75 Komentar

Bensin+Etanol Singkong= BB Oktan Tinggi

Singkong dan Bisnis Minyak Rakyat

Wahyudin Munawir
Anggota Komisi VII DPR RI, Alumnus ITB

Republika, Rabu, 05 Desember 2007

Harga minyak dunia yang melambung, sudah lama diprediksi. Logikanya, minyak bumi (fossil fuel) adalah bahan bakar yang tak dapat diperbarui. Cepat atau lambat, minyak dunia akan habis. Saat ini, harga minyak memang sedang booming karena kebutuhan negara-negara industri baru seperti India dan Cina sangat tinggi.rolling-greenery.jpg

Ke depan, jika negara-negara di dunia tak segera mengantisipasi kelangkaan fossil fuel, harga minyak akan naik tinggi sekali. Tapi sebaliknya, jika negara-negara di dunia menyiapkan antisipasinya sejak sekarang, niscaya harga minyak tak akan naik lagi, bahkan bisa turun. Mengapa? Karena dunia nantinya bisa mencari pengganti minyak fosil yang aman, murah, dan mudah diproduksi oleh siapa pun. Saat ini, industri minyak hanya dipegang oleh para pemodal besar.

Biofuel dari Sukabumi
Majalah Trubus edisi November 2007 memaparkan ‘kebun-kebun penghasil bensin di Pulau Jawa’. Di wilayah Sukabumi, misalnya, ternyata sudah muncul industri rumahan biofuel yang sederhana. Pak Soekani dari kampung Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, salah seorang warga yang memproduksi ‘bensin’ itu. Tiap bulan dia berhasil mengolah singkong menjadi etanol (alkohol) 95 persen sebanyak 2.100 liter.

Dari jumlah itu, 300 liter dijual ke pengecer premium, dan 800 liter lainnya dijual ke industri kimia. Harga per liter etanol itu, Rp 10 ribu. Tiap liter etanol dibuat dari 6,5 kg singkong. Harga produksi etanol per liter Rp 3.400-Rp 4.000. Dari bisnis ‘energi’ yang berasal dari singkong itu, Pak Soekani mendapatkan omzet 21 juta per bulan. Langkah Pak Soekani itu, kini mulai banyak diikuti penduduk desa lainnya.

Mungkin anda bertanya, mengapa pengecer premium mau membeli etanol made in Pak Soekani seharga Rp 10 ribu per liter? Ternyata, pasar itu tercipta dari pengalaman tukang ojek di Cicurug. Premium yang dicampur 5-10 persen alkohol, angka oktannya naik. Kendaraan makin bertenaga dan bahan bakarnya makin hemat 20-30 persen. Belakangan, di Sukabumi juga sudah ada orang yang membuat kompor berbahan bakar alkohol. Kompor jenis ini, konon, lebih irit.

Kisah Pak Soekani menggambarkan bahwa bisnis biofuel tidak seperi fossil fuel (dalam hal ini BBM), bisa dilakukan siapa saja, bahkan dengan skala rumahan dan kaki lima. Karena itu, ke depan, jika pemerintah dan masyarakat ramai-ramai mengembangkan biofuel, niscaya kesejahteraan di Indonesia akan makin merata. Tak hanya itu, lahan-lahan kosong pun akan menghijau.

Memang ada kekhawatiran bahwa kebun-kebun biofuel itu akan merusak lingkungan dan keanekaragaman jenis di Indonesia. Namun jika sejak awal pemerintah membuat peta pengembangan industri biofuel secara nasional, niscaya kekhawatiran tersebut bisa direduksi. Ini karena pada peta tersebut akan ditunjukkan daerah-daerah yang pas untuk mengembangkan biofuel jenis tertentu.

Peluang bisnis biofuel di dunia sangat besar. Berdasarkan laporan Clean Edge seperti dikutip buku The Clean Tech Revolution (2007) karya Ron Pernick dan Clint Wilder, pasar biofuel di dunia tahun 2006 mencapai 20,5 miliar dolar AS (untuk etanol dan biodisel). Nilai pasar itu akan meningkat empat kali lipat pada tahun 2016. Di AS, etanol dicampur dengan gasoline (premium) dengan kadar campuran 2-85 persen. Di Brazil, sudah diproduksi mesin-mesin yang bisa memakai etanol seluruhnya (100 persen). Namun demikian, kondisi pasar etanol di Brazil sangat fleksibel. Jika harga BBM tinggi sekali, maka campuran etanol pada premium diperbesar, dan sebaliknya.

Tahun 2006, produksi etanol di dunia mencapai 12 miliar galon. Di AS, campuran premium dan 10 persen etanol (E-10) dipakai mobil-mobil tanpa modifikasi mesin. Sedangkan untuk campuran 85 persen etanol (E-85), mesinnya dimodifikasi dengan flex-fuel vehicle (FFVs). Jika produksi etanol di dunia makin besar dan kendaraan di dunia sudah pro-biofuel, niscaya semua kendaraan di muka bumi akan memakainya. Jika sudah demikian, ‘emas hitam’ yang berasal dari kilang-kilang minyak di Timur Tengah akan bergeser ke ‘emas hijau’ yang berasal dari kebun-kebun minyak di daerah tropis seperti Asia dan Amerika Latin.

Pemerataan ekonomi
Setiap ada ancaman, pasti ada peluang. Harga minyak yang mahal jangan hanya dilihat sebagai ancaman, melainkan juga peluang. Peluang ini bisa menyadarkan seluruh komponen masyarakat Indonesia bahwa ketergantungan pada BBM adalah sangat berbahaya dan kita punya kesempatan besar untuk mengkonversi BBM ke biofuel. Tanah Indonesia yang subur merupakan aset untuk membangun kemandirian sumber energi terbarukan. AS dan Eropa juga Jepang dan Cina saat ini tengah bahu membahu mengganti ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pemerintah Indonesia juga sudah seharusnya berpikir jauh ke sana dan langsung mengimplementasikannya ke dalam sistem kerja yang terencana dan terpadu untuk menyongsong kemandirian energi ramah lingkungan ini. AS, misalnya, sudah mulai melaksanakan program untuk menyongsong program tahun 2017, di mana 20 persen bahan bakarnya berasal dari tanaman. Ini artinya, setiap hari di tahun 2017, AS akan membutuhkan lebih dari 8 juta barel biofue. Program ini jelas sangat raksasa dan AS sudah bertekad melaksanakannya.

Nah, bagaimana Indonesia? Pak Soekani di kampung Nyangkowek, Cicurug sudah memulainya. Hanya dengan singkong, Pak Soekani bisa memproduksi ‘bensin’ masa depan. Padahal singkong adalah tanaman yang amat akrab dengan masyarakat Indonesia. Singkong bisa ditanam di mana saja. Di kampung-kampung, singkong bisa ditanam di samping, depan, dan belakang rumah. Daunnya bisa dijadikan sayuran yang amat bergizi, sedang umbinya adalah bahan untuk membuat etanol yang baik.

Bila ditanam secara serius, dalam satu hektare dapat dihasilkan 100 ton, bahkan 150 ton singkong. Luar biasa bukan? Di masa depan, anak singkong bukan lagi menjadi hinaan, sebaliknya akan jadi pujaan. Ini karena singkong, bukan sekadar makanan sehat yang antidiabet, tapi juga penyelamat krisis energi nasional di masa depan.

*Kebun Penghasil Bensin*

Oleh admin Rabu, 31 Oktober 2007 21:15:23 /

Bangunan di tepi jalan alternatif ke kota Sukabumi itu tersembunyi di antara kebun singkong. Tak ada yang mengira di gedung 3 kali lapangan voli itu Soekaeni mengolah umbi singkong menjadi 2.100 liter bioetanol setiap bulan. Dari jumlah itu 300 liter dijual ke pengecer premium dan 800 liter ke pengepul industri kimia. Harga jual untuk kedua konsumen itu sama: Rp10.000 per liter, sehingga pensiunan PT Telkom itu meraup omzet Rp21-juta per bulan. / /Bangunan di tepi jalan alternatif ke kota Sukabumi itu tersembunyi di antara kebun singkong. Tak ada yang mengira di gedung 3 kali lapangan voli itu Soekaeni mengolah umbi singkong menjadi 2.100 liter bioetanol setiap bulan. Dari jumlah itu 300 liter dijual ke pengecer premium dan 800 liter ke pengepul industri kimia. Harga jual untuk kedua konsumen itu sama: Rp10.000 per liter, sehingga pensiunan PT Telkom itu meraup omzet Rp21-juta per bulan. / Biaya untuk memproduksi seliter bioetanol berbahan baku singkong berkisar Rp3.400- Rp4.000. Satu liter bioetanol terbuat dari 6,5 kg singkong. Dari perniagaan bioetanol pria kelahiran 6 September 1950 itu meraup laba bersih Rp12-juta per bulan. Selain singkong, sekarang ia juga memanfaatkan molase alias limbah tetes tebu sebagai bahan baku. Bioetanol produksi Soekaeni itulah yang dimanfaatkan sebagai campuran premium oleh para tukang ojek di Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Satu liter premium diberi campuran 0,1 liter bioetanol. Meski harganya lebih mahal ketimbang premium, mereka tetap membelinya karena kinerja mesin lebih bagus dan konsumsi bahan bakar lebih hemat. Setahun terakhir popularitas bioetanol alias etanol yang diproses dari tumbuhan dan biodiesel atau minyak untuk mesin diesel dari tanaman memang meningkat. Keduanya-bioetanol dan biodiesel-merupakan bahan bakar nabati. Bersamaan dengan tren itu, bermunculan produsen bioetanol skala rumahan. Menurut Eka Bukit, produsen bioetanol, kriteria skala rumahan bila produksi maksimal 10.000 liter per hari. Saat ini volume produksi skala rumahan beragam, dari 30 liter hingga 2.000 liter per hari. Selain Soekaeni di Cicurug, Sukabumi, masih ada Sugimin Sumoatmojo. Warga Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu mengolah 1.500 molase alias limbah pabrik gula menjadi 500 liter bioetanol per hari. Untuk menghasilkan 1 liter bioetanol pria kelahiran 31 Desember 1947 itu memerlukan 3 liter molase. Ia mengutip laba Rp2.500 per liter sehingga keuntungan bersih mencapai Rp1.250.000 per hari. Selama sebulan, mesin bekerja rata-rata 30 hari. Dengan demikian total jenderal volume produksi mencapai 15.000 liter yang memberikan untung bersih Rp37,5-juta per bulan. Di Bekonang dan sekitarnya, produsen bioetanol skala rumahan menjamur. Menurut Sabaryono, ketua Paguyuban Perajin Bioetanol Sukoharjo, total produsen mencapai 145 orang. /*Bahan berlimpah*/ Daftar produsen bioetanol skala rumahan kian panjang jika ditulis satu per satu. Mereka bertebaran di Sukoharjo, Pati, (Jawa Tengah), Natar (Lampung), Sukabumi (Jawa Barat), Minahasa (Sulawesi Utara), dan Cilegon (Banten). Para produsen kecil itu mengendus peluang bisnis bioetanol. Harap mafhum, bahan baku melimpah, proses produksi relatif mudah, dan pasar terbentang menjadi daya tarik bagi mereka. Menurut Dr Arif Yudiarto, periset bioetanol di Balai Besar Teknologi Pati, ada 3 kelompok tanaman sumber bioetanol. Ketiganya adalah tanaman mengandung pati, bergula, dan serat selulosa. Beberapa tanaman yang sohor sebagai penghasil bioetanol adalah aren dengan potensi produksi 40.000 liter per ha per tahun, jagung (6.000 liter), singkong (2.000 liter), biji sorgum (4.000 liter), jerami padi, dan ubijalar (7.800 liter). Pada prinsipnya pembuatan bioetanol melalui fermentasi untuk memecah protein dan destilasi alias penyulingan yang relatif mudah sehingga gampang diterapkan. Berbeda dengan proses produksi biodiesel yang harus melampaui teknologi esterifikasi dan transesterifikasi. Apalagi sebetulnya bioetanol bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Pada zaman kerajaan Singosari-700 tahun silam-masyarakat Jawa sudah mengenal ciu alias bioetanol dari tetes tebu. Itu berkat tentara Kubilai Khan yang mengajarkan proses produksi. Lalu pasar? Eka Bukit yang mengolah nira aren kewalahan melayani permintaan bertubi-tubi. Setidaknya 275.000 liter permintaan rutin per bulan tak mampu ia pasok. Permintaan itu datang dari industri farmasi dan kimia. ‘Pasarnya luar biasa besar,’ ujar alumnus Carlton University itu. Oleh karena itu Eka tengah membangun pabrik pengolahan bioetanol di Kabupaten Lebak, Banten. Menurut Indra Winarno, direktur PT Molindo Raya Industrial produsen di Malang, Jawa Timur, permintaan etanol, ‘Tak terbatas.’ /*Pasok langsung*/ Sebagai substitusi bahan bakar premium, permintaan bioetanol sangat tinggi. Mari berhitung, ‘Kebutuhan bensin nasional mencapai 17,5- miliar per tahun,’ ujar Ir Yuttie Nurianti, manajer Pengembangan Produk Baru Pertamina. Yuttie menuturkan 30% dari total kebutuhan itu impor. Seperti diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No 5/2006 dalam kurun 2007-2010, pemerintah menargetkan mengganti 1,48-miliar liter bensin dengan bioetanol lantaran kian menipisnya cadangan minyak bumi. Persentase itu bakal meningkat menjadi 10% pada 2011-2015, dan 15% pada 2016-2025. Pada kurun pertama 2007-2010 selama 3 tahun pemerintah memerlukan rata-rata 30.833.000 liter bioetanol per bulan. Dari total kebutuhan itu cuma 137.000 liter bioetanol setiap bulan yang terpenuhi atau 0,4%. Itu berarti setiap bulan pemerintah kekurangan pasokan 30.696.000 liter bioetanol untuk bahan bakar. Pangsa pasar yang sangat besar belum terpenuhi lantaran saat ini baru PT Molindo Raya Industrial yang memasok Pertamina. Dari produksi 150.000 liter, Molindo memasok 15.000 liter per hari. Molindo menjual biopremium melalui Pertamina Rp5.000 per liter. Mungkinkah produsen skala rumahan memasok Pertamina? Kepada wartawan /Trubus/ Imam Wiguna, Yuttie mengatakan, ‘Pertamina menerima berapa pun pasokan bioetanol dari pihak swasta. Yang penting memenuhi syarat.’ Syarat yang dimaksud sang manajer adalah berkadar etanol minimal 99,5%. Rata-rata bioetanol hasil sulingan produsen skala rumahan berkadar 90-95%. Agar syarat itu tercapai, produsen dapat mencelupkan penyerap seperti batu gamping dan zeolit sehingga kadar etanol melonjak signifikan (baca: /Bioetanol 99,5% Murnikan Saja dengan Gamping/ halaman 24-25). Selain itu, pemasok harus mengantongi izin usaha niaga bahan bakar nabati dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ketua Tim Nasional Bahan Bakar Nabati Ir Alhilal Hamdi berupaya agar hubungan Pertamina-produsen skala kecil terjalin dengan mudah. ‘Kami akan memfasilitasi agar tercipta mekanisme paling mudah bagi industri kecil yang memasok Pertamina tanpa perantara. Perantara itu kan biaya. Atau bisa juga langsung dikirim ke SPBU karena jaringan Pertamina luas,’ ujar mantan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu (baca: Produsen Boleh Oplos Bioetanol halaman 18). Tentang harga beli, Yuttie mengatakan, ‘Harga beli yang ditawarkan produsen harus kompetitif.’ Saat ini Pertamina membeli 1 liter bioetanol Rp5.000. Toh, produsen skala rumahan pun diberi kesempatan mengoplos alias mencampur bioetanol dan premium sendiri untuk dipasarkan. Produsen yang mengoplos tak perlu takut dicokok aparat karena memang dilindungi undang-undang. Yang menggembirakan bioetanol untuk bahan bakar bebas cukai. Itu bukti bahwa pemerintah memang serius mengembangkan bioetanol sebagai sumber energi terbarukan. /*Langit biru*/ Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar juga berdampak positif. Banyak riset sahih yang membuktikannya. Dr Prawoto kepala Balai Termodinamika, Motor, dan Propulsi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, misalnya, membuktikan kinerja mesin kian bagus setelah diberi campuran bioetanol. Riset serupa ditempuh oleh Prof Dr Ir H Djoko Sungkono dari Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Hasil penelitian Prawoto menunjukkan, dengan campuran bioetanol konsumsi bahan bakar semakin efisien. Mobil E20 alias yang diberi campuran bioetanol 20%, pada kecepatan 30 km per jam, konsumsi bahan bakar 20% lebih irit ketimbang mobil berbahan bakar bensin. Jika kecepatan 80 km per jam, konsumsi bahan bakar 50% lebih irit. Duduk perkaranya? Pembakaran makin efisien karena etanol lebih cepat terbakar ketimbang bensin murni. Pantas semakin banyak campuran bioetanol, proses pembakaran kian singkat. Pembakaran sempurna itu gara-gara bilangan oktan bioetanol lebih tinggi daripada bensin. Nilai oktan bensin cuma 87-88; bioetanol 117. Bila kedua bahan itu bercampur, meningkatkan nilai oktan. Contoh penambahan 3% bioetanol mendongkrak nilai oktan 0,87. ‘Kadar 5% etanol meningkatkan 92 oktan menjadi 94 oktan,’ ujar Sungkono, alumnus University of New South Wales Sydney. Makin tinggi bilangan oktan, bahan bakar makin tahan untuk tidak terbakar sendiri sehingga menghasilkan kestabilan proses pembakaran untuk memperoleh daya yang lebih stabil. Campuran bioetanol 3% saja, mampu menurunkan emisi karbonmonoksida menjadi hanya 1,35%. Bandingkan bila kendaraan memanfaatkan premium, emisi senyawa karsinogenik alias penyebab kanker itu 4,51%. Nah, ketika kadar bioetanol ditingkatkan, emisi itu makin turun. Program langit biru yang dicanangkan pemerintah pun lebih mudah diwujudkan. Dampaknya, masyarakat kian sehat. Saat ini campuran bioetanol dalam premium untuk mobil konvensional maksimal 10% atau E10. Bahkan di Brasil, mobil konvensional menggunakan E20 alias campuran bioetanol 20% tanpa memodifikasi mesin. Penggunaan E100 atau E80 pada mobil konvensional tanpa modifikasi mesin tidak disarankan karena khawatir merusak mesin. Namun, kini muncul flexi car alias kendaraan fleksibel yang dapat menggunakan bioetanol hingga 100% atau premium 100% pada waktu yang lain. Di Amerika Serikat saat ini terdapat 5-juta flexi car dengan penambahan 1- juta kendaraan per tahun. /*Berebut bahan */ Meski banyak keistimewaan, bisnis bioetanol bukannya tanpa hambatan. Salah satu aral penghadang bisnis itu adalah terbatasnya pasokan bahan baku. Saat ini sebagian besar produsen mengandalkan molase sebagai bahan baku. Padahal, limbah pengolahan gula itu juga dibutuhkan industri lain seperti pabrik kecap dan penyedap rasa. Bahkan, sebagian lagi di antaranya diekspor. Indra Winarno mengatakan molase menjadi emas hitam belakangan ini. Dampaknya, hukum ekonomi pun bicara. Begitu banyak permintaan, harga beli bahan baku pun membubung sehingga margin produsen bioetanol menyusut. Beberapa produsen melirik singkong sebagai alternatif. Banyak yang membenamkan investasi di Lampung karena provinsi itu penghasil singkong terbesar di tanahair. Kehadiran mereka ternyata mendongkrak harga ubikayu di sana. ‘Dulu harganya di bawah Rp300 per kg. Sekarang lebih dari Rp400,’ ujar Donny Winarno, vice president PT Molindo Raya Industrial. Kenaikan harga itu berkah bagi para pekebun. Di sisi lain menyulitkan para produsen. ‘Saya berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang juga melindungi produsen,’ ujar alumnus University of California itu. Jika hambatan teratasi, produsen silakan meraup rupiah dari tetesan bioetanol. Soalnya, pasar bioetanol-sebagai bahan bakar-memang sangat besar karena populasi kendaraan bermotor meningkat. Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil meningkat rata-rata 53.400 unit per tahun. Pemilik mobil tak perlu memodifikasi mesin untuk menggunakan campuran bioetanol. Pasar itu kian luas dan membaik ketika subsidi bahan bakar yang nilainya Rp1.681,25 per liter itu dicabut. Dengan kebutuhan 17-miliar liter, pemerintah menggelontorkan dana Rp28,6-triliun per tahun. Terlepas dari urusan bahan bakar, peluang pasar bioetanol tetap besar. Itu lantaran banyak industri yang memerlukannya. Sekadar menyebut contoh, industri bumbu masak, bedak, cat, farmasi, minuman berkarbonasi, obat batuk, pasta gigi dan kumur, parfum, serta rokok memerlukannya. Bahkan industri tinta pun perlu bioetanol. Produk itu berfaedah sebagai pelarut, bahan pembuatan cuka, dan asetaldehida. Menurut Ir Agus Purnomo, ketua Asosiasi Spiritus dan Etanol Indonesia (Asendo), kebutuhan etanol untuk industri rata-rata 140-juta liter per tahun. /*Investasi marak*/ Dengan segala kelebihan di atas, penggunaan bioetanol agaknya kian mendesak. Bukan hanya karena industri itu menjadi lokomotif pengembangan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Namun, juga lantaran harga minyak bumi yang diperkirakan melambung hingga US$100 per barel (1 barel = 117,35 liter) pada tahun mendatang. Itulah sebabnya, Johan Bukit produsen bioetanol memperkirakan, ‘Siapa pun presiden terpilih, pada 2009 sulit mempertahankan subsidi bahan bakar.’ Kondisi itu mendorong banyak investor membenamkan modal untuk membangun kilang hijau alias energi terbarukan. Johan Arnold Manonutu, misalnya, menjalin kemitraan dengan masyarakat Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Anak tunggal mantan Menteri Penerangan zaman Bung Karno itu menggelontorkan dana jutaan rupiah untuk membeli 5 unit mesin produksi bioetanol berkapasitas masing-masing 200 l/hari. Mesin-mesin itu ‘dipinjamkan’ kepada warga Desa Menara, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan. Satu unit mesin dikelola 3 orang. Johan menampung hasil produksi mereka yang mencapai 1.000 liter sehari, dengan harga Rp6.000 per liter. ‘Harga itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga cap tikus yang hanya Rp300 per liter,’ ujarnya. Cap tikus yang ia maksud adalah sulingan nira aren berkadar etanol 35% yang lazim digunakan untuk bahan minuman keras. Johan memasarkan etanol itu ke beberapa rumahsakit untuk sterilisasi. Dengan harga jual Rp16.000-Rp17.000 per liter, omzetnya Rp16-juta-Rp17-juta per hari. Edy Darmawan dari PT Indo Acidatama berencana membangun pabrik pengolahan berkapasitas 50-juta liter per tahun di Lampung. Begitu juga Sugar Group Company (SGC), pemilik 3 pabrik gula raksasa yang mendirikan pabrik berkapasitas sama di Lampung Tengah. Mereka mengendus peluang besar dengan membangun kilang hijau yang ramah lingkungan. Pangsa pasar terbentang luas, harga memadai, bahkan dapat digunakan untuk keperluan sendiri. Itulah bioetanol, ‘bensin’ dari tetumbuhan. Ingin membangun kilang di halaman rumah agar mencecap manisnya berbisnis bioetanol? (*Sardi Duryatmo/Peliput: Andretha Helmina, Imam Wiguna, Lani Marliani, & Nesia Artdiyasa*)

Sumber: Trubus Majalah Pertanian Indonesia : http://www.trubus-online.com Online version: http://www.trubusonline.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=80

About these ads

75 comments on “Bensin+Etanol Singkong= BB Oktan Tinggi

  1. Melihat produsen etanol skala rumahan yang semakin banyak, saya sangat gembira karena akan membantu upaya pelestarian lingkungan. Pertama karena emisi bahan bakar etanol lebih ramah lingkungan. Kedua ketika bahan bakar fosil di negeri ini mulai menipis maka bahan bakar etanol diharapkan akan dapat mengisi kekurangan. Pada kesempatan ini saya ingin memberikan saran kepada para produsen untuk meningkatkan kadar etanol yang dihasilkan. Teoritis campuran etanol memiliki titik azeotrop, titik azeotrop adalah suatu konsentrasi kesetimbangan dimana campuran etanol-air tidak akan berubah meskipun didistilasi dengan meninggikan kolom. Untuk mendapatkan etanol dengan kemurnian di atas 95 % dapat diupayakan dengan menggeser titik azeotrop ini, caranya dengan menambahkan absorban air atau melakukan refluks. Kepada para produsen etanol skala rumahan salam dan salut

    • selamat siang Pak Indra,
      saya tertarik dengan bioetanol dari singkong ini dan bermaksud untuk belajar. dapatkah bapak berbagi informasi ini.

  2. terima kasih atas saran yang telah anda berikan karena saat ini kami sedang merencanakan pembuatan bioetanol dg skala 9.5l/jam tetapi kami masih mencari alat yang paling ekonomis karena keterbatasan modal untuk itu apakah bapak gunawan bisa membuat rancangan alat untuk kami ,atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

  3. kami bermaksud membangun pabrik pengolahan bioethanol dari singkong, apakah bapak gunawan bisa membuat rancangan alat untuk kami ,atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

  4. Pelatihan Bioetanol untuk Bisnis
    PDF Cetak E-mail
    Ditulis Oleh Administrator
    Monday, 28 January 2008

    Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar nabati yang saat ini menjadi primadona untuk menggantikan minyak bumi yang harganya semakin meningkat dan kurang ramah lingkungan. Bioetanol dapat diproduksi dari berbagai bahan baku yang banyak terdapat di Indonesia, seperti singkong, tebu, aren, dan jagung. Penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM yang sudah ada dapat mengurangi emisi karbon monoksida dan asap lainnya dari kendaraan. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa negara yang sudah lebih dulu mengaplikasikannya, seperti Brazil dan Jepang.

    Perkembangan bisnis bioetanol di Indnesia seharusnya juga bisa menyamai kedua negara tersebut. Dengan melimpahnya bahan baku, seharusnya kita bisa menggantikan sebagian pemakaian BBM yang sudah semakin langka dengan bioetanol.

    Bertolak dari kondisi ini, Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi bermaksud untuk mengadakan pelatihan dengan tema “Produksi Bioetanol untuk Bisnis”. Pelatihan ini merupakan sarana pengenalan bioetanol kepada masyarakat luas dan sekaligus menjadi sarana untuk transfer teknlogi produksi bioetanol sehingga diharapkan peluang bisnis bioetanol semakin terbuka dan menguntungkan untuk dikembangkan.

    Materi

    * Pengenalan tentang bioetanol: bahan baku, tenik budidaya tanaman yang efektif.
    * Pengenalan peralatan produksi, proses produksi dan standar mutu bioetanol.
    * Prosedur analisis bioetanol.
    * Analisis finansial bisnis bioetanol.
    * Pengolahan bioetanol menjadi BioPremium dan BioPertamax.
    * Pengolahan hasil samping bioetanol menjadi pupuk dan pakanternak.
    * Aplikasi bioetanol pada mobil, sepeda motor, genset dan kompor

    Waktu Pelaksanaan

    19-20 Februari 2008

    Lokasi

    Pusat penelitian Surfaktan dan Bioenergi, Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No. 1 Bogor

    Biaya Pendaftaran

    Rp. 1.000.000 / orang

    Biaya pendaftaran di transfer ke rekening:

    Bank Niaga Cabang Bogor, a.n. Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi

    a/c. 054-01-12539-00-0

    Kirimkan bukti transfer melalui fax ke (0251) 330977
    Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 08 February 2008 )

  5. mohon display pengolahan singkong menjadi biofuel

  6. Maaf saya turut bicara dalam bidang yang saya geluti sehari-hari. Saya menilai walaupun saya tak mampu mengajukan data (karena hal ini bisa dikaji dari logika sederhana). Perubahan konstituen makanan ke konstituen Fuel menyebabkan langka dan mahalnya harga pangan padahal seluruh perut makhluk hidup utamanya manusia harus diisi dengan konstituen makanan bukan fuel. Makanya ide pengalihan konstituen ini perlu dikaji ulang karena dapat menimbulkan becana kemanusiaan yang besar bila tidak dicermati secara lebih dalam. Untuk itu saya sarankan untuk Indonesia khususnya, mulai pikirkanlah energi baru yang terbarukan baik itu energi solar (matahari), air, angin ataupun biogas (gas yang berasal dari kotoran hewan utamanya kuda yang bernilai kalori tinggi, tapi bisa juga manusia yang belum ada penelitian tentangnya???).

  7. Perkenalkan saya akmal dari Pacitan,mau menanyakan susunan tabung destilasi bioethanol beserta ukurannya ?
    sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih

  8. saya sebagai guru SMA disalah satu sekolah negeri di Aceh sangat tertarik dengan proses singkong di ubah menjadi etanol yang bisa digunakan sebagai alternatif biofuel.Tolong kirimkan cara pengolahan mulai dari bahan mentah singkong sampai menghasilkan etanol beserta alat yang digunakan. Terima kasih banyak atas perhatiannya.

  9. Assalamu’alaikum

    Pak saya mau tanya, di mana yang jual mesin pembuat bahan bakar dari singkong tersebut, beberapa hari kemarin saya melihat di siaran TV ada yang jual mesin tersebut seharga 2 juta. mintak informasinya, alamat atau no teleponnya.

    trima kasih.

    • Gimana mas sudahdapat nggak informasi alat bioethanol seharga 2 jt yang juga pernah anda lihat di TV itu. Kalou udah dapat bagi-bagi donk infonya ke saya krn saya juga pingin alat yang murah. Selama ini kalao sata
      searcing belum dapat harga yang murah. Maaf mudal gue pas-pas an.
      Thank”s . lukmansuryo.bin@gmail.com

  10. bisakah saya minta harga produksi biofuel untuk bahan thesis saya? terima kasih. Mohon balasannya

  11. Mohon perhatikan hajat hidup manusia di muka bumi ini. saat ini kita kesulitan dg bahan pangan. janganlah bahan pangan tersebut dialih fungsikan menjadi bahan bakar. hal dapat mengakibatkan tingginya biaya hidup.

  12. dimanakah saya bisa mengikuti pelatihan pengolahan singkong menjadi ethanol?

  13. saya tertaeik untuk meneliti lebih dalam tentang pembuatan etanol dari sigkong di mana saya bisa mendapatkan etanolo tersebut

  14. MOHON PETUNJUK PERALATAN (BESERTA GAMBARNYA) DAN PROSEDUR PEMBUATAN BIOGAS DARI SINGKONG.TERIMAKASIH

  15. jangan kuatir dengan bioethanol akan mengancam pangan dunia… kalau mau proaktif, justru bio ethanol merupakan berkah alam indonesia…..

    terutama untuk luar jawa, krn harga tanah diluar jawa lebih murah …. dan masih sangat luas … selain itu singkong mudah tumbuh di lahan yang kurang subur …..

    tertarik sekali dengan bio ethanol ….

  16. saya karyawan bumn biasa, tapi aktif di org pemberdayaan lingkungan.
    selama ini mengajari masyarakat mengolah sampah jadi kompos, briket, dan bio massa. lumayan jalan.
    Kami pengin ngajari mereka ke bio etanol, sasarannya bisa mandiri energi atau perbaikan ekonomi.
    di lingkungan saya banyak lahan tidur bisa ditanami singkong.

    berapa perkiraan investasi alat, di luar biaya tanam singkong?
    untuk skala kecil, apakah fisibel?

  17. mohon bantuannya ingin sekali tahu cara proses pembuatannya kalau bisa sekalian beli alat nya

  18. mohon penjelannya tentang digram proses dengan jenis peralatanya,mendapatkan alatnya dimana?

  19. Salam,

    Berhubung banyaknya pertanyaan mengenai bagaimana proses produksi dan peralatan pembuatan Bio Etanol dari Singkong yang masuk kepada saya, maka saya menganjurkan para pencari info tersebut untuk menghubungi Institut Pertanian Bogor,Pusat penelitian Surfaktan dan Bioenergi, Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No. 1 Bogor, telp 0251-330077

  20. assalamualaikum
    aku ter tarik n banget malah setelah melihat di tv kalo g salah di TVone aku melihat liputan tantang bio etanol yang bisa di gunakan sebagai campuran bahan bakar bensin premium
    aku dulu pemakai BBM pertamax karena harga pertamax sudah diatas 10000 ya aku balik ke premium lagi.
    yang akau mau tanyakan dimanakah di area semarang atau yang terdekat aku bisa mendapatkan bio etanol tersebut apakah di toko toko kimia sudah terjual bebas?, karena kau sudah cari di semarang katanya belum masuk semarang.

    harap informasinya.
    hafid

    wassalamualaikum

  21. saya sdang buat ethanol skala rumahan ,dimana pengepul ethanol ? mohon informasinya .terimakasih

  22. maaf, jika saya sedikit berbeda dengan para komentator atau pun sebelumnya. dengan pengalihan ini, pengalihan baahanbakar dari yang tidak dapat diperbaharui kemudian kebahanbakar yang bisa diperbaharui ini, apakah tidak akan berdampak negatif juga pada sektor pangan bangsa ini. kenapa demikia? melihat peluang ekonomi yang besar dengan beralih menanam singkong, maka para petani penanam padi pun jadi menurun. penurunan petani penanam padi, maka akan terjadi penurunan pada sektor pangan, yang akhirnya akan terjadi kenaikan kebutuhan pokok yang berwujud makanan. maka, akan terjadi kebijakan eksport yang akan merugikan petani dalam negri. dan ini akan menambah masalah bagi bangsa ini. bagaimana menjawab masalah yang ditimbulkan dari pemecahan masalah disektor lain ini, padahal ini kebutuhan primer.

    salam hangat.

  23. dimana membeli ethanol di daerah bandung (skala penyewaan mobil dengan volume 50 mobil)? terima kasih.

  24. dimana membeli ethanol di daerah bandung (skala penyewaan mobil dengan volume 50 mobil)? terima kasih.

    Comment by samuel — August 14, 2008
    ———
    pak samuel, saya ada jual bioethanol powermax 115 bapak bisa hubungi saya 0812 100 2927 atau
    powermax.bogor@gmail.com nanti kita bicara lebih lanjut
    thx n brgds.
    jim

  25. saya mau mendirikan pabrik etanol skala rumahan di daerah sidoarjo Jawa Timur semua sudah saya siapkan cuma yang saya butuhkan pemasaran yang jelas dan mc serta tehnologinya, saya sanggupm bayar anda bagi yang bisa bantu? selebihnya terima kasih dan hubungi saya 081331633715 terima kasih.

  26. maaf saya tambahkan bahan baku yang mengandung pati, singkong jagung atau jerami.

  27. saya tertarik dengan artikel yang ada diatas, dan saya ingin mendapat panduan lengkap untuk membuat etanol untuk skala rumahan biayanya berapa ya untuk membeli mesin skala rumahan,
    trimakasih

  28. Saya tertarik dengan artikel diatas, mohon dapat dikirim data analisa usaha biopremium skala rumah tangga dan skala industri untuk kami coba di Kawasan Indonesia Bagian Timur dengan biaya sendiri dan pinjaman Bank.
    Terima kasih.

  29. dimana saya bisa membeli kompor tanpa sumbu

  30. saya mau tanya jenis singkong yg banyak mengandung ethenol jenis apa n bisa didapat dari mana….. biar hasilnya maximal… dengan lahan yg terbatas.. pelatihan untuk daerah bogor kapan lagi ya….

  31. pak, numpang pasang iklan.
    thx

    Ketika harga Pertamax semakin tinggi, banyak orang lalu beralih ke Premium padahal mobil yang digunakan memiliki spesifikasi bensin beroktan tinggi.
    oleh karena itu saya ingin menawarkan campuran bbm premium

    http://powermax115.blogspot.com/

    what is POWERMAX 115
    POWERMAX 115 adalah Energi masa depan untuk bahan bakar bensin yang sangat aman digunakan. Cukup 10% POWERMAX FUEL 115 dari bahan bakar anda dan campurkan maka bbm premium anda menjadi bensin Super Plus 98 dan dapatkan hasil lebih hemat dan lebih bertenaga.
    – Pembakaran lebih sempurna, gas buang menjadi sangat bersih.
    – Tarikan lebih spontan dan enteng.
    – Mesin Halus, Aman Untuk Mesin dan katalisator.
    – Irit bahan bakar sampai dengan 20 %.
    – Memperpanjang usia mesin.
    – Melindungi lingkungan.
    – Bebas timbal
    – Aman untuk lingkungan
    – Menambah kemampuan jarak tempuh kendaraan + 20 % lebih jauh dari biasanya.
    – Oktan 115 Menghilangkan gelitik mesin.
    – Meminimalisasi kerak-kerak di ruang bakar
    Website: http://powermax115.blogspot.com/

    Bioethanol POWERMAX 115 sudah tersedia di :
    Jakarta pusat, Asem reges, taman sari call 021 6231 0856

    Jakarta selatan call 0815 6060 755

    Bekasi, taman harapan indah call 021 887 4928

    Jakarta Barat ( Rawabuaya, Cengkareng) and kota Bogor.
    Call :
    JIM 0812 100 2927 or 0251 833 7450
    email : powermax.bogor@gmail.com

  32. Pak, kapan diadakan pelatihan pembuatan proses bioethanol lagi?? Mohon diadakan kembali… =)

  33. maaf saya iman dari bandung saya mau bertanya apakah ada di bandung perusahaan yang menerima etanol,saya mau buat pabrik etanol tapi belum tau pangsa pasarnya,trims

  34. saya anas dari banda aceh saya sangat tertarik dan mau mengembangkan bioetanol di banda aceh. tapi saya ingin melihat langsung produksinya seperti yang dilakukan pak soekani di sukabumi, tolong bisa berikan alamat beliau karena saya sangat memrlukan atau yang ada dimanapun boleh alamat produksi bioetanol skala rumahan, tolong kirim ke email saya; anaszulham@gmail.com terimakasih sebelumnya atau sms ke hp saya 0811680007

  35. saya sangat tertarik dengan artikel diatas dan saya ingin tau gimana cara pembuatan ethanol tersebut sekala rumahan dan kalau ada mesin pembuatnya berapa harganya utk skala rumahan dan pembuatan kompor ethanol tersebut mohon bantuannya syarief_makassar@yahoo.com

  36. YTh Pak Syarif di Makasar, dan siapa saja yang berminat, FYI

    Ada pembuat dan penjual mesin pembuat etanol, namanya Pak Djoko Suseno, alamatnya di Komplek Kota Taman Metropolitan, Sektor Gandaria 13, no.5, Cileungsi, Kabupaten Bogor (kalau dari Cibubur, sebelum Taman Bunga Mekarsari, Cileungsi), no. HP-nya 0817 4828 733

    Info dari dia: Harga Boiler-Evaporator & Destilizer: 5,5 juta rph, Harga lengkap satu paketnya 11 juta.

    Wassalam

    Ahmad Y. Samantho
    0817 89 7739

  37. Yth Pak Ahmad Samantho dan teman-teman lain,
    saya pikir (mohon dikoreksi kalau saya salah) kendala utama yang dihadapi para UKM yang ingin memproduksi ethanol dari singkong singkong adalah ketersediaan 2 unsur yang penting yaitu enzyme gluco-amylase dan jamur saccharomyces yang mutu dan kepadatannya tepat untuk proses ethanol singkong. Akibatnya UKM tidak mudah memperoleh bahan-bahan ini karena mahal harganya dan sulit untuk membuat sendiri. Berbagai lembaga memang dapat membuat 2 bahan tersebut namun untuk tujuan penelitian dan bukan untuk pemasaran kepada umum. Sampai sekarang saya sendiri belum mengetahui adanya UKM yang berhasil memproduksi ethanol dengan harga jual setara dengan bensin premium. Moga-moga apa yang saya sampaikan ini kurang tepat sehingga dapat dikoreksi.
    Wass,
    Riyanto
    HP 0811 147 795

  38. saya setuju dengan bpk Binarga Guchany dalam kolom Leave a comment.. ini memutus rantai makanan pada manusia.. seharusnya bukan bahan pokok yang di ubah menjadi bahan bakar, akan tetapi sampah dari bahan pokok yang di ubah menjadi bahan bakar,,

  39. FYI…Sudah dicoba Bahan baku Bio-etanol dari sampah Organik Baik Padat maupun Cair.(Terbukti karena sy sudah mencoba)
    Tetapi karena cara pengolahannya yg memakan waktu,sehingga cost produksinya jadi kurang ekonomis,Walaupun Bahan bakunya gratis.
    Kadar etanol yg dihasilkan pun kurang sebaik dari bahan baku tetes.

    utk info dan masukan:
    silahkan hub :pungair@yahoo.com

  40. pak saya sudah produksi etanol,walaupun baru sekala rumahan.tapi saya kesulitan dalam hal pemasaran.
    dimanakah industri farmasi dan kimia yang bisa saya datangi untuk memasarkan etanol d daerah bandung?
    untuk yang bisa membantu,bisa kontak di:
    (021)6877 6890
    0817 6022 089
    wira_pratama67@yahoo.co.id

    terimakasih
    PRAYOGO

    • Salam, Anda memproduksi etanolnya di kota mana di daerah mana alamatnya? Pemasarannya sebenarnya juga bisa langsung kepada konsumen: para pengguna kendaraan bermotor (sepeda motor atau mobil) sebagai campuran BBM bensin. Saya pribadi sedang ingin menggunakan etanol sebagai campuran bensin motor dan mobil saya. Ingin membuktikan dan sekaligus menghemat pengeluaran BBM untuk transportasi. Berapa persen kadar etanolnya? Karena untuk bisa dipakai bahan bakar motor harus di atas 95 % kadar etanolnya. Berapa harga jual per liternya?

      • bagaimana mengukur kadar pada hasil sulingan tetes pak.dan berapa perbandingan untuk mencampur pada bensin.
        nb:saya di tulungagung. dimana agen pengepul hasil sulingan tetes yang terdekat dgn kota sy.makasih

  41. bisa minta tolong share
    1.cara pembuatan bioetanol
    2.desain kompor bahan bakar padat yang aplikatif
    thank
    lazzarus_machine@yahoo.com

  42. buat teman2 di sekitar JABOTABEK & JAWA TIMUR yg kesulitan dalam pemasaran etanol,silakan hub sya di 021-93721975 & 085695399653, mudah2an saya bisa bantu. sya terima hasil sulingan kadar berapapun, minimal 20%. yang mau kursus etanol juga boleh

    • Saya adalah salah satu produsen bioethanol di Jawa Timur. Kap. produksi sktr 30.000 liter per bulan. Saya ingin mengajukan penawaran ke anda utk mjd salah satu distributor dari produk saya. Jk berminat bs krm email atau hub. sy di 0818530929. Thanks

  43. saya tertarik dengan artikel di atas.
    saya pengen tahu cara pembuatan ethanol untuk skala rumahan.
    sekaligus harga mesinnya.
    dan di mana saya harus membeli alat tersebut.
    terima kasih atas informasinya.
    mohon bantuannya untuk bisa mengerti cara pembuatan
    ethanol ini.

  44. saya tertarik cara pembuatan bio ato bahan bakar khususnya pengganti bensin ato minyak tanah.jika ada rekan2 ada yg membagi ilmunya cara pembuatannya bisa mengirimkan ke email saya: co_sejati2008@yahoo.com
    ato ada yang mau dipasarkan dan harganya bisa lebih murah dari minyak tanah, saya bisa jual dengan harga lebih murah.hubungi saya ya: 08993771987. ( khusus wilayah JAWA TIMUR)
    terimakasih

    • Saya adalah salah satu produsen bioethanol di Malang, Jawa Timur. Kapasitas produksi sktr 30.000 liter per bulan. Saya mau mengajukan penawaran ke anda untuk menjadi salah satu distributor atau agen produk saya. Jika berminat bisa kirim email atau telp/SMS saya di 0818530929. Thanks

  45. PROSEDUR PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH

    1.Tambahkan bleaching earth ke dalam minyak jelantah sebanyak 5% dari berat minyak, kemudian aduk hingga merata. Tunggu sekitar 1 jam hingga kotoran minyak jelantah mengendap, kemudian saring minyak jelantah dengan kertas saring. Fungsi darii bleaching earth adalah sebagai koagulan, sehingga kotoran mudah mengendap.

    2.Timbang NaOH padat sebanyak 1% dari berat minyak jelantah . NaOH berfungsi sebagai katalis reaksi trans esterifikasi.

    3. Ukur volume methanol yang akan digunakan sebesar 30% dari volume minyak jelantah.

    4. Reaksikan methanol dengan NaOH, dan diaduk hingga merata.

    5. Reaksikan methanol+NaOH dengan minyak jelantah dan dijaga suhunya sekitar 60-65 C selama 1 jam,aduk secara cepat dengan menggunakan magnetic stirrer/mixer selama reaksi berlangsung agar reaksinya homogen. Suhu operasi jangan sampai melebihi 70 C karena reaksi yang terjadi bukan lagi reaksi trans esterifikasi melainkan reaksi penyabunan.

    6.Setelah reaksi terjadi akan terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas adalah Fatty acid methyl ester (FAME) atau biodiesel, sedangkan lapisan bawah adalah gliserin. Pisahkan kedua lapisan dengan menggunakan corong pemisah.

    7. Cuci biodiesel dengan menggunakan air untuk menghilangkan ekses methanol, kemudian pisahkan di dalam corong pemisah. (prosedur ini berlaku jika biodiesel akan digunakan untuk kendaraan, jika hanya sebagai bahan bakar biasa maka pencucian biodiesel tidak perlu dilakukan).

    Selamat mencoba….!!!

    jadi orang JANGAN PELIIIT ILMUUU

    BEST RAGARDS

    BEDJO SUTEDJO /08993771987

  46. saya sangat butuh informasi mesin,pemasaran,minyak ethanol dari singkog

  47. hello,
    salam kenal

    saya hanya numpang lewat memperkenalkan diri untuk menawarkan bahan dasar bioethanol (singkong) bisa order/tonase tiap harinya.
    harga/kg:1.900,-

    info.
    shony
    mobile: 081326612283
    thanks

  48. asww….saya tertarik dengan info singkong jadi bensin oktan tinggi….memang nanti2x ada pergeseran dari para petani dari padi ke singkong…itu pasti…tp u sementara ini akan boleh u tanah2x yg ga efektif…menurut saya sebaiknya Pemerintah menguasai industri Pangan dg ZONA yang sudah dipatok.Diluar zona swasta bebas mau nanam apa aja….Selain itu silakan swasta mau singkong dsbLebih bijak lagi …energi dari Matahari sebaiknya diambil krn berlimpah ruah n gratis….teknologinya adalah tugas pemerintah!
    Sy ada rencana mo tanam singkong di coba 1ha….terus mau tanya jenis singkong apa ?aturan tanamnya bagaimana?Terimakasih…

  49. lanjut….mesin skala rumahan dibeli dimana?harga berapa?
    yanto…0813 8871 8457….email: yanmmb32n4@yahoo.co.id

  50. di lampung tempat saya singkong banyak, saya ingin beli mesin pembuat ethanol lengkap siap produksi beserta ilmunya, ada yg bisa bantu? hubungi saya di no 085669735695

  51. di lampung tempat saya singkong banyak, saya ingin beli mesin pembuat ethanol lengkap siap produksi beserta ilmunya, ada yg bisa bantu? hubungi saya di no 085669735693, maaf no hp tersebut diatas saya ralat

  52. maaf, yang saya magsud mesin pembuat etanol bahan baku singkong skala rumahan, saya juga ingin di training langsung ketika mesin produksi trsebut sudah terkirim di tempat saya. mohon di tanggapi di email saya : made.maliawan@gmail.com atau no hp 085669735693

  53. Ass. wr.wb.

    Mohon dibuatkan desain pabrik pembuatan etanol dari singkong dan biaya yang dibutuhkan berikut kontruksi bangunannya.

    wassalam

  54. salam,
    untuk informasi saja, di daerah malang saya kenal dengan seorang produsen bioetanol dari bahan dasar tebu dengan kadar 96%. bagi yang membutuhkan bisa hubungi ke no. 081331878588 a.n Bpk. Samsul.
    terima kasih

  55. Sy adl salah satu produsen bioethanol di Jawa Timur. Kap. produksi sktr 30.000 liter per bulan. Jika berminat utk mjd salah satu distributor atau agen produk sy bs krm email atau hub. sy di 0818530929. Thanks

  56. salam..
    kalau ada yang tau, minta informasi alamat lengkap produsen bioetanol singkong di daerah lampung??karena di daerah saya banyak petani singkong,,, dan sangat berminat untuk belajar membuat bioetanol singkong.
    trims..

  57. Salam,
    Saya sangat tertarik dengan tulisan anda diatas, dan saya berminat untuk mengembangkan bio ethanol dr singkong hanya saja saya kekurangan info tentang prosesnya. Perkenankan saya minta infonya pak, tolong email ke saya ya passion.aztec@yahoo.co.id

  58. Saya sangat tertarik dari tulisan tsb, mhn sy diberikan informasi lengkap tentang investasi ethanol dari berbagai kavasitas mulai dari industri rumahan sampai kavasitas industri menengah dan besar.
    Sebagai info bhw di kampung saya di tapanuli sangat luas lahan yg bisa ditanami ubi kayu atau singkong maupun nira sebagai bahan bakunya.
    Terimakasih atas info dan kerjasamanya.

  59. Ass..
    saya mahasiswa yang sedang berencana akan membuat tugas akhir ttg bioethanol. tapi sampai saat ini saya masih bingung mengenai rancangan alatnya.. apa anda memiliki rancangan alat yang sederhana dan ekonomis untuk tugas akhir saya ? mohon pencerahannya..
    serta apabila ada.. saya minta alamat produsen bioethanol yg berada di sekitar bandung..
    mohon informasinya k email saya : zilaaunurrahim@yahoo.com

    terima kasih sebelumnya..

  60. berapa harga alat pembuatan biotenolnya. mohon informasinya terimakasih.

  61. apakah sekarang masih di adakan sekolah tentang biotanol.terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.967 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: