27 Komentar

Motor & Mobil Kita Perlu Minum Air yang dielektrolisis

Alternatif Solusi Krisis BBM:

Pengantar Ahmad Y Samantho:

Akhirnya, pemerintah Indonesia menaikkan juga harga jual BBM dalam negeri, dengan mencabut subsidi BMM, sehingga akhirnya harga bensin menjadi Rp6000,/liter. Keputusan pemerintah ini tentu akan berdampak multiplyer effect terhadap inflasi dan kesulitan ekonomi yang akan lebih membuat rakyat kecil lebih sengsara lagi.

Namun demikian, sambil mendukung para mahasiswa dan berbagai komponen masyarakat berdemo menuntut pemerintah, kita yang tak sempat atau tak bisa demo, paling tidak mari kita berdoa langsung kepada Sang Penguasa Alam Semesta: Allah Rabb al-Alamin, mengadukan penderitaan kita dan mengharapkan perlindungan dari-Nya serta pertolongan-Nya agar para penguasa politik dan ekonomi yang zalim dan menyengsarakan kebanyakan rakyat kecil, disungkurkan wajahnya ke dalam tanah bumi pertiwi dan dimakan belatung jasadnya. Amin Ya Azis, Ya Jabbar, Ya Qowwiyu Ya Matiinu.

Selain doa dan munajat Hizb Allah, mari kita coba beriktiyar mencari solusi dengan membuat sendiri peralatan generator gas Hidrogen, dengan cara sederhana: Elektrolisis Air Murni (H2O) menjadi gas HHO yang kita masukkan ke dalam saluran udara (Air Intake) di Karburator Motor atau Mobil Kita. Penjelasan teknis dan teoritisnya, saudara-saudara dapat mempelajarinya di situs-situs internet berikut ini. : dan ada banyak juga film tentang eksperimentasi ini di Youtube.

Salah satunya bisa ditelusuri melalui Blog Energi Air. Blogspot.com ini: Klik di:

http://energiair.blogspot.com/2008/06/generator-hho-4-plat-cell.html

Insya Allah, dengan pertolongan Allah, Allah SWT akan membukakan jalan keluar dari segala kesulitan kita.

*HEMAT BBM DENGAN SUPLEMEN AIR*

Dimuat di Surat Pembaca, Suara Pembaruan, Rabu, 14 Mei 2008

Suplemen air ternyata bisa membuat motor/mobil kita lebih ringan tarikannya,
hemat BBM-nya dan berkurang emisi CO2-nya. Kenapa? karena gas Hidrogen yang
dihasilkan dari pemecahan elemen H2O membuat kinerja pembakaran di mesin
lebih sempurna.

Teman kost saya sudah memverifikasi percobaan tersebut. Sebelumnya teknologi
sederhana tepat guna ini sudah dikembangkan secara swadaya oleh Edukasi
Gerakan Masyarakat Cinta Air (http://egmca. org.) di lereng Merapi. Tepatnya
di dusun Sumber Muntilan Jawa Tengah di bawah supervisi Romo Kirjito Pr
sejak 3 bulan silam.

Kekuatan arus listrik 2 A diambil dari accu (aki), lantas dialirkan lewat
elektrode ke dalam botol air, sehingga memecah elemen H20 menjadi 2H dan 1O.
Gas itulah yang kemudian disalurkan melalui selang kecil ke in take filter.
Sedangkan untuk menampung airnya cukup menggunakan botol bekas air mineral,
termos anak, toples dll.

http://h2earth.org ).

–>Metrotvnews.com, Nganjuk: Kontroversi tentang menghilangnya penemu bahan bakar berbahan dasar hidrogen, Joko Suprapto, berakhir sudah. Joko Suprapto ternyata tidak hilang. Ia sedang menenangkan diri di tempat kelahirannya di kawasan Nganjuk, Jawa Timur.

Kepada Metro TV yang menemuinya, Jum’at (23/5), Joko Suprapto menyatakan, ia kabur dari proyek blue energy yang didukung penuh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menenangkan diri. Dia merasa sudah tidak nyaman lagi dengan pihak-pihak yang mendukung proyek ini.

Joko menuturkan, dia merasa kerap ditekan oleh pihak-pihak pendukung proyek dan dipaksa menandatangani kontrak yang mengharuskan dirinya menyerahkan semua rahasia penemuannya. Joko juga tidak sepakat dengan terminologi blue energy yang diberikan pemerintah karena dia tidak pernah merasa memberikan nama itu.

Kendati begitu, Joko mengaku hubungannya dengan pemerintahan Presiden SBY baik-baik saja. Dia juga meminta maaf kepada Presiden SBY karena belum sempat berkomunikasi langsung dengan Presiden.

Kendati kabur dari proyek blue energy di Cikeas, Jawa Barat, Joko tetap melanjutkan inovasi untuk menyempurnakan produksi bahan bakar berbasis hidrogen di sebuah lokasi di Nganjuk, Jawa Timur. Proses penyempurnaan produk tersebut memerlukan dana yang sangat besar. Namun, Joko yakin hasil penemuannya nanti bisa bermanfaat banyak bagi banyak orang.(DOR)

IPTEK

Bahan Bakar Air, Mungkinkah?

Rabu, 7 Mei 2008 | 00:21 WIB

NINOK LEKSONO

”Saya yakin bahwa suatu hari air akan digunakan sebagai bahan bakar bahwa hidrogen dan oksigen yang menyusunnya, digunakan sendiri-sendiri atau bersama-sama, akan menjadi sumber panas dan cahaya yang tidak ada habisnya, dengan daya yang batu bara tak mampu menghasilkannya.”

(Jules Verne, The Mysterious Island, 1874)

Dunia dilanda kebingungan. Itu ungkapan yang mungkin bisa digunakan untuk melukiskan keadaan yang ada sekarang ini. Ketika bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi pilar energi global, harganya cenderung tak terkendali dan menyusahkan banyak negara, termasuk Indonesia yang harus pontang-panting menyesuaikan anggaran belanjanya.

Masuk akal kalau lalu pikiran diarahkan ke energi alternatif. Pikiran ini memberi kebajikan lain justru ketika dewasa ini ada isu lain yang tidak kalah mendesak, yakni pemanasan global, di mana pembakaran BBM diyakini menjadi penyebab utama.

Hanya saja, meski berfaedah dalam kedua hal di atas, energi alternatif tak mudah diterapkan dengan alasannya masing-masing, mulai dari tentangan masyarakat untuk energi nuklir hingga lokasi terbatas untuk energi geotermal.

Belakangan ini, salah satu yang gencar diwacanakan adalah energi nabati (biofuel). Amerika Serikat mengembangkan bahan bakar nabati (BBN) dalam wujud etanol dari jagung, sementara Brasil mengembangkan BBN dari tebu. Namun, di sini pun kemudian muncul permasalahan, khususnya pada era ketika harga pangan melonjak. Ada yang menengarai salah satu penyebab kelangkaan pangan— yang lalu menyebabkan kenaikan harga pangan—adalah makin sempitnya lahan pertanian untuk tanaman pangan karena sebagian telah digunakan untuk menanam tanaman BBN.

Bahan bakar air

Khususnya dalam pembahasan mengenai energi air ini, ada kalangan yang mengatakan, sebenarnya selama ini kita dibohongi oleh kalangan ilmiah. Dengan keberhasilan mengajukan bukti penggunaan air biasa dalam berbagai mesin, apa yang selama ini diajarkan di bangku sekolah harus dianggap keliru.

Menurut situs H2Earth Institute (www.h2earth.org), air biasa kini sudah bisa digunakan (dibakar) pada mesin internal combustion engine (ICE) atau turbin, mengolahnya menjadi bahan bakar (fuel on-demand), saat itu juga (real time), tanpa transportasi atau penyimpanan hidrogen cair atau terkompresi, alkali kaustik, garam-garam katalis, atau hidrida logam.

Hal ini bisa dilakukan pada kendaraan bermotor dengan satu alat tambahan kecil yang ditenagai oleh sistem elektris kendaraan. Jadi, hal ini pada dasarnya adalah menjadikan air sebagai bahan bakar.

Proses ini hanya menghasilkan uap air sebagai bahan buangan, yang dengan mudah bisa diambil kembali oleh satu radiator (penukar bahang) dan disirkulasikan kembali di sistem mesin bila dikehendaki.

Gaung di Indonesia

Apa yang dipromosikan oleh H2Earth Institute boleh jadi sulit dicerna oleh alam pikir konvensional, betapapun yakinnya lembaga itu atas ide ini.

Di sini, yang dibuat adalah Sel Bahan Bakar Air, yakni teknologi untuk konversi efisien air menjadi gas bahan bakar (combustible) yang dikenal sebagai ’hydroxy’ atau ”Gas Brown”. Teknologi ini bisa dikatakan merana tak dilirik setelah penemunya (Stanley Meyer), demikian pula penemu senyawa gas baru (Dr Yull Brown), dan ahli teori yang memikirkan produksi gas tersebut melalui resonansi molekuler (Dr Henry Puharich) semua meninggal pada pertengahan tahun 1990-an.

Mungkin yang lebih dekat dengan pengalaman kita sejauh ini adalah apa yang dikemas dalam konsep hydrogen boost (Lihat situs http://www.hydrogen-boost.com). Ini adalah sistem peningkatan kinerja jarak bensin yang didasarkan pada generator gas hidrogen yang ada pada mesin. Pengembang sistem ini juga punya sistem lebih lengkap yang bisa meningkatkan jangkauan kilometer hingga 15-25 persen pada kendaraan yang diuji.

Seperti dijelaskan dalam situsnya, hidrogen—bersama dengan kombinasi gas-gas elektrolisa lain (dalam hal ini adalah Gas Brown)—yang dimasukkan dalam bagian intake mesin akan meningkatkan penyebaran nyala selama pembakaran sehingga bahan bakar dalam wujud uap yang bisa dibakar pun jadi lebih banyak. Manfaat penambahan hidrogen pada mesin pembakaran internal, termasuk mesin diesel, sudah banyak diselidiki.

Di Indonesia juga terdengar kabar adanya pemanfaatan energi air ini. Sebagaimana disampaikan oleh rohaniwan Romo Kirjito di Yogyakarta, April lalu, rekannya, Joko Sutrisno, telah mencoba sistem ini untuk mobil dan motor. Kinerjanya untuk jip Katana adalah 1 liter bensin bisa untuk 20 km, sementara untuk motor, 1 liter bisa untuk 120 km.

Air yang digunakan untuk meningkatkan kinerja bahan bakar ini sekarang memang baru bersifat suplemen. Itu sebabnya, Joko masih enggan memublikasikan sistem yang ia gunakan. Cita-cita Joko sendiri, menurut Romo Kirjito, adalah memanfaatkan teknologi ini untuk menolong orang desa miskin dalam memperoleh energi efisien.

Kirjito mengingatkan, ketika AS dan Eropa sudah mulai banyak mendalami pemanfaatan hidrogen, baik untuk tujuan industri maupun perorangan, Indonesia pun seyogianya tidak ketinggalan.

Sebagaimana penerapan energi alternatif lain, penerapan energi air sebagai bahan bakar pun diperkirakan tidak akan lepas dari hambatan.

Jujur harus diakui bahwa sekarang ini dunia masih didominasi oleh ekonomi minyak sehingga energi alternatif—meskipun kondisi sekarang sudah masuk dalam tingkat darurat—tampaknya masih nonprioritas.

Adakah kekuatan yang bisa mewujudkan impian H2Earth Institute untuk memutus rantai BBM sehingga masyarakat secara seketika, diskontinu, dan radikal (disruptive) bisa beralih ke teknologi energi baru yang secara lingkungan, ekonomi, dan politik memberi solusi atas permasalahan yang ada sekarang ini?

nformasi dari forum Serayamotor.com.

Berhubung di sini ada Mas Eka yang pakar chemistry, aku mo minta pendapatnya ttg teknologi ini.

RNDY_CBR wrote:
BismillahirrahmaanirrahiimSeiring dengan berkembangnya Energi alternatif yang sedang digalakkan ternyata ada salah satu Energi Alternatif yang selama ini disembunyikan oleh pihak2 yang merasa tersaingi.. mudah2an referensi ini bisa berguna bagi kita semua… karena informasi ini sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan di kendaraan anda..http://rapidshare.com

Mohon segera didownload agar terhindar dari tangan2 jahil….. semoga bermanfaat dan dapat cepat berkembang… semoga masyarakat kita dapat keluar dari kesulitan ekonomi ini…..

Baca dari review user-nya sih cukup menjanjikan. Hanya saja ada satu yang masih mengganjar di benak saya, yaitu apakah hasil pembakarannya dapat 100% menjadi H2O lagi?


d4uz – 16th Juli 2008, 13:12
Judul:


Gw dah amankan filenya, liat direct link dibawah, silahkan didonlod… Lanjutin bahasannya yah.. biar seru

Direct Link :


che – 16th Juli 2008, 13:40
Judul:


…”pakar” ya wizZZ gpp dapetnya free no payment koq

kalo dibuat bhn bkr, jlas air/H2O (aquadest ato aquabidest / nda ada kandungan mineral lah) kudu dekomposisi dolo jd H2 sm O2

Image

…krn yg maw dipake “gasnya” sbg bhn bkr perlu dibuat tabung yg terpisah pada anode utk O2 dan katode utk H2 (anode & katode dipake alloy-Pt yg tdk terlibat dlm reaksi)

…dr reaksi di atas tdk dpt berjalan auto krn E(cell) < 0 dmn E(cell) = E(Oxidation) + E(Reduction) jd butuh bantuan energi dr luar ~ 1.23 V pada 25 °C

…dan ingat krn yg dipake air murni/aquadest, proses elekrolisisnya sgt lambat (konduktivitas elektrolisisnya kecil)…ini yg jd masalah jika digunakan sbg bhn dsr utk bhn bakar

…utk mempercepat reaksi di atas dibthkan “elektrolit” yg larut dlm air murni dgn hrg yg terjangkau, biasanya dr garam komplek kation Na+ ato Li+ (dipake krn potensial elektrode lbh kecil dr H+, sehingga O2 muncul) dgn anion sulfate (SO4)2- (dipake krn tidak mengoksidasi jd nda ngeribetin proses elektrolisis) —> Hofmann voltameter
…elektrolisis smcm ini tdk dpt mengkonversi 100% energi listrik mjd energi kimia hidrogen, mmg uda hukum alam kecenderungan mnjd senyawa yg lebih stabil, krn O2 pd anode terus menerus tereduksi mnj H2O kembali & ini menurunkan effisensi…dlm skala industri hanya dpt 40% dr proses smcm ini

…yg lbh cepat lg & murah, dpt dilakukan reaksi elektrosis pada suhu tinggi ~ 100°C (bth 350 Mjoule ~ eff. 41%) & 850°C (bth 225 Mjoule ~ eff. 64%)
Image
Image

…berapa energi yg dihasilkn dr H2 dan O2

2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(g) + 572 kJ (ato per mol 286 kJ)

About these ads

27 comments on “Motor & Mobil Kita Perlu Minum Air yang dielektrolisis

  1. Penemu bahan bakar berbahan dasar hidrogen, Djoko Suprapto

    Metrotvnews.com, Nganjuk: Kontroversi tentang menghilangnya penemu bahan bakar berbahan dasar hidrogen, Joko Suprapto, berakhir sudah. Joko Suprapto ternyata tidak hilang. Ia sedang menenangkan diri di tempat kelahirannya di kawasan Nganjuk, Jawa Timur.Kepada Metro TV yang menemuinya, Jum’at (23/5), Joko Suprapto menyatakan, ia kabur dari proyek blue energy yang didukung penuh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menenangkan diri. Dia merasa sudah tidak nyaman lagi dengan pihak-pihak yang mendukung proyek ini.Joko menuturkan, dia merasa kerap ditekan oleh pihak-pihak pendukung proyek dan dipaksa menandatangani kontrak yang mengharuskan dirinya menyerahkan semua rahasia penemuannya. Joko juga tidak sepakat dengan terminologi blue energy yang diberikan pemerintah karena dia tidak pernah merasa memberikan nama itu.Kendati begitu, Joko mengaku hubungannya dengan pemerintahan Presiden SBY baik-baik saja. Dia juga meminta maaf kepada Presiden SBY karena belum sempat berkomunikasi langsung dengan Presiden.Kendati kabur dari proyek blue energy di Cikeas, Jawa Barat, Joko tetap melanjutkan inovasi untuk menyempurnakan produksi bahan bakar berbasis hidrogen di sebuah lokasi di Nganjuk, Jawa Timur. Proses penyempurnaan produk tersebut memerlukan dana yang sangat besar. Namun, Joko yakin hasil penemuannya nanti bisa bermanfaat banyak bagi banyak orang.(DOR)

  2. Apakah setiap orang boleh menggunakan dan mempelajari teknologi ini, sebab saya melihat sendiri antrian BBM di Bandar Lampung amat sangat menyedihkan, dan lebih sedih lagi jika pemerintah malah menghambat kemajuan teknologi ini…

    Trims

  3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Hikmah adalah Milik Tuhan YME, dan semua umat manusia boleh menggali, meneliti, menggunakan dan mengembangkannya. Maka teknologi ini harus disebarluaskan kepada setiap orang agar bisa mengatasi sendiri kesulitan BBM-nya. Yang diperlukan adalah ketekunan dan kegigihan dalam berusaha dan mengembangkan serta menerapkan teknologi ini.

  4. wah kayaknya bagus neeh bisa buat energi cadangan tapi ngomong2 gimana dengan hasilnya dengan panas yg timbul dari gas waktu terjadi pembakaran yaaa…..????
    thanks

  5. Saya sudah dua kali bikin percobaan . Hasilnya kurang memuaskan. Persoalannya adalah sulitnya mendapatkan bahan Stainless steel.
    Pertama Katoda saya buat dari kawat las stainless steel. Memang keluar gelembong udara, tapi kecil saja. Disamping itu didalam tabung electrolisa muncul kotoran berwarna kuning. Mungkin FeO2 , atau apalah sya tidak pasti.
    Pada percobaan kedua Katodanya saya buat dari kawat kuningan. Hasilnya sama, hanya kotorannya sekarang berwarna biru.

  6. Salam,

    Pak H. Zamzami, saya juga sudah dan sedang melakukan percobaan tersebut. Untuk mendapatkan bahan stainlesteel dengan mudah, munkin Bapak dapat membeli penggaris besi stainlesteel yang di toko-toko buku banyak tersedia. Lalu gunakanlah air murni (H20) dari air aki (air pengisi baterai akki, botol warna biru) ditambah dengan katalisator 3 sendok teh soda kue (sodium bikarbonat)yang dilarutkan pada air murni per satu liternya. Gelembung hidrogen dan oksigen yang dihasilkan lumayan cukup banyak pada percobaan saya. Tapi saya menggunakan katoda dan anoda berupa kumparan kawat stainsless/almunium bekas alat pembunuh nyamuk elektrik buatan cina. Bentuknya mirip seperti yang ada di situs Water4Gas. Sedangkan pada tabung yang menggunakan katoda dan anoda beruopa lempengan stainlessteel, gelembung hidrogen dan oksigen yang dihasilkannya kurang memuaskan.

  7. Stainless steel memang susah nyarinya, butuh 5 cm tetapi kudu beli 4 meter karena di toko bangunan tidak menjual dalam format potongan tetapi utuh. Kedua mencari relay pun yang berkaki 4 atau 3 juga susah untuk ukuran Jakarta, kalopun ada harganya sudah nggak nggenah, nah sekarang saya mencoba menggunakan listrik dari spool lampu sehingga tidak menggunakan aki, karena menggunakan aki, cepat sekali akinya mokat alias tewas, kalo lewat spool tidak menggunakan relay tetapi menggunakan diode 25 Ampere sebagai regulator. Sehingga produksi hidrogen terjadi ketika mesin hidup bukan mutar stop kontak. Jika digas dengan banyak makan produksi hidrogen lebih banyak, kalo cuma hidup akan lebih kecil, kalo pembaca di blog ini yang berdomisili di jabotabek kesulitan mencari bahan stainless steel bisa menghubungi alamat email saya : yohan.kusmintoro@yahoo.com.sg atau anda silakan bergabung ke milis saya Komunitas-BBA@yahoogroups.com (http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunitas-BBA/) nanti kami akan bantu mencarikan besi stainless steel karena di tempat kerja saya besi kayak kek gituan adalah merupakan SAMPAH, buruan kontak email saya jika membutuhkan.

  8. Hello Komunitas-BBA,

    Bila berkenan, silakan klik link2 dibawah ini, ini ada pertanyaan dan
    komentar yang lengkap langsung ke ahlinya seperti Pak Joko Sutrisno
    dan Romo V Kirjito yang merupakan pelopor tabung hidrogen di
    indonesia, banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari situs itu.

    http://egmca. org:8080/ artikel/art11/ lihatKomentar

    http://egmca. org:8080/ artikel/art10/ lihatKomentar

    Sedangkan artikel yang super lengkap soal hidrogen dalam format pdf
    tetapi dalam bahasa linggis :

    http://my.opera. com/h2earth/ blog/cybrarium

    Salam

    Yohan

  9. Hello Komunitas-BBA,

    Bila berkenan, silakan klik link2 dibawah ini, ini ada pertanyaan dan
    komentar yang lengkap langsung ke ahlinya seperti Pak Joko Sutrisno
    dan Romo V Kirjito yang merupakan pelopor tabung hidrogen di
    indonesia, banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari situs itu.

    http://egmca.org:8080/artikel/art11/lihatKomentar

    http://egmca.org:8080/artikel/art10/lihatKomentar

    Sedangkan artikel yang super lengkap soal hidrogen dalam format pdf
    tetapi dalam bahasa linggis :

    http://my.opera.com/h2earth/blog/cybrarium

    Salam

    Yohan

  10. sekedar sharing…. saya sudah mencoba beberapa bentuk elektroda, hasil gas hidrogen dengan katoda/anoda menggunakan kawat stenles kurang banyak (meskipun sudah dibentuk spiral kaya per), mendingan kalo mau coba pake pipa stenles hasilnya lebih maksimal ..

  11. Berkunjung maning liat photo2 sampeyan kek, nangkring super mencolok .. sebuah eksperimen yang membuat saya terharu …. di blog ane baru photo dowang waktu ke Kompas, kekna nggak sempat ngurus blog soalna bukan kesibukan hidrogen dowang, banyak hal yang lain yang diurus, kayak milis IT, forum, bahkan jual beli komputer cukup membuat ane kudu ngatur waktu. Teruslah bereksperimen kawan, ane support semoga kita selalu berbagi.

  12. Salam,

    Banar mas Avilohcum, pada percobaan saya dengan menambahkan elektroda menjadi 4 pelat stainless silinder sepanjang 10 cm dan diameter lingkaran terluar 12cm, produksi HHO menjadi maksimal, dan tidak panas. Kemarin sya masih ambil listrik positifnya dari lampu utama motor suzuki Thunder (yang ternyata masih juga satu jalu ngambil dari aki), akibatnya aki saya drop listriknya setelah perjalanan 40 km dari bogor ke kantor di Pd. Indah. Hari ini kabel tabung HHO positifnya saya pindahkan langsung ke kabel spool sebelum masuk ke alat apa ?? (Dione atau apa??) yang ada kisi-kisi logamnya yang nempel ke chasis motor. Hasilnya: Produksi HHO masih cukup banyak, tapi tak sebanyak kemarin ketika ambil listriknya ke kabel lampu utama, namun sekarang sistem listrik lampu utama, lampu sen, lampu indikator dan klakson tidak terganggu alias berfungsi normal.

    Kayaknya kita butuh masukan dan konsultasi dari para ahli kelistrikan motor dan ahli kimia (lulusan Sekolah Tinggi Analis Kimia, seperti SMAKBO misalnya) untuk mendapatkan rasio perbandingan konsumsi listrik dan produksi HHO serta sistem pembakaran/pengapia n di Torrax Motor seefisien mungkin.

    Oh ya, teman saya si Taufik Haddad pemilik Penerbitan Ufuk Pers, sudah terbitkan Buku berjudul Rahasia Bahan Bakar Air, dan konon dia jual juga alatnya. Coba Klik di
    http://ufukpress. blogspot. com/2008/ 06/menghemat- bbm-dengan- brown-energy. html
    http://ufukpress. com/modules. php?name= Katalog&op= terbaru

    So… Lets run THE WATER ENERGY REVOLUTION ON THE WORLD.

    — On Tue, 7/22/08, avilohcum@yahoo. co.id wrote:
    From: avilohcum@yahoo. co.id
    Subject: Re: RE: Re[2]: [Komunitas-BBA] Eksperimen tahap ke 4 Generatorb Hidrogen+Oksigen buat Suzuki Thunderku.
    To: Komunitas-BBA@ yahoogroups. com
    Date: Tuesday, July 22, 2008, 2:45 AM

    Pernah saya bc sekilas di forum detik. Kebutugan listrik untk menghasilkan hho kurang lebih 2volt. Jadi kalau di motr ada 12volt dibutuhkan 6plat elektroda biar efektif kalau kurng dr 6 plat akn kelebihan voltase dn kelebihan volt tersebut diubah jadi panas.

    Kesimpulan yg saya dpt untk mengurangi panas kt hr menambh kan elektroda. Krn kalau ada 6 plat akn di aliri 2volt tiap plat di hub scr seri

    Maaf kalau ada yg salah

    —–Original Message—–

    From: Salim

    Sent: 2008-07-22 10:29:10 GMT+08:00

    To: Komunitas-BBA@ yahoogroups. com

    Subject: RE: Re[2]: [Komunitas-BBA] Eksperimen tahap ke 4 Generatorb Hidrogen+Oksigen buat Suzuki Thunderku.

    Mantap Mas Yohan..

    Blog nya bagus..

    Update terus ya mas…

    Pengalaman aku setelah hari minggu aku install HHO ke motor dan tess jalan

    kemarin..

    Bahan yg aku pakai sama pakai botol kecap (seperti mas Yohan) hanya beda

    anoda dan katodanya aja.

    Kalau di foto mas Yohan pakai pipa, aku pakai kawat (seperti di water for

    gas).

    Sebelum jalan aku sudah ukur Ampernya sekitar 5 A (aku ambil langsung dari

    aki motor)

    Tapi belum 10 menit tabungnya panas sekali..

    Lalu aku buang airnya setengah, lalu tambah dgn air yg baru, tes turun jadi

    3 amper, tes 10 menit

    Masih panas sekali, akhirnya buang juga setengah airnya diganti lagi, lalu

    ukur ampernya sekarang jadi

    2,3 amper, akhirnya aku install di bagasi motor supra X, aku ambil langsung

    dari Vacum di manipol.

    Aku pakai satu botol (dari botol larutan kaki tiga) untuk check bublenya,

    aku isi air 5 cm, lalu gas dari

    Generator aku masukan sampai terbenan ke air di botol yg kedua, lalu kasih

    keran untuk ke manipol.

    Setelah atur posisi sedotan yg pas, tidak terlalu gede dan kecil.

    Tes Jalan, kemarin dari rumah aku pakai ke tempat kerja, kurang lebih 1 jam

    perjalanan, adapun perubahan sbb :

    Tenaga bertambah, mesin seperti liar, asal di toel sedikit gasnya, larinya

    ngacir.

    Sampai di kantor aku periksa, waduh. panasnya hampie mendidi di

    generatornya, amper aku ukur, sekitar 4,5 amper

    Kesimpulan : HHO efektif, hanya ada kendala di panas,

    Tadi malam aku buang airnya, lalu aku ganti dengan air baru dgn sedikit KOH,

    ampernya jadi 1,2 Amper, tadi pagi dari rumah

    Kekantor, tenaga berkurang, hamper enga ada beda dgn tidak memakai HHO.

    Sampai kantor aku periksa, memang enga begitu panas, ampernya sekitar 1,8

    Amper.

    Teman2 gimana caranya untuk mengurangi panas, kayaknya efektifnya di amper 3

    keatas, kalau dibawah 3 amper, gas HHOnya

    Sedikit, jadi kurang efek, kalau amper diatas 3 baru berasa perubahan, tapi

    ngatasin panasnya, lem bautnya sampai melele.

  13. Ada lagi info lengkap cara buat dan pemasanan HHO Generator buat mobil VW Kodok

    http://nuckfut.wordpress.com/2008/07/10/aplikasi-brown-energy/

  14. Mengatasi panas akibat proses elektrolisa ini.. coba deh d, dengan menambah jumlah keping/filamen, dengan +jarak antar keping, beri beban seimbang (dgn indikator lampu+/- 25watt).. dan bisa jadi saat panas tinggi konsentrat elektrolisa naik.. semoga membantu n tetap semangat.. boss

  15. Good idea! mudah2an bisa diadopsi secara menyeluruh…

  16. Salam,

    Brother Budi… & all Kosterian Brothers & Milister BBA

    Kalau serius berminat, mau pasang alat penghemat BBM/penambah oktan
    BBM dengan tabung Eletrolisis Aqudest (H2O) menjadi brown gas (HHO),
    silahkan kontak saya di 0817 89 77 39 atau 021-765 1534. Saya sudah
    melakukan eksperimen 2-3 bulan dengan beberapa model, dan mulai
    menemukan model dan circuit yang terbaik (sementara) yang terpasang di
    Suzuki Thunder saya.

    Biaya bahan dan pemasangan untuk motor sekitar Rp.150.000,- s/d
    200.000,- (tergantung dari jenis tabung plastik atau termos stainless,
    untuk motor, kalau untuk mobil bisa pake plastik, tabung termos
    stainless atau toples kaca). Kalau mau lebih aman listriknya, bisa
    tambah kiproks tambahan (plus harga kiproks orisinal Suzuki Thunder
    sekitar Rp.230.000,- )

    Biaya untuk mobil belum tahu persisnya, karena juga lagi diujicoba
    dulu dan disurvei & observasi (teman lain di Pasar Minggu menjual dan
    memasangkannya seharga Rp. 400.000 s/d Rp. 500.000 buat mobil.

    Kalau mau datang ke rumah pada hari Minggu (bengkel garasi): Ahmad
    Samantho, Kompleks Griya Kalisuren Blok A-1 no.5, Desa Kalisuren, Kec.
    Tajur Halang, Kab. Bogor. (masuk dari Lebak Wangi Arco Sawangan/dekat
    PPG Parung, atau dari Bogor Jalan via jalan ke Danau Tonjong, Kemang,
    Bogor. (email: ay_samantho@ …, ahmadsamantho@ …)

    Bro Sams,

    2008/8/26 budisecm

    ada yg tau bengkel mana yg sudah bisa memasang alat ini di motor
    thunder?
    saya kebelet pengen pasang :p
    kira2 harga terpasang berapa ya?

    BR//budi

    2008/8/26 Koster 042

    ———- Forwarded message ———-
    From: Brahmono Widyo
    Date: 2008/8/26
    Subject: Balasan: Re: Komentar KOSTER
    To: Pengurus Pusat KOSTER

    Selamat pagi brother,

    Sebetulnya tabung tersebut sudah digunakan oleh pak Joko
    Sutrisno sejak tahun 1999,lalu diikuti oleh keluarga dekat,teman- teman
    dekat dan sebagian masyarakat Yogya pada saat itu.Lalu pada awal tahun
    2008 penggunakan tabung tersebut di ketahui oleh wartawan/media masa
    sehingga tersiarlah kabar penggunaan tabung tersebut ke seluruh
    Indonesia.Puncaknya pada tanggal 6 Juni 2008 presiden SBY menyempatkan
    diri menemui pak Joko (tidak di expose di media masa).Presiden SBY
    memakai tabung tersebut untuk kendaraan kepresidenannya, silahkan lihat
    melalui google ketik aja “hemat bbm oleh Joko Sutrisno”.
    Di hadapan Presiden tabung tersebut diuji coba diledakkan pada
    saat mesin mobil hidup,mobil yang dipakai adalah suzuki jimny
    katana,caranya kran pada tabung tersebut ditutup rapat otomatis gas
    tidak bisa mengalir keluar,lalu duuaaar ada suara ledakan dan hasilnya
    tabung hanya robek 4 cm dan mesin mobil tetap hidup seperti bisa.Jadi
    tabung tersebut terbuat dari plastik seperti kotak cadangan air
    wiper,biar lebih safety.Kenapa mobil tidak terbakar…? karena sifat
    dasar gas hydrogen tidak mengandung unsur api.kita kupas lebih dalam
    ilmu kimia.Apabila terjadi kebocoran pada tabung tersebut maka ketika
    gas keluar akan bertemu dengan udara bebas dalam hitungan sekian detik
    saja gas tersebut akan terurai kembali menjadi embun/uap air.
    Bohlam lampu pada tabung tersebut bukan hanya sebagai
    indikator,tetapi juga sebagai penyuplai daya pada tabung tsb.ukuran
    bohlam tsb adalah 12 volt 8 watt,atau setara dengan arus yang
    dibutuhkan hanya 1,5 Ampere.Jadi tidak membuat aki tekor.sedikit kita
    kupas ilmu elektronika, apabila bohlam lampu yang digunakan kita ganti
    menjadi 5 watt itu akan membuat produksi gas menjadi lebih
    sedikit,tetapi apabila bohlam lampu kita ganti menjadi 10 watt,itupun
    juga akan tidak membuat gas yang keluar menjadi maksimal.Jadi hanya 8
    watt yang dibutuhkan.
    Satu tabung bisa menghasilkan gas sebebar 200 ml per menit.
    Sebetulnya tanpa memakai KOH pun tetap gas akan terpisah dari
    air bila kita kasih arus DC,fungsi KOH itu hanya untuk mempercepat
    pemisahan gas dari air.bila kebanyakan KOH pun tidak masalah hanya
    saja airnya dalam beberapa bulan cepat keruh.Satu liter air
    perbandingannya hanya 1/2 sendok makan KOH.Bisa juga KOH diganti
    dengan soda kue atau garam.
    Untuk perawatan sebaiknya setiap 7 bulan sekali air dikuras
    diganti baru tanpa menambah KOH lagi.

    Salam

  17. nformasi dari forum Serayamotor.com.

    Berhubung di sini ada Mas Eka yang pakar chemistry, aku mo minta pendapatnya ttg teknologi ini.

    RNDY_CBR wrote:
    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Seiring dengan berkembangnya Energi alternatif yang sedang digalakkan ternyata ada salah satu Energi Alternatif yang selama ini disembunyikan oleh pihak2 yang merasa tersaingi.. mudah2an referensi ini bisa berguna bagi kita semua… karena informasi ini sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan di kendaraan anda..

    http://rapidshare.com/files/126493622/Water4gas.rar.html

    Mohon segera didownload agar terhindar dari tangan2 jahil….. semoga bermanfaat dan dapat cepat berkembang… semoga masyarakat kita dapat keluar dari kesulitan ekonomi ini…..

    Baca dari review user-nya sih cukup menjanjikan. Hanya saja ada satu yang masih mengganjar di benak saya, yaitu apakah hasil pembakarannya dapat 100% menjadi H2O lagi? d4uz – 16th Juli 2008, 13:12
    Judul: Gw dah amankan filenya, liat direct link dibawah, silahkan didonlod… Lanjutin bahasannya yah.. biar seru

    Direct Link :
    http://cyber-kira.co.cc/leech/files/Water4gas.rar che – 16th Juli 2008, 13:40
    Judul: …”pakar” ya wizZZ gpp dapetnya free no payment koq

    kalo dibuat bhn bkr, jlas air/H2O (aquadest ato aquabidest / nda ada kandungan mineral lah) kudu dekomposisi dolo jd H2 sm O2

    Image

    …krn yg maw dipake “gasnya” sbg bhn bkr perlu dibuat tabung yg terpisah pada anode utk O2 dan katode utk H2 (anode & katode dipake alloy-Pt yg tdk terlibat dlm reaksi)

    …dr reaksi di atas tdk dpt berjalan auto krn E(cell) Hofmann voltameter
    …elektrolisis smcm ini tdk dpt mengkonversi 100% energi listrik mjd energi kimia hidrogen, mmg uda hukum alam kecenderungan mnjd senyawa yg lebih stabil, krn O2 pd anode terus menerus tereduksi mnj H2O kembali & ini menurunkan effisensi…dlm skala industri hanya dpt 40% dr proses smcm ini

    …yg lbh cepat lg & murah, dpt dilakukan reaksi elektrosis pada suhu tinggi ~ 100°C (bth 350 Mjoule ~ eff. 41%) & 850°C (bth 225 Mjoule ~ eff. 64%)
    Image
    Image

    …berapa energi yg dihasilkn dr H2 dan O2

    2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(g) + 572 kJ (ato per mol 286 kJ)

  18. mo tanya nich, kemarin saya nyoba nyari diode 25 ampere untuk bahan motor, dan saya nyarinya di toko peralatan motor dan mobil, tapi sampai sekarang belum dapat. saya mau tanya dimana saya bisa dapetin diode 25 ampere, dan benbtuknya kayak gimana?

    • beli nya di toko part elektro harga nya kurang lebih 5rb ad nya yg 35 amper kaki 4 pasangnya kutup + ke diode+ kutup- kekutup – .trus ac ambil dari spul kabel warna kuning untuk lampu. Trus ac yg satu untuk ke ground. Nb di diode umum ny kutub – tdk di beri tanda. Untuk mengetahuinya biasanya letak nya bersilangan dengan kutup +

  19. kami telah mengembangkan BBA murni bukan BBA air kimia dengan tidak sama sekali menggunakan katalis koh, soda api, soda kue, hanya air dan bisa menghasilkan gas hho. dan kami tengah megembangkan BBA untuk menjalankan mesin. keterangan bisa tel 021 91303345 dengan aditya

  20. mengasyikkan juga bikin kayak ginian, sy juga mencoba mendokumentasikan cara pembuatannya juga (video 30 menit), kalau tertarik boleh main ke http://danibilabibah.blogspot.com
    semoga bermanfaat,…
    wassalam.

  21. bahan bakar gas air sudah saya coba dengan menggunakan rangkaian elektronik Dave.L dengan menggunakan air murni di http://www-torayakan.blogspot.com

  22. Thanks for sharing. It is useful for me.

  23. saya sudah lima kali gagal, tolong untuk diberikan gambar pemasangan selang vakum yang ke manifold dan yang ke filter, karena begitu keduanya dipasang gelembung udara di elektroliser jadi hilang,dan sulit untuk menghilangkan uap air yang ikut terhisap ke manifold sehingga rawan untuk dinding silinder ruang bakar yang biasanya selalu terkondisi terlapis oil film akan rusak dengan adanya uap air ini.

  24. saya dan teman sudah coba, di motor jupiter mx dan vespa
    hasilnya di jupiter mx, konsumsi satu liter bahan bakar dari rata2 35km menjadi 50km
    sedangkan di vespa dari 20km jadi 40km
    hasil reaksi hidrogen tergantung dari mutu airnya, semakin alamiah air yang dipakai, hasilnya semakin bagus

  25. Alhamdulillah BBA ini sudah saya coba sejak thn 2005, idenya pada thn 2002 tanpa disegaja saat sy sedang charger accu mobil yg 70Ah untuk keperluan musik penggugah sahur dengan charger manual rakitan, untuk mengetahui kapasitas tegangan dan arus yg tersimpan secara kebetulan multi tester saya hilang entah kemana. jadi sy putuskan untuk mengsortkan kabel capitan penghubung carger yg terpisah pada kutub ( + ) ke Kutub ( – ). tanpa diduga percikan api konsleting menyambar Lubang pengisian air accu yang terbuka dan accu meledak hancur sel-selnya berhamburan, Alhamdulillah pecahan dan airnya tdk mengenai mata saya hanya sedikit mengenai jidat dan rambut.
    Dari kejadian itu sy berfikir kenapa demikian? setelah 2 tahun ahirnya terfikir setelah melakukan beberapa uji coba dengan Accu2 bekas yg diisi dg air suling & Zuur kemudian dialiri tegangan sebesar 24V dan luar biasa nyala gasnya dapat membakar kawat besi berdiameter 0,5mm dengan cepat.
    Memang betul Ide itu datangnya dari Allah SWT, dan Dia-lah yang memberikan pengertian dan pengetahuan kepada siapa yg dikehendaki-Nya.
    Saya sangat setuju apabila apa yang kita ketahui dan miliki dalam bentuk Ilmu pengetahuan dsb. dapat menjadi manfaat untuk orang-2 sekitar khususnya dan Syukur-2 Dunia pada umumnya.

  26. Good article! We will be linking to this particularly great
    post on our site. Keep up the good writing.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.965 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: