8 Komentar

Peradaban Agama Sunda Wiwitan di Sekitar Lokasi Gunung (Supervolcano) Sunda Purba

Penemuan fosil dan artefak tahun-tahun terakhir ini disekitar Gua Pawon sampai Gunung Padang (Kab Bandung Barat sampai Cianjur) memang cukup mengejutkan. Ada sejumlah fosil mammoth dan sejumlah peninggalan dari jaman megalitikum. Sejumlah peneliti dari IAGI dan Wanadri yang setia menyusuri DAS Citarum menjumpai beberapa situs seperti di bawah ini:

 Situs Desa Gunung Padang, di Campaka Cianjur

Sundaland, menghubungkan dua benua

Gunung Sunda Purba sendiri pernah meletus serta menjadi tiga gunung anakan Gn Burangrang, Gn Tangkubanperahu dan Gn Bukit Tunggul. Puncaknya ada di atas Gn Tangkubanperahu dengan perkiraan ketinggina sampai 4.000 mdpl. Konon letusannya membuka Sanghyang Tikoro, sehingga Danau Purba Bandung menjadi daratan.

Situs Desa Gunung Padang, di Campaka Cianjur

Nama Gn Sunda Purba pun adalah bahasa lokal yang sama dengan penulisan geologist jaman pertengahan yang memperkirakan Sundaland (Paparan Sunda) berdiri di atas Sunda Plate (Lempeng Sunda tektonis). Douwess Dekker lah yang merubah nama Sundaland menjadi Nusantara, sehingga orang Malaysia pun sekarang merasa menjadi orang Nusantara. Bahkan mereka merasa sebagai sebuah kekaisaran (lebih tinggi dari kerajaan dan negara) dengan nama Kekaisaran Sunda Nusantara, berkedudukan diKuala Lumpur (lihat Gambar).

Penemuan-penemuan piramida bahkan cukup menakutkan kelompok tertentu yang akan mengembalikan keberadaan agama Sunda Wiwitan.

Ini pendapat-pedapat dari masing-masing sumber, bukan saya, dan mohon maaf, hanya sekedar sharing bacaan:

Orang Pasundan merasa Sunda bukan lah etnis di Jawa Barat melainkan orang-orang se Paparan Sunda yang berkumpul di pusat peradaban. Agama yang dianutnya pun adalah Sunda Wiwitan. Beberapa penganut Kejawen mengakui Sunda Wiwitan sebagai sumber ke-jawa-an, dimana agama Sunda yang monotheisme adalah ajaran Islam dari Brahma (Abram menurut Taurat, Abraham menurut Injil dan Ibrahim menurut Quran), serta ajaran-ajaran sebelum Brahma (mungkin ajaran Islam sejak Nabi Adam), dimana ajaran yang diusung adalah garis Habil dengan musuh ajaran Qabil.

Sunda Wiwitan yang berkembang dan disempurnakan oleh ajaran Al Quran menjadi agama menurut faham Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti yaitu bersatunya hamba dengan Tuhan-nya (diskusi posting kemarin). Perspektif ajaran Kejawen berdimensi tasauf percampuran antara kebudayaan Jawa, Hindu, dan Budha yang kurang menghargai aspek syariat dengan hukum-hukum hakiki agama Islam, alasannya adalah bahwa penyebar agama Islam pada waktu itu lebih mementingkan Islam diterima dahulu walau harus menyesuaikan dengan adat Jawa. Kejawen sendiri bukan lah berasal dari kata Jawa, melainkan dari jawi atau kesederhanaan. Tetapi orang Jawa sudah menggunakan atau memakai gelar “Sayidina Panatagama”, “Khalifatullah”, “Ajaran agama ageming aji” ( perhiasan ) untuk raja-raja Jawa, karena raja adalah wakil Allah di dunia.

Kitab Mahabarata dan Ramayana merupakan sumber inspirasi ajaran Kejawen yang mengandung ajaran moral dan karakter prilaku tuntunan hidup dengan pola pemahaman kajian pikiran Jawa yang lebih terfokus pada aspek indra batin dan prilaku batin. Strategi pendekatan Kejawen adalah mencari pendekatan kepada Tuhan bahkan selalu ingin menyatu dengan Tuhan ( Manunggaling Kawula Gusti) dan analisanya bersifat batiniah.

Sunda Wiwitan di Jawa Barat menjadi agama Sunda yang cenderung melengkapinya dengan ajaran Al Quran dalam bentuk tajalli, mirip dengan kejawen, tetapi tetap melaksanakan syariat secara hakiki.  Penyatuan diri dengan Allah adalah tidak mungkin karena manusia berbeda zat dengan Allah, tetapi manusia harus mampu mencapai ketuhanan sesuai kemampuan akalnya. Maka secara tasauf, tajalli adalah menyatukan diri kepada penampakan diri Tuhan yang bersifat absolut dalam bentuk alam yang bersifat terbatas. Istilah ini berasal dari kata tajalla atau yatajalla, yang artinya “menyatakan diri”. Tidak mengherankan, pada 1576M, Raja Sunda Galuh (atau dikenal dengan raja Pakuan Pajajaran karena berkantor di Pakuwuan yang berjajar, karena raja adalah mandataris dari board of director raja-raja dari trias politica pemerintahan Paparan Sunda ala kearifan lokal) lebih suka mengalah dan menghilang (raib atau tilem) ketimbang harus berperang sesama bangsa yang dikepalai oleh panglima-panglima Gujarat dan China yang mejadi wakil Kerajaan Demak, Cirebon, Bali dan Banten.

Oleh sebagian kalangan Islam kaum santri berwarna Islam Arab, konsep penyatuan manusia dengan Tuhan Kejawen dan agama Sunda dianggap mengarah kepada penyekutuan Tuhan atau prilaku Syirik. Anehnya banyak ahli-ahli spiritual Islam Timur Tengah bahkan banyak belajar kepada agama Islam Sunda ini. Apakah karena pola pikir tasauf Jawa pada waktu itu sudah lebih maju ketimbang tasauf Arab? Dimana Nabi Muhammad SAW sendiri melaksanakan tingkat-tingkat di atas syariat seperti tarekat, hakekat dan marifat. Kemudian untuk menjadi marifatullah seseorang harus mengikuti sunnah Rasul dalam sifat siddiq, amanah, tabligh dan fatonah?

Pemberhentian tingkat di syariat ini lah yang nampak terjadi pada kaum muslim sejak memasuki abad 20, yang oleh para ahli agama Islam Turki disebutnya sebagai degradasi. Seolah dengan menerima rukun iman dan menjalankan rukun islam pahala lah ganjarannya. Dengan pahala yang banyak dijamin masuk surga. Mungkin ini pula lah yang menyebabkan orang Islam menjadi lagi tidak peka akan alam atau tidak islami (menerima sunatullah secara ikhlas).

salam…..sd


From: agung hertanto <agungeka@yahoo.com>
To: ITB74@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, November 23, 2011 8:30 PM
Subject: Re: [ITB74] Piramida ditemukan di Garut

Kang Sony,
Gunung Sunda persis lokasinya dimana ya? Temuan ini sangat menarik, karena selama ini kan Indonesia (Sunda/Jawa) kan selalu dipiggirkan dalam khazanah budaya dunia. Misalnya sering disebut dalam arkeologi dan anthrolpology bahwa orang Indonesia asalnya dari Asia daratan (dekat Hunan sana). Saya pernah baca artikel ilmiah (masih baru) bahwa sebenarnya yang terjadi adalah kebalikannya – orang Sunda (dulu Jawa Sunda Sumatra sering disebut Jawa saja atau Sunda saja) ini yang menjelajah kemana-mana. Bahkan dalam kisah Ramayana – sudah disebutkan tanah dan kerajaan yang bergelimang emas dan perak di Jawa. (Ini teman temanku India tahu cerita ini). Bahkan Ptolomeus juga mengatakan hal yang sama. Lalu kemana peninggalan kita ini semua? Terbenam oleh lahar? Hancur oleh gempa? terkubur abu gunung api? Mengingatkan hypothesa Arisyio dos Santos – Atlantis.
Jika kita dipinggirkan (marginilisasi) terus menerus – dan peminggiran ini diulang ulang … tidak heran bangsa kita menjadi terpinggir.
salam
— On Tue, 11/22/11, Sonny Djatnika SD <sundadjaja2009@yahoo.co.id> wrote:

From: Sonny Djatnika SD
Subject: Re: [ITB74] Piramida ditemukan di Garut
To: “ITB74@yahoogroups.com”
Date: Tuesday, November 22, 2011, 11:28 PM

Pan aku pernah bilang beberapa bulan yang lalu, kita boleh ikut membuktikan dalam acara outing kita…..
Cuma MHGS masih bilang belum ada penerawangan…..
Di Jawa Barat pernah ada gunung terbesar, yaitu Gunung Sunda. Setelah meletus menjadi tiga gunung anakan…. Situs yang disukai oleh para arkeolog dan para geolog, Bahkan ditemukan kehidupan fosil mammoth dan peninggalan megalitikum di sana.
salam……sd

From: Gatot S <gsetyabudi@yahoo.com>
To: ITB74 ; EL74ITB <EL74ITB@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, November 22, 2011 4:59 PM
Subject: [ITB74] Piramida ditemukan di Garut

Piramida ditemukan di Garut yang konon lebih besar dan tua dari piramida di Mesir.

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/23/167475/Piramida-Ditemukan-di-Garut

Masa si?
Hé hé … hé.

Salam, Gatot S
Transmitted from my HP

__._,_.___

Attachment(s) from Sonny Djatnika SD

2 of 2 Photo(s)

Messages in this topic (7)

Assalamu alaikum wr. wb.
Ahmad Y Samantho Say:
Hatur Nuhun Pak Cahyana, Leres, masih seueur misteri seputar Peradaban Sunda Wiwitan anu kedah diteliti ngenaan Hipotesis Sunda Wiwitan teh pakait-pakuat sareng Peraban Lemuria-Atlantis Di Nusantara, anu saluyu sareng Peradaban Austronesia dan Peradaban sejak Zaman Nabi Adam AS dugi Ka Peradaban umat Nabi Nuh As dan bahkan dugi ka Peraban Nabi Ibrahim AS di Nusantara. Janten Pasundan (Sunda Land) teh tempat awal kelahiran Peradaban manusia cerdas dan beriman kepada Sang Hyang Widhi Wasa – Sang Hyang Wenang – Sang Hyang Pangersa = Allah SWT / Tuhan Yang Maha Esa., dalam manifestasinya di alam “Bhineka Tunggal Ika , Tan Hanna Dharma Mangrwa.”  Wallahu “alam bi Shawab.

From: “cahyana@gmail.com” <cahyana@gmail.com>
To: Oman Abd <omanarah@gmail.com>
Cc: Benny Buldansyah <bennyluthfi@yahoo.com>; Iwan Wangsaatmadja <setiawan_w@bplhdjabar.go.id>; Yusep Rosmansyah <yusepros@yahoo.com>; Rosidi Wiradinata <rosidi.wiradinata@datacomm.co.id>; Hendra Suparmo <hendrasuparmo@gmail.com>; Memet1 <r_sentika@menegpp.go.id>; Ahmad Mukhlis Yusuf (LinkedIn Invitations) <invitations@linkedin.com>; Ahmad Samantho <ay_samantho@yahoo.com>; Ahmad Shalahuddin Zulfa <ahmad@shalahuddin.com>
Sent: Friday, November 25, 2011 9:35 AM
Subject: Fw: [ITB74] Piramida ditemukan di Garut [2 Attachments]

KangRai Manar,
Perkawis Sunda wiwitan terlampir , kagungan referensina? Ieu kang Sinny, fasih pisan ngagunemkeun karuhun urang,
Manawi kang Ahmad Samanto atanapi Kang Ahsa tiasa ngeuyeuban, nuhun
Wasslm

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
About these ads

8 comments on “Peradaban Agama Sunda Wiwitan di Sekitar Lokasi Gunung (Supervolcano) Sunda Purba

  1. sunda bukan suku tp ageuman atau suatu kepercayaan

  2. assalamu alaikum kang. Sunda wiwitan teh pami di Al-Qur’an disebatna Millah Ibrahim. Mangga bilih bade ningal obrolanana di http://www.facebook.com/groups/sws.ittelkom/

  3. Beuki Jelas Wae Katerangan Urang Sunda Teh Aya.

    #Subhanalloh

  4. nusantara adalah sunda yang hilang sebenarnya

  5. alhamddllh..islam sunda mah lain islam lahirna wungkul tapi isllam jeung batin2na.mangkana ajaran para karuhun saluyu pisan jeung ajaran islam

  6. islam teh nyunda pisan sawangsulna islam teh nyund pisan …klop lah sunda teh is the best

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.954 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: