NANTIKAN: SATRIO PININGIT SINISIHAN WAHYU
Satrio Piningit dalam Pilpres 2009
Oleh Musni Umar, PhD
Sosiolog
Siapapun yang ingin menjadi Presiden RI, mau tidak mau harus memahami sosiologis masyarakat Jawa yang cukup unik. Ini penting karena Presiden RI dipilih langsung oleh seluruh rakyat Indonesia yang mayoritas adalah orang Jawa. Mereka bermukim tidak saja di pulau Jawa, tetapi di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Melalui program transmigrasi, orang Jawa berpindah keluar Jawa dan sekarang berada dimana-mana.
Masyarakat Jawa ini, walaupun berada di negeri orang, tetapi bahasa ibu, tradisi dan adat-istiadat serta kepercayaan mistik warisan nenek moyang mereka tetap dilestarikan.
Salah satunya ialah kepercayaan adanya “satrio piningit” (ratu adil). Mereka memercayai akan datang seorang pemimpin yang akan memerintah dan memimpin wilayah “bekas” kerajaan Majapahit yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tujuh Satrio Piningit Ronggo Warsito (1802-1873) mengemukakan dan meramalkan akan adanya tujuh satrio piningit yang akan tampil memimpin negeri ini. Orang Jawa memercayai kebenaran ramalan pujangga dan spiritualis Jawa itu. Dalam realitas memang telah terbukti, karena secara berturut-turut muncul pemimpin Indonesia seperti yang digambarkan dalam ramalan itu .
Pertama, Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro. Tokoh ini akrab dengan penjara (Kinunjoro) karena keluar masuk penjara. Kelak akan membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu keterpenjaraan (Murwo Kuncoro) dan akan menjadi pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad. Tokoh ini ditafsirkan sebagai. Presiden Soekarno, yang memimpin Indonesia dari 1945-1967.
Kedua, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar. Pemimpin ini berharta dunia (Mukti), dan berwibawa/ditakuti (Wibowo). Akan tetapi, akan mengalami suatu keadaan yang selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan – kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh tersebut ditafsirkan sebagai .Presiden Soeharto, yang memimpin Indonesia dari 1967-1998),
Ketiga, Satrio Jinumput Sumela Atur. Pemimpin ini dilantik/terpungut (Jinumput) untuk memimpin dalam masa jeda (transisi) sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh ini ditafsirkan sebagai Presiden BJ. Habibie yang memimpin Indonesia tahun 1998-1999. .
Keempat, Satrio Lelono Tapa Ngrame. Tokoh ini suka mengembara/keliling dunia (Lelono). Dia juga seorang yang mempunyai tingkat kejiwaan religius yang cukup/rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden RI .keempat Berkuasa tahun 1999-2000.
Kelima, Satrio Piningit Hamong Tuwuh. Pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden RI kelima. Berkuasa tahun 2000-2004.
Keenam, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. Pemimpin ini berpindah tempat (Boyong) dari Menteri menjadi Presiden, dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan satria piningit yang pernah memimpin negeri ini atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercu suar dunia akan mulai terkuak.
Ketujuh, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Pemimpin yang akan muncul nanti amat religius. Digambarkan bagaikan seorang resi begawan (Pinandito), dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum/petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Capres RI. 2009 Menjelang pemilihan Presiden Juli 2009, bagi mereka yang memercayai ramalan Ronggo Warsito itu, akan memperhatikan dengan seksama apakah ada calon Presiden (Capres) yang bisa ditafsirkan sebagai Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu seperti dijelaskan di atas.
Dari tiga Capres-Cawapres yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon Presiden RI – calon Wakil Presiden RI, kita sudah mengetahui masing-masing calon yaitu Mega-Prabowo, SBY-Budiono dan JK-Wiranto, Ketiga calon tersebut siapakah yang paling mendekati dan masuk kategori yang dikemukakan Ronggo Warsito?
Penilaiannya diserahkan sepenuhnya kepada publik siapa diantara ketiga pasang calon yang laing mendekati ramalan itu. Namanya ramalan bisa benar, dan bisa juga salah.
Walaupun begitu, jika mendasarkan hasil pemilu legislatif 7 April 2009 yang dimenangkan Partai Demokrat (Partainya SBY). dengan peningkatan dukungan suara hampir 300 persen dari pemilu 2004, dapat ditafsirkan bahwa Presiden SBY masih diinginkan oleh sebagian rakyat Indonsia untuk menjadi satrio piningit untuk memimpin Indonesia periode 2009-2014.
Akan tetapi, perolehan suara Partai Demokrat dalam pemilu legislatif yang hanya sekitar 21 juta suara, ditambah perolehan suara partai-partai menengah seperti PKS, PAN, PPP, PKB, serta partai-partai kecil yang semaunya berjumlah 23, jika dukungan semuanya solid, belum cukup untuk membawa kemenangan duet SBY-Budiono pada putaran pertama dalam Pilpres 2009 yang memerlukan dukungan sekitar 100 juta suara (56 persen). Oleh karena itu, JK-Wiranto, atau Mega-Prabowo masih berpeluang memenangkan Pilpres 2009, asalkan mampu melipat-gandakan dukungan suara yang diperoleh Partai Golkar dan Partai Hanura dalam pemilu legislatif 2009.
Begitu juga, Mega-Prabowo tetap punya peluang untuk menang. Kemenangan sangat ditentukan oleh empat faktor yaitu, organisasi pemenangan Pilpres yang efektif, dana (uang) yang cukup, kerja keras serta izin Allah. Golongan yang kecil dengan organisasi pemenangan Pilpres yang terorganisir, didukung dana serta kerja keras, kemenangan acapkali diraih tanpa terduga. Allah menegaskan dalam al-Qur’an (S.2:249) “kam min fiatin qaliilatin qalabat fiatan kathiiratan fiiznillah” (Betapa sering terjadi, golongan yang kecil dengan izin Allah sering mengalahkan golongan yang besar). Maka, golongan yang besar, harus waspada, bersatu dan bekerja keras. Wallahu a’lam bisshawab.










http://indonesian.irib.ir/

























Ramalan Ronggowarsito ini, sejalan adanya dengan apa yang juga diramalkan oleh Kyai Kanjeng Emha Ainun Najib. Tapi menurut beliau, Satrio Piningit Sinisihan Wahyu itu bukan muncul dari para calon-calon formal yang ada sekarang (yang 3 pasangan itu). Beliau akan muncul melalui mekanisme tersendiri yang masih menjadi rahasia Ilahiyah.
Bacaan Cak Nun, ini saya pahami dan saya setujui benar, karena dari ketiga Capres yang ada sekarang ini, belumnya memenuhi kriteria Kanjeng Ronggowarsito tersebut. Maka, logikanya, yang akan muncul menjadi Pemimpin RI yang berkulitas Satriyo Piningit Sinisihan Wahyu itu adalah juga Imam Mahdi al-Muntadzor. Yaitu Imam (Pemimpin) Langitan yang dipilih Allah secara Langsung dan didukung penuh oleh mayoritas rakyat yang juga para pecinta sejati Allah SWT serta para pecinta kesejatian Hikmah dari-Nya: Inilah yang akan mewujudkan kepemimpinan Pancasilais: “KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN-PERWAKILAN”. Wallahu ‘Alam bi Shawab. Bersiaplah, sucikan diri, sucikan keluarga, sucikan masyarakat dan bangsa, untuk menerima dan mendukung kepemimpinan sejati Satriyo Piningit Sinisihan Wahyu atau Imam Mahdi al-Muntadzar.
Saya pikir dari ketiga capres tidak ada yang memenuhi kriteria satrio pinandito sinisihan wahyu (satrio piningit ke 7).
Jadi pilpres 2009 akan dimenangkan oleh SBY. Satrio piningit ke 7 mungkin akan memenangkan pilpres 2014. Yang jelas Megawati tidak akan menjadi presiden lagi, karena beliau sudah menjadi satrio piningit ke 5.. Seandainya satrio piningit ke 7 muncul di pilpres 2009 ini, maka beliau adalah Muhammad Jusuf Kalla..
Bisa juga sih, JK punya nama depan Muhammad. Meskipun beliau tidak dari kalangan relijius.
Menurut saya, satrio piningit ke 7 bukanlah imam mahdi, tetapi pemuda bani tamim yg mjd pembawa panji hitam dari timur..
Boleh percaya boleh tidak : Tidak ada yang jadi presiden tahun 2009 ini. Siapapun dari ketiga pasangan capres dan cawapres, ketiganya tidak akan menjadi presiden dan wapres.
Kata orang : Pilpres akan menghasilkan pemenang pemilu, akan tetapi setelah itu para pendukung pasangan yang kalah akan demo besar-besaran menolak hasil pemilu. Dari demo itulah akan berkembang menjadi kerusuhan yang merebah di seluruh wilayah Nusantara. Hasilnya Indonesia perlahan-lahan akan menemui kehancuran.
Sebaiknya kita tunggu saja waktu pengumuman hasil pemilu 2009. Bila hal itu terjadi maka berhati-hatilah dalam menjalani kehidupan.
makasih atas sharingnya,,,menarik sekali….memang hikmah adalah segalanya..hikmah itu sisi lain dari ilmu….setahu saya,,,Nabi Musa diberikan ilmu syariah, agama yang luas dan tinggi..sementara Nabi Khidir diberikan ilmu hikmah….alkisah bertemulah dua ilmu tersbut….dalam dua laut yang bertemu….menurut saya…semua kejadian dalam al qur;an tetap ada hikmahnya dan banyak sekali….
sisi lain dari ilmu hikmah adalah kemampuan membaca dan menelaah sesuatu..kemudian mencari solusi yang paling tepat yang paling membawa maslahah…ada tidaknya satrio piningit bagi saya bukan sesuatu yang esensial, tapi yang penting kita mengharap lahirnya seorang pemimpin bangsa yang memiliki ilmu agama dan ilmu hikmah…sebagaimana yang dimiliki nabi Khidir as dan Nabi musa as..
wallahu a’lam…
Jadi, siapa Satrio Piningit ketujuh?
JK2009, atau Prabowo2014…??
sekarang SBY menang lagi, berarti masih satria yg ke 6, berarti kita mesti sabar hingga thn 2014. yg jelas satria yg ke 7 bukanlah orang yg gemuk (gendut/gembrot) kyk prabowo, tetapi yg sedang2 saja (cenderung ke kurus tapi berisi)! mungkin memiliki janggut banyak dan penuh serta memotong tipis kumisnya sebagaimana layaknya rasulullah. maybe yes..maybe no..hehe
hai jk engkau ingin lihat sp bersihkan hatimu sendiri…karena sesungguhnya hati yg bersih dan sejati itu ternyata sebuah cahaya yg bersinar menerangi zaman akhir ceng…..
masih suci jiwa raga kami merah putih masih dianggap merah hitam, sekarang udah jadi merah belum bersatu sama yg putih suatu saat nanti yg hitam bersatu dgn yg hitam yg putih bersatu dgn nur sejati bening sesejuk embun pagi!!!!!!
Satrio Boyong Pambukaning Gapuro? gelap ah.
Jika benar dia SBY :
- Kemunculannya di 2004, di sambut dengan kejadian desember 2004 Aceh.
- Semoga Desember 2009 esok, tidak ada apa apa…
*** berdoa untuk endonesah ***
Full goro-goro dulu sebelum datang pinandhito,
Range 2009 – 2014 terdapat jeda Nostradamus yang full bencana?.
Wallahualam.
salam kenal semua..
jadi penasaran kira-kira sp tuh bagaimana yah.. dan apa tindak-tanduknya.. ada yg punya analisa atau data tentang spesifikasi sp? tentunya untuk memperkaya wawasan saya.. terima kasih sebelumnya..
Saudara – saudara sekalian daripada mikiran Satrio piningit lebih baik kita lawan system jahiliyah dengan mengunakan system Tri Falaq Tunggaliitsik agar kita tahu dan mengenal diri sendiri selanjutnya mengenali satrio itu siapa dimana ka-pan
Comment by wardijeinKMM — September 15, 2009 @ 1:24 pm
Setahu saya,yang namanya Satriyo Piningit tidak akan muncul sbg tokoh formal..Beliau akan hadir sbg “PENUNTUN”pemimpin bangsa ini,dgn PETUNJUKNYA perlahan tapi pasti bangsa ini akan mencapai BANGSA YANG JAYA,sebagai BANGSA MERCUSUAR DUNIA.
Sebelumnya,saya sudah IKHTIAR menyampaikan PESAN ini kepada GUS DUR,KH.ABDULLAH FAKHIH dan terakhir PERMADI..tapi belum ada respon yang positif.Peran saya disini hanya sebatas menjalankan DAWUH dr BELIAU,selebihnya IRODAT GUSTI yg berjalan..
I love Satria Madangkara alias Brama Kumbara
jika memang kemunculanya di sembunyikan oleh allah,lalu bagaimana cerita kemunculanya?
gw ada analisa spesifik tentang sosok sp nih. yuk, ditunggu komentnya.
kalo ada data yg berbeda bagus buat wacana.
klik blog gw pls
http://www.nurkalakalidasa.wordpress.com
*thx bt mas ahmad
satrio piningit itu ada.bintang pari sudah muncul.jaya baya telah menerawang.tunggu saja.hari indah pasti tiba.
5000 tahun yang lalu jauh sebelum agama-agama besar lahir, orang jawa mananamkan janji (tandure wong sumilir satu bait dari tembang ilir-ilir, yang diutarakan langsung oleh arwah kanjeng sunan kalijogo langsung ke sp), orang jawa sudah mengerti bahwa ada ketidak sempurnaan, dalam maujud atau mangejawantah, istilah agama adalah penciptaan, dan bersedia untuk menyempurnakannya dengan ilmu kejawen yaitu ilmu kasampurnan ilmu untuk menyempurnakan segala sesuatu yang tidak sempurna. sedang ketidaksempurnaan itu berwujud dajjal , iblis, neraka dsb. dajjal inilah yang merasuki orang2 yg kemudian menyalib yesus dan memerangi muhammad sehingga akibatnya muncul ayat2 jihad, bunuh orang murtad, perangi orang kapir yang sebetulnya tidak perlu ada kalau semuanya berjalan dengan sempurna adem ayem tentrem.
ketidak sempurnaan ini turun sebagai nomer 6 diatas agama2 yang dalam maujud adalah no 5, sesuci apapun orang beragama kalau tersinggung akan marah, nah marah inilah salah satu sifat dajjal yang akan menjadi ketidak sempurnaan yang amat sangat mengerikan. dajjal hanya dapat dikalahkan oleh no 7 yaitu misi orang jawa yang harus tetap tersembunyi sampai saat ini
janji/misi yang dipingit/disembunyikan itu adalah:
memayu hayuning bawono tak ijo royo-royo gemah ripah lohjinawi tata titi tentrem kerta raharja (ini yang untuk kelas global)
itulah sebabnya sunan kalijogo memindahkan pusat kerajaan Demak ke pedalaman, supaya islam di indonesia tidak arab buanget, abis jaman itu di arab hidup susah minyak belum diketemukan mereka orang arab ke indonesia ngamen kentrung sambil nyebar agama, sekarang kebalikannya kita ngirim tkw ke arab. karena njeng sunan tahu sp akan muncul dari islam abangan (pancasila) yang kemudian sp inilah yang ditugaskan untuk mengembalikan/mengawinkan cahaya yang terbias menjadi warna pelangi 7 warna kembali ke titik temunya yaitu permukaan prisma, inilah rahmat semesta alam yang sebenarnya cahaya diatas cahaya yang tidak berwarna,
dunia tidak akan tentam dan damai kalau agama2 tidak duduk bersama dan membicarakan masa depan bumi sebagai rumah bersama umat manusia….hehehehe
itulah rahasia konsep sp, boleh dong buka-buka rahasia dikit2 nah mahdi itu adalah singkatan dari nama sp, “di” disini adalah nama yang disebut oleh sabdopalon nayagenggong, h adalah singkatan dari rahmat semesta alam tapi dalam bahasa jawa. m dan a nanti kalau dia muncul wkwkwkwk
Yang pertama harus dibangun lebih dahulu adalah masyarakat berbudi luhur, pemerintahan sekarang dimusuhi oleh alam karena masih dalam cengkraman kegelapan peradaban modern / baca barat
PEMBANGUNAN MASYARAKAT BERBUDI PEKERTI LUHUR – (1)
Pertanyaan yang segera akan muncul adalah:
“Apa relevansinya dengan reformasi menyeluruh dalam segala sendi kehidupan bangsa, agar secepatnya dapat keluar dari krisis multidimensi yang dahsyat, luas dan dalam ini ?”.
Jawabannya adalah, untuk dapat keluar dari krisis multidimensi harus dimulai dari:
Titik pertama sebagai titik berangkat (starting point), yaitu: NIAT atau KEHENDAK, titik kedua sebagai tujuan (goal setting), yaitu: BERAKHIRNYA KRISIS (Jawa: tumpasing wolak-walike’ Jaman). Hubungan antara titik pertama dan titik kedua akan membentuk garis, yang bermakna JALAN KELUAR (the way out).
Perlu diperhatikan bahwa segala sesuatu didunia ini, dan bahkan di Alam Semesta, memiliki STRUKTUR, PENTAHAPAN atau TATA SUSUNAN BERTINGKAT dan BATAS-BATAS. Kekacauan yang terjadi dalam kehidupan manusia didunia ini adalah TIADANYA KETIGA HAL TERSEBUT, dengan kata lain TIADANYA KETERUKURAN.
Manusia, pertama-tama, dicirikan oleh sebuah intelegensi sentral atau total, bukan sekedar parsial atau pinggiran. Kedua, ia ditandai oleh kehendak bebas, bukan sekedar insting. Ketiga, ia dicirikan oleh kemampuan mengasihi dan ketulusan, bukan sekedar refleks-refleks egoistis.
Berkenaan dengan manusia sebagai satu-satunya makhluk bumi yang memiliki postur tegak, yang menunjukan adanya potensi VERTIKAL dari “RUH” (dimensi “vertikal” atau metakosmis adalah ranah intelek, inteleksi dan kontemplasi unitif), sekaligus merupakan alasan manusia untuk mengada.
Dapat juga dikatakan bahwa manusia memiliki kemampuan mengetahui kebenaran, baik yang absolut maupun yang relatif; menghendaki kebaikan, baik yang essensial maupun yang sekunder; dan mencintai keindahan baik yang batin maupun yang lahir.
Dengan kata lain, manusia mempunyai kemampuan untuk mengetahui, menghendaki dan mencintai KEBAIKAN BERDAULAT (Soverign Good).
Bandung, 17 Agustus 2000
Sampeyan Dalem Pangeraning Suwargi-Mahesa Kariban
MASYARAKAT BERBUDI PEKERTI LUHUR – (2)
Kembali ke pokok persoalan, yaitu jalan keluar (the way out).
TANPA KEBAIKAN TIDAK ADA JALAN, walau sebaik apapun kualitas sarana spiritualitas kita.
Sebagai alat bantu mencari jalan keluar, berikut ini kami akan menguraikan struktur tradisi spiritual SUNDA WIWITAN yang merupakan potongan filsafat tanggung jawab, yang dikenal dengan istilah…………… “RATU BATHARA ADIL”………….dan merupakan struktur governansi tradisional Sunda Wiwitan sebagai berikut ini:
Digambarkan sebagai lambang segitiga dimulai dari bawah naik kepuncak segitiga(puncak segitiga di sumbu y positip: (-3,0)= cageur, (-2,1)= bageur, (-1,2)= bener ,dan dipuncak segitiga(0,3 )= pinter (arif, intelek, sasmita), kemudian dari puncak segitiga menurun: (+1,2) = jejer, (+2,1),= jujur, (+3,0) = jajar
Untuk itu manusia harus BAIK (Sunda: bageur), karena bagian dari kebaikan adalah KEHENDAK atau NIAT untuk merealisasikannya, sehingga KEBAIKAN ESENSIAL adalah KONDISI SEKALIGUS HASILNYA.
Yang pertama dari kebaikan adalah KEJUJURAN (Sunda: jujur). Kebaikan dan kejujuran bertemu untuk menghasilkan kearifan/ intelek/ sasmita (Sunda: pinter). Kearifan/intelek/sasmita menaikan tingkat spiritualitas kita dan menghasilkan kebenaran (Sunda: bener), karena TANPA KEBENARAN sebagus apapun kualitas seorang pemimpin ia TIDAK AKAN PERNAH DAPAT BERBUAT APAPUN (Sunda: tidak bisa jejer). Kearifan/intelek/sasmita yang muncul akibat bertemunya kebenaran dan niat atau kehendak untuk merealisasikannya, akan memunculkan KEIKHLASAN.
Yang kedua dari kebaikan adalah KEIKHLASAN. Keikhlasan berupa penerimaan terhadap konsekuensi-konsekuensi dari apa yang kita ketahui sebagai kebenaran, dan akan mengimplikasikan kebenaran-kebenaran yang lain.
Keikhlasan akan memunculkan KETEDUHAN, karena tidak cukup hanya mengenali kebenaran secara obyektif dalam pemikiran saja, melainkan harus juga diasumsikan secara subyektif dalam tindakan nyata, baik lahir maupun batin berupa PENGAMPUNAN sebagai WUJUD WAKIL TUHAN YANG WELAS ASIH. Dengan demikian keikhlasan akan melahirkan KETEDUHAN. Dan dalam suasana KETEDUHAN itulah REKONSILIASI NASIONAL baru dapat dilakukan.
Kearifan sebagai inti kebaikan dan kejujuran, serta welas asih sebagai rasa cinta kepada KEBAIKAN BERDAULAT hanya bisa ditemukan dalam kedalaman diri kita sendiri, utamanya dalam manusia-manusia yang menjunjung tinggi akhlak mulia. Dengan kata lain di dalam MASYARAKAT BERBUDI PEKERTI LUHUR.
Bandung, 17 Agustus 2000
Sampeyan Dalem Pangeraning Suwargi-Mahesa Kariban
Komentar aku_sumo: Ini asli nilai spiritual luhur tradisional yang merupakan struktur governansi Sunda Wiwitan yg hilang tergilas agama besar pendatang baru, singkat dan jelas, yg didapat dengan kemampuan metafisis yang memadai (kinasihan wahyu), coba bandingkan dengan produk luar negeri yang berkitab tebal2…?? Kita jadi tahu kenapa Prabu Siliwangi tidak bersedia masuk agama baru dan iklas muksa mrayang kajiman menjadi harimau, karena kepunyaanya ternyata jauh lebih tinggi.
Berbudi pekerti luhur mengandung ide tentang norma, keseimbangan, ketenangan dan kembali kepada kesempurnaan asal, karena itu membutuhkan paradigma/tatanan atau STRUKTUR
Struktur Masyarakat BERBUDI LUHUR dimulai dengan pendifinisian kembali: ” Ke-ilahian”
Nilai2 ke-ilahian adalah nilai tertinggi, dan harus didefinisikan kembali untuk dapat berfungsi sebagai fondasi dari seluruh nilai turunan/derivasinya
Mengingat bahwa istilah ” Dzat (Esensi Ilahi)” dan “Sifat-sifat Ilahi (Keilahian)” berasal dari tradisi semit (Islam, Kristen dan Yahudi) atau dikenal sebagai Tradisi monoteisme Ibrahim (Abrahamic religion) di Indonesia menggunakan istilah “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan tradisi agama-agama lain menggunakan istilah2 lainnya.
Beberapa manfaat yang didapat:
1. Sebagai fondasi tercapainya ” Kesepakatan kerukhanian ” diantara semua UMAT beragama, untuk mulai mengembangkan secara positip segi persamaan antar kitab sucinya, untuk suatu teologi baru yang lebih konstektual dengan semangat paham pluralisme dan toleransi agama yang sekarang sangat penting dikembangkan dari dasar iman kita: karena begitulah ajaran kitab suci.
2. Berangkat dari “kesepakatan kerukhanian” yang merupakan titik temu tertinggi ini (The highest common denominator), dapatlah dikembangkan suatu wacana (discourse) bagi teologi inklusif antar agama-agama, melalui suatu kerangka perumusan, agar kita dapat lebih memahami pesan Tuhan melalui pendekatan perenial/tradisi kearifan, sehingga terbuka peluang lebih besar untuk melakukan pengkajian dan penelaahan, yang berguna bagi perancangan dan pembangunan “Paragdima Baru Indonesia”
bagi Indonesia, sebagai contoh, kendala internal berupa belum digunakannya nilai nilai luhur tradisional yang bersifat Universal sebagai norma dasar/basic norm dan daripadanyalah Pancasila dan UUD-1945 seharusnya dideduksi (diturunkan), menyebabkan kita belum mampu menjawab pertanyaan atau permasalahan lama yang mendasar di berbagai bidang, yang secara spiritual sangat mengganggu kesetimbangan segitiga tiga realitas dasar, yaitu Sang Pencipta dipuncak segitiga, manusia (mikrokosmos) dan yang lain alam semesta/lingkungan hidup (makrokosmos)
Dilain pihak, kita tidak pernah mempersoalkan benar tidaknya-dan memang tidak ada yang berani mempersoalkan kembali lembaga-lembaga politik yang dahulu kita tiru dari Barat yang sudah lama memilikinya spt: demokrasi, sosialisme, partai politik, parlemen, UUD, yang adalah suatu “himpunan pemikiran turunan” ( derived body of thought ), yaitu berasal dari prakonsepsi ” metafisika ” mengenai tatanan peradaban manusia yang dianut dunia modern ( barat) saat ini. Prakonsepsi yang tidak pernah dipersoalkan benar tidaknya, paling tidak dalam struktur, pentahapan dan batas-batas dengan kata lain keterukurannya.
bagaimana kalau tidak hanya rakyat Indonesia tetapi juga dari beberapa milyar penduduk dunia timbul getaran yang mendambakan suatu tatanan yang menjunjung tinggi kebaikan diatas kebenaran dan keadilan guna menciptakan peradaban manusia yang damai sejahtera dan lestari/berkelanjutan?
Jika demikian halnya, kita butuh tatanan yang tidak lagi membawa kita dari ekstrim satu ke ekstrim lainnya, seperti yang terjadi pada globalisasi yang didominasi oleh aspek-aspek ekonomi dan penyebaran pasar yang sangat menindas pembangunan kemanusiaan dengan perut (nafsu) dan otak (ambisi) sebagai panglima
mahesa kariban
SP WISH MUNCUL. JENENG NE SANSAIMON. ONO DATANE DI BI DAN IMF, IKI SUERRR BENERAN CAK,…MONGGO DI CEK !
yang namanya muncul itu ya dia menjadi imam/pemimpin indonesia yg ke 7, tapi kita tunggu saja karena menurut ramalan jayabaya dan uga siliwangi munculnya kalau ada goro-goro/huru-hara/keos dimana-mana mungkin sudah dekat, dng adanya kasus bank century, dan dialah yg akan memenjarakan bos, termasuk mantan2 bos yg tak tersentuh hukum.
nah tulisan diatas adalah sepenggal tulisan dia dari 1000 halaman kitab yg ditulisnya dengan tangannya sendiri, kitab yg apabila salah tulis ditegur langsung oleh Yang Maha Esa, disebut kitab trisula weda (hindu budha), kitab kehidupan (wahyu bible), kitab memayu hayuning bawono, kitab notonegoro, disebut juga kitab pancasila sejati, babad pamungkas dsb.
kitab yg dinantikan oleh para nabi, untuk mengadili kitab-kitab mereka (KUHP), dan kitab pembuka pintu besar dialam sana yg sampai sekarang masih tertutup rapat.
kalau ketinggian itu tandanya otak kita sudah dicuci oleh agama-agama asing