dilantik tahun 1844 di Loge di Surabaya “De Vriendschap” dan Gedenkboek tahun 1917 terdapat keterangan bahwa dia adalah Mason pertama yang beragama Islam.
      3. Pangeran Ario Soeryodilogo (1835-1900) menjadi anggota loge Mataram di Yogyakarta
      4. Pangeran Ario Notokusuma (Paku Alam VI)
      5. Pangeran Arionotodirojo (1858-1917). Masuk keanggotaan loge Mataram pada tahun 1887 dan memegang berbagai jabatan kepengurusan. Ia ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914. pada tahun 1913 ia mendirikan Sarekat Islam Cabang Yogya yang banyak beranggotakan elit Jwa. Notodirojo seorang yang disegani dan dianggap sebaga pergerakan rakyat Jawa.
      6. R.M. Adipati Ario Poerbo Hadiningrat, yang pada awal abad ke 20 memangku jabatan bupati Semarang dan Salatiga. Bukunya yang terkenal adalah Wat ik als Javaan voor geest en gemoed in de Vrijmetselarij heb gevonden.
      7. Raden Adipati Tirto Koesoemo Bupati Karanganyar. Anggota Loge Mataram sejak tahun 1895. ketua pertama Boedi Oetomo. Pada kongres ke dua Boedi oetomo, yang diadakan di gedung Loge Mataram, ia mengusulkan pemakaian Bahasa Melayu, mendahului Sumpah Pemuda.
      8. A.H. van Ophusyen S.H. (1883-1956). Notaries dan anggota Dewan kota Batavia. Salah seorang pendiri dari indo Europees Verbond-Ikatan Indo Eropa. Wakil Suhu Agung untuk Indonesia.
      9. Raden Mas Toemenggoen Ario Koesoemo Yoedha, 1882-1955, putra dari Pakoe Alam V. menjadi anggota loge Mataram pada tahun 1909 dan berkali-kali memegang jabatan kepengurusan. Pada tahun 1930 menjadi Anggota Pengurus Pusat.
      10. Dr. Radjiman Wediodipoera (Wediodiningrat), 1879-1952. antara tahun 1906 dan 1936 dokter pada keratin Solo. Sarjana dan penulis mengenai falsafah budaya. Pejabat ketua Boedi Oetomo 1914-1915. pada tahun 1945 memaainkan peranan penting sebagai ketua dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Bersama Soekarno dan Hatta pergi mnemui Marsekal Terauchi dalam pembicaraan kemerdekaan Indonesia.Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Bogor, 1908. dalam tahun 1952 menjadi anggota dari loge Indonesia Purwo Daksia. Ia menjabat sebaia Kepala kepolisian RI . Soekanto menjadi Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia atau Federasi Nasional Mason. Ia juga menjabat sebagai ketua dari Yayasan Raden Saleh yang merupakan penerusan dari Carpentier Alting Stiching.
      11. R.A.S Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, menjadi Ketua Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia pada 7 April 1955 (Hari berdirinya Tarekat Mason Indonesia).
      12. R.A. Pandji Tjokronegoro, terdaftar sebagai anggota pada tahun 1908, hal ini dikuatkan dengan bukti dia merayakan Yubelium Mason Bebas pada 50 tahunnya Mason Bebas.

      Tokoh Penjajah Belanda dalam Sejarah Indonesia yang Merupakan Member Freemason

      1. Herman Willem Daendels, dilantik di Loge Kampen “Le Profond Silence”.
      2. Thomas Stamford Raffles, pada tanggal 26 Juni 1813 diterima di dalam Tarekat oleh Engelhard, sedangkan diplomasinya ditandatangani oleh mason-mason bebas yang terkenal dan penguasa-penguasa colonial.
      3. Johannes Van Den Bosch, dilantik di Loge De Vriendschap pada tahun 1830.

      Loge-Loge atau Loji Yang Ada di Indonesia

      1. Loge La Choisie di Batavia (1764-1766)
      2. Loge La Fidele Sincerite (1767)
      3. Loge La Virtuese (1769)
      4. Loge La Constante et Fidele (1801) di Semarang
      5. Loge De Vriendschap (1809) di Surabaya
      6. Loge De Ster in Het Oosten (Loji Bintang Timur) di Batavia (1837)
      7. Loge Matahari di Padang (1858)
      8. Loge Princes Frederik der Nederlanden di Rembang (1871)
      9. Loge L Union Frederic Royal di Surakarta (1872)
      10. Loge Prins Frederik di Kota Raja Aceh pada tahun 1880
      11. Loge Veritas di Probolinggo
      12. Loge Arbeid Adelt di Makassar (1888)
      13. Loge Excelsior di Bogor (1891)
      14. Loge Tidar di Magelang (1891)
      15. Loge St. Jan di Bandung (1896)
      16. Loge Fraternitas di Salatiga (1896)
      17. Loge Humanitas di Tegal (1898)
      18. Loge Malang (1901)
      19. Loge Blitar (1906)
      20. Loge Kediri (1918)
      21. Loge Het Zuinderkruis (Rasi Pari) di Batavia (1918)
      22. Loge De Broerderketen (Segitiga) di Jember (1926)

      Selain pendirian Loge sebagai sarana untuk menyampaikan misinya, para Freemason ini juga mendirikan sekolah-sekolah dan kesempatan belajar keluar negeri, berikut kita dapat kutip dari keterangan Dr. Th. Steven:

      “Kaum Mason Bebas tidak hanya mendirikan sekolah-sekolah untuk kaum Indo yang miskin, tetapi juga memberi kesempatan kepada kaum muda Jawa yang berbakat untuk mengembangkan diri lebih lanjut melalui pendidikan di Eropa”. (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 47).

      Adapun tahun-tahun pendirian sekolah-sekolah Mason tersebut adalah sebagai berikut:
      1875 di Semarang
      1879 di Batavia
      1885 di Yogyakarta, dua sekolah
      1887 di Surakarta dan Magelang
      1888 di Buitenzorg (Bogor)
      1889 di Padang dan Probolinggo
      1892 di Semarang, sekolah kedua
      1897 di tegal
      1898 di Bandung dan Manado
      1899 di Aceh
      1900 di Malang
      1903 di Malang, sekolah kedua
      1905 di Bandung, sekolah kedua
      1907 di Blitar
      1908 di Surabaya
      1900 di Padang, Magelang (sekolah kedua) dan Medan, Makssar, Kediri
      1926 di Malang, sekolah ketiga

      Selain mendirikan sekolah-sekolah, para anggota Tarekat Mason Bebas di Indonesia ini juga mendirikan berbagai perpustakaan di berbagai daerah. Di semarang pada tahun 1875 di buka peprustakaan yang disebut “De Verlichting” dan pada tahun 1917 ditempatkan di Peprustakaan Pusat dan Ruang Baca Umum. Jenis perpustakaan itu dengan berjalannya waktu, muncul hampir bersamaan dengan di semua tempat yang ada loge. Pada tahun 1877 didirikan sebuah perpustakaan di Padang dan kemudian:

      1878 di Yogya
      1879 di Surabaya
      1882 di Salatiga
      1889 di Probolinggo
      1890 di Buitenzorg (Bogor)
      1891 di Bandung
      1892 di Menado
      1895 di Manado
      1897 di Tegal
      1899 di Medan
      1902 di Ambon
      1902 di Malang
      1908 di Magelang
      1907 di Blitar

      Eksisnya Yahudi di Indonesia Pasca Kemerdekaan……
      Jika Yahudi pra kemerdekaan yang tergabung di dalam Freemason itu hengkang setelah keputusan Presiden tentang organisasi terlarang Freemason, ternyata di kemudian hari Freemason ini kembali eksis setelah sembunyi-sembunyi. Modus operandi mereka mengaku sebagai keturunan Arab, umat awam pasti akan terkecoh karena Yahudi dan Arab dalam segi fisik tak jauh berbeda. Bukti eksisnya Yahudi ini dapat kita telusuri. Contoh paling mudah tentang eksisnya Yahudi serta Sinagognya, dapat kita lihat pada daerah Surabaya, tepatnya Jalan Kayon no. 4 Surabaya (dekatnya Delta Plaza Surabaya). Jika amati seksama bangunan di Kayon ini, maka kita dapat teliti bahawa gambar Bintang David itu sangat jelas terpampang pada bagian pagar dari sinagoga tersebut.

      Bangunan yang sekilas tampak “sepuh” ini menurut keterangan warga pada hari Sabtu Agung, selalu dinyanyikan lantunan lagu rohani berbahasa Ibrani. Selain itu eksisnya sebuah Sinagoga di daerah Kembang Jepun (jika malam pusat kuliner :”Kiyaki”) pada nomor 4-6 , kita akan dapati sebuah Sinagoga terbuka yang sangat jelas. Dulu Sinagoga ini dipakai oleh Rita Aaron (peragawati dan model Surabaya) yang Yahudi untuk beribadat menyembah Yahweh (sebutan Tuhan oleh orang Yahudi).

      ”Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang musyrik.” (QS Al-Maidah: 82)

      Ayat di atas merupakan peringatan Allah SWT tentang bahaya Yahudi bagi umat Islam. Karena itulah, umat Islam harus senantiasa waspada terhadap segala sepak terjang dan tipu daya Yahudi.

      Satu dari sekian lini yang dibangun oleh Yahudi adalah Freemasonry, yang merupakan gerakan rahasia terbesar, dan boleh jadi tertua di dunia. Freemasonry berpengaruh di seluruh pusat kekuasaan, lebih-lebih Amerika. Bahkan, gerakan ini pada masanya pernah berkiprah dan menjalankan agenda-agendanya di Indonesia. Sampai sekarang hal itu masih terus berlangsung. Mungkin hingga Hari Kiamat nanti.

      March 16, 2011 at 7:47pm · Unlike ·  1
    • Joe Java

      kuambil dari catatan teman…
      Meski ratusan tahun beroperasi di Nusantara, keberadaan Freemason (Belanda:Vrijmetselaarij), nyaris tak tertulis dalam buku-buku sejarah. Padahal, banyak literatur yang cukup memadai untuk dijadikan rujukan penulisan sejarah tentang gerakan salah satu kelompok Yahudi di wilayah jajahan yang dulu bernama Hindia Belanda ini.Di antaranya adalah: Vrijmet selaarij: Geschiedenis, Maats chapelijke Beteekenis en Doel (Freemason: Sejarah, Arti untuk Masyarakat dan Tujuannya) yang ditulis oleh Dr Dirk de Visser Smith pada tahun 1931, Geschiedenis der Vrymet selary in de Oostelijke en Zuidelijke Deelen (Sejarah Freemason di Timur dan Selatan Bumi) yang ditulis oleh J Hagemen JCz pada tahun 1886, Geschiedenis van de Orde der Vrijmetselaren In Nederland Onderhoorige Kolonien en Londen (Sejarah Orde Freemason di Nederland di Bawah Kolonialisme) yang ditulis oleh H Maarschalk pada tahun 1872, dan Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917 (Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917), yang diterbitkan secara resmi pada tahun 1917 oleh tiga loge besar; Loge de Ster in het Oosten (Batavia), Loge La Constante et Fidele (Semarang), dan Loge de Vriendschap (Surabaya).

      Di samping literatur yang sudah berusia ratusan tahun tersebut, pada tahun 1994, sebuah buku berjudul Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie 1764- 1962 (Freemason dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962) ditulis oleh Dr Th Stevens, seorang peneliti yang juga anggota Freemason. Berbeda dengan buku-buku tentang Freemason di Hindia Belanda sebelumnya, buku karangan Dr Th Stevens ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2004.

      Buku-buku yang mengungkap tentang sejarah keberadaan jaringan Freemason di Indonesia sejak masa penjajahan tersebut, sampai saat ini masih bisa dijumpai di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Bahkan, Indisch Macconiek Tijdschrift (Majalah Freemason Hindia), sebuah majalah resmi milik Freemason Hindia Belanda yang terbit di Semarang pada 1895 sampai awal tahun 1940-an, juga masih tersimpan rapi di perpustakaan nasional.

      Selain karya Stevens dan H Maarschalk yang diterbitkan di negeri Belanda, buku-buku lainnya seperti tersebut di atas, diterbitkan di Semarang dan Surabaya, dua wilayah yang pada masa lalu menjadi basis gerakan Freemason di Hindia Belanda, selain Batavia. Keberadaan jaringan Freemason di Indonesia seperti ditulis dalam buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917 adalah 150 tahun atau 199 tahun, dihitung sejak masuknya pertama kali jaringan Freemason di Batavia pada tahun 1762 sampai dibubarkan pemerintah Soekarno pada tahun 1961.

      Selama kurun tersebut Freemason telah memberikan pengaruh yang kuat di negeri ini. Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917 misalnya, memuat secara lengkap operasional, para tokoh, dokumentasi foto, dan aktivitas loge-loge yang berada langsung di bawah pengawasan Freemason di Belanda. Buku setebal 700 halaman yang ditulis oleh Tim Komite Sejarah Freemason ini adalah bukti tak terbantahkan tentang keberadaan jaringan mereka di seluruh Nusantara.

      Keterlibatan elite-elite pribumi, di antaranya para tokoh Boedi Oetomo dan elite keraton di Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta, terekam dalam buku kenang-kenangan ini. Radjiman Wediodiningrat, orang yang pernah menjabat sebagai pimpinan Boedi Oetomo, adalah satu-satunya tokoh pribumi yang artikelnya dimuat dalam buku kenang-kenangan yang menjadi pegangan anggota Freemason di seluruh Hindia Belanda ini.

      Radjiman yang masuk sebagai anggota Freemason pada tahun 1913, menulis sebuah artikel berjudul ”Een Broderketen der Volken” (Persaudaraan Rakyat). Radjiman pernah memimpin jalannya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Selain Radjiman, tokoh-tokoh Boedi Oetomo lainnya yang tercatat sebagai anggota Freemason bisa dilihat dalam paper berjudul The Freemason in Boedi Oetomo yang ditulis oleh CG van Wering.

      Kedekatan Boedi Oetomo pada masa-masa awal dengan gerakan Freemason bisa dilihat setahun setelah berdirinya organisasi tersebut. Adalah Dirk van Hinloopen Labberton, pada 16 Januari 1909 mengadakan pidato umum (openbare) di Loge de Sterinhet Oosten (Loji Bin – tang Timur) Batavia. Dalam pertemuan di loge tersebut, Labberton memberikan ceramah berjudul, ”Theosofische in Verband met Boedi Oetomo” (Theosofi dalam Kaitannya dengan Boedi Oetomo).

      Theosofi adalah bagian dari jaringan Freemason yang bergerak dalam kebatinan. Aktivis Theosofi pada masa lalu, juga adalah aktivis Freemason. Cita-cita Theosofi sejalan dengan Freemason. Apa misi Freemason? Dalam buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, karya Dr Th Steven dijelaskan misi organisasi yang memiliki simbol Bintang David ini: ”Setiap insan Mason Bebas mengemban tugas, di mana pun dia berada dan bekerja,untuk memajukan segala sesuatu yang mempersatukan dan menghapus pemisah antar manusia.”

      Jadi, misi Freemason adalah “menghapus pemisah antarmanusia!”. Salah satu yang dianggap sebagai pemisah antarmanusia adalah ‘agama’. Maka, jangan heran, jika banyak manusia berteriak lantang: ”semua agama adalah sama”. Atau, ”semua agama adalah benar, karena merupakan jalan yang sama-sama sah untuk menuju Tuhan yang satu.”

      Paham yang dikembangkan Freemason adalah humanisme sekular. Semboyannya: liberty, egality, fraternity. Sejak awal abad ke-18, Freemasonry telah merambah ke berbagai dunia. Di AS, misalnya, sejak didirikan pada 1733, Freemason segera menyebar luas ke negara itu, sehingga orang-orang seperti George Washington, Thomas Jefferson, John Hancock, Benjamin Franklin menjadi anggotanya.

      Prinsip Freemasonry adalah ‘Liberty, Equality, and Fraternity’. (Lihat, A New Encyclopedia of Freemasonry, (New York: Wing Books, 1996). Harun Yahya, dalam bukunya, Ksatria-kstaria Templar Cikal Bakal Gerakan Freemasonry (Terj), mengungkap upaya kaum Freemason di Turki Usmani untuk menggusur Islam dengan paham humanisme.

      Dalam suratnya kepada seorang petinggi Turki Usmani, Mustafa Rasid Pasya, August Comte menulis, “Sekali Usmaniyah mengganti keimanan mereka terhadap Tuhan dengan humanisme, maka tujuan di atas akan cepat dapat tercapai.” Comte yang dikenal sebagai penggagas alir n positivisme juga mendesak agar Islam diganti dengan positivisme. Jadi, memang erat kaitannya antara pengembangan liberalisasi, sekularisasi, dan misi Freemason. .

      sumber:http://www.facebook.com/note.php?note_id=463442082148

10 comments on “BANI ISRAEL dan TANAH JAWA (Nuswantoro)

  1. maka mari kembali ke agama tradisional asli nusantara

  2. dulu belum ada pulau pulau, sehingga ketika terjadi pencairan es dikutub kemudian menggenangi dataran rendah hingga yang kelihatan hanyalah puncak puncak gunug, kemudian pada rentang waktu tertentu terjadi penurunan permukaan air laut, sehingga terbentuklah pulau pulau seperti sekarang ini.mengenai komentar tentang jawa sebenarnya dari kata jawi yang artinya peradapan. maka jangan heran kalo ada kemiripan bahasa [ sansekrit] atau tulisan antara jawa dengan thayland, sampai india. bahkan yang disebut kerajaan mataram kuno pun itu bukan dinasti sanjaya atau rakai pikatan yang kemudian mewariskan borobudur, itu adalah mataram ii. yang dimaksud dengan mataram kuno adalah dari kata metarem yang berkedudukan di rembang darai kata metarembang. ketika itupun pulau jawa belum terbentuk, masih belum terjadi penurunan permukaan air laut, masih berupa pulau pulau kecil puncak puncak gunung yang kemudian disebut sunda kecil dan beberapa yang besar disebut sunda besar. secara keseluruhan disebut nuswantoro atau nusantara. jadi dari apa yang saya tulis ini untuk sementara saya berpendapat bahwa atlantis itu masuk akal kalau memang adanya di wilayah indonesia sekarang ini. soal kebenarannya kita tunggu…………….sekalipun tidak akan ada dampak positif bagi negara kita, bahkan bisa jadi sumbeer mala petaka karena indonesia akan jadi ajang perburuan harta karun. minimal negeri kita ini akan diacak acak oleh bangsa asing dengan dalih penelitian tapi yang terjadi adalah pencurian dan perusakan alam. yang ada malah terjadi bencana atlantis ii………………… semoga tidak.

  3. wong jawa wis pada ora njawani…………
    Eling lan Waspodo……..
    Ojo Dumeh…………..

  4. SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL

    Tulisan ini dipersembahkan khusus bagi mereka yang ingin memahami kebenaran tentang misteri: Satrio Piningit, Imam Mahdi, Dajjal, Yesus Kristus, anti kristus, nabi Isa, Almasih dan Ratu Adil. Tulisan ini juga mengungkap misteri: Sabdo Palon Nayo Genggong, Nyi Roro Kidul, mahluk ruang angkasa, (UFO), leluhur bangsa israil dan benua atlantis
    . . .
    Di masa nabi Ibrahim manusia mulai mencari Tuhan yang menciptakan segalanya. Manusia memuja roh-roh leluhur mereka. Ibrahim (Abraham) memiliki putera bernama Ismail (Samuel) dan Ishak. Ishak memiliki putera bernama Yakub (Yakob). Yakub memiliki putera dua belas orang dari empat orang ibu. Mereka inilah yang disebut dengan bani israil, yang belakangan menganut faham agama yahudi. Orang yahudi meyakini adanya Tuhan meski mereka tidak menyebut ALLAH karena sebutan itu belum dikenal oleh nenek moyang mereka.

    Orang yahudi menamakan Tuhan dengan sebutan YAH WEH (Yehova). YAH WEH artinya adalah Jawa. Jawa adalah asal usul nenek moyang mereka, asal usul ummat manusia. Jawa adalah syurga atlantis yang hilang. Sampai hari ini orang-orang israil (yahudi) berkeyakinan bahwa orang jawa (Indonesia) adalah saudara tua mereka. Orang yahudi meyakini bahwa gunung Muriah yang ada di Jawa adalah saudara kembar dengan gunung Moriah (Moriah Mount) yang ada di Israil. Gunung Muriah di Jawa sebagai kakak kembar dan gunung Moriah di Israil adalah adik kembarnya.

    http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/2012/06/11/satrioimammahdi/

  5. Halllahhh… jangan Taqabur. Jangan ada yg mengklaim Tanah Keramat/para Nabi/Ahlul Bait dll. Mau tau siapa dan dimana semua tanda Tanya misteri di atas hanya ada 1 cara. Yaitu : Org serta negeri yg memiliki 2 hal yg tidak ada pada diri serta negeri lain :
    DALAM DIRI ORANG TERSEBUT dan DI LUAR DIRINYA (Berupa PUSAKA GHAIB Ribuan Tahun)
    Yg bisa menandingi Keduanya dalam Hal Derajat,Kemuliaan,Ilmu,Hikmah,Keghaiban,aura,harisma dan lain-lain yg berhubungan dengan itu, baru bisa di anggap Sah serta di akui sebaga bukti. bahwa itu itulah tempat asal para nabi dan pemimpin yg di tunggu/di janjikan akhir di zaman. Tau tidak…… hal seperti ini tidak ada jejak /bekas sama sekali, karena menjaga RAHASIA, hanya 2 hal di atas yg di tinggalkan sebagi bukti legalitas ibarat Sertifikat kepemilikan yg SAH. Kalaupun ada jejak sebagai bukti sejarah, itupun di titipkan jauh di negeri/org asing dgn perjanjian bila tiba waktunya mereka membawa kembali bukti serta cerita kepada si pemilik yg SAH. Apa saja Yg ada, serta yg di temukan saat ini yg katanya sebagai Bukti sejarah, semua hanyalah PENGALIH PERHATIAN untuk menutupi RAHASIA sebenarnya.

  6. .kok aneh banget sih .sesungguhnya bangsa paling unggul itu ia lah bangsa arab(bani ismail)karena dari sana ada anak lahir yang menjdi rahmatan lilalamin..terbalik skali dengan bani jawi .yang banyak melahirkan orang2 korup..
    Acara d kraton jogyakarta aj masih ada jga memberi sesajen ke lereng gunung,keris ,pohon…bkan hanya d jogja .tpi seluruh tanah jawa
    …astagfirullah itulah perbuatan syirik yang dosax sperti durhaka kdua orang ..tua…
    Masih aj lge bependpat ras jawi ras yang unggul…

  7. Aw, this was an incredibly nice post. Taking the time and actual effort to
    produce a really good article… but what can I say… I procrastinate a lot and never seem to
    get anything done.

  8. arogansi kaum (bani) israil rupanya menjangkati juga suku jawa yang merasa lebih unggul, keterunan unggul dan superior. Bukankah telah dijelaskan Allah bahwa umat terbaik adalah yang paling bertaqwa kepada Allah..? Elingg..

  9. orang indonesia atau jawa (islam) mulai mengakui kita bahwa semua suku bangs aadalah suku bangsa israel dan keturunan adam dan ibrahim.

  10. Pencarian… seyogyanya jangan untuk mencari keunggulan yang membuahkan kecongkakkan…Pencarian…. akan lebih bijaksana untuk mengenal leluhur dan menambah ketaqwaan kita pada Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.973 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: