27 Komentar

Temuan Perabotan Nyi Subang Larang di Kebun Jati di Subang

Temuan Perabotan Nyi Subang Larang di Kebun Jati

by Gunung Jati Cirebon on Saturday, July 2, 2011 at 9:40am

Subang – Jurnal Nasional

SEBUAH cagar budaya baru peninggalan prasejarah zaman kerajaan Padjadjaran, ditemukan di Desa Nagerang, Keeamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar). Cagar budaya ini, sebagai penanda tempat tinggal Nyi Mas  Ayu Subang Larang, Istri Prabu Siliwangi, Raja Padjadjaran.

Peneliti dari Balai Arkelogi Bandung, Lutfi Yondri mengatakan, di lokasi yang dikenal  sebagai Teluk Agung -kini berubah jadi kebun jati itu-  menemukan tanda-tanda kehidupan pra sejarah. “Kami  menemukan manik-manik dan perkakas bekas perabotan Nyi Subang Larang,” katanya di Subang, Jumat (1/7).

Lutfi menunjukkan berbagai benda berkas terkubur di lokasi itu, misalnya gelang dan  kalung. Lutfi akan terus mendalami keberadaan bukti-bukti cagar budaya prasejarah di Teluk Agung itu. “Yang terpenting diperhatikan saat ini, jangan sampai setiap benda  hasil penemuan itu terganggu atau diganggu,” ujar dia.

TAHAP AWAL, DISPARBUD JABAR, MEMBERIKAN BANTUAN DANA RP500  JUTA UNTUK MEMBANGUN PINTU GERBANG DAN BENTENG DI SEKeLILING LOKASI  CAGAR BUDAYA.

Peneliti sejarah Prabu Siliwangi, Dasep Arifin, mengatakan, makin yakin kalau  Nyi Ayu Subang Larang memang pernah menetap di Teluk Agung, Nangerang itu. “Bukti-bukti yang ditemukan sudah menguatkan.”

Dase menjelaskan,  Subang Larang, kakak dari pendekar  yang melegenda yakni Joko Tingkir. Keduanya, anak Prabu Siliwangi seibu, yakni dari selir Dewi Khona’ah. Joko Tingkir, kelak berguru kepada Syeh Quro Nahdatul Ain, di Karawang. Cagar budaya itu perlu  dipelihara dim dilestarikan sebagai bukti perjalanan sejarah Raja Padjadjaran yang dikenal berganti rupa menjadi Maung Siliwangi. “Saya tak setuju, kalau tempat itu dikeramatkan.”

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, mengukuhkan cagar budaya Teluk  Agung sebagai cagar budaya baru, Itu dibuktikan dengan mendapatkan penetapan langsung dari Kepala Disparbud Jabar, Herdiwan, didampingi Acil Bimbo dan Dasep Arifin, dari  Dewan Kasepuhan Padjadjaran, Kamis (30/6).

Tahap awal, Disparbud Jabar, memberikan bantuan dana Rp500 juta untuk membangun pintu gerbang dan benteng di sekililing lokasi cagar budaya, melalui Yayasan Subang Larang. “Supaya, lokasi cagar budaya, kelak membawa manfaat bagi warga Jabar,”  ucap Herdian .• Deta Surya. JURNAL NASIONAL :: 2 Juli 2011, Hal. 16

INILAH.COM, Subang – Sebulan setelah ditetapkan, Situs Subang Larang mulai dibanjiri peziarah. Terlebih menjelang datangnya bulan Ramadan.

Dalam sepekan terakhir ini, tercatat jumlah peziarah yang datang ke situs purbakala istri Prabu Siliwangi, Nyai Subang Larang di Desa Nangerang, Kecamatan Binong, Subang pada angka tertinggi bisa mencapai 3.000 orang.

“Waktu malam Selasa kemarin, saya kira jumlah peziarah yang datang bisa mencapai 3.000 orang. Mereka datang secara bergelombang dari siang sampai malam hari,” ujar Kepala Bidang Budaya, Dinas Budaya, Wisata dan Olahraga (Disbudpora) Subang Mulyana kepada INILAH.COM, Selasa (26/7/2011) sore.

Dari pantauan, para peziarah tidak saja datang dari Jawa Barat. Tidak sedikit mereka yang datang dari luar Jabar bahkan dari Sumatera. Aktivitas yang mereka lakukan adalah membaca doa dan zikir di sekitar situs Nyai Subang Larang.

“Mereka yang datang langsung melakukan taawasul dan baca doa. Ada juga yang selesai tawashul pulang, tidak sedikit yang menunggu jam 00.00 zikir bersama dengan dipimpin salah seorang tokoh,” imbuhnya.

Situs Subang Larang yang ditemukan berupa bebatuan dan perhiasan serta sejumlah benda peninggalan Nyai Subang Larang. Situs itu pertama kali ditemukan pada 1979 dan 1981 di daerah Teluk Agung dan Muara Jati oleh Abah Roheman, warga setempat.

Setelah melalui tahapan kajian dan penelitian para ahli arkeologi, benda purbakala itu disimpulkan memiliki kesamaan dengan yang ada di Pakuan, Bogor. Hari ini genap satu bulan situs itu ditetapkan. [gin]

Situs Nyai Subang Larang, Subang Larang Santriwati Syech Quro

 Selasa, Juli 05, 2011  Radar Karawang

KETUA Yayasan Gelok Cipunagara, Endang, ketika menyaksikan Ketua Yayasan Subang Larang, Sonjaya, saat disemat lambang kujang oleh Acil Bimbo.
SITUS Nyai Subang Larang akhirnya terkuak di Desa Nangerang, Kecamatan Binong. Banyak yang berharap penemuan situs itu akan menjadi pencerahan yang nantinya bisa menjadi acuan terhadap tabir yang menyelimuti riwayat tanah Sunda.
oleh: Pirdaus, Subang
Terkait penemuan situs Nyai Subang Larang itu, Yayasan Gelok Cipunagara, langsung membeberkan riwayat Nyai Subang Larang. Dituturkan Endang, ketua yayasan itu, sejarah Nyai Subanglarang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kabupaten Subang. Diharapkan dengan dikukuhkannya situs tersebut akan menambah tempat wisata Subang sekaligus dapat mengangkat dan mengingatkan kembali pengisi Kabupaten Subang untuk mengingat sejarah era terdahulunya.
“Subang Larang adalah pimpinan Gelok tentunya situs Subang Larang dapat dijadikan lokasi wisata akan lebih ramai dikunjungi orang dari pada lokasi situs Gelok yang saya tempati. Gelok saja yang merupakan kepercayaan Subang Larang pengunjungnya ribuan apalagi Subang Larang sebagai atasannya,” ucap Endang.
Endang membeberkan, masa jayanya kepemimpinan Eyang Prabu Siliwangi pada abad ke-15, yang kemudian menjadikan Islam sebagai agama secara aman dan damai. Kedamaian tersebut diawali adanya pernikahan yang kedua Sang Prabu Siliwangi dengan Nyai Subang Larang yang merupakan putri Ki Gedeng Tapa, Syah Bandar Cirebon.
Nyai Subang Larang merupakan santri Syekh Quro atau Syekh Hasanuddin yang digembleng di Pesantren Syeh Quro di Karawang. Dinasti Eyang Prabu Siliwangi dari pernikahannya dengan Nyai Subang Larang, melahirkan tiga orang putra dan putri. Yakni Pangeran Walangsungsang, Nyai Lara Santang dan Raja Sangara.
Saat itu, dilanjutkan Endang, Syekh Quro yang dikenal pula dengan nama Syekh Hasanuddin, memegang peranan penting dalam masuknya pengaruh ajaran Islam ke keluarga Sang Prabu Siliwangi. Persahabatan Ki Gedeng Tapa dengan Syekh Quro, menjadikan putrinya, Subang Larang masantren di Pesantren Syekh Quro. Adapun kedudukan Ki Gedeng Tapa adalah sebagai Syahbandar di Cirebon. Menggantikan Ki Gedeng Sindangkasih setelah wafat. Ki Gedeng Tapa dikenal pula dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati.
Dalam Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari-CPCN karya Pangeran Arya Cirebon yang ditulis pada tahun 1720 m atas dasar Negarakerta Bumi, menuturkan bahwa Ki Gedeng Sindangkasih memiliki kewenangan yang sangat besar. Kewengannya tidak hanya sebagai Syahbandar di Cirebon semata. Dia juga memiliki kewenangan mengangkat menantunya, Raden Pamanah Rasa sebagai Maharaja Pakuan Pajajaran dengan gelar Sang Prabu Siliwangi.
Endang mengisahkan istri pertama Eyang Prabu Siliwangi adalah Nyi Ambet Kasih putri kandung Ki Gedeng Sindangkasih. Adapun Istri keduanya bernama Subang Larang putri dari Ki Gedeng Tapa yang kini situsnya telah ditemukan di Bangerang, Binong yang sebelumnya ditemukan situs ponggawa utamanya bernama Gelok di Cipunagara yang ramai dikunjungi orang dan diwadahi dengan nama Yayasan Gelok Cipunagara.
Sementara Isteri yang ketiganya ketiga, Nyai Aciputih Putri dari Ki Dampu Awang. Atas peristiwa pergantian kedudukan tersebut, Ki Gedeng Tapa dan Sang Prabu Siliwangi memiliki kesamaan pewarisan. Yang mana keduanya memperoleh kekuasaan berasal dari Ki Gedeng Sindangkasih setelah wafat. Hubungan antara keduanya dikuatkan dengan pertalian pernikahan. (bersambung)

Situs Subang Larang jadi Wisata Budaya

Kamis, 30 Juni 2011 19:36 oleh: annas nashrullah

TINJAU BINONG- Lokasi penemuan benda purbakala bernilai sejarah, situs Nyai Subang Larang akan melengkapi jumlah wisata budaya di Kabupaten Subang. Pihak Pemerintah Provinsi berencana akan menjadikan situs istri Prabu SIliwangi itu menjadi wisata budaya.

Untuk mendukung itu, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata dan Budaya Jabar akan mengucurkan dana sebesar Rp500 juta untuk penataan dan pengelolaan situs nyai Subang Larang yang bersumber dari APBD Perubahan 2011 Jabar.

“Saya barusan kordinasi dengan BAPPEDA. Kalau Rp500 juta akan disiapkan pada APBD tahun ini, untuk penataan area ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Herdiyawan
pada Pengujuhan Situs Subang Larang di Desa Nanggerang, Kecamatan Binong, Subang Kamis (30/6/2011).

Dana tersebut, kata Herdiyawan bisa dimanfaatkan untuk pemagaran area situs, pembuatan gerbang Situs Subang Larang, penataan area dan lainnya. Bahkan dalam impian Herdiyan, di tempat itu ada pedagang aksesoris budaya. “Rp500 juta bukan untuk pemagaran saja, tidak harus satu desa ini dipagar, area situsnya saja dulu,” imbuhnya.

Seorang warga abah Roheman menemukan situs Subang Larang itu di dua tempat yakni Teluk Agung dan Muarajati Desa nangerangm kecamatan Binong. Benda sejarah berupa batu, bejana ukuran kecil dan manic-manik ditemukan pada tahun 1979 dan 1981. Setelah dilakukan kajian ahli Arkeologi, benda purbakala itu memiliki nilai historis lahirnya Rara Santang atau Sunan Gunudjati.

Subang Larang sendiri merupakan istri Pamanah Rasa atau Prabu Siliwangi. Dari pernikahannya itu, Subang Larang melahirkan beberapa keturunan diantaranya Rara Santang melahirkan Sunan Gunung Djati dan Kerajaan di Banten, Sultan Hasanudin.

About these ads

27 comments on “Temuan Perabotan Nyi Subang Larang di Kebun Jati di Subang

  1. [...] Larang ini lahir sekitar tahun 1400, atau sekitar 600 tahun yang lalu (sumber dari sini). Menurut info dari warga setempat, situs ini ditemukan pertama kali tahun 1979 di Desa Nangerang, [...]

  2. Desa urang jadi terkenal euy…

  3. Nu leres atuh Nyi Subang Larang teh putri Parabu Siliwangi atanapi Permaisuri Prabu Siliwangi?………..Janten bingung…pribados

  4. Ralat jaka tingkir adalah seorang perjaka dr desa tingkir, putra dr ki kebo kenanga yang dikenal sbg ki ageng pengging putra dr prabu brawijaya majapahit.
    singkat cerita jaka tingkir yang menjadikan kerajaan pajang dg gelar sultan hadiwijaya.
    maaf saya hanya meluruskan sejarah
    tks

  5. banyak pihak selama ini yang menyangsikan kebenaran nyi subang larang istri prabu siliwangi kebanyakan menganggapnya hanya mitos atau babad cirebon dan ternyata sesunguhnya bener adanya

  6. kata siapa agama sunda kuno atau sunda wiwitan tida memerlukan bangunan atau kuil anda tida tahu bahwa sit. gnpadang punden berundak di lebak si bedug banten taman batu purba kala ciparidi ciamis ddl. itu bagian dari kepercayaan agama sunda kuno lebih tua dari agama hindu budha

  7. dan prabu siliwangi sendiri sering jiarah atau mengunjungi situs gn padang yang dalam kepercayaan sunda wiwitan di sebut kabuyutan oleh karena itu ada sebagian orang yang sedikit sinis bahwa kepecayaan sunda lama atau kuno tida mengenal bangunan suci

  8. iya betul,,sejarah ini ulasanya membingungkan..setahu saya jaka tingkir adlah keturunan jawa bergelar sunan hadiwijaya turunan majapahit dan usia.a lebih muda atau seumuran dengan sehk syarif hidayatullah atau sunan gunung djati yang merupakan cucu dari prabu siliwangi..mohon diverifikasi lagi biar para pembaca tidak bingung dengan kebenaran sejarahnya..supaya tidak jadi simpang siur dan salah kaprah..

  9. hapunten abdi mung bade ngiringan sakantenan ngaluruskeun sejarah nu aslina teu sami sareng nu aya d blog” internet,, margi abdi mung saukur katitipan amanah ti Nyi Mas Ayu Subang Larang pribados … ( maqom na d Sadawarna Subang ) yen sajarah nu leres Beliau nyaeta putri na Eyang Prabu Siliwangi ti Ibu Nyi Rambut Kasih …( maqom na d Cisaga Belendung ) sami sapertos penjelasan pk Dasep Arifin..

  10. Nanggapi teh Tika Sahali :punten ilu biyung, alatan bingung perkawis nami Nyi Mas Ayu Subang Larang sareng Subang Larang putra Ki Gedeng Tapa teh sami eta keneh apa benten.? sakaterang mah Subang Larang istri nu ka dua Eyang Prabu Siliwangi….

  11. nuhun….

  12. Mohon bantuan nya….utk dapat sampai di lokasi Situs dari jakarta itu arah kemana ya…terima kasih…

  13. gw ketinggalan berita padahal gw asli org panembong.
    Muantapz lah trims infonya ya. . .

  14. MANTAPZ BRAY . .
    WOW AH. .

  15. Wow kerenlah Subang teh nambihan situs sejarah, namung rada pabaliut geuning penjalasan diblogna, mohon diperjelas antara bukti arkeolog dan ceritra yang sesungguhnya, hatur nuhun…

  16. Subang Larang dgn Nyi Mas Ayu Subang Larang sami wae, eta” keneh… hatur nuhun kang mulyadi ti karawang, pami akang hoyong langkung jentre.. mangga dongkap k subang atanapi k sekretariat Paguyuban Kebudayaan Tradisional Subang Larang d Jln Pasar Baru No 11 Subang.. Belakang Gedung Gede ( Big House )
    teras kontak k no abdi kin ku abdi d uningakeun sajarahna…

  17. puyeng ningan,mna nu leres…

    • hapntn tipayun ngiringan nimbrung,abdi putra karawang tea,leresan ieu abdi jantn bingung mana anu kedah di percanten atuuuuh….? nyi subang larang miwah subang larang teh leresna saha….? margi nguping wartos nyi subang larang putrina pangersa syekh hasanudin/syekh quro, anu di tikah ku eyang prabu siliwangi.

  18. Ah janteun pabaliut kieu ieu,wkwkkw

  19. hanjakal sejarah sunda prabu siliwangi dikotori dengan prilaku oknum masyarakat yang bertindak membawa bawa nama besar sejarah sunda, galuh pakuan, lembaga adat galuh pakuan di subang. yang pimpinan lembaga adatnya ternyata orang yang tidak berdedikasi untuk simbol sejaarah sunda.
    untung atanapi sayang tokoh-tokoh sunda teuacan tersinggung dgn prilaku sang prabu/ketua lenbaga adat galuh pakuan.

    • nyaan abdi oge asli ti subang, ngarasa tersinggung ningali perilaku sang prabu/ ketua lembaga adat nu mengpar tina jati diri asli orang sunda, cobi taroskeun kenging wasiat/ wangsit atanapi sk keprabuanana kenging tisaha???

  20. Subang teh endah euy….I Love U Subang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.959 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: