7 Komentar

Menelusuri Jejak Nyi Subang Larang, Istri Prabu Siliwangi

Sabtu, 02 Juli 2011 , 09:49:00

SEJARAH : Kawasan Teluk Agung yang terletak di Desa Nanggerang Kecamatan Binong Kabupaten Subang ramai para pejabat tinggi negara pada Kamis lalu (30/6).

PERNAH BERGURU PADA SYEIKH QURRA’ DAN MENDIRIKAN PESANTREN BESAR

Kawasan Teluk Agung yang terletak di Desa Nanggerang Kecamatan Binong Kabupaten Subang yang awalnya sepi mendadak ramai dikunjungi orang-orang dan para pejabat tinggi negara pada Kamis lalu (30/6). Ternyata, kawasan yang juga dikenal Astana Panjang atau Muara Jati ini merupakan saksi sejarah riwayat perjalanan hidup seorang tokoh legendaris wanita tatar Pasundan (kini Jawa Barat—red) pada sekitar abad 16-17 masehi yang juga merupakan istri Prabu Siliwangi, yakni Nyi Subang Larang.

USEP HUSAENI/RADAR BANDUNG



Uniknya, ternyata istri Prabu Siliwangi ini seorang Muslimah dan pendiri pesantren besar di masanya. Berdasarkan data-data sejarah, di kawasan ini pula Nyi Subang Larang diyakini dimakamkan. Bagaimana sesungguhnya sosok Nyi Subang Larang ini?
Berdasarkan riwayat sejarah, Nyi Subang Larang merupakan putri Ki Gedeng Tapa yang merupakan pendiri Kerajaan Japura yang pernah mendapat cinderamata berupa mercusuar dari Laksaman Ceng Ho, pemimpin pasukan Kerajaan dari negeri China. Nyi Subang Larang bernama asli Kubang Kencana Ningrum. Ketika beliau berguru kepada seorang tokoh penyebar Islam dari Pulau Bata Kabupaten Karawang, Syeikh Qurra’, namanya kemudian diganti oleh Syeikh Qurra’ menjadi “Sub Ang” yang bermakna “Pahlawan Berkuda”.
“Subang Larang merupakan satu dari dua tokoh srikandi atau pejuang (pahlawan) wanita Tatar Sunda pada masa itu dimana beliau merupakan figur seorang muslimah (penganut agama Islam—red). Beliau merupakan murid Syeikh Qurra’ yang juga tokoh penyebar Islam setingkat wali yang menyebarkan Islam di wilayah Karawang. Tokoh srikandi lainnya adalah Dewi Parwati”, papar sesepuh Kabuyutan dari Bogor, Abah H. Dasep Arifin pada acara penemuan situs Subang Larang di Desa Nanggerang Kecamatan Binong, Kamis lalu (30/6).
Sepulangnya berguru kepada Syeikh Qurra’, Nyi Subang Larang lantas mendirikan pesantren besar bernama “Kobong Amparan Alit” di kawasan Teluk Agung yang kini berada dilingkungan Desa Nanggerang Kecamatan Binong. Belakangan nama “Kobong Amparan Alit” berubah menjadi “Babakan Alit” yang juga berada di sekitar kawasan Teluk Agung Desa Nanggerang. Selanjutnya, Nyi Subang Larang menikah dengan Pamanah Rasa yang bergelar Prabu Siliwangi dan melahirkan beberapa orang keturunan yang kelak menjadi orang-orang besar, diantaranya Raden Kian Santang yang bergelar Pangeran Cakra Buana yang merupakan pendiri cikal bakal Kerajaan Cirebon. Raden Kian Santang sendiri merupakan seorang muslim sekaligus tokoh penyebar Islam. Demikian halnya, kerajaan Sumedang Larang, Pakuan Pajajaran dan kerajaan Sunda lainnya tidak mungkin dilepaskan dari perjalanan Nyi Subang Larang.
“Tidak akan ada Cirebon, kalau tidak ada Nyi Subang Larang. Sebab sejarah tatar Sunda tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan hidup seorang Subang Larang”, ujar Abah Dasep.
Pada saat menikah dengan Prabu Siliwangi, Subang Larang lantas diboyong oleh sang suami untuk tinggal di Bogor yang ketika itu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran. Namun, meskipun tinggal di Bogor, Subang Larang kerap mengunjungi pesantrennya di kawasan Teluk Agung yang sekarang terletak di Desa Nanggerang Kecamatan Binong. Dan ketika beliau wafat, jasad atau layon-nya kemudian dibawa oleh para abdi dalemnya untuk dimakamkan di kawasan Teluk Agung tersebut. Diantara abdi dalem yang membawa jasad Nyi Subang Larang adalah tokoh yang kini dimakamkan di kawasan makam keramat Gelok yang terletak di Kp. Cipicung Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara Subang.
“Berdasarkan bukti dan penuturan sejarah yang saya terima, maka saya berkeyakinan bahwa di kawasan Teluk Agung Desa Nanggerang inilah Nyi Subang Larang pernah hidup, mendirikan pesantren besar dan dimakamkan di akhir hayatnya. Karena itu, situs bersejarah Subang Larang ini merupakan asset bangsa yang sangat berharga dan tiada ternilai, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan oleh semua pihak”, pungkas H. Dasep.
Berkaitan dengan penemuan situs Subang Larang ini pula, Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar siap mengucurkan anggaran 500 juta rupiah untuk revitalisasi dan pemeliharaan kawasan situs serta pemberdayaan ekonomi warga sekitar.
“Pemprov Jabar siap kucurkan anggaran 500 juta rupiah untuk revitalisasi dan pemeliharaan kawasan situs Subang Larang”, ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Herdiwan.

Sumber: http://www.radarbandung.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=59642


About these ads

7 comments on “Menelusuri Jejak Nyi Subang Larang, Istri Prabu Siliwangi

  1. ORANG YANG NGOMONG DI JABAR TIDA ADA CANDI MAH ORANG YANG KURANG WAWASAN YANG DI PAKAINYA TEORI JADUL TIDA MODERN

  2. sebenarnya subang larang lahir pada tahun berpa sih
    padahal kian santang lahir pada tahun 1315 masak ibunya lahir 1400

  3. Silahkan bertanya kepada pangeran suling DEPOk
    Semua lebih jelas biar tidak simpang siur pemberitaan nya…..
    sukses selalu buat kita semua.

  4. sungguh menarik ternyata kota subang mempunyai sejarah tersendiri sayang orang subang 50% saya yakin tidak tau sejarah kota subang.dengan informasi ini semoga generasi yg tinggal di kota subang kenangan akan mengetahui sejarah kota subang

  5. sebnarnya antara japura dan pajajaran itu kaitanya apa.?

  6. sgala rupi oge kmh kpercyaan urg weh,jngan sampai sejarh sunda leungt ti budaya2 urg sararea da urg teh urg sunda,ci2ng dta2r sunda jdi kdu ngahargai budaya sunda nukumaha.

    .sunda wiwitan ti tanjungsari

  7. Nyi Subang Larang putri Ki Gedeng Tapa yang merupakan pendiri Kerajaan Japura, Kerajaan Japura masuk kedalam wilayah kabupaten cirebon, tempat peninggalan kerajaan japura berada di Desa japura lor kecamatan astanajapura kabupaten cirebon

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.964 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: