Jejak Islam Cina di Indonesia

2008 June 24
by ahmadsamantho

Jejak Islam Cina di Indonesia

Selama ini diyakini bahwa Islam menyebar di Indonesia berkat dakwah dan tabligh yang dilakukan oleh orang-orang yang datang dari negeri Arab dan Persia. Meski tidak ada yang dapat membantahnya, namun ada bangsa lain yang meninggalkan jejak keislaman di nusantara, yaitu bangsa Cina.

(Edisi Bahasa Indonesia)

Pembahasan soal dari kapan Islam ke Indonesia, atau lebih umumnya, masuk ke wilayah nusantara, adalah pembahasan yang menarik dan sejak lama menjadi bahan telaah banyak pihak. Dan topik bahasan yang lebih menarik dari itu adalah pembahasan soal siapakah yang mengenalkan Islam kepada bangsa di nusantara ini? Umumnya orang akan menyebut Wali Songo atau kelompok sembilan wali sebagai orang-orang yang berjasa menyebarkan agama ilahi dan risalah Nabi SAW di bumi nusantara, khususnya pulau Jawa. Namun sebenarnya, banyak bukti yang menunjukkan bahwa sebelum zaman wali songo, Islam telah hadir di nusantara.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengulas kapan nusantara mengenal agama Islam. Karena itu penulis tidak akan mengulas makam di Gresik, kerajaan Samudera Pasai atau beberapa hal lainnya yang menunjukkan keberadaan jejak Islam sejak sebelum masa Wali Songo. Tapi lebih spesifik dari itu, ada jejak keislaman di nusantara ini yang ditinggalkan oleh bangsa Cina. Dan ini berarti, selain bangsa Arab, Persia dan India yang selama ini dikenal sebagai orang-orang yang mengenalkan Islam kepada nusantara, ada nama bangsa berikutnya yang juga harus disebut yaitu bangsa Cina.

Nama Laksamana Cheng Ho, pelaut besar Muslim asal negeri Cina mungkin tidak asing bagi sebagian orang. Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia sebanyak tujuh kali. Dalam setiap kunjungannya, ia selalu meninggalkan jejak di negeri ini. Di Samudera Pasai, ketika berkunjung ke sana, ia memberi lonceng raksasa Cakra Donya kepada Sultan Aceh. Kenang-kenangan itu kini disimpan di museum Banda Aceh. Laksamana Cheng Ho juga memberikan beberapa cidera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon ketika berkunjung ke kerajaan itu tahun 1415. Salah satu cindera mata itu adalah sebuah piring bertuliskan ayat Kursi yang hingga kini masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi berpendapat bahwa orang-orang Cina Muslim juga berjasa dalam menyebarkan agama Islam di masa lalu. Hasyim mengatakan hal itu dalam seminar internasional bertajuk Budaya Islam Nusantara-Tiongkok yang diselenggarakan oleh Indonesia Marketing Assosiation dan PBNU di Jakarta akhir Mei 2008. Menurut Hasyim, saat Islam dating, Indonesia pada waktu itu bukan wilayah yang “kosong” agama. Sudah ada agama lain yang datang sebelumnya. Dakwah dilakukan dengan menyerap nilai-nilai yang baik yang ada pada agama sebelumnya dan perbaikan nilai agar bisa disesuaikan dengan prinsip Islam.

Namun Laksamana Cheng Ho bukanlah Muslim Cina pertama yang ikut menyebarkan Islam dan meninggalkan jejak keislaman di Indonesia. Sebelumnya sudah ada komunitas Muslim asal Cina yang hidup di nusantara. Prof dr M Ikhsan Tanggok Msi, guru besar Antropologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta menyatakan hal itu.

Menurutnya, banyak fakta sejarah yang menyebutkan Muslim Tionghoa sudah ada di Indonesia sebelum kedatangan sang laksamana. Ikhsan menambahkan, kehadiran orang-orang Cina di Indonesia, terutama yang beragama Islam di masa lampau, bukanlah semata-mata untuk penyebaran agama Islam. Mereka membawa misi mengembangkan dunia perdagangan antar negara yang dimulai dengan kontak diplomatik. Perkawinan antara Muslim Cina dengan masyarakat pribumi dan menetapnya sebagian perantau Muslim Cina ini di tanah perantauan, juga memberikan pengaruh yang amat besar bagi perkembangan agama Islam di Indonesia.

Ikhsan meyakini bahwa orang-orang Cina sejak abad 7 Masehi sudah datang ke Indonesia. Dan sangat mungkin sejak lama pula Muslim Cina sudah menjejakkan kaki di bumi nusantara. Salah satu tujuannya adalah untuk berdagang. Apalagi konon, Islam sudah masuk ke daratan Cina sejak abad pertama hijriyah. Karena itu tak salah jika dikatakan penyebaran Islam di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh orang-orang Arab dan Persia melalui laut India, tapi juga dilakukan oleh orang-orang Muslim dari daratan India dan Cina.

Jika Laksamana Cheng Ho pertama kali mendarat di Jawa bersama pasukan yang dipimpinnya pada tahun 1405, di Sambas, Kalimantan pada tahun 1407 sudah berdiri kelompok Muslim Cina. Organisasi serupa, kata Ikhsan, juga berdiri di Palembang. Hal ini membuktikan keberadaan Muslim Cina di Indonesia sebelum Laksamana Muslim yang taat itu datang. Sebuah bahasan yang menarik bukan? (Disadur dari Republika)

7 Responses leave one →
  1. 2008 June 24

    adakah kajian tentang asal usul JAWA pra Islam dan pra Hindu Budha….

  2. 2008 June 24

    benarkah Nabi Nuh dulu pernah ke Jawa untuk mencari kayu jati guna bikin Perahu….sebab di kayu jati tidak ada di Arab adanya hanya di Indonesia. :) )

  3. 2008 June 25

    Salam, Mbak Memble YTH.

    Iyya ya.. Saya malah menduga (hipotesis setelah membaca penelitiannya prof.Dr. Arisyo Santos des Nunes dari Brazil tentang Benua Atlantik yang hilang itu adalah Landas Kontinen (Papar) Benua Sunda di Nusantara 11.000 tahun yangh lalu) — bahwa Nabi ADAM sampai Nabi Nuh itu berdomisili di Nusantara kita ini, Jadi memang mungkin Nabi Nuh bikin perahunya pake kayu hutan dari Nusantara atau Jawa, sebelum Anak Benua Sunda sebagian tenggelam dan menyisakan pulau Sumatra, Malaysia, Jawa dan Kalimantan.

    Ini memang kontroversial dan menarik untuk dikaji ulang. Coba teliti dan lihat lagi artikel tentang Atlantik di blog ini dan linknya ke Website Arisyio Santos

  4. 2008 July 19

    Berbicara tentang kedatangan muslim Cina ke Indonesia, adakah fakta historis yang mendukung bahwa pada muslim Cina sudah menjejakkan kakinya di Indonesia pada abad ke 7 masehi? Jika tidak, itu hanya sebatas kemungkinan yang absurd.

  5. 2008 August 19

    cheng ho… adalah panglima yung lo yg membasmi mojopahit dengan memanfaatkan raja bali yg dendam dengan putra brawijaya V, R Aria lembu peteng,dengan merusak banyuwangi cengho/menank jinggo..berusaha menipu,,pembrontakan berusaha di patahkan..maulana ishaq ternyata masuk dari surabaya..seperti dulu2

  6. 2008 September 8
    hendra permalink

    knapa berpikir kayu jati harus di jawa, adakah fakta/fosil yang mampu mengkisahkan alam sekitar sebelum di tenggelamkan bumi ini era nabi nuh. saya berkeyakinan, kayu jati tidak akan memfosil karena sifatnya yang mudah termakan iklim

  7. 2009 November 11
    gareng permalink

    Nabi nuh memang orang jawa. http://acang.net/tag/cak-nun/

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS