Seks bebas di usia dini memicu kanker leher rahim karena imunitas organ masih rendah.

2008 November 5
by ahmadsamantho

Seks di usia dini memicu kanker leher rahim karena imunitas organ masih rendah.

kanker-payudara3Ada dua jenis kanker yang menjadi momok kaum Hawa di mana pun mereka berada: kanker payudara dan kanker leher rahim alias kanker serviks. Keduanya tak ubahnya sebuah bayang-bayang kematian. Di negeri ini, berdasarkan data Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang dirilis pada Simposium Nasional Imunisasi Pertama, Oktober lalu, tercatat setiap hari muncul 41 kasus baru dan 20 perempuan meninggal karena kanker serviks. Artinya setiap 30 menit lahir satu kasus baru dan kematian karena kanker ini hampir setiap satu jam. Usia penderita berkisar 35-55 tahun. Ini baru kabar dari satu jenis kanker yang mengerikan.kankerrahimkanker-payudara2

Menurut Badan Riset Kanker Internasional, kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), yang telah ditemukan positif pada lebih dari 95 persen kasus kanker serviks. HPV adalah sejenis virus yang menyerang manusia dengan ragam cukup banyak, yakni sekitar 100 tipe tapi sebagian besar secara medis dinilai tidak berbahaya.

Spesialis kebidanan dan kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), mengatakan HPV tanpa gejala yang nyata dan bakal hilang dengan sendirinya. Berdasarkan data, 50-80 persen perempuan pernah tertular HPV. Menariknya, 8 bulan kemudian 80 persen virus hilang, tapi tubuh tidak menjadi imun. Lalu dua tahun berikutnya, 10 persen HPV ternyata masih ada di vagina dan leher rahim.

Ovy–sapaan Dr dr Dwiana Ocviyanti–menjelaskan, infeksi virus ini umumnya terjadi pada mereka yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. “HPV didapatkan melalui kontak seksual,” ujarnya. Selain itu, ada faktor lain yang tidak bisa dipinggirkan, seperti sering melahirkan, pil KB (kontrasepsi) jangka panjang, infeksi virus lain (herpes, clamydia, dan HIV), serta merokok.

Kecemasan akan serangan kanker ini semakin besar karena gaya hidup remaja yang lebih “berani”. “Sungguh tidak populer mengimbau mereka berhenti ‘pacaran,’” ucapnya. Apalagi, ia menambahkan, mereka sangat permisif terhadap perihal kontak seksual.

kankerrahim1Banyak kasus muda-mudi kisaran usia sekolah menengah pertama yang sudah melakukan hubungan intim. “Ini yang memicu kanker leher rahim, disebabkan oleh daya tahan imunitas organ seksual yang belum cukup siap. Walau pada faktanya banyak orang tua pada zaman dahulu menikah muda, mereka mempunyai pola seks baik dan faktor risiko yang sangat minim untuk terinfeksi,” Ovy menjelaskan.

Solusinya tidak dengan penggunaan kondom karena, menurut Ovy, alat kontrasepsi ini tidak menghalangi penularan HPV. “Kondom hanya melindungi penis, tidak sampai pangkal penis,” ujarnya. Ia menyatakan pencegahan primer paling mujarab adalah stop berhubungan seksual di usia dini dan berganti-ganti pasangan. “Kemungkinan nol persen bagi perempuan yang pola hubungan seksualnya ketat. Artinya, ia dan pasangannya sama-sama baru satu kali melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, yang berkeyakinan free sex sangat besar kemungkinannya terinfeksi virus ini.”

kankerrahim2Sebenarnya, kata Ovy, infeksi HPV itu adalah faktor risiko, bukan penyebab. Sama seperti merokok. “Merokok itu hanya menurunkan daya tahan sel-sel di tubuh. Namun, bahayanya, rokok mempermudah sel-sel menjadi ganas,” paparnya. Diungkapkan Ovy, nikotin atau tar telah terbukti ditemukan pada cairan serviks. “Zat ini yang mempermudah sel bermutasi,” ujarnya. Menurut dia, para perokok hanya tinggal menunggu risiko mematikan itu.

Menurut Ovy, pencegahan primer untuk infeksi HPV sekaligus kanker leher rahim paling efektif dengan vaksinasi. Sebab, dengan cara ini seorang perempuan dapat terhindar dari infeksi HPV yang onkogenik–jenis HPV yang dapat menimbulkan kanker. Dengan vaksinasi, kecil kemungkinan wanita menderita lesi prakanker atau kanker leher rahim. Apalagi belum ada obat atau cara terapi yang dapat menghilangkan infeksi HPV dari lokasi yang terinfeksi. “Sekali terinfeksi, belum ada terapi yang terbukti dapat menghilangkan infeksi tersebut,” Ovy menegaskan.

Adapun pencegahan sekunder, kata Ovy, bila tidak mendapatkan vaksinasi tapi sudah terinfeksi virus HPV, dengan deteksi dini lesi prakanker sebelum menjadi kanker, dengan menggunakan metode tes pap smear atau tes IVA (inspeksi visual dengan aplikasi asam asetat). Keampuhan tes ini telah terbukti di Inggris. Ketika kaum Hawa mulai mengabaikan tes pap smear, terjadi kenaikan jumlah kematian karena kanker leher rahim pada tahun lalu sebanyak 413 orang dari 2006 sebanyak 388 orang. Angka itu tertinggi sejak 2001. Selain karena jumlah wanita berusia 25-64 meningkat 4,3 persen, mereka yang rajin melakukan pap smear menurun hanya 12,6 persen dari total wanita.

Tahun ini, setelah kampanye periksa lebih dini dilancarkan, wanita yang melakoni tes mencapai 66,2 persen, terutama pada wanita di bawah 35 tahun. Program pemeriksaan dini akan disebarluaskan di seantero negeri hingga akhir 2009. Tim dari Program Pemeriksaan Kanker NHS memprediksi akan terjadi penurunan 95 persen kematian karena kanker ini dalam jangka panjang setelah kampanye itu. “Karena itu, jangan abaikan tes pap smear dan paling telat usia 30 tahunan,” kata Dr Anne Szarewski dari Lembaga Kanker Inggris seperti yang dikutip dari BBC. HERU TRIYONO

DAFTAR GEJALA

· Perdarahan yang Tidak Normal

  1. Perdarahan sesudah melakukan hubungan intim.
  2. Perdarahan abnormal (di luar waktu haid).
  3. Perdarahan sesudah menopause.

· Kelainan pada Vagina # Keluarnya cairan kekuningan dan berbau.

· Gejala Lain # Sakit atau nyeri pada pinggul.

PENCEGAHAN

· Vaksinasi HPV 16 dan 18 # Sebelum tertular HPV. # Mulai umur 10 tahun (penularan mulai usia 15).

· Kekebalan: Lebih dini, lebih tinggi (2 kali dewasa), lebih lama.

· Tiga kali suntikan # Imunisasi 1 dan 2: jarak 1 bulan. # Imunisasi 3: jarak 5 bulan dari imunisasi 2. # Melindungi terhadap HPV 45, 31, dan 52.

Pesan Moral:

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً}(الإسراء/32

“Janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra,17: 32)

13 Responses leave one →
  1. 2008 November 24

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://18-thn.infogue.com/seks_di_usia_dini_memicu_kanker_leher_rahim_karena_imunitas_organ_masih_rendah_

  2. 2009 January 5
    diah permalink

    :) makasih ilmunya,berguna bgt!
    mau tanya boleh gak?
    kalo gejala kangker payudara itu gimana?trus apa sebabnya?
    misalnya dulu keluaganya pernah sakit kangker payudara atau kangker yang lain,apa ada kemungkinan kangkernya menurun ya……
    makasih buanyak!

  3. 2009 February 12
    sophie permalink

    bagaimana dg remaja yg gprnh ngelakuin seks?
    apakah ada kemungkinan terkena virus HPV?
    sebab terkadang saya jg merasakan ngilu dipinggul,dan itu membut saya hawatir.

    truz apakah rasa ngilu pada saat menstruasi itu mempengaruhi?

  4. 2009 April 26
    tya permalink

    saya gag pernahh berhubunan sexsual..
    tp td setelah baca artikel di atas tertulis gejala dari kanker serviks itu “V” keluar cairan kuning dan berbau..
    saya pernah seperti itu..apa kemungkinan gejala itu ada di saya??
    nauzubillaminzalik..

    • 2009 April 26

      Salam, Sebaiknya segera diperiksakan kepada dokter ginekologi apabila gejala tersebut masih muncul walau misalnya sudah dibersihkan dengan antiseptik alami seperti air rebusan daun sirih,dll. Mungkin juga itu gejala keputihan atau pektay yang disebabkan oleh bakteri

  5. 2009 April 28
    soerya sunda permalink

    tkank taz infonya. truz cr deteksi dini Ca servik pd gadis yg balum menikah(berhubungan) gmn?

  6. 2009 May 21
    dhea permalink

    saya denger kalo tes pap smear dilakuin oleh wanita yang belum menikah akan dipersulit. akan dipojokkan oleh dokternya,trus gimana mau melakukan periksa lebih dini kalau caranya seperti itu?
    syarat apa saja sih yang harus dibawa ketika mau tes pap smear?
    terima kasih atas pemberitahuanya..

  7. 2009 August 8
    rizal permalink

    asalmualaikum, saya sangat terbantu sekali dan banyak mengenal tentang penyakit yang berbhaya ini

  8. 2009 September 1

    saya ci gak pernah ampe ml, cuma pegang2an xxxx cuma kurang 1langkah tewas hehe, tpi waktu q bercinta kenpa si cewek pingin pipis dan keluar lendir beningya? pdhl gak ml tu?

    • 2009 September 2

      Itu artinya di cewe udah terangsang dan menjelang atau sudah mencapai orgasme, walau belun diintervensi (Dhukul)

  9. 2009 October 13
    iwayan permalink

    wah menarik juga informasi. tpi lebih menarik lgi klo hal ini kita sebarkan di setiap sekolah yg da diselurUh Wilayah indonesia baik SMP, SMA ATAU UNIVERSITAS. Agar penyakit jelek ini tidak menimpa INDONESIA…..DAN ANAK2 YG FREE SEX

    THANK………THANK………

  10. 2009 November 14
    Someone permalink

    Bagaimana jika keputihan berwarna kuning tp tdk berbau apakah jg termasuk gejala kanker serviks?kira2 untuk suntik vaksin hpv harganya brp y?

  11. 2009 November 20
    maulana permalink

    Pak, tambahan catatan. Menurut data National Institute Health, 62% faktor resiko kanker serviks adalah karena penggunaan pembalut yang salah. Bahan pembalut yang ada di pasaran mengandung bahan yang bersifat karsinogen. Ada beberapa solusi alami yang bisa digunakan untuk menangani kasus2 ini. 1. Gunakan pembalut yg aman. 2. Terapi Herbal. 3. Menjaga higienitas, karena dapat menular lewat pakaian yang digunakan bersama. 4. Bersikap dan berfikiran positif. 5. Kalau mau lebih banyak, monggo kontak saya di 081311132273 atau 021943611.

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS